web analytics
  

Hans Fricke, Petualang dan Ilmuwan yang Menemukan Ikan Purba

Selasa, 2 Maret 2021 15:50 WIB
Umum - Pendidikan, Hans Fricke, Petualang dan Ilmuwan yang Menemukan Ikan Purba, Ikan Purba,Laut Dalam,ilmuwan,Jerman,Petualang,Lautan,Hans Fricke

Ilustrasi laut dalam, tempat di mana ikan purba ditemukan. (Pixabay/StockSnap )

BERLIN, AYOBANDUNG.COM — "Orang berenang di situasi tanpa bobot. Orang jadi seperti melayang dan itulah yang selalu saya nikmati. Orang jadi seperti astronot dan bergerak bebas di ruangan," begitu kata Hans Fricke, membuka ceritanya.

Fricke ialah peneliti asal Jerman, yang paling suka bekerja di laut dalam. Untuk bisa bertahan lama, ia membuat kapal selam. Bahkan tempat tinggal di dasar laut pun ia buat. Pakar biologi laut itu juga menyelidiki perilaku ikan dan mahluk hidup lainnya di dalam perairan sana.

Ia sebenarnya punya banyak profesi, yaitu sebagai profesor, pembuat film tentang hewan, juga penulis buku. Tetapi, hasrat terbesarnya  ialah pencinta alam bawah laut.

Selama tinggal jauh dari pemukiman manusia, ia memiliki banyak cerita tentang bagaimana rasanya jika sedang menyelam di dalam laut. 

Sudah ribuan jam hidup di lautan

Sekarang pakar biologi laut itu sudah melewati 10.000 jam di lautan. Dia kerap, selama bertahun-tahun, hanya meneliti satu spesies ikan.

Misalnya ikan yang disebut Triggerfish. Lewat eksperimennya, Hans Fricke membuktikan, bahwa ikan ini bisa belajar tentang makanan kesukaannya, yaitu landak laut.

Sebagai pakar biologi laut, ia tidak menggunakan mobil sebagai kendaraan dinasnya, melainkan kapal untuk menyelam. Hans Fricke ikut membuatnya, dan menggunakannya saat menyelam 420 meter.

Bertemu ikan purba

Sebuah bekas kendaraan bawah air, yang juga ikut dibuatnya, kini ada di museum.

Ia menjelaskan, "Dengan kendaraan ini, kami melakukan sekitar 800 misi penyelaman. Kendaraan bergerak pelan, dan kecepatan maksimalnya dua knot. Artinya 60-70 cm per menit.“

Ketika bertugas, para pengemudi kapal selam kecil itu menemukan berbagai hal luar biasa. Antara lain: ikan purba! Ia bercerita, untuk bisa menemukan ikan itu perlu 12 ekspedisi. 1938 ikan pernah ditangkap seorang nelayan. Kemudian mulailah perlombaan untuk menangkap ikan ini di habitatnya.

Tim Hans Fricke menemukan sesuatu yang jadi sensasi tahun 1987. Di kedalaman 198 meter, di dekat kepulauan Komoro di Samudra Hindia tiba-tiba muncul seekor Coelacanth. Ikan ini diduga punah 65 juta tahun lalu.

Coelacanth hidup sejak 400 juta tahun lalu, dan lebih lama daripada dinosaurus. Inilah penemuan pertama ikan purba itu di habitatnya.

"Orang jadi merasa hormat pada alam. Bagaimana ini semua terbentuk? Insang pada ikan. Bagaimana mereka menarik oksigen dari air, dan mekanisme apa yang terjadi di dalam insang. Ini mukjizat." Demikian tutur Hans Fricke.

Punya rumah bawah laut

Untuk bisa meneliti di laut selama mungkin, Hans Fricke bahkan membuat "rumah bawah laut". Letaknya di dasar Laut Merah. Ia berada di sana paling lama 18 hari.

"Kami punya toilet, juga bisa mandi dengan air hangat. Kami juga punya tempat tidur. Itu sebenarnya seperti hidup terestrial, tetapi di dalam air, dan kami suka.“

Sekarang ia tidak tinggal di dalam laut lagi, tetapi ia juga belum ingin pensiun. Ia terus menyelam di laut, dan mendokumentasikan penemuannya untuk semua orang yang hidup di daratan. [*]

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Aris Abdulsalam

terbaru

Kemenag Buka Seleksi Calon Mahasiswa ke Timur Tengah 2021

Pendidikan Selasa, 13 April 2021 | 13:50 WIB

Terdapat dua negara pilihan untuk kuliah di Timur Tengah, yaitu Mesir dan Maroko.

