web analytics
  

Mengenal Vaksin Covid-19 Rekombinan Asal Cina Anhui

Selasa, 2 Maret 2021 18:30 WIB Fichri Hakiim
Gaya Hidup - Sehat, Mengenal Vaksin Covid-19 Rekombinan Asal Cina Anhui, vaksin covid-19 rekombinan,vaksin covid-19 anhui,Vaksin Covid-19 Bandung,Tempat vaksinasi Covid-19 Bandung,Cara vaksinasi Covid-19 Bandung

Peneliti utama Dr Rodman Tarigan. (Ayobandung.com/Fichri Hakiim)

SUKAJADI, AYOBANDUNG.COM -- Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran (UNPAD) akan melakukan uji klinis tahap III vaksin Covid 19 Rekombinan yang merupakan kerja sama antara produsen vaksin asal Cina, Anhui Zhifei Longcom Bipharmaceutical dengan Fakultas Kedokteran Unpad.

Vaksin Covid-19 Rekombinan ini berbeda dengan vaksin inaktif, yang menggunakan seluruh bagian atau virus utuh untuk dijadikan vaksin. Vaksin rekombinan atau protein sub-unit lebih selektif dan spesifik, hanya menggunakan sebagian dari permukaan virus yaitu Receptor Binding Domain (RBD) protein.

Pelaksanaan uji klinis tahap III merupakan kerja sama antara PT BCHT Bioteknologi Indonesia dengan Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran Bandung serta PT Prodia DiaCRO Laboratories, dengan Peneliti utama Dr. Rodman Tarigan.

Nantinya, uji klinis di Bandung akan dilaksanakan di enam rumah sakit sebagai tempat penyuntikan, di antaranya Rumah Sakit Hasan Sadikin, Rumah Sakit Immanuel, Rumah Skait Advent, Rumah Sakit Al Ihsan, Rumah Sakit Unggul Karsa Medika, dan RSIA Limijati.

Setelah di Bandung, dalam waktu dekat juga akan dilakukan uji klinis tahap III di Jakarta. Pelaksaan uji klinis di Jakarta akan dilaksanakan di 10 Puskesmas, yaitu Puskesmas Kecamatan Senen, Koja, Tambora, Pasar Minggu, Jatinegara, Cempaka Putih, Cilincing, Cengkareng, Pesanggrahan, dan Kramat Jati.

Rodman Tarigan menjelaskan, pendaftaran relawan uji klinis vaksin rekombinan di Bandung, terbuka untuk warga domisili Bandung berusia 18 tahun ke atas tanpa batasan maksimal usia, dalam kondisi sehat dan belum menerima vaksin Covid-19 sebelumnya.

"Nanti setiap relawan akan menerima tiga kali dosis penyuntikan dengan interval masing-masing penyuntikan selama satu bulan, selanjutnya akan dilakukan pemantauan selama 12 bulan setelah dosis terakhir. Dalam uji klinis, relawan tidak dibebankan biaya apapun dalam penelitian ini," ujarnya Rodman di Jalan Eijkman, Selasa (2/3/2021).

Rodman Tarigan juga menuturkan, Vaksin Covid-19 Rekombinan sudah melewati uji klinis tahap I dan II di Cina.

"Vaksin terbukti aman dan tidak menimbulkan efek serius, serta memberikan kekebalan yang baik, tapi memang perlu uji klinis tahap III. Penelitian uji klinis fase III vaksin rekombinan telah mendapatkan izin persetujuan dari Komite Etik RS Hasan Sadikin dan Badan Pengawas Obat & Makanan (BPOM)," tuturnya.

Prosesnya, subjek akan diacak dengan probabilitas 1:1, dimana sebanyak 50% subjek akan mendapat vaksin rekombinan dan 50% mendapat vaksin plasebo.

Pengacakan tidak diketahui oleh tim peneliti, sehingga subjek relawan tidak dapat meminta jenis vaksin yang akan diterima nantinya. Relawan yang mendapat vaksin plasebo akan mendapatkan vaksin di akhir penelitian, setelah izin edar dari BPOM diperoleh.

"Total target dari uji klinis fase III Vaksin Covid-19 Rekombinan adalah 29.000 subjek relawan dari beberapa negara. Di Indonesia ditargetkan merekrut 4000 subjek relawan yang terbagi di dua wilayah yaitu Bandung dan Jakarta, masing-masing 2.000 target. Sebanyak 200 dari 2.000 subjek tersebut akan dilakukan pemeriksaan imunogenisitas atau respon imun terhadap tubuh," jelasnya.

Untuk uji klinis tahap III, selain di Indonesia, juga dilakukan di Ekuador, Cina, Pakistan dan Uzbekistan.

Secara global, uji klinis tahap llI vaksin Covid-19 Rekombinan ini akan dilakukan di beberapa negara dengan jumlah relawan sebanyak 29.000 orang, di antaranya Uzbekistan 7.000 orang, Ekuador 7.000 orang, Pakistan 10.000 orang, China 1.000 orang, dan Indonesia 4.000 orang.

Uji klinis tahap III di Indonesia akan dilaksanakan di Bandung dengan 2.000 relawan dan di Jakarta dengan 2.000 relawan dengan target kelompok umur 18 tahun ke atas termasuk untuk usia diatas 59 tahun.

Rodman memastikan, penelitian ini menyediakan asuransi untuk pertanggungan rawat inap dan penggantian biaya rawat jalan dengan coverage sesuai ketentuan yang ada.

