web analytics
  

Karena Covid-19, RPJMD 2018-2023 Kota Bandung Bakal Berubah

Selasa, 2 Maret 2021 15:10 WIB Redaksi AyoBandung.Com
Bandung Raya - Bandung, Karena Covid-19, RPJMD 2018-2023 Kota Bandung Bakal Berubah, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) periode 2018-2023,Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung, Ema Sumarna.,visi misi Kota Bandung,Gelar Konsultasi Rancangan Awal Perubahan RPJMD

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung, Ema Sumarna. (Humas Setda Kota Bandung)

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Sebagai tahapan rancangan awal perubahan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) periode 2018-2023, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung melaksanakan konsultasi publik bagi para pemangku kepentingan.

Hal tersebut sebagai upaya untuk menyusun sinergitas, penyelarasan, dan menyempurnakan tujuan serta sasaran dari visi misi Kota Bandung yang unggul, nyaman, sejahtera, dan agamis.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung, Ema Sumarna menyampaikan, telah mengevaluasi dan terdapat rekomendasi untuk melakukan perubahan. Hal itu telah memenuhi syarat sebagaimana diatur dalam pasal 264 ayat (5) UU nomor 23 tahun 2014 dan pasal 342 ayat (1) peraturan Menteri Dalam Negeri nomor 86 tahun 2016.

Permendagri tersebut mengatur tata cara perencanaan, pengendalian, dan evaluasi pembangunan daerah, tata cara evaluasi rancangan peraturan daerah tentang rencana pembangunan jangka panjang daerah dan rencana pembangunan jangka menengah daerah, serta tata cara perubahan rencana pembangunan jangka panjang daerah, rencana pembangunan jangka menengah daerah, dan rencana kerja pemerintah daerah.

“Pada pasal tersebut dinyatakan bahwa RPJMD dapat diubah apabila berdasarkan hasil pengendalian dan evaluasi tidak sesuai dengan perkembangan keadaan,” tutunya saat memberi sambutan pada acara Gelar Konsultasi Rancangan Awal Perubahan RPJMD 2018-2023, di Balai Kota Bandung, Selasa 2 Maret 2021. 

Hal yang mendasar, lanjut Ema, pada perubahan RPJMD Kota Bandung tahun 2018-2023, yaitu pandemi covid-19 yang ditetapkan sebagai bencana nasional.

Sejak ditetapkan sebagai pandemi hingga saat ini, kata Ema kasus positif di Indonesia, Provinsi Jawa Barat, sampai Kota Bandung masih fluktuatif.

“Hal ini memberikan dampak yang sangat besar terhadap berbagai sektor. Termasuk dalam pelaksanaan dan penganggaran pembangunan nasional dan daerah tahun 2020, tahun 2021, sampai tahun 2023. Sehingga dibutuhkan kebijakan ‘refocusing’ dan relokasi anggaran dalam menghadapi pandemi covid-19,” jelas Ema. 

Menurutnya, kebijakan ini diperuntukan bagi penanganan dan peningkatan sistem kesehatan dan penanggulangan dampak ekonomi, melalui penyediaan Jaringan Pengaman Sosial (JPS).

“Tentunya perlu dipadukan dan diselaraskan sehingga dalam tahapan pencapaian dapat direalisasikan sesuai target, kemampuan, dan batasan kewenangan,” ujarnya.

Ema berharap, RPJMD tidak hanya menjadi ukuran dan kinerja Pemkot Bandung, tetapi menunjukkan kinerja segenap masyarakat sebagai bagian dari Kota Bandung.

Sementara itu, Kepala Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan (Bappelitbang) Kota Bandung, Anton Sunarwibowo menyampaikan, latar belakang dan ruang lingkup perubahan RPJMD 2018-1013 berdasarkan naskah akademis Raperda perubahan RPJMD Kota Bandung dan rekomendasi DPRD.

“Salah satu hasil evaluasi RPJMD mengenai dampak pandemi Covid-19. Penyesuaian prioritas pembangunan, penyesuaian tema pembangunan, dan reformasi target kinerja penyelenggaraan pemerintah daerah," jelasnya.

Anton menambahkan, sandingan prioritas nasional dengan perubahan RPJMD Kota Bandung tahun 2018-2023, terdapat perubahan dari sebelumnya pemulihan ekonomi.

