web analytics
  

Kemeriahan KAA 1955 di Mata Para Saksi Sejarah

Sabtu, 6 Maret 2021 09:02 WIB Redaksi AyoBandung.Com
Bandung Baheula - Baheula, Kemeriahan KAA 1955 di Mata Para Saksi Sejarah, saksi sejarah KAA 1955,konferensi asia-afrika 1955,Konferensi Asia-Afrika,Inen Rusnan,fotografer KAA,Landung,Abah Landung

Kendaraan klasik untuk para tamu undangan KAA 1955. (dok. Museum KAA)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Kemeriahan Konferensi Asia-Afrika (KAA) 1955 masih selalu diperingati setiap tahunnya, tak terkecuali tahun ini. Inen Rusnan, fotografer termuda di KAA 1955, membagi kisah kemeriahan acara yang digelar 66 tahun silam itu dalam gelaran "MKAA Menyapa", Jumat (5/3/2021).

Saksi sejarah tersebut mengatakan, saat itu semua masyarakat, baik dari dalam maupun luar Kota Bandung, berduyun-duyun datang ke sekitaran Gedung Merdeka untuk ikut memeriahkan acara. Semua berderet dengan rapi dari Jalan depan Hotel Preanger sampai kantor pos.

“Tetapi, tidak ditemukan sampah (berserakan), bersih,” ucapnya.

Inen mengaku terpilih menjadi fotografer untuk mendokumentasikan KAA 1955 saat usianya masih 23 tahun. Menurutnya, banyak pemuda yang ingin mendokumentasikan acara tersebut waktu itu. Namun, ia yang dipilih karena dianggap sudah menguasai alat-alat fotografi, yang saat itu masih terbatas jumlahnya.

Berbekal kamera Leica IIIf buatan Jerman, Inen memotret setiap peristiwa penting yang terjadi. “Membawa (gulungan) film saja, tidak satu atau dua roll, tapi puluhan roll. Kurang lebih ada 20 gulungan film," jelasnya.

Tidak tanggung-tanggung, semua proses mulai dari pemotretan, pencucian film, hingga tercetaknya foto hitam putih, dikerjakan sendiri olehnya.

Acara pembukaan berlangsung hingga tengah hari sekitar pukul 12.00 siang. Lalu satu jam setelahnya, ratusan foto yang tercetak sudah siap dipajang di lorong Gedung Merdeka. 

Setiap tamu yang ingin mengambil foto, ia bebaskan untuk membayar maupun tidak. KAA 1955 itu tentunya menjadi kenangan yang membekas di sepanjang hidupnya.

Saksi sejarah lainnya, Landung, turut mengisahkan bagaimana KAA 1955 berlangsung. Saat itu, pria 96 tahun ini bertugas sebagai penghimpun kendaraan untuk para tamu undangan KAA.

Suaranya masih lantang menjelaskan pengalamannya sebagai bagian penting dari gelaran KAA. Abah Landung, sapaannya, mengatakan, ia mengumpulkan mobil klasik keinginan Bung Karno untuk transportasi para tamu undangan.

Ia mencari mobil dengan berkeliling menggunakan sepeda ontelnya sembari mampir ke beberapa tempat untuk mengajari anak-anak membaca dan berhitung. Dari sebelum Februari hingga mendekati April, mobil yang berhasil ia pinjam hanya 28 buah.

Lalu, keluarga Suwarma, lanjutnya, menyediakan 80 Mercy. Setiap satu unit mobil rata-rata diisi oleh tiga orang. Ia juga menyebut lahan parkir bagi peserta disediakan oleh Hotel Preanger.

“Tidak ada itung-itungan pake duit. Tapi (yang ada hanya) semangat tanpa pamrih,” lanjutnya.

Ia menyimpulkan, gelaran KAA bukan hanya sumbangsih pemerintah, tetapi juga rakyat kecil khususnya di Kota Bandung. “Kota Bandung itu Ibukota Asia-Afrika 130 negara,” kata dia bangga.

Di akhir perbincangan, Landung berpesan agar generasi muda tidak melupakan sejarah karena dari situlah generasi dapat belajar agar lebih baik. (Ghina Tsuroya)

Editor: Fira Nursyabani

terbaru

Diresmikannya Perusahaan Kereta Api SS yang Berpusat di Bandung

Baheula Selasa, 6 April 2021 | 12:45 WIB

Tanggal 6 April 1875, perusahaan kereta api kolonial diresmikan dengan nama Staatsspoorwegen Nederlandsch-Indië (SS).