Umum - Pendidikan, Kemenag Buka Seleksi Calon Mahasiswa ke Timur Tengah 2021, Mahasiswa Baru Timur Tengah tahun 2021,Seleksi Calon Mahasiswa ke Timur Tengah 2021,Kementerian Agama (Kemenag),Universitas Al Azhar Mesir,calon mahasiwa baru (CAMABA) Timur Tengah

Pentingnya Literasi Media Digital di Era Disrupsi Komunikasi

Pendidikan Jumat, 9 April 2021 | 18:49 WIB

Di era digital dengan kemudahan internet, penyebaran disinformasi yang ada di media sosial menjadi tak terbendung.

Umum - Pendidikan, Pentingnya Literasi Media Digital di Era Disrupsi Komunikasi, Era digital,Literasi Media Digital,Era Disrupsi Komunikasi,penyebaran disinformasi,Media Sosial,Literasi Digital,tren bermedia sosial,masyarakat Indonesia,elaborasi data dan fakta

Lima Syarat Ikut UTBK SBMPTN 2021

Pendidikan Kamis, 8 April 2021 | 12:15 WIB

Calon mahasiswa/i Indonesia yang tidak lolos Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) akan kembali berjua...

Umum - Pendidikan, Lima Syarat Ikut UTBK SBMPTN 2021, syarat UTBK SBMPTN,Ujian Tertulis Berbasis Komputer Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (UTBK-SBMPTN) 2021,peserta pendaftaran UTBK,Pendaftaran UTBK,Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK),UTBK

Perusahaan “Dikepung” untuk Segera Adopsi Sustainability

Pendidikan Kamis, 8 April 2021 | 09:10 WIB

Perusahaan “Dikepung” untuk Segera Adopsi Sustainability

Umum - Pendidikan, Perusahaan “Dikepung” untuk Segera Adopsi Sustainability, Sustainability,Pendidikan

Tersohor di Tasik, Pesantren Nurul Wafa Ternyata Pernah Dihuni 1 Santr...

Pendidikan Selasa, 6 April 2021 | 16:34 WIB

Tersohor di Tasik, Pesantren Nurul Wafa Ternyata Pernah Dihuni 1 Santri

Umum - Pendidikan, Tersohor di Tasik, Pesantren Nurul Wafa Ternyata Pernah Dihuni 1 Santri, pesantren Tasikmalaya,pesantren Nurul Wafa Tasikmalaya,fasilitas pesantren Nurul Wafa,Nurul Wafa

Robert Koch Jadi Tokoh Sejarah Populer Saat Pandemi, Siapa Dia?

Pendidikan Selasa, 6 April 2021 | 13:33 WIB

Robert Koch menjadi orang pertama yang dicatat sejarah berhasil mengidentifikasi mikroorganisme penyebab penyakit.

Umum - Pendidikan, Robert Koch Jadi Tokoh Sejarah Populer Saat Pandemi, Siapa Dia?, Robert Koch,Sejarah, Pandemi Covid-19,Hadiah Nobel Kedokteran,Robert Koch Institut,mikroorganisme,Mikroba

Fungsi Ganda Asteroid: Menyuburkan Hutan Memusnahkan Dinosaurus

Pendidikan Selasa, 6 April 2021 | 10:40 WIB

Setelah asteroid itu jatuh, huutan jadi lebih lebat dari sebelumnya.

Umum - Pendidikan, Fungsi Ganda Asteroid: Menyuburkan Hutan Memusnahkan Dinosaurus, Asteroid,Dinosaurus,Hutan,66 juta tahun lalu itu,Chicxulub,Chicxulub,Penabrak Chicxulub

Dituding Menyekap Petinggi Kampus, Aliansi Mahasiswa STIE: Buktikan de...

Pendidikan Senin, 5 April 2021 | 18:52 WIB

20 mahasiswa STIE INABA membantah tuduhan soal penyekapan terhadap ketua yayasan kampus pada saat aliansi mahasiswa meng...

Umum - Pendidikan, Dituding Menyekap Petinggi Kampus, Aliansi Mahasiswa STIE: Buktikan dengan Mediasi, mahasiswa STIE Inaba diskorsing,STIE INABA,skorsing mahasiswa STIE Inaba,gugatan Mahasiswa STIE Inaba,petinggi kampus STIE INABA,kampus STIE INABA
dewanpers