web analytics
  

Gang 'Sarebu Punten' Itu Disulap Jadi Kampung Kreatif

Rabu, 3 Maret 2021 13:40 WIB Netizen Anto Ramadhan
Netizen, Gang 'Sarebu Punten' Itu Disulap Jadi Kampung Kreatif, Cicadas,Desa Kreatif,Bandung,Gang ,Kampung Kreatif

Sejumlah anak bermain ular tangga yang dilukis oleh warga di Jalan Asep Berlian, Gang Wargaluyu, RT 01 RW 05, Kelurahan Cikutra, Kecamatan Cibeunying Kidul, Kota Bandung, Senin (1/3/2021). Selain permainan ular tangga, warga juga membuat mural dengan berbagai tema seperti permainan tradisional dan mural 3 dimensi. Mural-mural tersebut diharapkan dapat menjadi area bermain baru bagi anak-anak untuk membangun interaksi sosial anak dengan teman sebayanya, juga untuk mengurangi ketergantungan penggunaan gadget saat pandemi Covid-19. (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)

Anto Ramadhan

Pengamat Budaya Tinggal di Cicadas.

Cicadas termasuk salah satu kelurahan yang ada di Kecamatan Cibeunying  Kidul, Kota Bandung. Menurut data kependudukan kota Bandung, daerah Cicadas ini kepadatan penduduknya mencapai lebih dari 13.000 jiwa per kilometer persegi. Sehingga, konon, Cicadas masuk dalam 10 besar kampung terpadat di dunia dan lima besar terpadat di Asia Tenggara. 

Pernah terjadi beberapa tahun lalu, ketika salah seorang warganya meninggal, untuk mengeluarkan keranda beserta jenazah dari rumahnya harus melewati genting. Ini disebabkan saking padatnya pemukiman di sana.

Pada era tahun 90-an, jalan-jalan atau gang-gang kecil di daerah Cicadas juga terkenal dengan sebutan gang "sarebu punten". Sebuah ungkapan kiasan untuk menggambarkan daerah kumuh, sempit, dan padat penduduknya, sehingga dalam tiap langkah orang harus berkata "punten" jika kebetulan lewat kawasan ini.

Meskipun berhimpit di ruang sempit, warga Cicadas, terutama di era pandemi Covid-19, tetap bergairah melakukan hal-hal kreatif. Seperti yang dilakukan warga Gang Wargaluyu RT/RW: 01/05 Kelurahan Cicadas, Kota Bandung, mereka menyulap jalan dengan karya-karya kreatif berupa lukisan-lukisan. 

Jika beberapa tahun lalu kampung-kampung kreatif yang ada di kota Bandung melukis mural tembok gang, kini warga Gang Wargaluyu melukis jalan dengan lukisan permainan ular tangga, sonlah, dam-daman, jebakan betmen, jembatan layang, kolam dan perahu layang, serta beberapa lukisan tiga dimensi lainya. 

Diungkapkan Ketua RW 05, Ridwan Muharam, ide awalnya muncul dari keprihatinan melihat anak-anak yang terus-menerus bermain gawai, terutama selama memasuki masa pendemi Covid-19. 

"Ide awalnya memang intuk menyeimbangkan pola main anak anak di sini, yang hampir semua bermain gadget," kata Ridwan. 

Caranya, "Maka dibuatlah mural di atas jalan dengan tema permainan anak, ada ular tangga, dam-daman, sonlah dan yang lainya" lanjut Ridwan.

Ridwan juga mengatakan, biarlah anak-anak di sini hanya sekolah daring yang menggunakan gawai, tetapi bermain tetap harus di alam nyata dan terbuka. 

Mural yang dilukis oleh warga di Jalan Asep Berlian, Gang Wargaluyu, RT 01 RW 05, Kelurahan Cikutra, Kecamatan Cibeunying Kidul, Kota Bandung, Senin (1/3/2021). Selain permainan ular tangga, warga juga membuat mural dengan berbagai tema seperti permainan tradisional dan mural 3 dimensi. Mural-mural tersebut diharapkan dapat menjadi area bermain baru bagi anak-anak untuk membangun interaksi sosial anak dengan teman sebayanya, juga untuk mengurangi ketergantungan penggunaan gadget saat pandemi Covid-19. (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)

Sementara itu aktivis PKK yang juga sebagai istri dari Ridwan Muharam, Laela Qodariah, mengatakan ada empat program dari RW 05 yang sedang dilaksanakan saat ini, yaitu:

- Program Mural
- Pengajian
- Budidamber (Budidaya Ikan Lele di Ember) 
- Buruan Sae (Buruan Sehat Alam Ekonimis) 

"Dengan moto Kompak Sauyunan, kita berusaha menciptakan warga lebih kreatif dan inovatif," kata Laela.

