web analytics

GERD Bisa Tingkatkan Risiko Kanker

clockJumat, 5 Maret 2021 02:28 WIB
Gaya Hidup - Sehat, GERD Bisa Tingkatkan Risiko Kanker, GERD,kanker,Risiko Kanker,Apa itu gerd

Ilustrasi--Penyakit diare (ilustrasi). Saat Anda mengalami diare, sembelit terus menerus, disertai feses berdarah sebaiknya perlu curiga ini tanda kanker kolorektal atau kanker yang terjadi pada bagian kolon (bagian terpanjang pada usus besar) atau rektum (area akhir usus besar sebelum anus). (xamthon.net)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Gastroesophageal reflux disease (GERD) merupakan sebuah penyakit saluran pencernaan kronis. Studi terbaru yang dilakukan tim peneliti di Amerika Serikat menemukan adanya hubungan GERD dengan risiko kanker.

GERD merupakan penyakit saluran pencernaan kronis yang menyebabkan isi lambung naik ke kerongkongan. Kondisi ini bsia terjadi karena sphincter atau "katup" di bagian bawah kerongkongan melemah atau menjadi rileks di waktu yang tidak tepat.

Beberapa faktor risiko dari GERD adalah kegemukan atau obesitas, merokok, dan kehamilan. Orang-orang dengan GERD dapat mengalami gejala seperti heartburn atau sensasi seperti terbakar di dada, nyeri dada, mual, sulit menelan, atau batuk persisten.

Melalui jurnal Cancer, tim peneliti mengatakan studi-studi terdahulu mengenai hubungan GERD dan risiko kanker tampak tidak konsisten. Oleh karena itu, tim peneliti melakukan sebuah studi prospektif yang melibatkan lebih dari 490 ribu partisipan berusia 50-71 tahun di Amerika Serikat.

Para partisipan ditanyai tentang ebrbagai faktor risiko yang mereka miliki terkait GERD. Sebagian di antaranya adalah konsumsi alkohol, penggunaan tembakau, pola makan, bentuk tubuh, dan masalah kesehatan. Studi yang dimulai pada era 1990-an ini juga meminta partisipan untuk mengisi kuesioner.

Hasil studi menunjukkan bahwa partisipan dengan GERD memiliki risiko dua kali lebih besar untuk terkena beberapa jenis kanker dalam waktu 16 tahun setelah mereka mengisi kuesioner. Beberapa jenis kanker yang dimaksud adalah karsinoma sel skuamosa laring (LSCC), karsinoma sel skuamosa esofagus (ESCC), dan adenokarsinoma esofagus (EADC).

Akan tetapi, tim peneliti menegaskan bahwa studi mereka juga memiliki keterbatasan. Oleh karena itu, studi lebih lanjut akan dibutuhkan untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik mengenai GERD dan kaitannya dengan risiko kanker.

"Penelitian tambahan dibutuhkan untuk mereplikasi temuan ini dan menetapkan GERD sebagai faktor risiko untuk kanker dan penyakit lain," pungkas Investigator Senior National Cancer Institute Dr Christian C Abnet, seperti dilansir Medical News Today, Kamis (4/3).

Studi lebih lanjut juga perlu dilakukan untuk mengevaluasi apakah terapi terhadap gejala GERD dapat mengubah risiko kanker. Bila temuan terbaru ini sudah terkonfirmasi, peneliti juga berharap mereka bisa menganjurkan pengawasan klinis terhadap pasien GERD.

"Dan menyarankan cara-cara baru untuk mencegah keganasan (kanker) ini," papar tim peneliti.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Rizma Riyandi

terbaru

Tips Menjaga Daya Tahan Tubuh meski Sudah Divaksin Covid-19

Sehat Senin, 26 Juli 2021 | 10:29 WIB

Penting bagi kita untuk selalu menjaga daya tahan tubuh tubuh tetap kuat, meski sudah mendapatkan vaksin COVID-19. Pasal...

Gaya Hidup - Sehat, Tips Menjaga Daya Tahan Tubuh meski Sudah Divaksin Covid-19, Vaksin Covid-19,vaksinasi COVID-19,Cara Menjaga Imunitas Sebelum Vaksin,Cara Menjaga Imunitas Setelah Vaksin,Sistem Imunitas Tubuh,Cara Jaga Sistem Imunitas Tubuh,efek samping vaksin Covid-19,Perlindungan virus Corona

Vaksin Ini Diduga Picu Kelumpuhan Wajah, Kenali Efeknya!

