web analytics
  

Program Petani Milenial Jangan Asal

Senin, 1 Maret 2021 19:03 WIB Tri Junari
Bandung Raya - Ngamprah, Program Petani Milenial Jangan Asal, Petani Milenial,Regenerasi Petani,Komisi II DPRD Jawa Barat

Anggota Komisi II DPRD Jawa Barat Edi Rusyandi bersama para petani. (Ayobandung.com/Tri Junari)

SINDANGKERTA, AYOBANDUNG.COM -- Program pencetakan 5 ribu petani milenial digagas Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil diharapkan tidak asal-asalan dan dilakukan secara terpadu dan komprehensif. 

Merubah pola pikir milenial untuk tidak lagi menganggap petani sebagai profesi murahan menjadi titik awal suksesnya program petani milenial Jawa Barat. 

Anggota Komisi II DPRD Jawa Barat Edi Rusyandi menilai, hingga saat ini alih generasi petani belum berjalan dan masih didominasi kalangan tua. Bukan hal yang tidak mungkin kedepan negara kita akan kehilangan tenaga kerja di sektor pertanian ini. 

"Jika dibiarkan, kita akan mengalami krisis regenerasi petani. Karena petani yang ada sudah tidak produktif lagi. Tentu saja ini sangat memprihatinkan. Padahal negara kita dikenal dengan corak dan karakter agraris," kata Edi Rusyandi saat melakukan kunjungan kerja di Kelompok Sinar Hati Pasir Pogor, Kecamatan Sindangkerta, Kabupaten Bandung Barat, Senin (1/3/2021).

Fenomena ini, lanjut Sekretaris Fraksi Partai Golkar ini, harus menjadi perhatian para stakeholder pertanian, baik di pusat maupun daerah. Jika dibiarkan, akan menjadi ancaman bagi ketersediaan pangan ditengah laju pertumbuhan penduduk negara kita. 

"Ada kesan seolah menjadi petani itu profesi rendahan, kasar, dan tidak menjanjikan kesejahteraan. Itu telah menjadi mindset dikalangan petani sendiri," tutur Wakil Ketua GP Ansor Jabar ini. 

Dalam menghadapi tantangan ini, menurutnya harus ada program regenerasi petani yang terpadu dan komprehensif diiringi strategi yang tepat agar generasi baru mau terjun dibidang pertanian. 

"Kuncinya harus ada komitmen dan keberpihakan untuk memajukan dunia pertanian dan meningkatkan derajat kaum tani secara komprehensif. Jangan sepotong sepotong. Dirumuskan peta jalannya seperti apa untuk jangka pendek, menengah, dan jangka panjangnya. Termasuk membereskan permasalahannya hari ini dari hulu sampai hilir,"ungkapnya. 

Menurut legislator asal Kabupaten Bandung Barat ini, dalam upaya regenerasi petani harus menjadikan bidang pertanian menjadi hal yang menarik dan membudaya dikalangan genersasi muda kita. 

"Yaitu mendekatkan pertanian dengan passion anak muda masa kini berbasis teknologi digital. Menggalakan pelatihan berbasis smart farming, Memfasilitasi inovasi baru, memberikan insentif bagi petani milenial, akses permodalan dan pasar yang mudah," kata Edi. 

Selain itu, penting juga menurut Edi mengembalikan dunia pertanian sebagai bagian tradisi dan budaya masyarakat dengan jalan mengintegrasikan bidang pertanian dalam dunia pendidikan pada setiap jenjang pendidikan. 

"Tidak kemudian suguhannya semata profesi dan keuntungan finansial. Tapi lebih dari itu mendudukan kembali pertanian sebagai tradisi dalam kerja membangun peradaban. Diharapkan lahir generasi baru petani yang produktif dan berkualitas sesuai dengan tantangan jaman," pungkasnya.

Editor: Dadi Haryadi

terbaru

Warga KBB Jadi Korban Penipuan BPUM, Emas 55 Gram Melayang

Ngamprah Selasa, 20 April 2021 | 13:28 WIB

Neneng Halimah (46) warga Kampung Cisawi, RT 03 RW 05, Desa Cihanjuang, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat (K...

Bandung Raya - Ngamprah, Warga KBB Jadi Korban Penipuan BPUM, Emas 55 Gram Melayang, Penipuan BPUM,Penipuan Bansos,Penipuan BPUM kabupaten bandung barat,penipuan bandung barat,penipuan BPUM Bandung Barat,Penipuan

Lagi, KPK Periksa 7 Orang Saksi Kasus Korupsi Pemkab Bandung Barat

Ngamprah Selasa, 20 April 2021 | 12:04 WIB

Sebelumnya, KPK telah menetapkan tersangka dan menahan Bupati Bandung Barat nonaktif, Aa Umbara Sutisna.

