web analytics
  

Gilang 'Fetish Kain Jarik' Divonis 5,5 Tahun Penjara

Rabu, 3 Maret 2021 18:08 WIB Praditya Fauzi Rahman
Umum - Nasional, Gilang 'Fetish Kain Jarik' Divonis 5,5 Tahun Penjara, fetish kain jarik,gilang fetish kain jarik,vonis gilang fetish kain jarik,gilang

Suasana sidang vonis Gilang dalam kasus 'fetish kain jarik' di PN Surabaya, Rabu (3/3/2021). (dok. Humas PN Surabaya)

SURABAYA, AYOBANDUNG.COM -- Gilang Aprilian Nugraha dinyatakan secara sah bersalah oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Surabaya dalam kasus 'fetish kain jarik'. Ia divonis hukuman 5 tahun 6 bulan penjara, Rabu (3/3/2021).

Saat sidang yang digelar secara virtual, ia hanya tertunduk lesu. Sesekali, ia memandangi hakim di hadapannya dan mendengarkan dengan saksama sidang yang berlangsung.

Saat sidang dimulai, Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Surabaya Khusaini menegaskan, terdakwa Gilang bersalah secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana dengan sengaja dan bertahap mengirimkan informasi elektronik berisi hal yang menakut-nakuti korban. 

“Menjatuhi hukuman selama 5 tahun dan 6 bulan. Serta, denda Rp 50 juta subsidiair 3 bulan penjara,” sebut Khusaini saat membacakan putusan di Ruang Sidang Tirta 1, PN Surabaya, seperti dilaporkan Ayosurabaya.com, Rabu (3/3/2021).

Majelis hakim juga menyatakan terdakwa Gilang terbukti melanggar tindak pidana pencabulan dan kekerasan terhadap anak di bawah umur dengan melakukan perbuatan cabul.

Hukuman itu lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) I Gede Willy Pramana. Sebelumnya, Willy menuntut terdakwa Gilang 8 tahun penjara dan denda Rp 50 juta dengan subsidiair 6 bulan. 

Sedangkan, hal yang meringankan terdakwa Gilang yaitu merasa bersalah dan mengakui perbuatannya. Yang memberatkan yakni 'Gilang Fetish' terbukti secara sadar menakut-nakuti dan melakukan perbuatan korbannya via elektronik, terbukti melanggar hukum Undang-Undang (UU) perlindungan anak. Sebab, pada saat itu korban belum genap berusia 18 tahun. 

Terdakwa Gilang juga membuat seseorang tak berdaya agar menuruti kehendaknya dengan cara dibungkus menggunakan kain 'jarik'. Khusaini menilai, hal tersebut sama dengan kekerasan.

“Jadi, pembelaan penasihat hukum soal kekerasan harus menggunakan tenaga itu tidak benar," lanjut Khusaini.

Khusaini menganggap, apa yang dilakukan Gilang terhadap korbannya sudah memenuhi unsur dipaksa. "Karena, dia (korban) terikat aja sudah dalam pengertian dipaksa. Bagaimana pikir-pikir atau terima?" tanya dia. 

Di sisi lain, Jaksa pengganti Yusuf Akbar mengaku terima dengan putusan itu. Tapi, tidak halnya dengan Penasihat Hukum (PH) Gilang Fetish, yakni Bambang Soegiarto yang menyatakan pikir-pikir. 

“Kami pikir-pikir, Pak hakim,” jawab Bambang usai mengetahui putusan terhadap kliennya.

Kepada awak media, Bambang mengaku kecewa dengan putusan majelis hakim. Menurutnya, kliennya tersebut tak bersalah dan dapat dinyatakan bebas. Terkait pembuktian, Bambang menerangkan bahwa kliennya sama sekali tak melakukan unsur kekerasan maupun ancaman kekerasan kepada korbannya.

“Kemarin, sempat kami bantah pada materi duplik. Intinya, klien kami tidak melakukan itu (unsur kekerasan)," kata Bambang saat diwawancarai usai sidang dengan agenda putusan itu.

Meski begitu, Bambang menghormati putusan itu dan proses persidangan. Selanjutnya, ia akan berdiskusi dengan kliennya perihal tindak lanjutnya.

"Tapi, apa boleh buat. Sudah ketentuan majelis hakim itu (putusan), kami hormati. Kami akan diskusikan dengan mas Gilang dalam 7 hari ke depan,” tutupnya lalu meninggalkan lokasi sidang.

