web analytics
  

Virtual Police, Polisi Bahasa Gaya Baru

Selasa, 2 Maret 2021 13:50 WIB Netizen Ricky Pramaswara
Netizen, Virtual Police, Polisi Bahasa Gaya Baru, Polisi,Bahasa,Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI),Santun

Ilustrasi polisi bahasa. Fenomena yang populer di dunia maya belakangan ini. (Pixabay/Luisella Planeta Leoni)

Ricky Pramaswara

Guru Bahasa Indonesia SMAN 1 Waled, Cirebon.

Dalam sebuah cuitan di media sosial, saya membaca interaksi yang menarik antara dua orang. Mereka mempersoalkan penggunaan kata “merubah” pada sebuah cuitan.

Akun pertama mengomentari bahwa penggunaan kata “merubah” pada cuitan tersebut tidaklah sesuai dengan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Akun kedua mempersoalkan betapa kaku dan ruwetnya jika kosakata yang dipilih harus selalu sesuai dengan KBBI. Di akhir cuitannya, akun kedua melabeli si akun pertama sebagai “polisi bahasa”.

Polisi bahasa kiranya bukan istilah baru yang kita temui. Istilah tersebut biasanya disematkan pada orang-orang yang menempatkan kebenaran berbahasa pada KBBI. Mereka cenderung suka mengoreksi kesalahan penggunaan ejaan yang hadir di ruang publik. Mereka terkadang mempunyai prinsip yang berlebih dalam memaknai proses berbahasa.

Biasanya kita temukan cap “polisi bahasa” pada pendidik atau mahasiswa jurusan Bahasa Indonesia. Bukan hal yang aneh, karena selain dilabeli sebagai “polisi bahasa” mereka juga dilabeli sebagai “perawat bahasa”. Barangkali label kedualah yang melatarbelakangi hadirnya label pertama. Keinginan yang tinggi untuk merawat bahasa dari hal-hal yang dapat “merusak” bahasa, menjadikan pengawasan berbahasa memiliki tingkat kedisiplinan berlebih.

Namun kini polisi bahasa kiranya bukanlah sekadar guyonan yang hadir di masyarakat kita. Kehadiran virtual police yang mengawasi penggunaan bahasa, baik dalam bentuk lisan, tulisan, maupun gambar, kiranya memiliki peran yang sama dengan polisi bahasa.

Berbeda dengan polisi bahasa yang lumrah kita temui, virtual police ini tidak mempersoalkan penggunaan ejaan pada interaksi di media sosial. Fokus mereka adalah pada kesantunan berbahasa. Bahasa sebagai sarana interaksi sedapat mungkin tidak menyinggung atau menghina orang lain. Sehingga, virtual police tidak akan mempersoalkan kata “merubah” atau “mengubah”, mereka akan fokus pada kosa kata cacian, makian, atau kosa kata lain yang merugikan bagi orang lain.

Meskipun memiliki pengawasan yang berbeda terhadap bahasa, kedua “polisi” ini memiliki “tugas” yang sesuai dengan tugas utama polisi sendiri, yaitu penjaga keamanan dan ketertiban. Sehingga polisi cenderung memiliki kedisiplinan yang tinggi.

Namun, perlu disadari juga bahwa bahasa itu bersifat arbitrer dan dinamis. Bahasa itu manasuka, tergantung si pengguna bahasa dalam memaknainya. Proses berbahasa tidak boleh hanya diukur oleh unsur kebenaran saja, tapi harus menyertakan unsur kebaikan pula.

Tentu kita tidak asing dengan istilah “Bahasa Indonesia yang baik dan benar”. Kita tidak boleh hanya menekankan kebenaran berbahasa yang diukur oleh kebakuan sesuai KBBI, tapi harus memperhatikan pula situasi penggunaan bahasa itu sendiri. Tidak semua bahasa yang benar itu baik, pun sebaliknya tidak semua bahasa baik itu benar.

Kesantunan berbahasa pun akan selalu mengalami perubahan, sesuai dengan sifat bahasa yang dinamis. Bahasa akan memiliki tingkat kesantunan yang berbeda tiap waktunya dengan hadirnya pergeseran makna di masyarakat.

