web analytics
  

Klaster Pesantren Muncul Lagi di Tasikmalaya

Senin, 1 Maret 2021 17:33 WIB
Umum - Regional, Klaster Pesantren Muncul Lagi di Tasikmalaya, Klaster pesantren Jabar,Klaster pesantren Covid-19,klaster pesantren Tasikmalaya,Covid-19 Tasikmalaya,Tasikmalaya

Ilustrasi alat tes antigen. (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)

TASIKMALAYA, AYOBANDUNG.COM -- Kasus Covid-19 di pesantren Kabupaten Tasikmalaya kembali muncul. Berdasarkan data terbaru, ada lima orang santri dari salah satu pondok pesantren di Kecamatan Sukarame, Kabupaten Tasikmalaya, yang terkonfirmasi positif Covid-19.

"Sementara di sana lima orang yang positif," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan dan Pengendalian Penduduk Kabupaten Tasikmalaya Atang Sumardi, Senin (1/3/2021).

Menurutnya, lima orang itu sebagian menjalani isolasi di lingkungan pesantren. Sementara sebagian lainnya ada yang dibawa pulang oleh keluarganya. 

Atang menambahkan, pihaknya sudah melakukan tes swab kepada 57 orang, yang merupakan kontak erat dari lima santri yang positif. Namun, hasil tes swab dari 57 orang itu masih belum diketahui.

"Kita masih menunggu hasilnya," ucapnya.

Atang mengatakan, lingkungan pesantren itu kini diawasi oleh puskesmas setempat. Kegiatan keluar masuk lingkungan pesantren juga diawasi secara ketat.

Menurut dia, masih terdapat risiko penularan Covid-19 di tempat itu, sebab jumlah santri di pesantren tersebut diperkirakan mencapai ribuan.

Atang menjelaskan, pihaknya belum dapat mengetahui secara pasti sumber awal munculnya kasus di pesantren tersebut. Namun diduga, penyebab menyebarnya Covid-19 di pesantren berasal dari pengunjung yang datang atau dari mobilitas santri. 

"Apalagi di pesantren itu berkerumun. 5M itu juga kan sulit dilakukan di pesantren," ujarnya.

Selain di Kecamatan Sukarame, sebanyak 55 santri, pengajar, dan karyawan, di salah satu pesantren yang berlokasi di Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, masih menjalani isolasi. Tak ada laporan penambahan kasus dari pesantren tersebut. 

Kepala Puskesmas Tinewati, Kecamatan Singaparna, Dais Nuronia mengatakan, hingga saat ini belum ada laporan penambahan dati klaster pesantren di wilayahnya. "Belum ada laporan lagi dan belum ada yang berobat lagi. Jumlahnya masih sama," kata dia saat dihubungi Republika.co.id

Kendati demikian, petugas Puskesmas Tinewati terus melakukan pemantauan ke pesantren tersebut. Para santri yang sehat masih diperbolehkan beraktivitas dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes). Sementara para santri yang positif dipisahkan dan diisolasi di lingkungan pesantren tersebut.

"Kemarin ada delapan orang yang berobat ke puskesmas karena ada gejala anosmia (kehilangan indra penciuman), tapi sudah dikasih obat dan kembali isolasi di pesantren. Sekarang sudah membaik kondisinya," katanya.

Menurut Dais, dalam beberapa hari ke depan para santri, pengajar, dan karyawan pesantren itu akan selesai menjalani isolasi. Apabila tak memiliki gejala, mereka akan dinyatakan sembuh tanpa harus menjalani tes swab ulang. Tes swab ulang disebut hanya diperuntukkan bagi pasien bergejala.

Ia menyebutkan, secara keseluruhan terdapat sekira 500 santri di pondok pesantren itu. Namun, belum seluruh penghuni menjalani tes swab

Menurutnya, tes , hanya dilakukan kepada kontak erat dengan yang bergejala. "Sementara lainnya kan tidak kontak. Jadi tidak perlu semua dites," kata Dais.

Berdasarkan catatan Republika.co.id, penyebaran Covid-19 di lingkungan pesantren wilayah Kabupaten Tasikmalaya bukan yang kali pertama terjadi. Dinas Kesehatan dan Pengendalian Penduduk Kabupaten Tasikmalaya mencatat, hingga saat ini sudah ada lebih dari 10 pesantren di Kabupaten Tasikmalaya yang menjadi klaster penyebaran Covid-19. 

Kendati demikian, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tasikmalaya dinilai tak memiliki wewenang untuk membatasi kegiatan di pesantren. Sebab, kegiatan di pesantren sepenuhnya menjadi wewenang Kementerian Agama (Kemenag).

