web analytics
  

Para Perajin Wayang Golek yang Bertahan di Masa Sulit

Selasa, 2 Maret 2021 12:30 WIB Redaksi AyoBandung.Com
Bandung Raya - Bandung, Para Perajin Wayang Golek yang Bertahan di Masa Sulit, pengrajin wayang golek terbaik di bandung,pengrajin wayang golek bandung,pengrajin wayang golek bandung terkenal,di mana pengrajin wayang golek di bandung

Wayang Golek Cupumanik. (Kavin Faza)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM – Pengrajin wayang golek yang masih bertahan di Bandung bisa dihitung dengan jari. Masa pandemi ini para pengrajin jelas terkena dampaknya. Kunjungan turis sudah tidak ada. Otomatis pemasukan bagi mereka jadi berkurang.

Tapi, para pengrajin itu ada yang masih bertahan, utamanya untuk memasok suvenir dan cendera mata kebutuhan lokal.

Di bawah ini merupakan beberapa pengrajin wayang golek di Bandung dan sekitarnya yang masih berproduksi meski di masa sulit.

Galeri Seni Ruhiyat Wooden Puppet & Mask
Galeri ini beralamat di  Jalan Homan, Kota Bandung. Dikelola oleh Tatang Heryana (67). Tatang  merupakan pengrajin wayang golek generasi kedua yang menggeluti seni memahat dan melukis wayang. Tatang melanjutkan bakat yang diturunkan sang ayah, almarhum Ruhiyat untuk melestarikan budaya Sunda.

Pada masa keemasannya, wayang buatan Tatang bisa sampai ke Eropa dan bertahan di sana selama puluhan tahun karena kualitas bahan yang digunakan adalah yang terbaik. Di tangan ayahnya (Ruhiyat) wayang golek juga sempat menjadi cendera mata Istana saat kepresidenan Ir. Soekarno.

Pembuatan wayang berbahan dasar kayu albasiah telah dilakoni Tatang  sejak 1964. Wayang golek itu dijual mulai dari Rp15.000 hingga Rp850.000 tergantung ukuran dan tingkat kesulitan serta telah dipasarkan di beberapa wilayah di Indonesia, seperti Bali, Batam, dan Jakarta hingga ke mancanegara seperti Prancis, Belanda, dan Jerman.

Galeri Wayang Golek Cupumanik, Jalan Kebon Kawung, Kota Bandung
Beberapa pengrajin menyelesaikan produksi wayang golek modifikasi di Galeri Wayang Golek Cupumanik, Jalan Kebon Kawung, Kota Bandung. Parap pengrajin wayang golek dari galeri ini telah merintis usahanya sejak tahun 80-an dan  mampu menyelesaikan sebanyak 100 buah per minggu.

Harganya dijual mulai dari Rp20.000 hingga Rp4 juta tergantung tingkat kesulitan dan ukuran. Pemasarannya ke Bali, Jakarta, Yogyakarta, Surabaya hingga ke pasar mancanegara seperti Belanda, Jepang, Inggris, dan Amerika.

Wayang Golek Modifikasi yang dibanderol senilai Rp200.000 hingga Rp4 juta tersebut merupakan hasil inovasi. Aneka ragam buah tangan bertema wayang golek dibikin sehingga mampu mengikuti zaman serta bertahan di tengah pandemi Covid-19 seperti saat ini.

Galeri Bale Pakuan Heubeul Isuk, Soreang
Patung wayang golek Cepot yang terkenal dengan wajah merah berdiri setinggi dua meter di depan sebuah toko sederhana berdinding bambu. Patung cepot itu menjadi penanda bagi yang melewati Kampung Heubeul Isuk Jalan Raya Soreang-Ciwidey bahwa ada toko kerajinan wayang golek di sana. Toko kerajinan itu bernama Bale Pakuan. Pemiliknya Nanang Tariana.

Nanang mengaku mempelajari ilmu membuat wayang golek secara otodidak. Ia  tidak pernah mengenyam pendidikan khusus. Hanya saja ayahnya adalah seorang dalang di Soreang.

Dalam membuat wayang, ia dibantu oleh tiga orang warga lainnya di desa itu. Ketiga rekannya itu biasanya hanya membuat sesuai pesanan Nanang dan mengerjakan pesanan di rumah mereka masing-masing. Nanang biasanya hanya minta dibuatkan bagian-bagian tertentu dari wayang golek, seperti bagian kepala, tangan, dan badan wayang atau pakaian wayang.

Untuk biaya, pembuatan bagian kepalanya saja, Nanang harus memberi rekannya itu upah sebesar Rp 100 ribu. Kepala memang termasuk yang paling mahal karena tingkat kerumitan ukiran. Selain itu, pengrajin juga harus membuat bentuk wajah yang identik. Sedang untuk pembuatan pakaiannya saja, upahnya Rp75 ribu.

