web analytics
  

Perlu Penyempurnaan, Wisanggeni Bisa Bantu Atasi Sampah

Sabtu, 6 Maret 2021 19:30 WIB Aris Abdulsalam
Bandung Raya - Bandung, Perlu Penyempurnaan, Wisanggeni Bisa Bantu Atasi Sampah, Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana,Wisanggeni Waste Incinerator,TPS Regol,Jalan Soekarno-Hatta,Kota Bandung,Sampah

Wisanggeni Waste Incinerator di TPS Regol, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung. (KABAG HUMAS SETDA KOTA BANDUNG/SONY TEGUH PRASATYA)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM — Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mengapresiasi setiap inovasi masyarakat untuk bisa membantu menyelesaikan permasalahan sampah di Kota Bandung.

Salah satunya mesin pembakar sampah yang aman bagi lingkungan, yakni Wisanggeni Waste Incinerator di TPS Regol, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung.

Untuk mengetahuinya, Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana meninjau langsung Wisanggeni Waste Incinerator, Sabtu, 6 Maret 2021.

Menurut Yana, metode pengolahan sampah tersebut bisa digunakan untuk berbagai jenis sampah yang lazim diproduksi oleh rumah tangga di Kota Bandung.

"Kita lihat tetap ada residu. Memang kita hanya ingin tahu soal metodenya dulu, cukup baik. Karena beragam jenis sampah bisa diproses, tinggal nanti penyempurnaan untuk loading-nya," katanya.

Setelah melihat langsung proses pembakaran sampah alat tersebut, Yana pun menilai proses loading saat memasukkan sampah masih kurang efektif. Karena suhu pembakaran dalam alat tersebut harus stabil.

"Ini metodenya bakar sampah dengan sampah. Kalau kita telat masukan sampah itu suhunya turun lagi. Jadi sampahnya harus konsisten masuk," ucapnya.

"Jadi memang ini harus ada metode apakah conveyor atau cerobong dengan gaya gravitasi. Itu bisa memudahkan orang yang meloading sampahnya. Tadi buka-tutup, karena udara cenderung ia balik lagi polutannya," ungkapnya.

Yana pun mengapresiasi dengan metode tersebut, namun harus lebih disempurnakan. 

Ia mengakui, incinerator merupakan metode yang cukup lama, tapi diinovasikan dengan efisiensi tempat dan tidak memerlukan ruang yang besar, tetapi dengan kapasitas yang cukup besar.

"Karena dulu untuk bisa memproses jumlah yang sama harus ruang yang besar karena alatnya, inovasinga terus dikembangkan. Sebetulnya ini jenis sampah yang masuk keliatannya bisa lebih banyak organik. Mungkin metode ini bisa ditaruh di pasar yang sifat karakternya lebih banyak sampah organik," ucapnya.

Sementara itu, Manager Operasional TPS Regol, Dani Suryana, mengatakan untuk menyelesaikan sampah memang harus secara gotong royong tidak bisa dari pihak pemerintah sendiri yang menangani.

Oleh karena itu, pihaknya mencoba berkolaborasi juga dengan berbagai pihak untuk menemukan metode yang pengolahan sampah yang lebih efisien.

"Kita harus tetap semangat memilah sampah di rumah sehingga ketika sampai TPS juga sudah terpilah. Tapi pada kenyataannya sampai saat ini masih tercampur sehingga program Pemkot Bandung harus disatukan dengan inovasi seperti ini," katanya.

"Mungkin dengan Wisanggeni ini hanya 30 persen sampah bisa diselesaikan, tapi itu sampah yang sudah tidak memiliki nilai ekonomis, kalau bernilai ekonomis bisa ke Bank Sampah. Organik juga bisa oleh maggot, sisanya yang tidak termanfaatkan bisa kita proses dengan Wisanggeni," lanjutnya.

Dani mengatakan, Wisanggeni ini sebagai alat untuk membakar sampah yang pemicunya oli bekas dan air. Setelah dipanaskan, kompor akan mengeluarkan api bertekanan tinggi yang digunakan untuk membakar sampah.

Kapasitas sampah yang bisa diproses Wisanggeni sekitar 1 ton per hari dengan 8 jam kerja. Namun harus terus diisi oleh sampah sehingga suhunya konsisten diatas 750 derajat.

"Setelah terbentuk api sempurna di dalam tabung, pemicunya akan ditarik, sehingga menjadi sampah membakar sampah. Setelah itu hanya memerlukan energi listrik yang menggerakkan dinamo untuk filterisasi asap," ucapnya.

"Asap yang keluar juga insyaallah sudah dites oleh Sucofindo bahwa itu masih di bawah ambang batas. Hasil dari pembakaran jika masih besar bisa dibakar ulang, kalau abunya bisa juga dicampur sebagai media tanam, tapi kita belum cek secara lab," imbuhnya. [*]

Editor: Aris Abdulsalam

terbaru

CEK FAKTA: Hoaks Indomie Beri Hadiah di Hari Jadi Perusahaan ke-60

Bandung Senin, 19 April 2021 | 20:45 WIB

Beredar sebuah pesan berantai di Whatsapp yang berisikan adanya pemberian hadiah dari perusahaan mie, PT Indofood. 

