web analytics
  

Proyek KCIC di Cikalongwetan Bikin Resah Warga

Rabu, 3 Maret 2021 07:08 WIB Redaksi AyoBandung.Com
Bandung Raya - Ngamprah, Proyek KCIC di Cikalongwetan Bikin Resah Warga , KCIC,Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC),Pencemaran lingkungan,Pencemaran lingkungan KCIC

Truk melintas di kawasan proyek KCIC di Kecamatan Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat. (Ayobandung.com/Taupik Saepuloh/magang)

CIKALONGWETAN, AYOBANDUNG.COM -- Proyek Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC) masih menimbulkan dampak lingkungan di Kabupaten Bandung Barat. Warga Desa Rende, Kecamatan Cikalongwetan, mengaku mengalami penyumbatan dan pencemaran air yang berimbas pada lahan persawahan dan akses jalan milik warga.

Opik, Kepala Dusun 4 Desa Rende yang mengepalai 5 RW yaitu RW 11, RW 12, RW 13, RW 15, dan RW 17 menjelaskan, pembangunan KCIC sudah berlangsung 2 tahun sejak 2018 yang sering berakibat pada masalah banjir di lahan sawah warga akibat penyumbatan. 

“Berjalan 2 tahunan lebih ya sekitar akhir tahun 2018. Kalau musim hujan deras di sini mengalami kebanjiran dan habis sawah yang ditanam padi milik warga ini karena tersumbatnya aliran air,” ujarnya, kepada Ayobandung.com, Selasa (2/3/2021).

Selain tersumbatnya aliran air, kata dia, warga juga cemas karena akses jalan dari dan menuju Desa Rende mengalami kerusakan akibat proyek pembangunan KCIC.

Opik menambahkan, akses jalan yang berantakan karena ada 2 tipe lahan yang digunakan yaitu lahan tanah adat yang disewakan untuk akomodasi kendaraan proyek sampai pembangunan proyek KCIC selesai dan lahan warga yang dijual secara permanen untuk jalur dan terowongan kereta cepat.

“Jalur acak-acakan (berantakan) di sini ya karena tanah adat yang disewa (sementara) untuk jalur akses keluar masuk (akomodasi) kendaraan besar proyek selama pembangunan. Dan sebagian lagi ada yang dijual karena akan dipakai untuk jalur kereta cepat nantinya,” bebernya.

Hal ini juga diungkapkan oleh Saepul, salah satu warga Dusun Cinangka RW 10 yang menjelaskan kecemasannya saat melewati akses jalan karena riskan terhadap kecelakaan di Desa Rende.

“Jalan akses dari dan menuju Desa Rende yang memang kena imbasnya. Karena sangat riskan dalam hal kecelakaan,” ungkap Saepul.

Dedi, warga Kampung Malingping, RW 11, Desa Rende menuturkan, pembangunan tersebut dinilai merugikan warga yang mayoritas bermata pencaharian sebagai petani dan mengandalkan kehidupan sehari-hari dari hasil bercocok tanam, karena telah mencemari air tanah.

“Awal permasalahan air ini sudah cukup lama. Berawal dari pembuatan lubang terowongan (KCIC) itu saja sekitar tahun 2018. Sedangkan mayoritas (warga) Desa Rende itu petani ya sehari-harinya mengandalkan hasil bumi terutama tuang (makan) itu dari hasil panen,” kata Dedi. (Taupik Saepuloh)

Editor: Rizma Riyandi

terbaru

Alun-alun Lembang, Beli Takjil Tak Seramai Dulu

Ngamprah Selasa, 13 April 2021 | 17:56 WIB

Biasanya, saat Ramadan, pasar kaget ini akan dipenuhi dengan pedagang dan pemburu takjil.

Bandung Raya - Ngamprah, Alun-alun Lembang, Beli Takjil Tak Seramai Dulu, tempat beli takjil Lembang,Lembang,Kuliner Lembang,Alun-alun Lembang,Ramadan 2021

Masih Rendah, Vaksinasi Lansia di Bandung Barat Baru Capai 2,5%

Ngamprah Selasa, 13 April 2021 | 15:13 WIB

kendala pelaksanaan vaksinasi untuk lansia yakni keterbatasan jumlah dosis vaksin yang diterima.