Bandung Raya - Ngamprah, Lagi, KPK Periksa 7 Orang Saksi Kasus Korupsi Pemkab Bandung Barat, KPK Periksa 7 Orang Saksi Kasus Korupsi Pemkab Bandung Barat, Aa Umbara Sutisna,konflik kepentingan pengadaan alat Covid-19,Dinas Sosial Tahun 2020,Pemkab Bandung Barat,Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)

Ngabuburit di Pasar Takjil Ramadan Permata Bandung Barat

Ngamprah Senin, 19 April 2021 | 16:57 WIB

Bingung cari tempat seru buat ngabuburit? Yuk dateng ke Pasar Takjil Ramadan Permata di Desa Tanimulya Kabupaten Bandung...

Bandung Raya - Ngamprah, Ngabuburit di Pasar Takjil Ramadan Permata Bandung Barat, Ngabuburit di Pasar Takjil,Ngabuburit,Ngabuburit di Bandung,Pasar Takjil,pasar takjil bandung,Pasar Takjil Ramadan,kuliner buka puasa,Kuliner Buka Puasa Bandung,Ngabuburit saat Pandemi

Hengky Bakal Lelang Kendaraan Pejabat KBB, Ini Alasannya

Ngamprah Senin, 19 April 2021 | 16:02 WIB

Hengky Kurniawan berencana melelang sejumlah kendaraan dinas milik eselon IV. Ia merencanakan operasional ASN dengan ken...

Bandung Raya - Ngamprah, Hengky Bakal Lelang Kendaraan Pejabat KBB, Ini Alasannya, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bandung Barat,Hengky Kurniawan,efisiensi anggaran,Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD),Pemkab Bandung Barat,Lelang Kendaraan Milik Pejabat KBB,Lelang Kendaraan Pejabat KBB

Ngaku Dimintai Rp200 Juta, Jaksa Pertanyakan Pengakuan Janggal Ajay

Ngamprah Senin, 19 April 2021 | 15:48 WIB

Jaksa Budi pun mempertanyakan mengapa pihak Ajay tidak melaporkan permintaan itu kepada polisi atau kepada KPK.

Bandung Raya - Ngamprah, Ngaku Dimintai Rp200 Juta, Jaksa Pertanyakan Pengakuan Janggal Ajay, Ajay M Priatna,Eks Walikota Cimahi,Suap Ajay M Priatna,KPK Ajay M Priatna,Operasi Tangkap Tangan (OTT),KPK,OTT Ajay M Priatna,Ajay dijerat OTT

Demi Tak Kena OTT, Ajay Ngaku Suap Anggota KPK, Jaksa: Aneh!

Ngamprah Senin, 19 April 2021 | 15:01 WIB

Mantan Wali Kota Cimahi Ajay M Priatna bersaksi dirinya telah menyetor sejumlah uang pada seseorang yang mengaku sebagai...

Bandung Raya - Ngamprah, Demi Tak Kena OTT, Ajay Ngaku Suap Anggota KPK, Jaksa: Aneh!, Ajay M Priatna,Suap Ajay M Priatna,KPK Ajay M Priatna,KPK,Tindak Pidana Korupsi (Tipikor),Ajay terjaring OTT

Ridwan Kamil Akan Telusuri Penyebab Insentif Ribuan Nakes KBB Belum Di...

Ngamprah Senin, 19 April 2021 | 14:14 WIB

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil akan segera menelusuri penyebab ribuan tenaga kesehatan (Nakes) di Kabupaten Bandung Ba...

Bandung Raya - Ngamprah, Ridwan Kamil Akan Telusuri Penyebab Insentif Ribuan Nakes KBB Belum Dibayar, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil,Nakes Kabupaten Bandung barat,Insentif Nakes KBB,Insentif Nakes KBB belum dibayar,Naker KBB belum Dibayar,Nakes KBB,Nakes KBB,Ribuan Nakes KBB Belum Dapat Insentif

Penjual Tanaman Hias Rugi Puluhan Juta Akibat Longsor di Parongpong

Ngamprah Senin, 19 April 2021 | 13:28 WIB

Longsor menimpa sejumlah kios tanaman hias di Jalan Sersan Bajuri, RT 02, RW 06, Desa Cihideung, Kecamatan Parongpong, K...

Bandung Raya - Ngamprah, Penjual Tanaman Hias Rugi Puluhan Juta Akibat Longsor di Parongpong, Longsor Parongpong,Kios Tanaman hias kena longsor,Longsor Bandung Barat,Tanaman Hias,tanaman hias puluhan juta,tanaman hias parongpong,tanaman hias rusak

artikel terkait

dewanpers