Nanang biasa melayani pesanan untuk keperluan pagelaran dan suvenir. Banyak dalang yang minta dibuatkan wayang olehnya. Selain itu, beberapa galeri yang ada di Bandung juga sering memesan kerajinan darinya. Ada juga turis asing dan lokal yang membeli wayang golek di tokonya saat mereka melintas hendak ke Ciwidey.

Harga wayangnya sendiri yang termurah adalah wayang golek Cepot untuk suvenir, yaitu Rp 20 ribu. Untuk yang termahal bisa mencapai Rp 3 juta, yaitu wayang Arimba yang biasa digunakan untuk pagelaran.

Pengrajin wayang (Dede Nurhasanudin)

Galeri Hendra SUKATANI, Purwakarta
Hendra tampak masih mengukir kayu di rumahnya. Tangannya teliti menciptakan karakter-karakter wayang golek Pandawa Lima dan Panakawan. Hendra menjadi salah satu perajin wayang golek yang masih tersisa di Kabupaten Purwakarta.

Pria berusia 45 tahun itu menggeluti kerajinan wayang golek sejak berusia 12 tahun. Setiap hari dia membuat wayang tersebut di rumahnya, di Kampung Malangnengah, Desa Malangnengah, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Purwakarta.

Jenis wayang yang sering Hendra buat, yaitu Pandawa Lima dan Panakawan. Menurutnya, kedua wayang tersebut paling diminati atau paling banyak dipesan oleh konsumen.

Harga wayang golek yang Hendra buat disesuaikan dengan ukuran. Ukuran nomor 7 lebar 3 cm dan tinggi 20 cm Rp5.000. Sementara ukuran paling tinggi yaitu nomor 1 dengan lebar 20 cm dengan tinggi 80 cm Rp200.000-300.000 untuk satu wayang.

Hendra kerap menerima pesanan dari konsumen di luar ukuran, misal gantungan kunci atau ukuran wayang golek lebih besar dan tinggi melebihi ukuran nomor 1.

"Untuk harga itu merupakan harga wayang golek biasa, kalau kualitas super wayang golek nomor 1 yaitu sekitar Rp1 juta, perbedaannya dari asesories dan ukiran," kata dia.

Ia mengatakan, wayang golek miliknya pernah dikirim ke luar kota bahkan ke luar pulau Jawa, antara lain, Bali dan Yogyakarta, sementara luar kota, yaitu Karawang, Bekasi, Bandung, dan Jakarta.

Anis pengrajin wayang golek. (Dede Nurhasanudin)

Galeri Anis Kampung Citapen, Sukatani, Purwakarta
Usia senja tak menyurutkan semangat untuk melestarikan kearifan lokal Indonesia, khususnya Jawa Barat. Adalah Anis Warga Kampung Citapen Rt08/ 03 Desa Sukajaya Kecamatan Sukatani, Kabupaten Purwakarta tetap menekuni kerajinan wayang golek.

Melalui keahlian tangannya wayang golek berbahan dasar kayu lame itu disulap menjadi berbagai macam aksesoris yang mampu menarik perhatian pembeli.

Bahan dasar putihan aksesoris wayang golek pulpen, gantungan kunci, dan maskot dia peroleh dari pengrajin desa tetangga. Wayang putihan itu kemudian diwarnai menggunakan cat kayu dan diseragami untuk aksesoris wayang golek maskot.

Perempuan berusia 50 tahun itu menekuni bermacam-macam aksesoris wayang golek tersebut sejak tahun 1995.

Dia mengaku tetap konsisten melestarikan kebudayaan Sunda ini selain menjadi mata pencaharian juga ingin mempertahankan kearifan lokal khas Jabar.

Anis mengiri aksesoris wayang golek ke luar kota satu atau dua bulan sekali. jumlahnya tidak menentu tergantung pesanan. Namun, kata Anis setiap kali pengiriman tidak kurang dari 5.000.

Ia mengatakan, harga aksesoris wayang golek ini bervariasi. Rp8.000-10.000 untuk satu buah wayang maskot, wayang pulpen, dan gantungan kunci Rp6.000.

Editor: Dudung Ridwan

terbaru

CEK FAKTA: Hoaks Indomie Beri Hadiah di Hari Jadi Perusahaan ke-60

Bandung Senin, 19 April 2021 | 20:45 WIB

Beredar sebuah pesan berantai di Whatsapp yang berisikan adanya pemberian hadiah dari perusahaan mie, PT Indofood. 

