web analytics
  

6 Tipe Pengendara yang Kerap Dijumpai di Kota Pahlawan

Kamis, 4 Maret 2021 14:53 WIB Praditya Fauzi Rahman
Umum - Regional,  6 Tipe Pengendara yang Kerap Dijumpai di Kota Pahlawan, Surabaya,pengendara,motor,Kota Pahlawan

Ilustrasi pengendara motor di jalanan kota. (Pixabay/ Rudy and Peter Skitterians)

JAMBANGAN, AYOBANDUNG.COM — Setiap hari, sejumlah ruas jalan raya di Kota Surabaya selalu dipenuhi para pengendara sepeda motor. Ada yang individu, berboncengan, bahkan cenglu (boncengan telu/bertiga).

Saking banyaknya jumlah motor dan pengendara, semakin beragam pula karakteristik pengendara di jalan raya. Namun, apakah sudah sesuai dengan aspek keselamatan berkendara di jalan raya? Apakah sudah baik dan benar?

Nah, kali ini, AyoBandung.com (mengutip dari AyoSurabaya.com) akan mengulas beberapa tipe pengendara sepeda motor yang ada di kota pahlawan.

1. Individualis

Para pengendara jenis ini kerap ditemukan setiap saat. Meski berkendara seorang diri, namun sering main serong saat berada dalam kerumunan.

Sebut saja di lintasan panjang, seperti Jalan Raya Darmo. Ketika kondisi lalu lintas (lalin) macet atau padat merayap, sang "individualis" sering dijumpai. Sabet kanan, sabet kiri, asal cepat, mungkin itu yang ada dibenaknya.

Namun, hal tersebut justru membahayakan pengendara lain. Tak heran, banyak pengendara yang gedek dengan pengendara tipe ini.

2. Duo Gambreng

Umumnya, "duo gambreng" kerap dijumpai di kawasan pinggiran Suroboyo. Misalnya di kawasan perkampungan, seperti Jalan Raya Ketintang, Wonokromo, Ngagel, Rungkut, Jambangan, Donowati, Kapasan, hingga Sutorejo.

Pengendara tipe ini, seringkali abai dengan keselamatan berlalu lintas. Tak mengenakan helm, kebut-kebutan, hingga "guyon" di jalanan. Cenderung "caper" dan abai dengan kondisi lalin.

Selain membahayakan dirinya sendiri, Duo Gambreng juga mengganggu lalin.

3. Cenglu/Goncengan Telu (Bertiga)

Nah, Cenglu ini tak melulu lekat dengan istilah Cabe-cabean. Di Surabaya, laki-laki pun sering ditemui dan kerap disebut terong-terongan. Sering kali, mereka berada di kawasan cangkrukan di beberapa spot tertentu.

Kerap kali, mereka berkumpul dan bersepeda di kawasan Gayungan (sekitaran Masjid Al Akbar), Waru (dekat pintu masuk Tol Waru sisi timur), hingga Kenjeran Park. Sesekali, mereka juga menggoda pengendara lain yang melintas.

Mirisnya, mereka abai keselamatan berkendara. Tak hanya berkendara kebut-kebutan, mereka sering tak mengenakan helm SNI.

4. Mak-Mak Ndlereng

Pengendara ini merupakan wanita, didominasi usia matang dan sering berboncengan dengan anak kecil. Mengapa disebut Mak-Mak Ndlereng

Sering kali, para ibu-ibu ini menghidupkan lampu sein yang berlawanan dengan arah tujuan. Misalnya, ia belok ke kanan, namun lampu sein ke arah kiri. Pun sebaliknya.

Warga Surabaya, kerap menilai cara berkendaranya dengan sebutan gak tegen, gak entos atau gak tayoh yang berarti sama, yakni tidak mahir. Baik dalam segi kecepatan, menikung, maupun berhenti mendadak. Umumnya, mereka berkendara sambil nyelatu (ngedumel) bila ada pengendara lain yang dirasa mengganggu jalannya.

Nah, tipe pengendara ini, sering dijumpai pada area pasar atau swalayan. Kalau mau selamat, jangan coba-coba berurusan dengan tipe pengendara ini!

5. Perfectionist

Sering kali, pengendara ini muncul saat petang hingga pagi buta. Didominasi komunitas motor dan pecinta otomotif.

Saat berada di jalanan, pengendara tipe ini cenderung tertib lalin dibandingkan dengan lainnya. Karena, mereka sering terpantau lebih mengutamakan keselamatan berkendara, mulai dari helm, spion, hingga motor yang standar dan selalu apik.

Umumnya, mereka berada di kawasan Surabaya Pusat, seperti di Basuki Rahmat, Gubernur Suryo, Embong Malang, dan Raya Darmo.

6. Komentator

Pengendara tipe ini, sering terlihat santai saat berkendara. Bahkan, cenderung abai dengan kondisi lalin dan pengendara lain.

Acap kali, mereka sering ngobrol sepanjang perjalanan. Tak heran, mereka sering kena semprot pengendara lain yang merasa jalannya tertutup akibat cara berkendara mereka yang lamban dan sering berada di jalur cepat.