Bandung Raya - Bandung, CEK FAKTA: Hoaks Indomie Beri Hadiah di Hari Jadi Perusahaan ke-60, CEK FAKTA Hadiah Indomie,Hoaks Indomie Beri Hadiah,Cek Fakta Ayobandung.com

Hina Nabi Muhammad, MUI Jabar Dukung Polri Tangkap Joseph Paul Zhang

Bandung Senin, 19 April 2021 | 19:19 WIB

Apa yang dilakukan oleh Joseph Paul Zhang telah melukai hati umat Islam. Selain mengaku sebagai nabi ke-26, Joseph Paul...

Bandung Raya - Bandung, Hina Nabi Muhammad, MUI Jabar Dukung Polri Tangkap Joseph Paul Zhang, penghina nabi muhammad,penghina Nabi Muhammad cabul,Joseph Paul Zhang,MUI Jabar,Siapa Joseph Paul Zhang,Polri Buru Joseph Paul Zhang,Interpol Buru Joseph Paul Zhang,Joseph Paul Zhang Hina Islam

IKA Unpad, IKA Unpar, dan ITB Akselerasi Program Vaksinasi Se-Jabar

Bandung Senin, 19 April 2021 | 17:06 WIB

Program kolaborasi ini diselenggarakan sebagai bentuk inisiatif pihak penyelenggara untuk membantu pemerintah daerah dal...

Bandung Raya - Bandung, IKA Unpad, IKA Unpar, dan ITB Akselerasi Program Vaksinasi Se-Jabar, Akselerasi Vaksinasi Se-Jabar,Program Vaksinasi Se-Jabar,IKA Unpad,IKA Unpar,ITB,vaksinasi di Jawa Barat,Vaksin Covid-19,populasi di Jawa Barat,Pandemi Covid-19

Seorang Pemuda Lukai Sopir Taksi Online Hingga Nyaris Sekarat

Bandung Senin, 19 April 2021 | 15:26 WIB

Seorang pemuda berinisial AAM tega melukai seorang sopir taksi online pada hari Kamis, 15 April 2021. Saat ini, pelaku s...

Bandung Raya - Bandung, Seorang Pemuda Lukai Sopir Taksi Online Hingga Nyaris Sekarat, Pemuda Lukai Sopir Taksi Online,Kriminalitas di Bandung,Kejahatan di Bandung,Sopir Taksi Online,Penganiayaan sopir taksi online,Perampokan sopir taksi online

Harga Daging Ayam Diprediksi Akan Naik Lagi Jelang Lebaran

Bandung Senin, 19 April 2021 | 15:14 WIB

Berdasarkan pantauan Ayobandung.com di Pasar Kosambi, harga komoditas daging ayam sempat menyentuh angka Rp 47.000 per k...

Bandung Raya - Bandung, Harga Daging Ayam Diprediksi Akan Naik Lagi Jelang Lebaran, Harga Daging Ayam,harga daging ayam naik,harga daging ayam Bandung,harga daging ayam lebaran,harga daging ayam naik lebaran

Tim Ekspedisi Olahraga Arus Deras Wanadri Resmi Dilepas

Bandung Senin, 19 April 2021 | 14:50 WIB

Ekspedisi Olahraga Arus Deras Krueng Woyla merupakan ekspedisi penjelajahan alam terbuka dengan menggunakan media perahu...

Bandung Raya - Bandung, Tim Ekspedisi Olahraga Arus Deras Wanadri Resmi Dilepas, Wanadri,Tim Ekspedisi Krueng Woyla Wanadri,Nicolas Apriadi,Tim Gunung Hutan,Tim Basekom

Bantu Vaksinasi di Jabar, IKA Unpad Gandeng Psikolog Kurangi Tensi Lan...

Bandung Senin, 19 April 2021 | 11:42 WIB

Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Universitas Padjajaran (Unpad) menggandeng lulusan Fakultas Psikologi untuk menyiapkan psik...

Bandung Raya - Bandung, Bantu Vaksinasi di Jabar, IKA Unpad Gandeng Psikolog Kurangi Tensi Lansia, IKA Unpad,aturan vaksinasi lansia,vaksinasi lansia di Bandung,Vaksinasi Lansia,Psikolog Unpad dampingi vaksinasi lansia

Si Jago Merah Lahap Kafe Chinook Hotel Riau, 7 Orang Berhasil Diselama...

Bandung Senin, 19 April 2021 | 11:26 WIB

Pada pukul 05.45 WIB, kebakaran melalap bangunan Cafe & Resto Chinook di area Hotel Riau, Jalan R.E Martadinata, No.191,...

Bandung Raya - Bandung, Si Jago Merah Lahap Kafe Chinook Hotel Riau, 7 Orang Berhasil Diselamatkan, Kebakaran Hotel Riau,Hotel Riau terbakar,Kebakaran Cafe & Resto Chinook,kebakaran Bandung,kebakaran Bandung Hari ini,Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Diskar PB) Kota Bandung,Diskar PB Kota Bandung,Nomor darurat Diskar PB

artikel terkait

dewanpers