web analytics
  

Dinkes Ungkap Penyebab Kasus Covid-19 Kota Bandung Masih Tinggi

Jumat, 5 Maret 2021 16:30 WIB Nur Khansa Ranawati
Bandung Raya - Bandung, Dinkes Ungkap Penyebab Kasus Covid-19 Kota Bandung Masih Tinggi, PPKM Mikro,Update Covid-19 Kota Bandung,Covid-19 Bandung,PPKM Mikro Bandung,Pasien Covid-19 Bandung,pasien sembuh Covid-19 Bandung,tren positif Covid-19 Kota Bandung

Warga beraktivitas saat penutupan ruas jalan dalam rangka Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Selasa (23/2/2021). (Ayobandung.com/Kavin Faza)

SUKAJADI, AYOBANDUNG.COM -- Hampir satu bulan setelah PPKM Mikro di Kota Bandung berlangsung, kasus Covid-19 di Kota Bandung masih terus mengalami peningkatan. Data terakhir yang ditampilkan Pusicov hingga Jumat (5/3/2021) menunjukan kasus Covid-19 meningkat 160 dalam sehari.

Selain itu, angka persen positif atau positivity rate Kota Bandung juga masih terus berada hingga tiga kali lipat di atas batas maksimal yang ditetapkan WHO, yakni di kisaran 15%-18% dalam dua pekan terakhir. Hal tersebut menunjukan transmisi lokal kasus Covid-19 di Kota Bandung masih sangat tinggi.

Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung Ahyani Raksanagara mengatakan, hal yang menyebabkan kasus terus meningkat adalah mobilitas warga yang masih tinggi.

"Kenapa penyebarannya jadi tinggi, karena tidak ada pembatasan. Orang Bandung kerja ke luar daerah, juga sebaliknya. Kita tidak tahu status kesehatannya, disiplinnya (dalam menerapkan protokol kesehatan) juga seperti apa," ungkapnya kepada Ayobandung.com.

Peraturan PPKM Mikro di Kota Bandung diatur dalam dua perwal, yakni  Perwal Nomor 4 Tahun 2021 yang merupakan tindak lanjut dari perubahan PSBB Proporsional menjadi Pembatasan Sosial Berskala Mikro (PSBM), dan Perwal no 5 tahun 2021 tentang pembentukan posko penanganan Covid-19 di tingkat kewilayahan.

Secara umum, aturan Perwal 4/2021 yang berlaku sejak Selasa 9 Februari tersebut secara garis besar melonggarkan aturan yang diterapkan sebelumnya, meskipun kasus masih terus meningkat. Kapasitas maksimal berbagai sektor yang sebelumnya di angka 30% menjadi 50%.

Sejumlah sektor yang saat ini dapat beroperasi dengan kapasitas maksimal 50% adalah perkantoran (WFH 50%), pusat perbelanjaan, mal, pertokoan, restoran, rumah makan hingga kafe. Jam operasional mal hingga toko modern pun bertambah.

Setelah itu, Pemkot mengeluarkan Perwal Nomor 6 Tahun 2021 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Proporsional. Satu di antara aturan yang tertera adalah terkait sanksi bagi para pelaku usaha yang melanggar ketentuan.

Ahyani mengatakan, saat ini pengetesan PCR di Kota Bandung secara umum telah memenuhi standar yang ditetapkan WHO, yakni 1/1000 dari jumlah penduduk per minggu. Namun, sebenarnya pengetesan masih harus terus digencarkan bila kasus di wilayah tersebut belum mereda. Sementara peningkatan kapasitas berbenturan dengan ketersediaan alat pengetesan.

"Satu hari saja dari puskesmas bisa (mengumpulkan) sekitar 400 (sampel PCR). Seminggu kita bisa (mengumpulkan) 4.000-6.000 sampel malah. Kalau dihitung 1/1000 penduduk (Kota Bandung) yang jumlahnya 2,5 juta, berarti cuma 2.500 kan (standar minimalnya). Sudah terpenuhi," ungkapnya.

Meski demikian, dia mengatakan, pihaknya harus mempertimbangkan kapasitas alat pengetes sampel Covid-19 agar tidak overload. Sehingga, dalam sehari, laboratorium BSL-2 Kota Bandung membatasi untuk hanya mengetes 400-an sampel PCR.

"Satu hari sekitar 400-500 sampel, kita tahan di 400. Jangan digeder terus, kadang juga diturunin juga, karena bagaimanapun itu kan alat, harus dimaintenance. Rata-rata dipakai di 400 sampel," paparnya.

Hal tersebut setara dengan sekitar 2.800 sampel per-minggu, yang mana telah memenuhi standar WHO. Namun, penyebaran kasus di masyarakat masih terus tinggi sehingga pengetesan yang lebih banyak masih terus dilakukan.

"Kalau dari jumlah PCR (sudah memadai), tapi kalau jumlah itu dibandingkan dengan temuan adanya penyebaran (yang terus meningkat), ya masih harus ditambah," ungkapnya.

Ahyani menyebutkan, penyebaran kasus Covid-19 di Kota Bandung kerap mengalami peningkatan teruatama setelah libur panjang. Dia juga mengatakan positivity rate Kota Bandung pernah berada di kisaran 6%-7%, namun melonjak selepas libur panjang berlangsung.

"Penyebarannya masih banyak di masyarakat, seperti kalau dua minggu setelah liburan, pasti kasus naik. Pernah juga positivity rate kita 6%-7%, tapi begitu liburan ada kasus baru. Kita pun harus kejar tracing ke banyak orang. Penyebarannya juga memang jadi meluas karena ada orang berkunjung antar wilayah," ungkapnya.

