web analytics
  

5 Alasan Anak Putus Sekolah Selama Pandemi

Sabtu, 6 Maret 2021 14:24 WIB
Umum - Nasional, 5 Alasan Anak Putus Sekolah Selama Pandemi, Anak Putus Sekolah,alasan putus sekolah,putus sekolah,putus sekolah,Rawan Putus Sekolah

Sekolah Tatap Muka. (Foto/ Anadolu Agency)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengemukakan lima alasan anak putus sekolah" class="related-tag text-orange">putus sekolah selama pandemi. Kelima alasan tersebut adalah menikah, bekerja, menunggak iuran SPP, kecanduan game online, dan meninggal dunia.

Komisioner KPAI Bidang Pendidikan, Retno Listyarti mengatakan pandemi Covid-19 sudah berlangsung setahun. Menurutnya, mestinya pemerintah daerah sudah dapat memetakan permasalahan pendidikan di wilayahnya sehingga tidak ada peserta didik yang putus sekolah" class="related-tag text-orange">putus sekolah.

"Namun faktanya, KPAI justru menemukan data-data lapangan yang menunjukkan angka putus sekolah" class="related-tag text-orange">putus sekolah cukup tinggi, terutama menimpa anak-anak yang berasal dari keluarga miskin," kata Retno, Sabtu (6/3).

KPAI melakukan pantauan di Kota Bandung, Kota Cimahi, Kota Bengkulu, Kabupaten Seluma dan Provinsi DKI Jakarta. Pengawasan dilakukan secara langsung oleh jaringan guru Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI).

Alasan putus sekolah" class="related-tag text-orange">putus sekolah pertama adalah karena siswa menikah. Berdasarkan pantauan KPAI jumlahnya mencapai 33 peserta didik. Rata-rata siswa yang menikah berada di kelas XII yang beberapa bulan lagi akan menjalankan ujian kelulusan sekolah.

"Angka 33 di awal tahun 2021 merupakan angka yang cukup tinggi. Pada tahun 2020 dari hasil pengawasan penyiapan sekolah tatap muka diperoleh angka putus sekolah" class="related-tag text-orange">putus sekolah mencapai 119 kasus," kata Retno menjelaskan.

Alasan kedua adalah siswa yang putus sekolah" class="related-tag text-orange">putus sekolah karena harus bekerja. Pandemi berdampak besar terhadap ekonomi masyarakat sehingga anak harus membantu ekonomi keluarga. Siswa yang putus sekolah" class="related-tag text-orange">putus sekolah karena bekerja ini ada yang menjadi buruh bangunan, dan ada yang membantu usaha orang tuanya.

Selanjutnya, alasan ketiga adalah siswa menunggak SPP selama berbulan-bulan. Jumlah laporan terkait penunggakan SPP yang diterima KPAI cukup tinggi. Sejak Maret 2020 hingga Februari 2021 terdapat 34 kasus. Hampir 90 persen laporan berasal dari sekolah swasta.

"Pihak sekolah swasta yang juga turut terdampak dari penunggakan tersebut, umumnya melayangkan surat tagihan kepada orangtua siswa dan memberikan syarat harus membayar dengan mengangsur. Namun, karena memang tidak ada uang untuk membayar sama sekali, maka banyak orangtua memutuskan mengeluarkan anaknya dari sekolah," kata dia menambahkan.

Retno mengatakan, alasan putus sekolah" class="related-tag text-orange">putus sekolah keempat adalah anak-anak kecanduan game online. Di Kota Cimahi, terdapat dua anak kelas VII SMP yang berhenti sekolah karena kecanduan game online. Satu diantaranya memilih untuk cuti karena akan mengikuti pemulihan secara psikologi.

Sementara itu, alasan kelima putus sekolah" class="related-tag text-orange">putus sekolah adalah karena anak meninggal dunia. Pantauan ini tercatat di Kabupaten Bima, siswa terseret arus ketika bencana banjir Januari lalu.

Lebih lanjut, Retno mengatakan, negara harus hadir untuk mencegah angka putus sekolah" class="related-tag text-orange">putus sekolah yang semain tinggi. Menurutnya, pemerintah pusat dan daerah harus melakukan pemetaan peserta didik yang putus sekolah" class="related-tag text-orange">putus sekolah beserta alasannya.

"Hasil pemetaan dapat digunakan sebagai intervensi pencegahan oleh negara. Hak atas pendidikan adalah hak dasar yang wajib dipenuhi negara dalam keadaan apapun," kata Retno menegaskan.