"Dengan adanya program pengajian rutin, dan program Buruan Sae, yang mengedepankan ketahanan pangan warga, mininal rohaninya dapet, jasmaninya dapet," pungkasnya. [*]

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini

Editor: Aris Abdulsalam

terbaru

Menyusun Kamus Belanda-Sunda

Netizen Rabu, 14 April 2021 | 10:05 WIB

Untuk penyusunan kamus Belanda-Sunda dapat dibilang Kartawinata adalah orang Sunda pertama yang berhasil menyusun dan me...

Netizen, Menyusun Kamus Belanda-Sunda, Kamus Belanda-Sunda,Hollandsch-Soendaasch Woordenboek,Raden Kartawinata,P. Blusse

Ruang Kelas Tanpa Batas untuk Vani Antika

Netizen Selasa, 13 April 2021 | 17:30 WIB

Layaknya kanvas bagi pelukis, dalam dunia per-makeup-an pun dikenal istilah muse.

Netizen, Ruang Kelas Tanpa Batas untuk Vani Antika, Makeup,Makeup Artist,MUA

Muktamar XIII Pemuda Persis, Semangat Baru Peradaban

Netizen Selasa, 13 April 2021 | 12:57 WIB

Tidak hanya tentang pergantian kepemimpinan, Muktamar ke-13 ini juga melahirkan berbagai produk perjuangan yang baru.

Netizen, Muktamar XIII Pemuda Persis, Semangat Baru Peradaban, Persis (Persatuan Islam),Muktamar XIII Pemuda Persis,Pimpinan Pusat Pemuda Persatuan Islam,Ibrahim Nasrulhaq al-Fahmi

Merawat Tradisi Munggahan, Meneguhkan Harmoni 'Sunda-Islam'

Netizen Senin, 12 April 2021 | 18:20 WIB

Suatu bangsa yang besar itu tidak akan melupakan tradisi, pun tidak lupa budaya sendirinya.

Netizen, Merawat Tradisi Munggahan, Meneguhkan Harmoni 'Sunda-Islam', Munggahan,Tradisi Munggahan,Munggahan Ramadan,Sunda,Islam

Kalau Cuma Nyampah, Tak Perlu Mendaki Gede-Pangrango

Netizen Senin, 12 April 2021 | 16:05 WIB

Akan jauh lebih baik membiarkan gunung itu dibalut sepi, tanpa kehadiran hiruk pikuk manusia.

Netizen, Kalau Cuma Nyampah, Tak Perlu Mendaki Gede-Pangrango, Taman Nasional Gede-Pangrango,Gunung Gede,Gunung Pangrango,Sampah,Pendaki

Bersyukurlah, Jangan Mudah Mengeluh

Netizen Jumat, 9 April 2021 | 19:05 WIB

Bagaimana caranya agar kita tak mudah mengeluh saat ditimpa cobaan atau ujian hidup?

Netizen, Bersyukurlah, Jangan Mudah Mengeluh, Mengeluh,Masalah Hidup,bersyukur,Renungan

Penataan Dua Jalan Poros di Kota Bandung

Netizen Jumat, 9 April 2021 | 09:20 WIB

Penataan Dua Jalan Poros di Kota Bandung

Netizen, Penataan Dua Jalan Poros di Kota Bandung, Penataan Poros Bandung,Jalan Poros Bandung,Kota Bandung,Jalan di Bandung

Polemik Ketersedian Beras dan Kebijakan Presiden

Netizen Kamis, 8 April 2021 | 16:10 WIB

Tidak akan ada impor beras jadi polemik karena cadangan beras di gudang Bulog mulai menipis.

Netizen, Polemik Ketersedian Beras dan Kebijakan Presiden, Beras,impor beras,cadangan beras,Bulog,Presiden Joko Widodo,COVID-19

artikel terkait

dewanpers