Kita mengenalnya dengan istilah peyorasi, yaitu pergeseran makna yang berkonotasi negatif, dan ameliorasi pergeseran makna yang berkonotasi lebih baik. Kosa kata yang kita anggap bermakna baik hari ini, belum tentu bermakna baik di masa yang akan datang, pun sebaliknya.

Bahasa Indonesia yang baik, benar, atau pun santun, ketiganya memiliki porsinya masing-masing. Tugas kita yang utama adalah bangga berbahasa Indonesia. [*]

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini

Editor: Aris Abdulsalam

terbaru

Menakar Geliat Ekonomi di Bulan Ramadan 2021

Netizen Senin, 19 April 2021 | 11:32 WIB

Pandemi Covid-19 sudah setahun lebih membayang banyangi kehidupan kita

Netizen, Menakar Geliat Ekonomi di Bulan Ramadan 2021, Ekonomi,COVID-19,BPS

Bapak Ideologi Muhammadiyah Itu Menjadikan Puasa sebagai 'Kanopi Diri'

Netizen Minggu, 18 April 2021 | 19:10 WIB

Prof. Dr. K.H. Haedar Nashir, M.Si., Ketua Umum PP. Muhammadiyah, adalah kader otentik Muhammadiyah yang tidak ada irisa...

Netizen, Bapak Ideologi Muhammadiyah Itu Menjadikan Puasa sebagai 'Kanopi Diri', Prof. Dr. K.H. Haedar Nashir, M.Si.,Bapak Ideologi Muhammadiyah,Muhammadiyah

Merenungi Hikmah Puasa Ramadan

Netizen Jumat, 16 April 2021 | 10:35 WIB

Puasa akan melahirkan rasa cinta, kasih sayang, dan kelembutan kepada orang miskin.

Netizen, Merenungi Hikmah Puasa Ramadan, Puasa,Ramadan,Salat Tarawih,Hikmah Puasa,Merenungi Hikmah Puasa,puasa ramadan

Mengubah Peringatan Waspada Menjadi Rencana Tindakan

Netizen Jumat, 16 April 2021 | 09:16 WIB

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada Rabu, 14 April 2021 sudah mengingatkan kepada masyarakat untuk...

Netizen, Mengubah Peringatan Waspada Menjadi Rencana Tindakan, BMKG,Cuaca ekstrem,cekungan bandung,Bencana Alam

Mural Sebagai Media Pembelajaran Efektif dan Menyenangkan

Netizen Kamis, 15 April 2021 | 18:30 WIB

Mural sekolah memberikan suasana yang “segar” dan membuat suasana di sekolah menjadi tidak monoton.

Netizen, Mural Sebagai Media Pembelajaran Efektif dan Menyenangkan, Mural Sebagai Media Pembelajaran Efektif,Media Pembelajaran Efektif dan Menyenangkan,SDN Mustikajaya VII,Kota Bekasi,Mural,Pendidikan,Sekolah

Harga Gabah dan Beras di Tengah Polemik Impor

Netizen Kamis, 15 April 2021 | 17:50 WIB

Ada faktor lain yang menyebabkan turunnya harga komoditas padi di tahun 2020.

Netizen, Harga Gabah dan Beras di Tengah Polemik Impor, Polemik Impor,Beras,Petani,komoditas padi,Gabah kering panen (GKP),gabah kering giling (GKG),Jawa Barat,Badan Pusat Statistik (BPS)

Menyusun Kamus Belanda-Sunda

Netizen Rabu, 14 April 2021 | 10:05 WIB

Untuk penyusunan kamus Belanda-Sunda dapat dibilang Kartawinata adalah orang Sunda pertama yang berhasil menyusun dan me...

Netizen, Menyusun Kamus Belanda-Sunda, Kamus Belanda-Sunda,Hollandsch-Soendaasch Woordenboek,Raden Kartawinata,P. Blusse

Ruang Kelas Tanpa Batas untuk Vani Antika

Netizen Selasa, 13 April 2021 | 17:30 WIB

Layaknya kanvas bagi pelukis, dalam dunia per-makeup-an pun dikenal istilah muse.

Netizen, Ruang Kelas Tanpa Batas untuk Vani Antika, Makeup,Makeup Artist,MUA

artikel terkait

dewanpers