Selain itu, KPAI juga mendorong agar tidak ada lagi sekolah yang mengeluarkan peserta didiknya karena menunggak SPP. Pemerintah daerah wajib membantu sekolah yang anak-anaknya mayoritas dari keluarga tidak mampu sehingga guru bisa tetap mendapatkan gaji.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Rizma Riyandi

terbaru

Mudik Dilarang, Sosiolog: Sebaiknya Wisata Harus Tutup

Nasional Sabtu, 17 April 2021 | 22:29 WIB

Sosiolog Universitas Udayana Bali Wahyu Budi Nugroho mengatakan, sebaiknya tempat wisata juga ditutup bersamaan dengan l...

Umum - Nasional, Mudik Dilarang, Sosiolog: Sebaiknya Wisata Harus Tutup , Larangan Mudik 2021,mudik dilarang,Wisata Lebaran,wisata,Larangan Mudik

Cegah Covid-19, Perantau Diminta Rayakan Idul Fitri 2021 Virtual

Nasional Sabtu, 17 April 2021 | 22:03 WIB

Ketua DPRD Sumatera Barat Supardi mengajak para perantau dapat merayakan Idul Fitri 1442 Hijriah secara virtual. Pasalny...

Umum - Nasional, Cegah Covid-19, Perantau Diminta Rayakan Idul Fitri 2021 Virtual, mudik virtual,Idulfitri 2021,idulfitri 2021 virtual,perantau,Larangan Mudik 2021,Larangan Mudik

Izin Praktik Dokter Kevin Samuel yang Bikin Konten Pelecehan Diminta D...

Nasional Sabtu, 17 April 2021 | 20:57 WIB

Koalisi Masyarakat Sipil Anti Kekerasan Seksual (KOMPAKS) dan gerakan Dokter Tanpa Stigma merilis pernyataan sikap atas...

Umum - Nasional, Izin Praktik Dokter Kevin Samuel yang Bikin Konten Pelecehan Diminta Dicabut, Dokter pelecehan perempuan,dkter konten pelecehan perempuan,Dokter tiktok bersalin,dokter tiktok melahirkan,dokter tiktok melecehkan perempuan,Dokter kevin samuel,kevin samuel

Fenomena Langka Malam Ini, Planet Mars Bakal Tertutup Bulan

Nasional Sabtu, 17 April 2021 | 19:10 WIB

Unit Pelaksana Teknis (UPT) Observatorium Astronomi Itera Lampung (OAIL) akan melakukan pengamatan okultasi (tertutupnya...

Umum - Nasional, Fenomena Langka Malam Ini, Planet Mars Bakal Tertutup Bulan, Mars,okultasi planet mars,Planet Mars,fenomena mars

Persalinan adalah Urusan Hidup-Mati, Tidak Pantas Diparodikan

Nasional Sabtu, 17 April 2021 | 16:18 WIB

Peneliti dari Pusat Riset Gender dan Anak Universitas Padjadjaran Antik Bintari menyampaikan, persalinan atau proses kel...

Umum - Nasional, Persalinan adalah Urusan Hidup-Mati, Tidak Pantas Diparodikan, dokter parodi melahirkan,dokter parodi persalinan,Dokter tiktok bersalin,dokter tiktok melahirkan,parodi melahirkan

Dokter Kevin Samuel Pembuat Konten Pelecehan Perempuan Bisa Dikenai Sa...

Nasional Sabtu, 17 April 2021 | 15:35 WIB

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jawa Barat Eka Mulyana menegaskan, oknum dokter yang membuat konten di media sosial...

Umum - Nasional, Dokter Kevin Samuel Pembuat Konten Pelecehan Perempuan Bisa Dikenai Sanksi, Dokter tiktok bersalin,dokter tiktok melahirkan,Dokter pelecehan perempuan,dokter melecehkan perempuan,Ikatan Dokter Indonesia (IDI),dokter Tiktok,Dokter kevin samuel,kevin samuel,universitas maranatha

Bikin Konten Persalinan, Dokter Kevin Samuel Diduga Lecehkan Perempuan

Nasional Sabtu, 17 April 2021 | 14:31 WIB

Bikin Konten Persalinan, Dokter Kevil Samuel Diduga Lecehkan Perempuan

Umum - Nasional, Bikin Konten Persalinan, Dokter Kevin Samuel Diduga Lecehkan Perempuan, Dokter Maranatha,Dokter lulusan Terbaik Universitas Maranatha,Dokter lulusan terbaik maranatha,Dokter tiktok bersalin,dokter tiktok melahirkan,dokter melecehkan perempuan,melecehkan perempuan,Dokter kevin samuel,kevin samuel,TikTok

Pria Penganiaya Perawat RS Siloam Minta Maaf, Ngaku Lelah dan Emosi

Nasional Sabtu, 17 April 2021 | 11:50 WIB

Pelaku penganiayaan terhadap perawat RS Siloam Palembang, Christina Ramauli S (28), akhirnya terungkap.

Umum - Nasional, Pria Penganiaya Perawat RS Siloam Minta Maaf, Ngaku Lelah dan Emosi, RS Siloam Palembang,penganiyaan
dewanpers