Atas perubahan kali ini di antaranya peningkatan derajat masyarakat, peningkatan kualitas pendidikan, dan optimalisasi infrastruktur serta penataan ruang.

Tak hanya itu, ada pula lingkungan hidup berkualitas dan optimalisasi pengelolaan persampahan, penanggulangan kemiskinan dan PMKS, tata kelola pemerintah, dan sinergitas pembiayaan pembangunan.

“Ada pula penyesuaian tema pembangunan Kota Bandung 2018-2023. Pada tahun 2019, mewujudkan kehidupan Kota Bandung yang unggul, nyaman, sejahtera, dan agamis melalui peningkatan pelayanan perekonomian dan kualitas infrastruktur yang didukung oleh tata kelola pemerinthan yang efiektif dan efisien,” katanya.

Tahun 2020, lanjut Anton, meningkatkan kehidupan Kota Bandung yang unggul, nyaman, sejahtera dan agamis melalui pelayanan dasar, perekonomian kota dan kualitas infrastruktur yang didukung oleh tata kelola pemerintahan yang efektif dan efisien.

Sedangkan tahun 2021, percepatan pemulihan ekonomi dampak sosial dan penguatan sistem kesehatan daerah.

“Pada tahun 2022, meningktakan ketahanan kota, mempercepat pemulihan ekonomi dan reformasi sosial menunju Kota Bandung yang nyaman, sejahtera, dan berdaya saing," paparnya.

"Menuju tahun 2023, memantapkan kualitas infrastruktur dan lingkungan dalam mendukung perekonomian kota menuju Kota Bandung yang unggul, nyaman, sejahtera, dan agamis,” tambah Anton.

Sedangkan Menurut Kepala Sub Bidang Perencanaan dan Evaluasi Wilyah II Direktorat Perencanaan, Evaluasi dan Informasi Pembangunan Daerah, Direkotrat Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri, Bob R.F. Sagala, arah kebijakan perencanaan dan keuangan daerah selama pandemi covid-19 terdapat 8 poin.

Yaitu reorientasi belanja modal, dukungan pemulihan ekonomi sektor riil, elektronifikasi transaksi pemerintah daerah, penguatan perlindungan sosial, sinkronisasi perencanaan dan penganggaran, pembiayaan alternatif, kerja sama antar daerah, serta evaluasi hibah dan bansos.

“Harus rasional dalam kondisi saat ini. Kota Bandung ketika mengevaluasi, sesuaikan dengan regulasi yang ada,” katanya. 

Sedangkan Ketua DRPD Kota Bandung, Tedy Rusmawan menyampaikan, dalam perubahan RPJMD perlunya data yang lengkap. Hal itu perlu disesuikan dengan kondisi eksisting.

“Angka real eksisting, contohnya saja Ruang Terbuka Hijau (RTH), perlu dihitung kembali sesuaikan dengan target. Intinya kita harus sesuai dengan eksisting yang ada,” katanya. 

Di kesempatan yang sama, Kepala Bappeda Jawa Barat, Ferry Sofwan Arif menyampaikan, terdapat 11 prioritas pembangunan daerah Provinsi Jawa Barat tahun 2022-2023.

“Di antaranya reformasi sistem kesehatan daerah, pemulihan dan pertumbuhan ekonomi kerakyatan berbasis inovasi," tuturnya.

Sedangkan Akademisi dari ITB, Ridwan Sutriadi menyampaikan, dalam visi misi Kota Bandung, yaitu Bandung unggul, nyaman, sejahtera, dan agamis, diperlukan terobosan terciptanya integritas heterogen antar-generasi warga bandung.

“Reformasi birokrasi berkelanjutan untuk peningkatan kualitas layanan. Ini juga termasuk inovasi dalam pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan merata,” kata Ridwan yang concern dalam Program Studi Wilayah dan Kota Sekolah Arsitektur Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan ITB.

