web analytics
  

1 RW di KBB Positif Usai Ziarah ke Pamijahan, Pemkab Tasikmalaya Kaget

Rabu, 3 Maret 2021 14:47 WIB
Umum - Regional, 1 RW di KBB Positif Usai Ziarah ke Pamijahan, Pemkab Tasikmalaya Kaget, positif Covid-19 ziarah pamijahan,Covid-19 Pamijahan,1 RW bandung barat positif,Covid-19 Bandung Barat

Petugas Linmas menjaga aksesnya masuk menuju RW 10, Desa Sariwangi, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat, tempat puluhan warga yang positif Covid-19. (Suara.com/Ferrye Bangkit Rizki)

TASIKMALAYA, AYOBANDUNG.COM -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tasikmalaya tak menyangka adanya puluhan warga Kabupaten Bandung Barat yang terkonfirmasi positif Covid-19 usai melakukan wisata ziarah ke Pamijahan, Kabupaten Tasikmalaya.

Akibatnya, 1 RW tempat puluhan warga itu tinggal, dikarantina. "Kita prihatin sekaligus kaget," kata Wakil Bupati Tasikmalaya, Deni Sagara, saat dihubungi Republika.co.id, Rabu (3/3/2021).

Kendati demikian, ia menyebutkan, penularan Covid-19 kepada puluhan warga Kabupaten Bandung Barat itu tak bisa dipastikan terjadi di destinasi wisata religi Paminahan, Kecamatan Bantarkalong, Kabupaten Tasikmalaya.

Menurut dia, ada kemungkinan virus itu dibawa oleh warga tersebut dari tempat asalnya, dan menyebar di dalam bus yang membawa rombongan itu.

Deni mengatakan, penyebaran Covid-19 saat ini sudah tak bisa lagi diprediksi. Sebab, sudah banyak terjadi transmisi lokal di berbagai daerah. 

"Jadi banyak kemungkinan. Bisa virusnya dari Bandung, tertular di bus," ujar dia.

Deni mengaku sempat mendatangi destinasi wisata religi di Pamijahan beberapa waktu lalu. Menurut dia, penerapan protokol kesehatan (prokes) di lokasi itu sudah maksimal. Pengunjung yang datang dibatasi, harus memakai masker, dan menjaga jarak.

Ia menambahkan, penerapan prokes bukan hanya dilakukan di destinasi wisata di Kabupaten Tasikmalaya. Ia menegaskan, penerapan prokes juga dilakukan di setiap tempat publik yang berpotensi menimbulkan kerumunan orang.

Namun, dengan adanya kasus wisatawan yang terkonfirmasi positif Covid-19 usai berkunjung ke Pamijahan, Pemkab Tasikmalaya akan mempertimbangan membuat regulasi baru terkait aktivitas wisata.

Salah satu yang dipertimbangkan adalah mengharuskan wisatawan yang datang membawa surat hasil uji cepat (rapid test) Covid-19.

"Kita mungkin akan pertimbangkan masuk Tasikmalaya harus membawa surat rapid test. Jadi, kegiatan bisa tetap berjalan, tapi tak ada efek kepada masyarakat setempat," kata dia.

Deni mengatakan, hingga saat ini kegiatan destinasi wisata religi di Pamijahan masih tetap berjalan. Namun, ia juga sedang mendalami kasus puluhan wisatawan yang terkonfirmasi positif Covid-19 tersebut. 

"Kita juga pelajari kasus itu termasuk di tempat lainnya. Saya kira, asal prokes dijalankan, penyebaran Covid-19 bisa dimininalisir. Karena Covid-19 itu memang ada," ujar dia.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan dan Pengendalian Penduduk Kabupaten Tasikmalaya, Atang Sumardi mengatakan, puluhan wisatawan yang terkonfirmasi positif Covid-19 itu tidak bisa dipastikan tertular di Pamijahan.

Menurut dia, bisa jadi kasus itu merupakan transmisi lokal yang terjadi sebelum mereka berkunjung ke Tasikmalaya.

"Bisa saja virusnya memang dari Bandung, di jalan, turun dari restoran. Gak bisa dipastikan menular di Pamijahan," kata dia.

Meski begitu, Atang menilai, harus dilakukan pengetatan di destinasi wisata di Kabupaten Tasikmalaya. Sebab, destinasi wisata pasti akan menimbulkan kerumunan orang.

Sementara itu, Camat Bantarkalong, Dodo Ilyas menilai, dalam beberapa waktu ke belakang tak ada rombongan dalam jumlah besar dari Kabupaten Bandung Barat yang berkunjung ke wisata religi di Pamijahan. Menurut dia, jika ada rombongan besar datang pasti akan terdata dalam laporan.

