web analytics
  

Penyelundup Ratusan Burung dan Kura-Kura Ditangkap di Surabaya

Selasa, 2 Maret 2021 13:35 WIB Praditya Fauzi Rahman
Umum - Regional, Penyelundup Ratusan Burung dan Kura-Kura Ditangkap di Surabaya, Penyelundupan,Hewan yang Dilindungi,Burung,Kura-kura,Surabaya

Total, ada 633 ekor burung dan kura-kura yang rencananya diselundupkan pada Rabu (24/2/2021) pekan lalu di Surabaya. (Foto Istimewa /Humas BBKP Surabaya)

SEDATI,  AYOBANDUNG.COM — Kepala Balai Besar Karantina Pertanian Surabaya, Musyaffak Fauzi, mengatakan pihaknya telah menggagalkan pemasukan ratusan burung dan kura-kura. Total, ada 633 ekor burung dan kura-kura yang rencananya diselundupkan pada Rabu (24/2/2021) pekan lalu.

Musyaffak menjelaskan, ratusan satwa itu tak dilengkapi dengan dokumen kesehatan dari daerah asal. Rencananya, satwa asal Makassar tersebut akan dipasarkan ke para penadah dan melintasi kota pahlawan terlebih dulu.

"Keberhasilan penggagalan ini berkat kerja sama antara Karantina Pertanian Surabaya wilayah kerja Tanjung Perak bersama Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya," terang Musyaffak melalui keterangan tertulis yang diperoleh AyoSurabaya.com, Selasa (2/3/2021).

Musyaffak menambahkan, penggagalan yang dilakukan pihaknya berawal dari informasi masyarakat terkait adanya penyelundupan satwa melalui jalur laut di Kapal Motor (KM) Dharma Rucitra. Lalu, tim gabungan langsung merangsek dan menyisir setiap sudut kapal. Pun dengan seluruh alat angkut berupa truk yang turut diperiksa tim gabungan.

Saat dikroscek, ditemukan kebenaran ikhwal informasi itu. Sebab, ditemukan ratusan burung dan kura-kura dalam truk di kapal KM. Dharma Rucitra dengan lokasi asal dari Makassar. 

Untuk modus yang digunakan, terduga pelaku memasukan ratusan satwa tanpa dokumen itu ke dalam keranjang plastik dan kandang berbahan kawat. Agar lebih memuluskan aksinya dan tak terpantau petugas, pelaku menyembunyikannya ke sisi belakang truk.

“Modus yang dilakukan tetap sama, satwa dikemas dalam keranjang plastik dan kandang kawat. Lalu, disembunyikan dibelakang kursi sopir serta di atas kepala truk. Untuk alat angkut yang digunakan adalah 3 buah truk,“ lanjutnya.

Musyaffak menuturkan, 633 ekor satwa itu terdiri dari beragam jenis. Secara spesifik, terdiri dari 313 Jalak Rio-Rio, 10 ekor merpati hitam Sulawesi, 6 kakaktua jambul putih, 19 nuri tanimbar, sampai 285 kura-kura.

Menurut data, kakatua jambul putih dan nuri tanimbar adalah jenis satwa yang dilindungi. Oleh karena itu, tidak bisa diperjualbelikan maupun diburu. Sehingga, lanjut Musyaffak, penggagalan penyelundupan tersebut adalah salah satu upaya pihaknya untuk mencegah Kakatua Jambul Putih dan Nuri Tanimbar dari kepunahan.

Sampai saat ini, pihak Musyaffak masih mendalami peranan dari 5 terduga pelaku tersebut. Bila terbukti bersalah dan secara sah melanggar hukum, tak menutup kemungkinan seluruhnya dapat dijerat dengan Undang-Undang (UU) nomor 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan.

Musyaffak mengimbau agar masyarakat lebih peka dengan kondisi sekitar perihal primata maupun satwa lain yang dilindungi. Bila ditemukan adanya hal serupa, untuk segera melaporkan dan memeriksakan komoditas pertanian yang akan dilalulintaskan ke karantina pertanian setempat. [*]

Editor: Aris Abdulsalam

terbaru

Ada Aplikasi 'Kopi Kental', Plt Bupati Cianjur Apresiasi bank bjb

Regional Jumat, 23 April 2021 | 20:25 WIB

Aplikasi tersebut memiliki fasilitas yang akan memudahkan pencarian informasi bagi ASN.