Bandung Baheula - Baheula, Diresmikannya Perusahaan Kereta Api SS yang Berpusat di Bandung, Sejarah Hari Ini,6 April,Staatsspoorwegen Nederlandsch-Indië (SS),Hindia Belanda,Kereta Api Indonesia,Sejarah Kereta Api,Bandung,Kebon Jukut,Jl. Stasiun Selatan

Wajit Cililin dan Hikayat Pembangkangan Terhadap Belanda

Baheula Selasa, 6 April 2021 | 12:21 WIB

Bandung Barat mempunyai makanan khas bernama wajit cililin. Di tengah ketenaran dan keunikan rasanya yang mendunia.

Bandung Baheula - Baheula, Wajit Cililin dan Hikayat Pembangkangan Terhadap Belanda, Wajit Cililin,sejarah wajit cililin,makanan khas bandung barat,wajit,belanda,Kolonial Belanda,wajit cililin cap potret,nina lubis,siti romlah,Buku Kehidupan Kaum Menak Priangan,Wajit Asli Cililin Cap Potret Hj Siti Romlah

Mengenang Pieterspark, Taman Tertua di Kota Bandung

Baheula Kamis, 1 April 2021 | 10:26 WIB

Pieterspark bahkan sudah ada sebelum Bandung berstatus Gemeente atau kota. 

Bandung Baheula - Baheula, Mengenang Pieterspark, Taman Tertua di Kota Bandung, Taman Dewi Sartika,Taman Badak,Pieterspark,Pieter Sijthoff,Taman tertua di Bandung,Taman pertama di Bandung,sejarah taman Pieterspark

'Hallo Bandoeng', Lagu Syahdu tentang Kerinduan Sebelum Kematian

Baheula Rabu, 31 Maret 2021 | 12:01 WIB

Lagu Hallo Bandoeng dari  Willy Derby termasuk hit tersukses pertama dari Belanda, yang terjual lebih dari 50.000 copy r...

Bandung Baheula - Baheula, 'Hallo Bandoeng', Lagu Syahdu tentang Kerinduan Sebelum Kematian, Hallo Bandoeng,Lagu,Kerinduan,kematian,Stasiun Radio Malabar,Gunung Puntang,Kabupaten Bandung,Kota Bandung,Hindia-Belanda,Indonesia,Belanda,Willy Derby,Cerita

Dian Radio City, Bioskop Tertua Kota Bandung Kini Terbengkalai

Baheula Selasa, 30 Maret 2021 | 12:23 WIB

Gedung Bioskop Dian berstatus bangunan bekas layar lebar tertua yang masih bertahan di Kota Bandung.

Bandung Baheula - Baheula, Dian Radio City, Bioskop Tertua Kota Bandung Kini Terbengkalai, Radio City,Gedung Bioskop Dian,Hari Film Nasional,30 Maret,Sejarah Hari Ini,Sejarah Film Indonesia,Sejarah Bioskop,Kota Bandung,Hindia Belanda,Mal Palaguna

Hari Film Nasional: Loetoeng Kasaroeng Tayang di Bandoeng 1926

Baheula Selasa, 30 Maret 2021 | 11:07 WIB

Loetoeng Kasaroeng, film sineas lokal Bandoeng, jadi yang pertama diputar di layar lebar bioskop Indonesia.

Bandung Baheula - Baheula, Hari Film Nasional: Loetoeng Kasaroeng Tayang di Bandoeng 1926, Hari Film Nasional,Sejarah Hari Ini,30 Maret,31 Desember 1926,Loetoeng Kasaroeng,Bioskop Elita,Bioskop Palaguna,Sejarah Film Indonesia,Bandung,Masa Kolonial,Hindia Belanda,Bioskop,Pandemi Covid-19,Bandoeng

Mengungkap Kronologi Lengkap Bandung Lautan Api: 23-24 Maret 1946

Baheula Rabu, 24 Maret 2021 | 11:02 WIB

Dari bukit-bukit tinggi di Bandung Selatan, dari 23-24 Maret 1946, terlihat kota tercinta itu dipenuhi oleh merah api me...

Bandung Baheula - Baheula, Mengungkap Kronologi Lengkap Bandung Lautan Api: 23-24 Maret 1946, Bandung Lautan Api,Sejarah Bandung,Kronologi Bandung Lautan Api,Ultimatum Bandung Lautan Api,Pembakaran Bandung Lautan Api,Koninklijk Nederlandsch-Indische Leger (KNIL),Hindia-Belanda,Kota Bandung,Pembela Tanah Air (PETA),Abdul Haris (A.H.)Nasution

'Bumihangus', Strategi Cerdik Pejuang di Bandung Lautan Api

Baheula Selasa, 23 Maret 2021 | 10:43 WIB

Peristiwa Bandung Lautan Api bermula ketika Belanda dan Sekutu datang ke Bandung pada 12 Oktober 1945. 

Bandung Baheula - Baheula, 'Bumihangus', Strategi Cerdik Pejuang di Bandung Lautan Api, Bandung Lautan Api,sejarah Bandung Lautan Api,strategi bumihangus,peristiwa bersejarah Bandung
dewanpers