web analytics
  

Alasan PPKM Mikro Diperluas ke 3 Provinsi

Sabtu, 6 Maret 2021 06:19 WIB
Umum - Nasional, Alasan PPKM Mikro Diperluas ke 3 Provinsi, PPKM Mikro,PPKM Mikro Diperluas,PPKM Mikro Diperpanjang,Pandemi Covid-19

Warga melintas didekat spanduk ajakan mematuhi protokol kesehatan di RW 05, Kelurahan Cihaurgeulis, Kecamatan Cibeunying Kaler, Kota Bandung, Jumat (26/2/2021). Pemerintah resmi memperpanjang kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro mulai 23 Februari hingga 8 Maret 2021. Pemerintah mengklaim kebijakan ini cukup efektif ketimbang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Pemerintah juga mengklaim bahwa secara nasional, jumlah kasus aktif turun hingga -17,27% dalam sepekan. (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Pemerintah menambah tiga provinsi yang diprioritaskan menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis mikro pada 9-22 Maret 2021. Alasannya, kasus Covid-19 di Sumatera Utara, Kalimantan Timur, dan Sulawesi Selatan cukup tinggi.

"Iya kasusnya (Covid-19) meningkat terus," ujar Direktur Jenderal Bina Administrasi Wilayah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Syafrizal saat dikonfirmasi Republika, Jumat (5/3).

Kebijakan itu tertuang dalam Instruksi Mendagri (Inmendagri) Nomor 05 Tahun 2021 tentang Perpanjangan PPKM Berbasis Mikro dan Mengoptimalkan Posko Penanganan Covid-19 di Tingkat Desa dan Kelurahan untuk Pengendalian Penyebaran Covid-19. Inmendagri ini diterbitkan Mendagri Tito Karnavian pada Jumat (4/3).

Dalam Inmendagri telah disebutkan empat parameter untuk menentukan cakupan pengaturan pemberlakuan pembatasan meliputi kabupaten/kota maupun provinsi. Setidaknya wilayah yang memenuhi salah satu parameter perlu mempertimbangkan penerapan pembatasan kegiatan.

Empat parameter ini antara lain, tingkat kematian di atas rata-rata tingkat kematian nasional, tingkat kesembuhan di bawah rata-rata tingkat kesembuhan nasional, tingkat kasus aktif di atas rata-rata tingkat kasus aktif nasional, dan tingkat keterisian tempat tidur rumah sakit (Bed Occupancy Ratio/BOR untuk lntensive Care Unit (ICU) dan ruang isolasi di atas 70 persen.

Syafrizal mengatakan, tiga provinsi yang ditambahkan agar menerapkan PPKM mikro itu termasuk daerah dengan jumlah aktif tertinggi di luar Jawa-Bali. Ketiganya masuk 10 besar provinsi dengan jumlah kasus aktif tertinggi per 2 Maret 2021, hingga 3.000-6.000 kasus.

"Jadi jika dilihat, di luar Jawa dan Bali, ketiga provinsi tersebut memang memiliki jumlah kasus aktif tertinggi, bahkan Kaltim mencapai 6.000-an kasus. Kesepuluh provinsi tersebut berkontribusi terhadap 70 persen kasus aktif nasional," kata dia.

Dengan demikian, lanjut Syafrizal, pemerintah bisa menekan kasus pada kontribusi 70 persen kasus aktif tersebut. Ia berharap, dengan masuknya tiga provinsi untuk melaksanakan kebijakam PPKM mikro dapat melandaikan kurva kasus Covid-19 lebih cepat lagi.

Ia menambahkan, perpanjangan kembali PPKM mikro secara keseluruhan dapat menekan rata-rata kasus positif harian lebih dari 50 persen. Pemerintah menilai PPKM mikro perlu diteruskan sampai menekan Covid-19 ke titik terendah.

PPKM mikro sudah berlangsung sejak 9-22 Februari 2021, kemudian diperpanjang sampai 8 Maret 2021. Belum berakhir, pemerintah pun telah menetapkan kembali memperpanjang PPKM mikro 9-22 Maret 2021.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Rizma Riyandi

terbaru

Update: Covid-19 Indonesia Bertambah 5.436 Kasus Baru

Nasional Jumat, 23 April 2021 | 18:55 WIB

Penambahan hari ini menjadikan total akumulasi konfirmasi positif di Indonesia mencapai 1.632.248 kasus.