Umumnya, pengendara tipe ini didominasi muda-mudi lawan jenis. 

Nah, 6 tipe pengendara itu kerap dijumpai di sejumlah ruas jalan di Kota Surabaya. Bagaimana dengan di Kotamu? [*]

Editor: Aris Abdulsalam

terbaru

34 Narapidana Terorisme Nyatakan Ikrar Setia NKRI

Regional Kamis, 15 April 2021 | 15:15 WIB

Kegiatan pengucapan ikrar setia NKRI tersebut, menjadi salah satu rangkaian dari proses untuk bebasnya narapidana terori...

Umum - Regional, 34 Narapidana Terorisme Nyatakan Ikrar Setia NKRI, 34 Narapidana Terorisme,Narapidana Terorisme Nyatakan Ikrar Setia NKRI,Lapas Kelas II A Gunungsindur,Kabupaten Bogor,Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkuham) Jawa Barat Sudjonggo

Mudik Dilarang, Pengurus dan Supir Bus Hanya Bisa Pasrah

Regional Kamis, 15 April 2021 | 15:03 WIB

Jika mudik benar-benar mudik dilarang, maka para pengurus maupun pengemudi bus akan kehilangan mata pencaharian.

Umum - Regional, Mudik Dilarang, Pengurus dan Supir Bus Hanya Bisa Pasrah, Pengurus dan Supir Bus,mudik dilarang,pelarangan mudik,Pengurus Bus Warga Baru Purwakarta,Bus Primajasa Jurusan Garut-Bekasi,Pandemi Covid-19

Ini 3 Titik Penyekatan Kendaraan Mudik di Tasikmalaya

Regional Kamis, 15 April 2021 | 14:00 WIB

Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Doni Hermawan mengatakan, penyekatan kendaraan akan dilakukan di 3 titik, yakni di Lingka...

Umum - Regional, Ini 3 Titik Penyekatan Kendaraan Mudik di Tasikmalaya, penyekatan mudik jabar,titik penyekatan Tasikmalaya,Penyekatan mudik 2021,Tasikmalaya,Penyekatan mudik Tasikmalaya,Larangan Mudik Lebaran 2021

Kinerja PPKM Mikro Jabar Jadi yang Tertinggi di Indonesia

Regional Kamis, 15 April 2021 | 12:38 WIB

Jawa Barat (Jabar) menjadi provinsi paling produktif dalam menjalankan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM...

Umum - Regional, Kinerja PPKM Mikro Jabar Jadi yang Tertinggi di Indonesia, PPKM Jawa Barat,PPKM Jabar,Aturan PPKM Jabar,Kinerja PPKM Jabar

Minta THR Dibayar Penuh, Ridwan Kamil akan Siapkan Tim Pengawas

Regional Kamis, 15 April 2021 | 12:15 WIB

Semua perusahaan di Jawa barat (Jabar) mengikuti arahan pemerintah terkait Tunjangan Hari Raya (THR). Gubernur Jabar Rid...

Umum - Regional, Minta THR Dibayar Penuh, Ridwan Kamil akan Siapkan Tim Pengawas, THR,THR Dibayar Full,THR dibayar penuh,Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil,THR di jabar

DPRD Jabar Dukung Pembentukan DOB Bogor Timur

Regional Kamis, 15 April 2021 | 12:10 WIB

Sekretaris Komisi I DPRD Provinsi Jawa Barat (Jabar), Sadar Muslihat mendukung pembentukan daerah otonomi baru (DOB) Bo...

Umum - Regional, DPRD Jabar Dukung Pembentukan DOB Bogor Timur, DOB Bogor Timur,Bogor Timur,Daerah Otonomi Baru (DOB) Bogor Timur,DPRD Jabar

Gubernur Jabar Ancam Awasi Perusahaan Tak Bayar THR

Regional Kamis, 15 April 2021 | 12:07 WIB

Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengancam akan memonitor langsung perusahaan yang tak bayar Tunjangan Hari Raya (THR) tahun...

Umum - Regional, Gubernur Jabar Ancam Awasi Perusahaan Tak Bayar THR, Gubernur Jabar,Ridwan Kamil,Perusahaan Tak Bayar THR,Tunjangan Hari Raya,perusahaan wajib membayar THR,THR tahun 2021,Pembayaran THR,Pandemi Covid-19,membayar THR secara penuh

Terungkap! Kebakaran Kilang Balongan Menelan Korban Jiwa

Regional Kamis, 15 April 2021 | 11:33 WIB

Kebakaran kilang Balongan milik Pertamina pada awal April lalu ternyata menelan korban. Menurut catatan ombusmand, dua w...

Umum - Regional, Terungkap! Kebakaran Kilang Balongan Menelan Korban Jiwa, Kebakaran kilang Balongan Pertamina,Korban JIwa Kebakaran kilang Balongan Pertamina,Ombudsman Republik Indonesia,Investigasi Kebakaran kilang Balongan,mekanisme mitigasi bencana,gagal teknologi,Kebakaran kilang Balongan sudah 3 kali

artikel terkait

dewanpers