Sehat Senin, 26 Juli 2021 | 10:17 WIB

Dua hari setelah menerima suntikan kedua vaksin Pfizer, pasien mulai mengalami Bell's plasy yang lebih parah di sisi kir...

Gaya Hidup - Sehat, Vaksin Ini Diduga Picu Kelumpuhan Wajah, Kenali Efeknya!, Vaksin Pfizer,efek samping vaksin Pfizer,Dampak vaksin Pfizer,Risiko Bahaya vaksin Pfizer,Kelumpuhan wajah vaksin Pfizer,kelumpuhan saraf wajah,Gejala kelumpuhan saraf wajah,ciri kelumpuhan saraf wajah,tanda kelumpuhan saraf wajah

Studi: 82 Persen Pasien Covid-19 Alami Masalah Neurologis, Apa Gejalan...

Sehat Senin, 26 Juli 2021 | 09:49 WIB

Menurut penelitian, sekitar 82 persen pasien yang dirawat di rumah sakit dengan Covid-19 mengalami masalah neurologis....

Gaya Hidup - Sehat, Studi: 82 Persen Pasien Covid-19 Alami Masalah Neurologis, Apa Gejalanya?, Masalah Neurologis,Masalah Neurologis covid-19,Masalah Neurologis pasien covid-19,Gejala Covid-19,Pasien Covid-19,Gejala  Pasien Covid-19,kondisi neurologis pasien covid-19

Efek Interaksi Obat Bisa Positif atau Negatif, Ini Kata Pakar

Sehat Senin, 26 Juli 2021 | 09:41 WIB

Mengonsumsi lebih dari satu obat pada saat bersamaan bisa menimbulkan perubahan manfaat atau efek samping obat. Begitu j...

Gaya Hidup - Sehat, Efek Interaksi Obat Bisa Positif atau Negatif, Ini Kata Pakar, Efek Interaksi Obat,Bahaya Efek Interaksi Obat,Risiko Efek Interaksi Obat,Efek Samping Interaksi Obat,Ciri Efek Interaksi Obat,Efek Negatif Interaksi Obat

Covid-19 Bisa Nular Lewat Kentut, ini Kata Ahli

Sehat Senin, 26 Juli 2021 | 09:08 WIB

Baru-baru ini, virus corona Covid-19 diduga bisa menyebar melalui kentut. Padahal, sebelumnya virus corona Covid-19 ini...

Gaya Hidup - Sehat, Covid-19 Bisa Nular Lewat Kentut, ini Kata Ahli, Penularan Covid-19,cara penularan Covid-19,Kentuk Tularkan Covid-19,virus corona Covid-19,Penyebaran Virus Corona,filter partikel virus corona Covid-19

Pakai Masker Ganda atau Masker N95, Mana yang Lebih Efektif?

Sehat Senin, 26 Juli 2021 | 08:58 WIB

Saat ini, semua orang disarankan melakukan protokol kesehatan yang lebih ketat karena bermunculan berbagai macam varian...

Gaya Hidup - Sehat, Pakai Masker Ganda atau Masker N95, Mana yang Lebih Efektif?, masker N95,penggunaan Masker N95,Masker Ganda,Penggunaan masker ganda,perlindungan dasar covid-19

Mana yang Lebih Baik, Makanan Fermentasi atau Tinggi Serat?

Sehat Senin, 26 Juli 2021 | 07:11 WIB

Mana yang lebih baik antara makanan tinggi serat atau makanan kaya fermentasi? Hal ini mungkin membuat banyak orang bert...

Gaya Hidup - Sehat, Mana yang Lebih Baik, Makanan Fermentasi atau Tinggi Serat?, makanan sehat,makanan tinggi serat,makanan fermentasi,makanan kaya serat

Jangan Ajak Anak Berenang Saat Diare, Ini Bahayanya

Sehat Senin, 26 Juli 2021 | 06:34 WIB

Musim panas identik dengan berlibur dan menikmati aktivitas di kolam renang. Namun di tengah wabah maupun musim penyaki...

Gaya Hidup - Sehat, Jangan Ajak Anak Berenang Saat Diare, Ini Bahayanya, anak berenang,anak diare,diare anak,Bahaya anak diare,bahaya anak diare  berenang

artikel terkait

dewanpers
arrow-up