Untuk itu, dia meminta agar masyarakat senantiasa disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan. Tidak hanya 3M, dia mengatakan, masyarakat wajib menjalani 5M, yakni memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas.

"Berkegiatan siakan, tapi harus 5M karena tidak mungkin orang tidak berkegiatan sama sekali. 5M itu harus patuh dilaksanakan," ungkapnya.

Editor: Fira Nursyabani

terbaru

Prakiraan Cuaca 21 April 2021, Bandung Diguyur Hujan

Bandung Rabu, 21 April 2021 | 05:00 WIB

Hujan dengan intensitas sedang diprakirakan akan mengguyur wilayah Bandung Raya, Selasa, 20 April 2021. Badan Meteorolog...

Bandung Raya - Bandung, Prakiraan Cuaca 21 April 2021, Bandung Diguyur Hujan, Cuaca Bandung Hari Ini,Cuaca Bandung,cuaca Bandung BMKG,Prakiraan Cuaca Bandung

Lokasi SIM Keliling Kota Bandung 21 April 2021

Bandung Rabu, 21 April 2021 | 04:15 WIB

Mobil SIM keliling pertama ada di BTM Cicadas, Jalan Ibrahim Adjie. Sedangkan mobil SIM keliling kedua berada di Outlet...

Bandung Raya - Bandung, Lokasi SIM Keliling Kota Bandung 21 April 2021, SIM Bandung,perpanjangan sim bandung,Syarat permohonan SIM Bandung,Cara Buat SIM Bandung,SIM Keliling Bandung,Jadwal SIM Keliling Bandung,SIM Online Polrestabes Bandung,SIM Online Keliling Bandung

Jadwal Imsak dan Buka Puasa Bandung 21 April 2021

Bandung Rabu, 21 April 2021 | 03:00 WIB

Jadwal Imsak dan Buka Puasa Bandung 21 April 2021

Bandung Raya - Bandung, Jadwal Imsak dan Buka Puasa Bandung 21 April 2021, Waktu imsak Bandung,jadwal imsak Bandung dan sekitarnya,jadwal imsak bandung hari ini,Jadwal imsak bandung,jadwal buka puasa Bandung,Jadwal Salat Bandung,Waktu salat Bandung,jadwal Salat Bandung hari ini,Waktu salat Bandung dan sekitarnya hari ini

Dugaan Pencabulan, Pimpinan Pesantren Al-Zaytun Panji Gumilang Diselid...

Bandung Selasa, 20 April 2021 | 23:16 WIB

Ditreskrimum Polda Jabar menerima laporan tindak pencabulan yang dilakukan Panji Gumilang yang dikenal sebagai pimpinan...

Bandung Raya - Bandung, Dugaan Pencabulan, Pimpinan Pesantren Al-Zaytun Panji Gumilang Diselidiki Polda Jabar, Dugaan Pencabulan Panji Gumilang,Pesantren Al-Zaytun Indramayu,Polda Jabar,panju gumilang

Aliansi Mahasiswa STIE Inaba Siap Bawa Kasus Skorsing Sepihak ke Kemen...

Bandung Selasa, 20 April 2021 | 22:30 WIB

Aliansi Mahasiswa STIE Inaba siap mendesak pihak kampus untuk mencabut skors dengan mengajukan mediasi kepada pihak Keme...

Bandung Raya - Bandung, Aliansi Mahasiswa STIE Inaba Siap Bawa Kasus Skorsing Sepihak ke Kemendikbud, Aliansi Mahasiswa STIE INABA,Kasus Skorsing Sepihak,Skorsing Sepihak STIE INABA,STIE INABA,Kemendikbud

Musim Pancaroba, BMKG Kota Bandung Imbau Hindari Sejumlah Tempat Ini

Bandung Selasa, 20 April 2021 | 20:56 WIB

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Kelas 1 Bandung memperkirakan Kota Bandung akan men...

Bandung Raya - Bandung, Musim Pancaroba, BMKG Kota Bandung Imbau Hindari Sejumlah Tempat Ini, musim pancaroba,BMKG Kota Bandung,Pancaroba Bandung,Fenomena Pancaroba,angin kencang Bandung,Puting Beliung Bandung,hujan es Bandung

Jadi Duta Baca Jabar, Ulfah Budayakan Membaca di Kalangan Milenial

Bandung Selasa, 20 April 2021 | 19:05 WIB

Ulfah Mawaddah, pemudi Kota Bandung menjadi peringkat kelima Duta Baca Jawa Barat 2021.

Bandung Raya - Bandung, Jadi Duta Baca Jabar, Ulfah Budayakan Membaca di Kalangan Milenial, Duta Baca Jabar,Ulfah Mawaddah,Pemkot Bandung,Dispusipda Jawa Barat

Usai Tikam Sopir Taksi Online, Pelaku Bingung dan Panik ke Hotel

Bandung Selasa, 20 April 2021 | 17:50 WIB

Aksi bengis Adam Akbar Mulyadi (23) terhadap Wendy Jaya Saputra terkuak motifnya oleh tim Polrestabes Bandung.

Bandung Raya - Bandung, Usai Tikam Sopir Taksi Online, Pelaku Bingung dan Panik ke Hotel, Penusukan,Begal Mobil,Begal taksi online,Sopir Taksi Online,Lengkong,Bandung

artikel terkait

dewanpers