web analytics
  

Risiko Kematian di Balik Makanan Cepat Saji

Sabtu, 6 Maret 2021 01:57 WIB
Gaya Hidup - Sehat, Risiko Kematian di Balik Makanan Cepat Saji, Makanan Cepat Saji,bahaya makanan cepat saji,hindari makanan cepat saji,manfaat makanan cepat saji

Pizza Bubble Tea dari Taiwan jadi salah satu pizza dengan topping terunik. (Domino’s Pizza)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Makanan siap saji dan makanan olahan berkontribusi meningkatkan obesitas dan kelebihan berat badan pada masyarakat Indonesia yang berujung pada kematian.

Direktur Gizi Masyarakat Ditjen Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan, Dr Dhian Dipo, mengatakan hal itu karena makanan siap saji dan makanan olahan mengandung asupan garam, gula, dan lemak yang lebih tinggi sehingga penimbunan gula, garam dan lemak dapat meningkatkan risiko kejadian kardiovaskuler atau risiko kematian.

"Persentase konsumsi gula, garam dan lemak semakin naik karena banyaknya makanan siap saji dan makanan olahan yang dimakan," kata Dr  Dhian di acara seminar daring bertajuk "Cerdas Baca Label Kemasan, Hindari Risiko Obesitas" di Jakarta, Kamis (4/3).

 Sejumlah faktor yang memengaruhi obesitas yakni faktor lingkungan yang tidak mendukung untuk beraktivitas, pola makan tidak seimbang, kurangnya aktivitas fisik dan faktor budaya.

"Faktor budaya misalnya penampakan gemuk dianggap sebagai kemakmuran. Balita gemuk dianggap lucu. Itu mempengaruhi obesitas ini jadi biasa," kata Dhian.

Pihaknya menggambarkan bahwa saat ini jumlah orang yang mengalami obesitas di perkotaan lebih tinggi daripada di pedesaan.

"Sebanyak 25 persen usia 18 tahun ke atas di perkotaan mengalami obesitas. Sedangkan di pedesaan, usia 18 tahun ke atas yang obesitas ada 17,8 persen. Kebanyakan (obesitas) di kota, karena di desa masih ada aktivitas fisik," katanya.

Hal ini disebabkan 95,5 persen masyarakat kurang mengkonsumsi buah dan sayuran. Selain itu satu dari tiga penduduk di Indonesia atau 33,5 persen penduduk tercatat kurang melakukan aktivitas fisik.

Pihaknya mencatat sejak 2007 hingga 2017, pola konsumsi makanan memiliki kontribusi utama terhadap kesakitan dan kematian di Indonesia. Hampir setengah jumlah penduduk Indonesia konsumsinya kurang dari 70 persen angka kecukupan gizi.

Selain itu sekitar 1/3 penduduk mengkonsumsi kurang dari 80 persen angka kecukupan protein. Dhian menuturkan pola konsumsi masyarakat Indonesia masih didominasi serealia/ padi-padian sebesar 50 persen.

Kedua, protein hewani (12 persen) dan selanjutnya minyak dan lemak (10 persen). Sementara konsumsi sayur dan buah di urutan buncit yang hanya 6 persen.Dominansi serealia pada pola konsumsi masyarakat inilah yang menjadi penyebab obesitas yang berdampak pada risiko kesakitan dan kematian.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Rizma Riyandi

terbaru

Waspada Dehidrasi Saat Puasa, Picu Emosi dan Lupa

Sehat Rabu, 21 April 2021 | 05:45 WIB

kurang cairan tak sekadar membuat kita merasa haus, tapi juga bisa mengganggu fungsi kognitif sekaligus memengaruhi suas...