Ia juga menolak jika Pamijahan dijadikan penyebab puluhan warga Kabupaten Bandung Barat itu positif Covid-19. Sebab, menurut dia, dalam beberawa bulan ke belakang tak ada kasus Covid-19 yang aktif di Pamijahan.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Fira Nursyabani

terbaru

Gulirkan Program Gebyar BRItama Fiktif, Petugas BRI Cileungsi Diciduk

Regional Selasa, 20 April 2021 | 14:37 WIB

Polres Bogor berhasil meringkus Asisten Manajer Pencari Dana Kantor Cabang Pembantu Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cileungs...

Umum - Regional, Gulirkan Program Gebyar BRItama Fiktif, Petugas BRI Cileungsi Diciduk, penipuan Gebyar BRItama,penipuan Gebyar BRI,Penipuan BRI,BRI

Maling Bersarung Curi Motor Milik Marbot di Masjid Purwakarta

Regional Selasa, 20 April 2021 | 14:27 WIB

Berdasarkan rekaman CCTV tersebut, seorang pria yang mengenakan sarung dan peci masuk ke halaman masjid dengan cara memb...

Umum - Regional, Maling Bersarung Curi Motor Milik Marbot di Masjid Purwakarta, curanmor masjid Purwakarta,Curanmor Purwakarta,Purwakarta,Masjid Al-Furqon

15.328 Guru di Kabupaten Bekasi Sudah Divaksinasi

Regional Selasa, 20 April 2021 | 14:14 WIB

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bekasi menyatakan, 15.328 tenaga pendidik di wilayahnya sudah mendapat suntikan dosis...

Umum - Regional, 15.328 Guru di Kabupaten Bekasi Sudah Divaksinasi, Vaksinasi bekasi,Vaksin Covid-19,vaksin corona,Vaksin Covid-19 Bekasi,guru di bekasi

Pemerintah Kabupaten Tasik Dianggap Tak Serius Urus DOB Tasela

Regional Selasa, 20 April 2021 | 14:11 WIB

Rencana pemekaran Tasik Selatan (Tasela) hingga saat ini belum ada kejelasan.

Umum - Regional, Pemerintah Kabupaten Tasik Dianggap Tak Serius Urus DOB Tasela, Rencana pemekaran Tasik Selatan,Tasik Selatan (Tasela),Pemerintah Kabupaten Tasik,DOB Tasela,Provinsi Jawa Barat

Pendistribusian Bansos di Bogor Picu Pelanggaran Prokes

Regional Selasa, 20 April 2021 | 13:21 WIB

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Kota Bogor menyambangi lokasi pendistribusian bantuan sosial (Bansos) di Kompleks...

Umum - Regional, Pendistribusian Bansos di Bogor Picu Pelanggaran Prokes, Bansos Bogor,Bansos Bogor Berkerumun,Kerumunan bansos Tanahsareal,Satpol PP Kota Bogor

Ini Satu-satunya Daerah Zona Risiko Rendah Covid-19 di Jabar

Regional Selasa, 20 April 2021 | 11:58 WIB

Pekan ini kembali tidak ada zona merah atau zona risiko tinggi di Jabar.

Umum - Regional, Ini Satu-satunya Daerah Zona Risiko Rendah Covid-19 di Jabar, zona Covid-19 Jabar,zona covid-19 Jawa Barat,Zona Merah Covid-19 Jabar,Covid-19 Jabar,zona merah jabar

77.911 UMKM Kota Bogor Dapat BLT Rp1,2 Juta, Cek Informasinya di Sini

Regional Selasa, 20 April 2021 | 11:15 WIB

Sebanyak 77.911 usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Kota Bogor akan mendapatkan jatah Bantuan Langsung Tunai (BLT)

Umum - Regional, 77.911 UMKM Kota Bogor Dapat BLT Rp1,2 Juta, Cek Informasinya di Sini, BLT UMKM Bogor,BLT Bogor,Bantuan Langsung Tunai (BLT),Berita Bogor

Penampungan Ban Bekas di Bogor Terbakar, Api Bertahan Belasan Jam

Regional Selasa, 20 April 2021 | 10:03 WIB

Sebanyak 24 unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan petugas untuk menjinakkan kobaran api yang membakar penampungan ban...

Umum - Regional, Penampungan Ban Bekas di Bogor Terbakar, Api Bertahan Belasan Jam, kebakaran penampungan ban bekas Bogor,Kebakaran Bogor,penampungan ban bekas Bogor,Bogor
dewanpers