Umum - Nasional, Update: Covid-19 Indonesia Bertambah 5.436 Kasus Baru, COVID-19,Covid-19 Indonesia,Pandemi Covid-19,Kasus Covid-19,Indonesia

Putus Mata Rantai Covid-19, MUI Imbau Salat Idulfitri di Rumah

Nasional Jumat, 23 April 2021 | 18:20 WIB

MUI berharap masyarakat bijak, karena hingga kini pandemi Covid-19 belum juga selesai.

Umum - Nasional, Putus Mata Rantai Covid-19, MUI Imbau Salat Idulfitri di Rumah, Ramadan 1442 Hijriah,Idulfitri 1442 Hijriah,Mata Rantai Covid-19,Majelis Ulama Indonesia (MUI),Salat Idulfitri di Rumah,Lebaran

Suplai Beras Nasional, Lucky Hakim Minta Indramayu Jadi Anak Emas 

Nasional Jumat, 23 April 2021 | 16:55 WIB

Wakil Bupati Indramayu meminta perlakuan istimewa untuk Indramayu di bidang pertanian.

Umum - Nasional, Suplai Beras Nasional, Lucky Hakim Minta Indramayu Jadi Anak Emas , Wakil Bupati Indramayu,lucky hakim,Suplai Beras Nasional,Indramayu,Beras

Hari Buku Sedunia, Najwa Shihab Ungkap Perasaan Tentang Buku

Nasional Jumat, 23 April 2021 | 16:45 WIB

Setiap tanggal 23 April diperingati masyarakat dunia sebagai World Book Day atau Hari Buku Sedunia. 

Umum - Nasional, Hari Buku Sedunia, Najwa Shihab Ungkap Perasaan Tentang Buku, najwa shihab,World Book Day,Hari Buku Sedunia,United Nations Educational Scientific and Cultural Organization (UNESCO)

Tsunami Covid-19, Menhub Tutup Penerbangan dari dan ke India

Nasional Jumat, 23 April 2021 | 16:31 WIB

Penerbangan reguler dari India resmi ditutup, mengingat kasus harian Covid-19 di negara tersebut sedang tinggi-tingginya...

Umum - Nasional, Tsunami Covid-19, Menhub Tutup Penerbangan dari dan ke India, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi,penerbangan reguler dari India resmi ditutup,kasus harian Covid-19,kasus harian Covid-19 di India,tsunami Covid-19 di India,tsunami Covid-19,penerbangan dari India,Kemenhub,pembatasan WNA dari India

Cermati, Surat Edaran Turunan Larangan Mudik Diumumkan Sore Ini

Nasional Jumat, 23 April 2021 | 15:33 WIB

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan segera mengumumkan Surat Edaran (SE) turunan larangan mudik 2021.

Umum - Nasional, Cermati, Surat Edaran Turunan Larangan Mudik Diumumkan Sore Ini, Surat Edaran Turunan,Mudik Lebaran,Larangan Mudik,Surat Edaran (SE)

Penjelasan Imigrasi soal Rombongan WN India Bisa Masuk Indonesia

Nasional Jumat, 23 April 2021 | 15:18 WIB

India kini menjadi negara yang diwaspadai karena terjadi lonjakan kasus Covid-19.

Umum - Nasional, Penjelasan Imigrasi soal Rombongan WN India Bisa Masuk Indonesia, rombongan warga India masuk ke Indonesia,lonjakan kasus covid-19 di Indonesia,lonjakan kasus Covid-19 di India,lonjakan kasus Covid-19,Warga India ke Indonesia,Penerbangan penumpang dari India,penambahan kasus Covid-19,tsunami Covid-19,varian virus corona

DPR Semprot Imigrasi, Jangan Sembarangan Izinkan WNA Masuk

Nasional Jumat, 23 April 2021 | 14:01 WIB

Imigrasi harus lebih berhati-hati dalam menerima WNA asal India. Jangan sampai menyebabkan lonjakan kasus juga di Indone...

Umum - Nasional, DPR Semprot Imigrasi, Jangan Sembarangan Izinkan WNA Masuk, DPR Semprot Imigrasi,WNA asal India,lonjakan kasus covid-19 di Indonesia,Kasus Covid-19,kedatangan 127 WNA asal India,kasus Covid-19 di India,lonjakan kasus Covid-19 di India,lonjakan kasus Covid-19

artikel terkait

dewanpers