"Relawan mungkin akan mendapatkan manfaat perlindungan dari vaksin, apabila masuk ke dalam kelompok perlakuan vaksin dan vaksin terbukti efektif memberi perlindungan terhadap penyakit Covid-19. Sepanjang partisipasi dalam penelitian, relawan akan dipantau kesehatannya oleh tim peneliti," ucapnya.

Dari sekian banyak merek vaksin, faktanya saat ini baru vaksin Sinovac yang telah melewati uji klinis tahap III dan saat ini sudah mulai digunakan untuk vaksinasi massal.

Sementara itu, Mahendra Suhardono dari PT Jakarta Biopharmaceutical Industry menjelaskan perbedaan antara vaksin Sinovac dan vaksin rekombinan. Menurutnya, vaksin Sinovac menggunakan platform virus yang dilemahkan dan virus yang dimatikan.

"Vaksin rekombinan berbasis platform spike glycoprotein (protein S) dari Novel corona virus, yang secara teori dapat memicu pembentukan titer antibodi yang lebih tinggi dan mampu memberikan proteksi yang lebih komprehensif," ujarnya.

Ia pun mencontohkan cara kerja vaksin tersebut dengan sebuah bola golf yang ada durinya, sebagai bentuk virus corona. Jika vaksin Sinovac dengan cara mematikan virus corona, maka vaksin rekombinan justru mengambil duri atau spike dari virus corona.

"Protein S (spike/duri) pada corona virus sendiri berfungsi untuk memediasi penempelan dan masuknya virus ke sel makhluk hidup yang terinfeksi," katanya.

Editor: Fira Nursyabani

terbaru

Cara Menjaga Kulit Sehat Selama Ramadan

Sehat Sabtu, 17 April 2021 | 14:21 WIB

Siapapun pasti menginginkan kulit sehat. Lalu bagaimana cara menjaga kulit sehat selama Ramadan?

Gaya Hidup - Sehat, Cara Menjaga Kulit Sehat Selama Ramadan, menjaga kulit sehat,Kulit Sehat,cara menjaga kulit sehat ramadan,cara menjaga kulit sehat

Tips Agar Anak Tak Pilih-pilih Makanan

Sehat Sabtu, 17 April 2021 | 13:22 WIB

'Picky Eater' membuat anak bisa kekurangan nutrisi lengkap.

Gaya Hidup - Sehat, Tips Agar Anak Tak Pilih-pilih Makanan, makanan sehat,Anak susah makan,picky eater

Hindari Kopi Saat Sahur, Dokter Tirta Ungkap Risikonya

Sehat Sabtu, 17 April 2021 | 09:08 WIB

Kopi adalah salah satu minuman yang tidak direkomendasikan untuk dikonsumsi saat sahur. 

Gaya Hidup - Sehat, Hindari Kopi Saat Sahur, Dokter Tirta Ungkap Risikonya, Kopi,bahaya kopi,minum kopi saat sahur,Dr Tirta

Penderita Diabetes Tipe II Ingin Berpuasa? Simak Penjelasan Ahli

Sehat Sabtu, 17 April 2021 | 08:48 WIB

Berpuasa dapat menjadi terapi bagi penderita diabetes tipe II, di bawah bimbingan dan pengawasan dokter

Gaya Hidup - Sehat, Penderita Diabetes Tipe II Ingin Berpuasa? Simak Penjelasan Ahli, Diabetes,diabetes puasa,Puasa,Ramadan

Waspada, 5 Makanan Ini Dapat Memicu Migrain

Sehat Sabtu, 17 April 2021 | 08:21 WIB

10 persen orang yang alami migrain dipicu oleh kesalahan pola makan.

Gaya Hidup - Sehat, Waspada, 5 Makanan Ini Dapat Memicu Migrain, mencegah migrain,migrain,makanan penyebab migrain

Konsumsi Alpukat Setiap Hari Berbahayakah?

Sehat Sabtu, 17 April 2021 | 01:34 WIB

Konsumsi Alpukat Setiap Hari Berbahayakah?

Gaya Hidup - Sehat, Konsumsi Alpukat Setiap Hari Berbahayakah? , Alpukat,Manfaat Alpukat,Bahaya Alpukat,Konsumsi Alpukat,Manfaat Alpukat untuk Kesehatan

Warga Cirebon Raya Protes, Tak Masuk Aglomerasi Boleh Mudik Lokal

Sehat Jumat, 16 April 2021 | 22:20 WIB

Warga di Cirebon Raya atau diakrabi pula dengan sebutan Ciayumajakuning (Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan) m...

Gaya Hidup - Sehat, Warga Cirebon Raya Protes, Tak Masuk Aglomerasi Boleh Mudik Lokal, Penyekatan Mudik,Cirebon Raya,mudik lokal,Warga Cirebon Raya,Mudik Cirebon Raya

4 Area Rawan Penularan Covid-19 Selama Ramadan

Sehat Jumat, 16 April 2021 | 22:15 WIB

Masyarakat diingatkan bahwa ada empat area yang kemungkinan menjadi tempat penularan Covid-19 terbanyak selama Ramadan. 

Gaya Hidup - Sehat, 4 Area Rawan Penularan Covid-19 Selama Ramadan, Area Rawan Penularan Covid-19,tempat penularan covid-19,Ngabuburit Ramadan,Tempat Ngabuburit

artikel terkait

dewanpers