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Fira Nursyabani

terbaru

Api Lalap Bangunan Mts Negeri 3 Kasomalang Subang Usai Tarawih

Regional Senin, 19 April 2021 | 04:30 WIB

Api Lalap Bangunan Mts Negeri 3 Kasomalang Subang Usai Tarawih

Umum - Regional, Api Lalap Bangunan Mts Negeri 3 Kasomalang Subang Usai Tarawih, kebakaran subang,kebakaran MTs Negeri 3 Kasomalang,MTs Negeri 3 Kasomalang,kebakaran sekolah Subang,MTs Negeri 3 Kasomalang terbakar

Jalur Puncak Sepi di Akhir Pekan, Tak Ada Tes Antigen

Regional Senin, 19 April 2021 | 03:30 WIB

Volume kendaraan dari arah Jakarta menuju Jalur Puncak, yang melalui Gerbang Tol Ciawi dan jalur non-tol terpantau sepi.

Umum - Regional, Jalur Puncak Sepi di Akhir Pekan, Tak Ada Tes Antigen, jalur puncak sepi,Tes antigen jalur puncak,Jalur Puncak,rekayasa lalu lintas Jalur Puncak,lalu lintas jalur Puncak,Bogor,Puncak Bogor

Disangka Suara Kucing, Bayi Perempuan Menangis Ditemukan di Sungai

Regional Minggu, 18 April 2021 | 22:15 WIB

Suara yang dikira berasal dari kucing itu membuatnya ditolong oleh warga.

Umum - Regional, Disangka Suara Kucing, Bayi Perempuan Menangis Ditemukan di Sungai, Bayi Perempuan Menangis Dibuang di Sungai,suara kucing,BTN Rancabali,Kabupaten Cianjur,Bayi Dibuang di Cianjur

Pemkab Cianjur Wajibkan Perusahaan Bayar Penuh THR Karyawannya

Regional Minggu, 18 April 2021 | 21:59 WIB

Pembayaran ini harus dilakukan sebelum Hari Raya Idulfitri 1442 Hijriyah.

Umum - Regional, Pemkab Cianjur Wajibkan Perusahaan Bayar Penuh THR Karyawannya, Pemkab Cianjur Wajibkan Perusahaan Bayar Penuh THR Karyawan,Hari Raya Idulfitri 1442 Hijriyah,Pelaksanaan Pemberian THR Keagamaan Tahun 2021 Bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan,Tunjangan Hari Raya (THR),Kabupaten Cianjur

Pokja Haurwangi Bersihkan Asmaul Husna Saat Bulan Suci Ramadan

Regional Minggu, 18 April 2021 | 21:07 WIB

Pokja Bersatu 0811 Desa Haurwangi melakukan pembersihan, sekaligus mempercantik lagi tulisan Asmaul Husna itu, pada Ming...

Umum - Regional, Pokja Haurwangi Bersihkan Asmaul Husna Saat Bulan Suci Ramadan, Pokja Haurwangi,Asmaul Husna,bulan Suci Ramadan,Kabupaten Cianjur,Rest Area Desa Haurwangi

Menikmati Ngabuburit dengan Tadarus dan Belajar Tajwid di Masjid

Regional Minggu, 18 April 2021 | 20:30 WIB

Mereka menunggu berbuka puasa atau ngabuburit sambil bertadarus dan belajar ilmu tajwid di Masjid Pondok Pesantren Al-Mu...

Umum - Regional, Menikmati Ngabuburit dengan Tadarus dan Belajar Tajwid di Masjid, Ngabuburit,Tadarus,Belajar Tajwid,Pondok Pesantren Al-Munawwar Ad-Dimyathi

Ngabuburit Ekstrem di Jembatan Kereta Api Cisomang

Regional Minggu, 18 April 2021 | 18:44 WIB

Kebiasaan ini nyaris membahayakan keselamatan warga, karena tidak ada jarak aman dengan perlintasan rel kereta api aktif...

Umum - Regional, Ngabuburit Ekstrem di Jembatan Kereta Api Cisomang, Ngabuburit Ekstrem,Jembatan Kereta Api Cisomang,Kabupaten Purwakarta,Rel Kereta Api,Perbatasan Kabupaten Bandung Barat,Jembatan Cisomang

Objek Wisata di Kota Tasik Tetap Buka Saat Libur Lebaran

Regional Minggu, 18 April 2021 | 17:47 WIB

Hal ini demi mendukung Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang digencarkan Pemerintah Pusat.

Umum - Regional, Objek Wisata di Kota Tasik Tetap Buka Saat Libur Lebaran, Objek Wisata Kota Tasik,Libur Lebaran,Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN),Pemerintah Pusat,Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Tasikmalaya Muhammad Yusuf,Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya

artikel terkait

dewanpers