web analytics
  

Soal KLB Demokrat, Mahfud Ungkit Konflik PKB Era SBY

Sabtu, 6 Maret 2021 14:29 WIB
Umum - Nasional, Soal KLB Demokrat, Mahfud Ungkit Konflik PKB Era SBY, moeldoko kudeta demokrat,Kisruh Kudeta Demokrat,Moeldoko,Mahfud MD

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD. (Suara.com)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Ketua Umum (Ketum) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) meminta pemerintah tak memberikan legitimasi terhadap hasil Kongres Luar Biasa yang menetapkan Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko sebagai Ketua Umum Demokrat. Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menegaskan, pemerintah tak bisa ikut campur dalam masalah internal partai politik.

Mahfud mengatakan sejak era Presiden Megawati, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) hingga Jokowi, pemerintah tidak pernah melarang KLB atau Munaslub yang dianggap sempalan. Hal itu karena pemerintah menghormati independensi parpol. 

"Risikonya, Pemerintah dituding cuci tangan. Tapi kalau melarang atau mendorong bisa dituding intervensi, memecah belah dan sebagainya," kicau Mahfud dalam akun Twitter resminya @mohmahfudmd.

Mahfud mencontohkan, saat era Presiden Megawati, pemerintah tidak mencampuri urusan internal di Partai Kebangkitan Bangsa. Pemerintah tidak melarang atau pun mendorong karena secara hukum hal itu masalah internal PKB. 

"Sama juga dengan sikap Pemerintahan Pak SBY ketika (2008) tidak melakukan pelarangan saat ada PKB versi Parung (Gus Dur) dan versi Ancol (Cak Imin). Alasannya, itu urusan internal parpol," jelasnya.

Mahfud melanjutkan, hal ini sama juga dengan masalah KLB Demokrat di Deliserdang saat ini. Sebab, sesuai UU nomor 9 tahun 98 Pemerintah tak bisa melarang atau mendorong kegiatan yang mengatasnamakan kader Partai Demokrat di Deliserdang. 

Sebelumnya, Ketua Umum (Ketum) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengecam ditunjuknya Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko sebagai ketua umum lewat forum kongres luar biasa. Ia berharap Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Menteri Hukum dan HAM tak memberikan legitimasi terhadap hasil KLB tersebut.

"Saya minta dengan hormat kepada Presiden Joko Widodo dan Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly untuk tidak memberikan legitimasi kepada KLB ilegal," ujar AHY di Kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta, Jumat (5/3).

Ia menegaskan, ketua umum Partai Demokrat yang sah adalah dirinya, bukan Moeldoko. Hasil dari Kongres V yang digelar pada 15 Maret 2020. "Saya Agus Harimurti Yudhoyono, AHY adalah ketua umum Partai Demokrat yang sah dan legitimate," ujar AHY.

AHY menegaskan, peserta KLB yang hadir di Hotel The Hill Sibolangit bukanlah pemilik suara sah. Pasalnya, pihaknya telah menerima laporan dari DPD dan DPC yang memastikan pemilik suara sah tak datang ke sana.

Ia juga tak menampik, adanya kader yang juga mengikuti KLB tersebut. Namun, ia menegaskan, hingga saat ini tidak ada dualisme di partai berlambang bintang mercy itu sebab kader-kader yang terbukti berkhianat telah dipecat.

"Tidak ada dualisme kepemimpinan dan kepengurusan Partai Demokrat, saya ulangi, tidak ada dualisme kepemimpinan dan kepengurusan di Partai Demokrat," kata AHY menegaskan.

Moeldoko yang ditunjuk sebagai ketua umum, juga ditegaskannya bukan pemimpin Partai Demokrat yang sah. Pasalnya, pihak-pihak yang memilihnya bukanlah pemilik suara sah.

"Jadi, sekali lagi saya mengatakan, apa yang disampaikannya ia mungkiri sendiri melalui kesediaannya menjadi ketua umum Partai Demokrat abal-abal versi KLB ilegal," ujar AHY.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Rizma Riyandi

terbaru

Mudik Dilarang, Sosiolog: Sebaiknya Wisata Harus Tutup

Nasional Sabtu, 17 April 2021 | 22:29 WIB

Sosiolog Universitas Udayana Bali Wahyu Budi Nugroho mengatakan, sebaiknya tempat wisata juga ditutup bersamaan dengan l...

