web analytics
  

Presiden Ghana: Vaksin Tidak Dibuat untuk Memusnahkan Ras Afrika

Senin, 1 Maret 2021 16:45 WIB
Umum - Internasional, Presiden Ghana: Vaksin Tidak Dibuat untuk Memusnahkan Ras Afrika, Vaksin,COVID-19,Afrika,Ghana

Ilustrasi suntikan vaksin. (Pixabay/HeungSoon)

ACCRA, AYOBANDUNG.COM — Sejauh ini, Ghana telah mencatatkan 84 ribu kasus Covid-19 dengan 607 kematian. Hampir 200 kematian bahkan terjadi dalam sebulan terakhir. 

Berlasdaskan kondisi itu, WHO telah menyebut bahwa Ghana masih akan menerima pasokan dosis tambahan. Di sisi lain, Presiden Ghana, Nana Akufo-Addo, juga mendesak warganya agar mengabaikan teori konspirasi seputar vaksin Covid-19

Imbauan itu disampaikan Akufo-Addo, saat Ghana hendak meluncurkan kampanye vaksinasi.

"Teman-teman Ghana, saya tahu masih ada beberapa yang terus menyatakan keraguan tentang vaksin, yang lain telah menyatakan keraguan tentang kemanjurannya, dengan beberapa lainnya yang berpihak pada teori konspirasi yang percaya bahwa vaksin telah dibuat untuk memusnahkan ras Afrika. Ini jauh dari kebenaran," kata Akufo-Addo dalam pidato nasional pada Ahad (28/2) malam.

Dia meyakinkan warganya bahwa vaksin Covid-19 aman. Sebagai jaminan, Akufo-Addo mengatakan dia dan istrinya akan menerima vaksin di depan publik pada Senin (1/3). "Menerima vaksin tidak akan mengubah DNA Anda, ia tidak akan menanamkan alat pelacak di tubuh Anda, juga tidak akan menyebabkan infertilitas pada wanita atau pria," ujarnya.

Ghana menjadi negara Afrika pertama yang menerima vaksin Covid-19 dari Covax, yakni program pimpinan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang bertujuan menyediakan 20 persen vaksin bagi negara berpenghasilan rendah dan menengah. Sebanyak 600 ribu dosis vaksin Oxford-AstraZeneca telah tiba di ibu kota Accra pada Rabu (24/1) pekan lalu. "Kami senang Ghana menjadi negara pertama yang menerima vaksin Covid-19 dari fasilitas Covax," kata Perwakilan WHO untuk Ghana Dr. Francis Kasolo.

Menurut keterangan yang dirilis Pemerintah Ghana, vaksin AstraZeneca yang mereka terima diproduksi Serum Institute of India. "Ini adalah pengiriman pertama vaksin yang diperoleh melalui Fasilitas Akses Global (Covax) vaksin Covid-19 yang telah ditandatangani oleh Ghana, di antara 92 negara," katanya. [*]

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Aris Abdulsalam

terbaru

Kematian Covid-19 Global Tembus 3 Juta Jiwa

Internasional Minggu, 18 April 2021 | 07:30 WIB

Amerika Serikat (AS) menempati posisi pertama sebagai negara yang mencatatkan kematian terbanyak, yakni mencapai 566.863...

Umum - Internasional, Kematian Covid-19 Global Tembus 3 Juta Jiwa, Kematian Covid-19,Angka kematian Covid-19,Jumlah kematian Covid-19,kematian Covid-19 dunia,COVID-19

Kerajaan Inggris Gelar Prosesi Pemakaman Pangeran Philip

Internasional Minggu, 18 April 2021 | 06:00 WIB

Ratu duduk terpisah dari anggota keluarga pada upacara sederhana namun suram di Kastil Windsor, sesuai dengan aturan jar...

Umum - Internasional, Kerajaan Inggris Gelar Prosesi Pemakaman Pangeran Philip, Pangeran Philip meninggal,Pangeran Philip dimakamkan,Ratu Elizabeth II,Kerajaan Inggris

Syekh Yusuf Al-Qardhawi Positif Covid-19

Internasional Sabtu, 17 April 2021 | 21:48 WIB

Ulama kenamaan Syekh Yusuf al-Qardhawi dikabarkan terpapar Covid-19. Lewat jejaring sosial twitter resmi. Pendiri Persat...

Umum - Internasional, Syekh Yusuf Al-Qardhawi Positif Covid-19, Yusuf Alqardhawi,Yusuf Alqardhawi positif covid,COVID-19,corona

Proses Pemakaman Pangeran Philip Tertutup dan Terapkan Prokes

Internasional Sabtu, 17 April 2021 | 14:16 WIB

Ratu Elizabeth II akan mengucapkan selamat tinggal terakhir kepada suaminya, Pangeran Philip, pada upacara pemakaman pad...

Umum - Internasional, Proses Pemakaman Pangeran Philip Tertutup dan Terapkan Prokes, Pangeran Philip,Pemakaman Pangeran Philip,Upacara Pemakaman Pangeran Philip,Pangeran Philip dimakamkan

Picu Kontroversi, Ilmuwan Kembangka Sel Manusia dalam Embrio Monyet 

Internasional Sabtu, 17 April 2021 | 08:07 WIB

Mereka mengembangkan embrio monyet yang mengandung sel manusia di laboratorium. 

Umum - Internasional, Picu Kontroversi, Ilmuwan Kembangka Sel Manusia dalam Embrio Monyet , embrio,manusia,monyet,Penelitian

Kuota Jemaah Umrah Ramadan Ditambah

Internasional Jumat, 16 April 2021 | 12:44 WIB

Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi pada Kamis, 15 April 2021, mengumumkan mekanisme dan regulasi umrah bagi jemaah ya...

Umum - Internasional, Kuota Jemaah Umrah Ramadan Ditambah, Jemaah Umrah,umrah 2021,syarat umrah 2021,5 syarat jamaah umrah,hal wajib umrah,umrah ramadan,umrah ramadan 2021

Catat, Ini 5 Langkah Sebelum Umrah Bagi Jemaah Asing

Internasional Jumat, 16 April 2021 | 12:34 WIB

Jemaah umrah asing harus mematuhi lima langkah yang telah dibuat Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi.

Umum - Internasional, Catat, Ini 5 Langkah Sebelum Umrah Bagi Jemaah Asing, Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi,jumlah izin umrah,umrah di masa pandemi,regulasi bagi jemaah asing,jemaah umrah asing,kuota jemaah umrah,jemaah umrah dari luar negeri,5 hal wajib jemaah umrah

Egois dan Posesif bak di Drama, Ini 5 Kontroversi Seo Ye Ji

Internasional Jumat, 16 April 2021 | 12:16 WIB

Artis Korea Selatan, Seo Ye Ji, kini sedang menjadi sorotan masyarakat lantaran kontroversi yang menyeret namanya dengan...

Umum - Internasional, Egois dan Posesif bak di Drama, Ini 5 Kontroversi Seo Ye Ji, Artis Korea Selatan,Seo Ye Ji,Kontroversi Seo Ye Ji,Fakta Mengejutkan Seo Ye Ji,Kim Jung-Hyun,media Korea Selatan,Seohyun SNSD,drama The Time,rumor negatif Seo Ye Ji,Rumor Kebohongan Seo Ye Ji,It's Okay Not To Be Okay,Rumor Egois dan Posesif Seo Ye Ji

artikel terkait

dewanpers