Editor: Dudung Ridwan

terbaru

Prakiraan Cuaca Bandung 19 April 2021, Turun Hujan Siang hingga Malam

Bandung Senin, 19 April 2021 | 07:00 WIB

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi, hujan akan turun di siang hingga malam hari

Bandung Raya - Bandung, Prakiraan Cuaca Bandung 19 April 2021, Turun Hujan Siang hingga Malam, Cuaca Bandung Hari Ini,Cuaca Bandung,cuaca Bandung BMKG,Prakiraan Cuaca Bandung,BMKG

Lokasi Layanan SIM Keliling Kota Bandung 19 April 2021

Bandung Senin, 19 April 2021 | 05:45 WIB

Lokasi Layanan SIM Keliling Kota Bandung 19 April 2021

Bandung Raya - Bandung, Lokasi Layanan SIM Keliling Kota Bandung 19 April 2021, SIM Bandung,perpanjangan sim bandung,Syarat permohonan SIM Bandung,Cara Buat SIM Bandung,SIM Kota Bandung,Perpanjangan SIM Kota Bandung,Jadwal SIM Kota Bandung,SIM Keliling Bandung,Jadwal SIM Keliling Bandung,SIM Online Polrestabes Bandung,SIM Online Keli

Jadwal Imsak dan Buka Puasa Bandung 19 April 2021

Bandung Senin, 19 April 2021 | 03:00 WIB

Jadwal Imsak dan Buka Puasa Bandung 19 April 2021

Bandung Raya - Bandung, Jadwal Imsak dan Buka Puasa Bandung 19 April 2021, Waktu imsak Bandung,jadwal imsak Bandung dan sekitarnya,jadwal imsak bandung hari ini,Jadwal imsak bandung,jadwal buka puasa Bandung,Jadwal Salat Bandung

Tips Sederhana Hindari Hoaks, Agar Pahala Ramadan Makin Lancar

Bandung Minggu, 18 April 2021 | 17:05 WIB

Salah satu hoaks yang sering muncul saat Ramadan dan menjelang Idulfitri berkaitan dengan Tunjangan Hari Raya (THR).

Bandung Raya - Bandung, Tips Sederhana Hindari Hoaks, Agar Pahala Ramadan Makin Lancar, Hoaks,Pahala Ramadan,Ramadan,Lebaran,Tunjangan Hari Raya (THR),Idulfitri,Pemeriksa Fakta Senior Jabar Saber Hoaks (JSH) Alfianto Yustinova,Jabar Saber Hoaks (JSH)

Waspada! Ini Hoaks yang Kerap Muncul Saat Bulan Ramadan

Bandung Minggu, 18 April 2021 | 14:02 WIB

Berbagai macam hoaks kerap kali muncul dan jadi langganan viral saat Ramadan.

Bandung Raya - Bandung, Waspada! Ini Hoaks yang Kerap Muncul Saat Bulan Ramadan, Hoaks,Ramadan,Vaksin,Halal-Haram,Halal-Haram Vaksin Covid-19,Pandemi Covid-19,Lebaran,Tunjangan Hari Raya (THR)

Terbanyak di Bandung, Covid-19 Antapani Capai 900 Kasus

Bandung Minggu, 18 April 2021 | 10:30 WIB

Merujuk situs covid19.bandung.go.id, diakses Minggu, 18 April 2021, pukul 11.00 WIB, masih ada 75 kasus dalam perawatan...

Bandung Raya - Bandung, Terbanyak di Bandung, Covid-19 Antapani Capai 900 Kasus, Covid-19 Bandung,Update Covid-19 Kota Bandung,Kasus Covid-19 Antapani,Covid-19 Antapani,Antapani,kecamatan terbanyak kasus Covid-19 Bandung,Kecamatan kasus Covid-19 terbanyak Bandung

Prakiraan Cuaca Bandung 18 April, Hujan Ringan Siang Hari

Bandung Minggu, 18 April 2021 | 07:15 WIB

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi, hujan akan turun di siang hingga sore hari.

Bandung Raya - Bandung, Prakiraan Cuaca Bandung 18 April, Hujan Ringan Siang Hari, Cuaca Bandung Hari Ini,Cuaca Bandung,cuaca Bandung BMKG,Prakiraan Cuaca Bandung,BMKG

Dokter yang Buat Video Pelecehan Perempuan Meminta Maaf

Bandung Minggu, 18 April 2021 | 04:00 WIB

dr. Kevin Samuel Marpaung, dokter yang mencuat namanya pada Sabtu, 17 April 2021, karena video Tiktok yang mereka adegan...

Bandung Raya - Bandung, Dokter yang Buat Video Pelecehan Perempuan Meminta Maaf, Dokter lulusan Terbaik Universitas Maranatha,Dokter lulusan terbaik maranatha,Dokter tiktok bersalin,Dokter Maranatha,dokter tiktok melahirkan,dokter Tiktok,Dokter kevin samuel,kevin samuel
dewanpers