Umum - Nasional, Mudik Dilarang, Sosiolog: Sebaiknya Wisata Harus Tutup , Larangan Mudik 2021,mudik dilarang,Wisata Lebaran,wisata,Larangan Mudik

Cegah Covid-19, Perantau Diminta Rayakan Idul Fitri 2021 Virtual

Nasional Sabtu, 17 April 2021 | 22:03 WIB

Ketua DPRD Sumatera Barat Supardi mengajak para perantau dapat merayakan Idul Fitri 1442 Hijriah secara virtual. Pasalny...

Umum - Nasional, Cegah Covid-19, Perantau Diminta Rayakan Idul Fitri 2021 Virtual, mudik virtual,Idulfitri 2021,idulfitri 2021 virtual,perantau,Larangan Mudik 2021,Larangan Mudik

Izin Praktik Dokter Kevin Samuel yang Bikin Konten Pelecehan Diminta D...

Nasional Sabtu, 17 April 2021 | 20:57 WIB

Koalisi Masyarakat Sipil Anti Kekerasan Seksual (KOMPAKS) dan gerakan Dokter Tanpa Stigma merilis pernyataan sikap atas...

Umum - Nasional, Izin Praktik Dokter Kevin Samuel yang Bikin Konten Pelecehan Diminta Dicabut, Dokter pelecehan perempuan,dkter konten pelecehan perempuan,Dokter tiktok bersalin,dokter tiktok melahirkan,dokter tiktok melecehkan perempuan,Dokter kevin samuel,kevin samuel

Fenomena Langka Malam Ini, Planet Mars Bakal Tertutup Bulan

Nasional Sabtu, 17 April 2021 | 19:10 WIB

Unit Pelaksana Teknis (UPT) Observatorium Astronomi Itera Lampung (OAIL) akan melakukan pengamatan okultasi (tertutupnya...

Umum - Nasional, Fenomena Langka Malam Ini, Planet Mars Bakal Tertutup Bulan, Mars,okultasi planet mars,Planet Mars,fenomena mars

Persalinan adalah Urusan Hidup-Mati, Tidak Pantas Diparodikan

Nasional Sabtu, 17 April 2021 | 16:18 WIB

Peneliti dari Pusat Riset Gender dan Anak Universitas Padjadjaran Antik Bintari menyampaikan, persalinan atau proses kel...

Umum - Nasional, Persalinan adalah Urusan Hidup-Mati, Tidak Pantas Diparodikan, dokter parodi melahirkan,dokter parodi persalinan,Dokter tiktok bersalin,dokter tiktok melahirkan,parodi melahirkan

Dokter Kevin Samuel Pembuat Konten Pelecehan Perempuan Bisa Dikenai Sa...

Nasional Sabtu, 17 April 2021 | 15:35 WIB

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jawa Barat Eka Mulyana menegaskan, oknum dokter yang membuat konten di media sosial...

Umum - Nasional, Dokter Kevin Samuel Pembuat Konten Pelecehan Perempuan Bisa Dikenai Sanksi, Dokter tiktok bersalin,dokter tiktok melahirkan,Dokter pelecehan perempuan,dokter melecehkan perempuan,Ikatan Dokter Indonesia (IDI),dokter Tiktok,Dokter kevin samuel,kevin samuel,universitas maranatha

Bikin Konten Persalinan, Dokter Kevin Samuel Diduga Lecehkan Perempuan

Nasional Sabtu, 17 April 2021 | 14:31 WIB

Bikin Konten Persalinan, Dokter Kevil Samuel Diduga Lecehkan Perempuan

Umum - Nasional, Bikin Konten Persalinan, Dokter Kevin Samuel Diduga Lecehkan Perempuan, Dokter Maranatha,Dokter lulusan Terbaik Universitas Maranatha,Dokter lulusan terbaik maranatha,Dokter tiktok bersalin,dokter tiktok melahirkan,dokter melecehkan perempuan,melecehkan perempuan,Dokter kevin samuel,kevin samuel,TikTok

Pria Penganiaya Perawat RS Siloam Minta Maaf, Ngaku Lelah dan Emosi

Nasional Sabtu, 17 April 2021 | 11:50 WIB

Pelaku penganiayaan terhadap perawat RS Siloam Palembang, Christina Ramauli S (28), akhirnya terungkap.

Umum - Nasional, Pria Penganiaya Perawat RS Siloam Minta Maaf, Ngaku Lelah dan Emosi, RS Siloam Palembang,penganiyaan

artikel terkait

dewanpers