Bandung Raya - Bandung, CEK FAKTA: Hoaks Indomie Beri Hadiah di Hari Jadi Perusahaan ke-60, CEK FAKTA Hadiah Indomie,Hoaks Indomie Beri Hadiah,Cek Fakta Ayobandung.com

Hina Nabi Muhammad, MUI Jabar Dukung Polri Tangkap Joseph Paul Zhang

Bandung Senin, 19 April 2021 | 19:19 WIB

Apa yang dilakukan oleh Joseph Paul Zhang telah melukai hati umat Islam. Selain mengaku sebagai nabi ke-26, Joseph Paul...

Bandung Raya - Bandung, Hina Nabi Muhammad, MUI Jabar Dukung Polri Tangkap Joseph Paul Zhang, penghina nabi muhammad,penghina Nabi Muhammad cabul,Joseph Paul Zhang,MUI Jabar,Siapa Joseph Paul Zhang,Polri Buru Joseph Paul Zhang,Interpol Buru Joseph Paul Zhang,Joseph Paul Zhang Hina Islam

IKA Unpad, IKA Unpar, dan ITB Akselerasi Program Vaksinasi Se-Jabar

Bandung Senin, 19 April 2021 | 17:06 WIB

Program kolaborasi ini diselenggarakan sebagai bentuk inisiatif pihak penyelenggara untuk membantu pemerintah daerah dal...

Bandung Raya - Bandung, IKA Unpad, IKA Unpar, dan ITB Akselerasi Program Vaksinasi Se-Jabar, Akselerasi Vaksinasi Se-Jabar,Program Vaksinasi Se-Jabar,IKA Unpad,IKA Unpar,ITB,vaksinasi di Jawa Barat,Vaksin Covid-19,populasi di Jawa Barat,Pandemi Covid-19

Seorang Pemuda Lukai Sopir Taksi Online Hingga Nyaris Sekarat

Bandung Senin, 19 April 2021 | 15:26 WIB

Seorang pemuda berinisial AAM tega melukai seorang sopir taksi online pada hari Kamis, 15 April 2021. Saat ini, pelaku s...

Bandung Raya - Bandung, Seorang Pemuda Lukai Sopir Taksi Online Hingga Nyaris Sekarat, Pemuda Lukai Sopir Taksi Online,Kriminalitas di Bandung,Kejahatan di Bandung,Sopir Taksi Online,Penganiayaan sopir taksi online,Perampokan sopir taksi online

Harga Daging Ayam Diprediksi Akan Naik Lagi Jelang Lebaran

Bandung Senin, 19 April 2021 | 15:14 WIB

Berdasarkan pantauan Ayobandung.com di Pasar Kosambi, harga komoditas daging ayam sempat menyentuh angka Rp 47.000 per k...

Bandung Raya - Bandung, Harga Daging Ayam Diprediksi Akan Naik Lagi Jelang Lebaran, Harga Daging Ayam,harga daging ayam naik,harga daging ayam Bandung,harga daging ayam lebaran,harga daging ayam naik lebaran

Tim Ekspedisi Olahraga Arus Deras Wanadri Resmi Dilepas

Bandung Senin, 19 April 2021 | 14:50 WIB

Ekspedisi Olahraga Arus Deras Krueng Woyla merupakan ekspedisi penjelajahan alam terbuka dengan menggunakan media perahu...

Bandung Raya - Bandung, Tim Ekspedisi Olahraga Arus Deras Wanadri Resmi Dilepas, Wanadri,Tim Ekspedisi Krueng Woyla Wanadri,Nicolas Apriadi,Tim Gunung Hutan,Tim Basekom

Bantu Vaksinasi di Jabar, IKA Unpad Gandeng Psikolog Kurangi Tensi Lan...

Bandung Senin, 19 April 2021 | 11:42 WIB

Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Universitas Padjajaran (Unpad) menggandeng lulusan Fakultas Psikologi untuk menyiapkan psik...

Bandung Raya - Bandung, Bantu Vaksinasi di Jabar, IKA Unpad Gandeng Psikolog Kurangi Tensi Lansia, IKA Unpad,aturan vaksinasi lansia,vaksinasi lansia di Bandung,Vaksinasi Lansia,Psikolog Unpad dampingi vaksinasi lansia

Si Jago Merah Lahap Kafe Chinook Hotel Riau, 7 Orang Berhasil Diselama...

Bandung Senin, 19 April 2021 | 11:26 WIB

Pada pukul 05.45 WIB, kebakaran melalap bangunan Cafe & Resto Chinook di area Hotel Riau, Jalan R.E Martadinata, No.191,...

Bandung Raya - Bandung, Si Jago Merah Lahap Kafe Chinook Hotel Riau, 7 Orang Berhasil Diselamatkan, Kebakaran Hotel Riau,Hotel Riau terbakar,Kebakaran Cafe & Resto Chinook,kebakaran Bandung,kebakaran Bandung Hari ini,Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Diskar PB) Kota Bandung,Diskar PB Kota Bandung,Nomor darurat Diskar PB
dewanpers