web analytics
  

Mendulang Rupiah di Jalan Rusak Kertajati-Kadipaten

Rabu, 3 Maret 2021 15:18 WIB Erika Lia
Umum - Regional, Mendulang Rupiah di Jalan Rusak Kertajati-Kadipaten, Tol Cipali,Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB),Kertajati,Majalengka,Jalan Rusak

Turki menyiram air dari saluran air di tepi Jalan Kertajati-Kadipaten, Kabupaten Majalengka, yang rusak setelah sebuah truk melintas. (Ayobandung.com/Erika Lia)

MAJALENGKA, AYOBANDUNG.COM — Akses jalan menuju Tol Cipali dan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Kabupaten Majalengka, rusak. Sejumlah warga pun memanfaatkannya untuk beroleh penghasilan.

Siang itu, panas terik membakar Jalan Kertajati-Kadipaten. Dua pria berdiri di antara kendaraan yang melintasi jalur menuju Gerbang Tol Kertajati, Tol Cipali, maupun BIJB Kertajati.

Seorang di antaranya, Nasim (45), berdiri di tengah jalan. Sebuah ember bekas cat bergantung di antara jari jemari salah satu tangannya.

Ember itu terjulur setiap kali pengendara tampak hendak memberinya uang. Sesekali denting uang koin yang beradu terdengar dari dalam ember, sesekali pula nyaris sunyi dan hanya terdengar gemercik halus bila pengendara menyerahkan uang kertas.

Setiap pengendara punya kesempatan memberikan uang sebab harus melaju perlahan. Dari lubang hingga permukaan yang tak rata di banyak titik sepanjang Jalan Kertajati-Kadipaten memaksa pengendara melambatkan lajunya.

Sekitar 2 meter di depan Nasim, pria lain, Turki (63), tak jarang menyerok air kecoklatan yang mengalir dari saluran di tepi jalan. Air itu lantas ia siramkan ke tengah jalan saat sepi pelintas.

"Buat ngurangin debu," jelas Nasim saat ditemui Ayocirebon.com, Selasa (2/3/2021).

Memang, air yang disiramkan Turki meredam tebaran debu di udara yang timbul setiap kali pengendara melewatinya. Titik yang diawasi Nasim dan Turki merupakan salah satu yang terparah.

Permukaan jalan tak rata dengan tonjolan batu di sana sini. Nyaris tiada lagi aspal yang melekat di antara batu dan pasir di titik itu.

Di banyak titik lain sepanjang jalan itu, kondisi serupa ditemui. Kebanyakan bahkan berupa lubang dengan kedalaman 5-10 cm.

"Rusak sejak sekitar Januari kemarin (2021). Pernah dibenerin, tapi rusak lagi sampai sekarang," tutur Nasim.

Menurutnya, kerusakan jalan dipicu musim penghujan, ditambah tingginya volume kendaraan yang melintasi jalur tersebut. Banyak di antara mereka merupakan kendaraan besar seperti truk pengangkut barang, salah satunya pasir.

Turki menimpali, truk-truk pengangkut pasir membawa muatannya ke Jakarta. Selain itu, keberadaan tol dan bandara meningkatkan intensitas kendaraan di jalur itu.

"Sejak ada tol dan bandara, banyak kendaraan lewat sini, tronton juga ada. Kalau malam malah terus-terusan," cetus Turki.

Nasim dan Turki, masing-masing merupakan warga Desa Pakubeureum dan Desa Babakan di Kecamatan Kertajati, beralasan jika aktivitas mereka hanya untuk menjaga pengendara. Tak sedikit pengendara yang jatuh ketika melintasi jalur tersebut.

"Kalau enggak dijaga, banyak yang jatuh. Motor lebih sering jatuh, kepeleset," ujar Nasim.

Tak hanya kondisi jalan yang rusak, area sekitar tergolong minim penerangan. Tanpa penerangan jalan umum (PJU), malam hari, terlebih saat hujan, menjadi waktu paling menyulitkan bagi pengendara, khususnya sepeda motor.

Baik Nasim dan Turki sendiri menjadi bagian dari sejumlah warga yang "berjaga" di sekitar lokasi jalan rusak. Tak jauh dari sana, tepatnya di mulut Jembatan Monjot yang di bawahnya mengalir Sungai Cimanuk, ditemukan pula sekelompok orang, rerata remaja, yang melakukan aktivitas sama.

Khusus di jalur yang "dijaga" Nasim dan Turki, setidaknya terdapat beberapa orang lain yang "berjaga" bergantian dengan keduanya. Dalam sehari, mereka dibagi dalam 3 shift, mulai pagi hingga sore hari.

"Ini mah (memberi uang) ikhlas saja. Kalau ada yang mau ngasih (kepada Nasim dan Turki maupun kelompoknya) mangga, enggak juga enggak apa-apa," ucapnya seraya sesekali menebar senyum dan ucapan terima kasih kepada pengendara yang memberi uang.

Rerata dalam sehari mereka beroleh Rp25.000-Rp30.000. Sekalipun diakui berisiko bagi keselamatan masing-masing, uang sebesar itu dinilai lumayan untuk menambal kekurangan penghasilan harian mereka.

Nasim merupakan juru parkir di salah satu rumah makan di Pakubeureum. Waktu operasinya hanya sejak pagi hingga pukul 10.00 WIB.

Setelahnya, dia praktis menganggur. Padahal, di rumah masih ada istri dan anak yang harus dinafkahi. Dia pun melihat peluang tambahan penghasilan sehari-hari dengan berjaga di sekitar jalan rusak.

"Ya lumayan, jagain yang lewat, daripada nganggur," ungkapnya.

Setali tiga uang, Turki pun rupanya memerlukan tambahan penghasilan. Apalagi, saat ini dia menganggur setelah perusahaan pasir tempatnya bekerja bangkrut 7 tahun lalu.