Bandung Raya - Ngamprah, Masih Rendah, Vaksinasi Lansia di Bandung Barat Baru Capai 2,5%, vaksinasi lansia Bandung Barat,vaksinasi lansia di Bandung,Informasi Covid-19 Bandung Barat,vaksinasi Covid-19 Bandung Barat

Pedagang Musiman di Bandung Barat Diizinkan Beroperasi Selama Ramadan

Ngamprah Selasa, 13 April 2021 | 13:45 WIB

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bandung Barat (KBB) mengizinkan pedagang musiman beroperasi selama bula...

Bandung Raya - Ngamprah, Pedagang Musiman di Bandung Barat Diizinkan Beroperasi Selama Ramadan, pedagang musiman Ramadan,pedagang musiman Bandung Barat,Satpol PP Bandung Barat,razia protokol kesehatan Bandung Barat,Ramadan 2021

Belasan Bangunan Rusak Akibat Angin Kencang di Padalarang

Ngamprah Senin, 12 April 2021 | 19:51 WIB

Menurut data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Barat, angin kencang menyapu beberapa bangunan...

Bandung Raya - Ngamprah, Belasan Bangunan Rusak Akibat Angin Kencang di Padalarang, angin kencang Bandung Barat,angin kencang di Padalarang,rumah rusak Padalarang,bencana Padalarang

Baru Sehari Jadi Plt Bupati Bandung Barat, Hengky Kurniawan Sudah Dicu...

Ngamprah Senin, 12 April 2021 | 19:08 WIB

Wakil Bupati Bandung Barat Hengky Kurniawan resmi ditetapkan menjabat sebagai pelaksana tugas (Plt) Bupati Bandung Barat...

Bandung Raya - Ngamprah, Baru Sehari Jadi Plt Bupati Bandung Barat, Hengky Kurniawan Sudah Dicurhati Utang, Hengky Kurniawan,Wakil Bupati Bandung Barat Hengky Kurniawan,Plt Bupati Bandung Barat,aa umbara korupsi,Aa Umbara korupsi bansos,aa umbara tersangka korupsi,utang Pemkab Bandung Barat,utang Pemkab Bandung Barat jatuh tempo

Pengamatan Hilal di Observatorium Bosscha Terhalang Awan Akibat Mendun...

Ngamprah Senin, 12 April 2021 | 18:45 WIB

Observatorium Bosscha melakukan pengamatan bulan sabit muda atau hilal sebagi penanda bulan Ramadan 1442 H. Berdasarkan...

Bandung Raya - Ngamprah, Pengamatan Hilal di Observatorium Bosscha Terhalang Awan Akibat Mendung, pengamatan hilal Bosscha,Observatorium Bosscha,Hilal Ramadan,Ramadan 2021

Resmi: Hengky Kurniawan Jabat Pelaksana Tugas Bupati Bandung Barat

Ngamprah Senin, 12 April 2021 | 17:13 WIB

Hal itu berdasarkan formulir berita yang terbitkan Gubernur Jawa Barat Nomor 15/KU.12.01/Pem otda, tanggal 9 April 2021....

Bandung Raya - Ngamprah, Resmi: Hengky Kurniawan Jabat Pelaksana Tugas Bupati Bandung Barat, Hengky Kurniawan,Plt) Bupati Bandung Barat,Kabupaten Bandung Barat

Observatorium Bosscha Sediakan 2 Teropong Amati Hilal Ramadan 1442 H

Ngamprah Senin, 12 April 2021 | 15:51 WIB

Tim Observatorium Bosscha melaksanakan pengamatan hilal pada 10, 11, dan 12 April 2021 sejak pagi hari hingga bulan terb...

Bandung Raya - Ngamprah, Observatorium Bosscha Sediakan 2 Teropong Amati Hilal Ramadan 1442 H, Observatorium Bosscha,teropong Bosscha,pengamatan hilal Bosscha,Pemantauan hilal Ramadan,pemantauan hilal,Ramadan 2021

artikel terkait

dewanpers