Editor: Fira Nursyabani

terbaru

Mudik Dilarang, Ini 'Bonus' Pemerintah untuk Masyarakat

Nasional Senin, 19 April 2021 | 21:22 WIB

Pemerintah terus menjaga keseimbangan antara upaya penanganan COVID-19 dan pemulihan ekonomi nasional (PEN), termasuk di...

Umum - Nasional, Mudik Dilarang, Ini 'Bonus' Pemerintah untuk Masyarakat, Presiden Joko Widodo (Jokowi),mudik dilarang,Larangan Mudik,Mudik 2021,kebijakan mudik pemerintah,mudik,THR,pembagian thr,Perlinsos,bantuan subsidi ecomerce

Polri Buru Jozeph Zhang, Koordinasi dengan Kedubes di Jerman

Nasional Senin, 19 April 2021 | 21:08 WIB

Polri telah menyelidiki kasus dugaan penodaan agama oleh Jozeph Paul Zhang, Youtuber yang mengaku nabi ke-26 dengan mene...

Umum - Nasional, Polri Buru Jozeph Zhang, Koordinasi dengan Kedubes di Jerman, Youtuber Joseph Paul Zhang,Polri Jozeph Zhang,Penistaan Agama Jozeph Zhang,Penodaan Agama Jozeph Zhang

Menag: Jangan Takbiran Keliling, Silakan di Masjid atau Musala

Nasional Senin, 19 April 2021 | 20:36 WIB

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengatakan masyarakat tidak diperkenankan melaksanakan takbir keliling yang biasa dila...

Umum - Nasional, Menag: Jangan Takbiran Keliling, Silakan di Masjid atau Musala, Takbiran Keliling,Menag Yaqut Cholil Qoumas,Takbiran Keliling Dilarang,Dilarang Takbiran Keliling

Jokowi Ingatkan Warga Waspada, Covid-19 Masih Berkeliaran

Nasional Senin, 19 April 2021 | 19:13 WIB

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan untuk tidak lengah terhadap penyebaran pandemi COVID-19 yang masih ada dan...

Umum - Nasional, Jokowi Ingatkan Warga Waspada, Covid-19 Masih Berkeliaran, Presiden Joko Widodo (Jokowi),Waspada Covid-19,Covid-19 Masih Berkeliaran,Jokowi Covid-19

Menaker Luncurkan Posko THR 2021, Ini Tujuannya

Nasional Senin, 19 April 2021 | 17:37 WIB

Menaker Ida Fauziyah resmi meluncurkan Posko Tunjangan Hari Raya (THR) untuk memantau dan menanggulangi pengaduan terkai...

Umum - Nasional, Menaker Luncurkan Posko THR 2021, Ini Tujuannya, Posko THR 2021,Tujuan Posko THR 2021,Menaker Ida Fauziyah,Tunjangan Hari Raya (THR),pelaksanaan pemberian THR 2021,Aturan THR 2021,Posko Pelaksanaan THR,pengaduan pelaksanaan THR 2021

Vaksin Nusantara Tuai Polemik, DPR Wacanakan Pansus Vaksin Impor

Nasional Senin, 19 April 2021 | 17:24 WIB

Vaksin Nusantara buatan Mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menuai polemik. Seperti dikarenakan mengandung ba...

Umum - Nasional, Vaksin Nusantara Tuai Polemik, DPR Wacanakan Pansus Vaksin Impor, vaksin nusantara,Menkes Terawan,dpr ri

Penderita Gangguan Jiwa Dapat Divaksin Covid-19, Ini Syaratnya

Nasional Senin, 19 April 2021 | 17:21 WIB

Tiap penderita gangguan jiwa yang akan menerima vaksin harus tetap memenuhi syarat yang sudah ditentukan.

Umum - Nasional, Penderita Gangguan Jiwa Dapat Divaksin Covid-19, Ini Syaratnya, Penderita Gangguan Jiwa,Vaksin Penderita Gangguan Jiwa,Vaksinasi Penderita Gangguan Jiwa,Syarat Vaksinasi Penderita Gangguan Jiwa,Vaksinasi Covid-19,syarat vaksinasi Covid-19,Orang dengan Gangguan Jiwa,ODGJ

Modus Baru, Waspada Begal Pura-Pura Jadi Debt Collector

Nasional Senin, 19 April 2021 | 16:33 WIB

Aksi begal cukup marak terjadi di beberapa daerah di Indonesia. Biasanya mereka mengancam korban untuk menyerahkan baran...

Umum - Nasional, Modus Baru, Waspada Begal Pura-Pura Jadi Debt Collector, Modus Baru Begal,Ciri Modus Baru Begal,Aksi begal,modus kejahatan,modus kejahatan begal,cara menghindari kejahatan begal
dewanpers