Dia bercerita, tak hanya istri dan anak yang menantinya pulang membawa uang, ada setidaknya 4 cucu yang pula harus dia perhatikan. Ke-4 cucunya itu kehilangan ibunya atau menantu Turki yang disebutnya kabur ke luar negeri.

"(Saya) beban ku-4 incu (terbebani 4 cucu). Tiap hari kudu aya (harus ada) buat jajan, saurang bisa Rp5.000," beber kakek yang jumlah cucunya 12 orang ini.

Keduanya memastikan, selain berjaga dan beroleh penghasilan tambahan, tak ada aktivitas lain yang mereka lakukan. Malah, ungkap Nasim dan Turki, tak jarang mereka beroleh apresiasi dari pengendara hingga petugas berwenang yang melintas.

"Ku polisi dan mandor PU (petugas Pekerjaan Umum) juga diginiin (mengacungkan ibu jari) kalau mereka lewat sini," ungkap keduanya bangga. [*]

Editor: Aris Abdulsalam

terbaru

Ada Aplikasi 'Kopi Kental', Plt Bupati Cianjur Apresiasi bank bjb

Regional Jumat, 23 April 2021 | 20:25 WIB

Aplikasi tersebut memiliki fasilitas yang akan memudahkan pencarian informasi bagi ASN.

Umum - Regional, Ada Aplikasi 'Kopi Kental', Plt Bupati Cianjur Apresiasi bank bjb , Plt Bupati Cianjur,bank bjb,Aplikasi “Kopi Kental”,Aparatur Sipil Negara (ASN),Kabupaten cianjur

Forkopimda Cianjur 'Pelototi' Harga Pangan di Pasar Tradisional

Regional Jumat, 23 April 2021 | 20:20 WIB

Diketahui jika saat ini beberapa harga pangan yang sebelumnya naik mulai turun lagi.

Umum - Regional, Forkopimda Cianjur 'Pelototi' Harga Pangan di Pasar Tradisional, Forkopimda Cianjur,Harga Pangan,Pasar Tradisional,Plt Bupati Cianjur Herman Suherman,Kabupaten Cianjur

Imbas Kebakaran Penampungan Ban Bekas, Pemukiman Warga Menghitam

Regional Jumat, 23 April 2021 | 17:37 WIB

Menghitamnya pemukiman warga terjadi sejak Kamis 22 April 2021 kemarin.

Umum - Regional, Imbas Kebakaran Penampungan Ban Bekas, Pemukiman Warga Menghitam, Kebakaran Penampungan Ban Bekas,Kabupaten Bogor,Desa Karanggan,Kecamatan Gunungputri,Pemukiman Warga Menghitam

Cara Tasikmalaya Latih Kewirausahaan Mantan Napi Teroris

Regional Jumat, 23 April 2021 | 17:26 WIB

Pelatihan ini untuk merangkul eks narapidana teroris hingga menmberikan pengarahan dan kehidupan pascakeluar dari tahana...

Umum - Regional, Cara Tasikmalaya Latih Kewirausahaan Mantan Napi Teroris, mantan napi teroris,mantan napi terorisme,pembinaan mantan napi teroris,Kewirausahaan Mantan Napi Teroris,eks narapidana teroris Tasikmalaya,eks narapidana teroris,eks napiter

Stok Darah Kurang, PMI Sumedang Optimalkan Darah Pengganti

Regional Jumat, 23 April 2021 | 17:18 WIB

PMI Sumedang kekurangan stok darah selama pandemi dan bulan puasa.

Umum - Regional, Stok Darah Kurang, PMI Sumedang Optimalkan Darah Pengganti, Stok Darah Kurang,PMI Kekurangan Stok Darah,PMI Sumedang,stok darah selama pandemi,stok darah selama Ramadan,darah pengganti PMI,Penyaluran darah,Prosedur pendonoran selama pandemi

Larangan Mudik Diperpanjang, Organda: Bikin Bingung dan Merugikan!

Regional Jumat, 23 April 2021 | 17:02 WIB

Periode larangan mudik diperpanjang menjadi satu bulan, dari 22 April hingga 24 Mei 2021.

Umum - Regional, Larangan Mudik Diperpanjang, Organda: Bikin Bingung dan Merugikan!, aturan persyaratan bepergian,Lebaran 2021,Larangan Mudik Lebaran 2021,Larangan Mudik Diperpanjang,pelaku usaha jasa transportasi,Aturan Terbaru Larangan Mudik,Kebijakan Terbaru Larangan Mudik,Aturan Larangan Mudik Terbaru,Organda Jabar

Ruas Jalan di Purwakarta Favorit Dilintasi Pemudik Priangan

Regional Jumat, 23 April 2021 | 16:05 WIB

Hal itu pun sudah diakui oleh pihak Dinas Perhubungan Kabupaten Purwakarta.

Umum - Regional, Ruas Jalan di Purwakarta Favorit Dilintasi Pemudik Priangan, Pemudik Priangan,Ruas Jalan di Purwakarta,Mudik Lebaran,Larangan Mudik,Purwakarta

Mudik Lokal di Cirebon Raya Diperbolehkan, Begini Ketentuannya

Regional Jumat, 23 April 2021 | 15:20 WIB

Pergerakan orang bersifat lokal dengan syarat tertentu dibolehkan bagi warga di Wilayah Cirebon Raya yang meliputi Cireb...

Umum - Regional, Mudik Lokal di Cirebon Raya Diperbolehkan, Begini Ketentuannya, mudik lokal Cirebon Raya,Mudik Lokal Cirebon,Aglomerasi cirebon,Cirebon Raya,Mudik Cirebon Raya

artikel terkait

dewanpers