Gaya Hidup - Sehat, Waspada Dehidrasi Saat Puasa, Picu Emosi dan Lupa, Dehidrasi,dehidrasi saat puasa,bahaya dehidrasi,cara cegah dehidrasi, puasa sehat,Cara Cegah Dehidrasi saat Berpuasa,Tips Puasa

Bahaya Menahan Bersin, Vertigo hingga Hernia

Sehat Rabu, 21 April 2021 | 05:15 WIB

Bahaya Menahan Bersin

Gaya Hidup - Sehat, Bahaya Menahan Bersin, Vertigo hingga Hernia, bahaya menahan bersin,menahan bersin,Vertigo,Hernia

Begini Pentingnya Periksa Kesehatan Berkala saat Ramadan

Sehat Rabu, 21 April 2021 | 02:31 WIB

Memeriksa kesehatan secara berkala penting dilakukan selama Ramadan.

Gaya Hidup - Sehat, Begini Pentingnya Periksa Kesehatan Berkala saat Ramadan, pemeriksaan kesehatan,Kesehatan,kesehatan saat puasa,pemeriksaan kesehatan berkala,Ramadan 2021

Terinfeksi Covid-19 Sebelum Vaksinasi Kedua, Harus Bagaimana?

Sehat Rabu, 21 April 2021 | 01:26 WIB

Seseorang yang sudah menerima dosis pertama vaksin Covid-19 masih berpotensi untuk tertular Covid-19. Meski begitu, menu...

Gaya Hidup - Sehat, Terinfeksi Covid-19 Sebelum Vaksinasi Kedua, Harus Bagaimana?, Vaksin Covid-19,Vaksinasi Covid-19,vaksin corona,terinfeksi Covid-19

Kondisi Mulut Bisa Tunjukan Tanda Gula Darah Tinggi

Sehat Selasa, 20 April 2021 | 19:51 WIB

Orang dengan diabetes lebih rentan terhadap mulut kering dan infeksi jamur seperti sariawan karena kadar glukosa yang ti...

Gaya Hidup - Sehat, Kondisi Mulut Bisa Tunjukan Tanda Gula Darah Tinggi, Mulut Bisa Tunjukan Tanda Gula Darah Tinggi,Gejala Diabetes Tipe 2,mencegah diabetes tipe 2,diabetes tipe 2,Risiko Diabetes Tipe 2,Diabetes,Obat Alami Diabetes,Bahaya Diabetes,Tanda gula darah tinggi,Tanda Diabetes

Cara Mencegah Penyakit yang Sering Muncul di Musim Pancaroba

Sehat Selasa, 20 April 2021 | 12:34 WIB

Musim pancaroba kerap menjadi waktu yang rentan terhadap penyakit infeksi yang banyak terjadi di wilayah beriklim tropi...

Gaya Hidup - Sehat, Cara Mencegah Penyakit yang Sering Muncul di Musim Pancaroba, Penyakit di Musim Pancaroba,cara mencegah penyakit pancaroba,Cara mencegah penyakit tropis,Penyakit Tropis di Musim Pancaroba,musim pancaroba,penyakit tropis,bahaya penyakit tropis,tanda penyakit infeksi musim pancaroba

Cegah Anemia, Sayur dan Buah Ini Jadi Makanan Penambah Darah

Sehat Selasa, 20 April 2021 | 12:19 WIB

Selain daging, ada beberapa jenis sayur dan buah yang dapat menambah darah.

Gaya Hidup - Sehat, Cegah Anemia, Sayur dan Buah Ini Jadi Makanan Penambah Darah, Makanan Penambah Darah,sayur dan buah penambah darah,Kekurangan sel darah merah,penyebab Kekurangan sel darah merah,bahaya Kekurangan sel darah merah,ciri kekurangan sel darah merah

Penyakit Diabetes Hingga Jantung Bisa Terlihat dari Kondisi Kaki

Sehat Selasa, 20 April 2021 | 12:08 WIB

Masalah yang terjadi di kaki Anda ternyata bisa menjadi tanda awal dari penyakit berbahaya seperti diabates dan jantung.

Gaya Hidup - Sehat, Penyakit Diabetes Hingga Jantung Bisa Terlihat dari Kondisi Kaki, Kondisi Kaki,tanda awal dari penyakit berbahaya,Cara menedeteksi penyakit berbahaya,bagaimana mengenai gejala penyakit berbahaya,tanda dari potensi penyakit,Penyakit Diabeter terlihat dari kaki,penyakit jantung terkihat dari kaki
dewanpers