Umum - Regional, Ada Aplikasi 'Kopi Kental', Plt Bupati Cianjur Apresiasi bank bjb , Plt Bupati Cianjur,bank bjb,Aplikasi “Kopi Kental”,Aparatur Sipil Negara (ASN),Kabupaten cianjur

Forkopimda Cianjur 'Pelototi' Harga Pangan di Pasar Tradisional

Regional Jumat, 23 April 2021 | 20:20 WIB

Diketahui jika saat ini beberapa harga pangan yang sebelumnya naik mulai turun lagi.

Umum - Regional, Forkopimda Cianjur 'Pelototi' Harga Pangan di Pasar Tradisional, Forkopimda Cianjur,Harga Pangan,Pasar Tradisional,Plt Bupati Cianjur Herman Suherman,Kabupaten Cianjur

Imbas Kebakaran Penampungan Ban Bekas, Pemukiman Warga Menghitam

Regional Jumat, 23 April 2021 | 17:37 WIB

Menghitamnya pemukiman warga terjadi sejak Kamis 22 April 2021 kemarin.

Umum - Regional, Imbas Kebakaran Penampungan Ban Bekas, Pemukiman Warga Menghitam, Kebakaran Penampungan Ban Bekas,Kabupaten Bogor,Desa Karanggan,Kecamatan Gunungputri,Pemukiman Warga Menghitam

Cara Tasikmalaya Latih Kewirausahaan Mantan Napi Teroris

Regional Jumat, 23 April 2021 | 17:26 WIB

Pelatihan ini untuk merangkul eks narapidana teroris hingga menmberikan pengarahan dan kehidupan pascakeluar dari tahana...

Umum - Regional, Cara Tasikmalaya Latih Kewirausahaan Mantan Napi Teroris, mantan napi teroris,mantan napi terorisme,pembinaan mantan napi teroris,Kewirausahaan Mantan Napi Teroris,eks narapidana teroris Tasikmalaya,eks narapidana teroris,eks napiter

Stok Darah Kurang, PMI Sumedang Optimalkan Darah Pengganti

Regional Jumat, 23 April 2021 | 17:18 WIB

PMI Sumedang kekurangan stok darah selama pandemi dan bulan puasa.

Umum - Regional, Stok Darah Kurang, PMI Sumedang Optimalkan Darah Pengganti, Stok Darah Kurang,PMI Kekurangan Stok Darah,PMI Sumedang,stok darah selama pandemi,stok darah selama Ramadan,darah pengganti PMI,Penyaluran darah,Prosedur pendonoran selama pandemi

Larangan Mudik Diperpanjang, Organda: Bikin Bingung dan Merugikan!

Regional Jumat, 23 April 2021 | 17:02 WIB

Periode larangan mudik diperpanjang menjadi satu bulan, dari 22 April hingga 24 Mei 2021.

Umum - Regional, Larangan Mudik Diperpanjang, Organda: Bikin Bingung dan Merugikan!, aturan persyaratan bepergian,Lebaran 2021,Larangan Mudik Lebaran 2021,Larangan Mudik Diperpanjang,pelaku usaha jasa transportasi,Aturan Terbaru Larangan Mudik,Kebijakan Terbaru Larangan Mudik,Aturan Larangan Mudik Terbaru,Organda Jabar

Ruas Jalan di Purwakarta Favorit Dilintasi Pemudik Priangan

Regional Jumat, 23 April 2021 | 16:05 WIB

Hal itu pun sudah diakui oleh pihak Dinas Perhubungan Kabupaten Purwakarta.

Umum - Regional, Ruas Jalan di Purwakarta Favorit Dilintasi Pemudik Priangan, Pemudik Priangan,Ruas Jalan di Purwakarta,Mudik Lebaran,Larangan Mudik,Purwakarta

Mudik Lokal di Cirebon Raya Diperbolehkan, Begini Ketentuannya

Regional Jumat, 23 April 2021 | 15:20 WIB

Pergerakan orang bersifat lokal dengan syarat tertentu dibolehkan bagi warga di Wilayah Cirebon Raya yang meliputi Cireb...

Umum - Regional, Mudik Lokal di Cirebon Raya Diperbolehkan, Begini Ketentuannya, mudik lokal Cirebon Raya,Mudik Lokal Cirebon,Aglomerasi cirebon,Cirebon Raya,Mudik Cirebon Raya

artikel terkait

dewanpers