web analytics
  

PWNU Jatim Komentari Kontroversi Legalisasi Minuman Keras

Senin, 1 Maret 2021 14:55 WIB Praditya Fauzi Rahman
Umum - Nasional, PWNU Jatim Komentari Kontroversi Legalisasi Minuman Keras, Minuman Keras (Miras),Ketua Pengurus Wilayah Nahdaltul Ulama Jawa Timur (PWNU Jatim) K.H. Marzuki Mustamar,PWNU Jatim

Ilustrasi miras (minuman keras). (Pixabay/Pexels)

GAYUNGAN, YOBANDUNG.COM — Ketua Pengurus Wilayah Nahdaltul Ulama Jawa Timur (PWNU Jatim) K.H. Marzuki Mustamar angkat bicara perihal kebijakan pemerintah dengan mengeluarkan Peraturan Presiden (Perpres) nomor 10 tahun 2021 tentang Usaha Penanaman Modal yang juga mengatur investasi industri minuman keras (miras) yang sampai saat ini menuai pro kontra.

"Di Ulama NU, kalau dari pada itu beredar luas, lalu dilakukan pembatasan. Itu bahasa kita bukan legalisasi, tapi melokalisir," terangnya, Senin (1/3/2021).

"Daripada dibiarkan, nanti masuk ke kampung santri. Ke kampung mana-mana, ya lebih baik di suatu kawasan saja" timpalnya lagi.

Regulasi yang ada dalam Perpres itu disebutkan bahwa pembukaan industri miras hendak dicanangkan di empat provinsi, mulai dari Papua, Nusa Tenggara Timur (NTT), Bali, sampai Sulawesi Utara. 

Alasan dipilihnya beberapa wilayah tersebut lantaran telah ada sejumlah industri miras lokal. Bahkan, terdapat tradisi, budaya atau kebiasaan yang memperbolehkan warganya mengkonsumsi miras.

"Andai seperti itu reaksi dan keinginan Presiden. Mungkin, istilah yang paling pas adalah melokalisir, bukan melegalisir," lanjutnya

Menurutnya, pada Hotel tertentu yang memiliki tamu asing masih dijumpai adanya miras. Sebab, di Eropa misalnya, terbiasa dengan hawa dingin. Salah satu cara atau kebiasaan mereka untuk menghangatkan tubuh adalah mengkonsumsi minuman beralkohol.

Oleh karena itu, ia mengaku inisiatif pembatasan atau melokalisasi miras oleh pemerintah justru lebih baik agar tidak menyebar kemana-mana.

"Daripada woro-woro (koar-koar), ngabyak-ngabyak nandi-nandi (tak beraturan kemana-mana) yang malah gak terkendali. Kalau pemerintah punya inisiatif membatasi, tentu malah baik," tandas dia.

Namun, ia berharap agar pemerintah ataupun para ahli untuk lebih membatasi lagi (pembuatan miras), lebih detail perihal regulasi yang tengah ramai diperbincangkan itu.

"Setelah dibatasi, lama-lama lebih dibatasi lagi. Syukur-syukur, para ilmwuan berpikir keras bagaimana menciptakan minuman yang gak pakai alkohol, tetapi fungsi menghangatkan tubuh, itu ada," tutup dia. [*]

Editor: Aris Abdulsalam

terbaru

Pekan Ini, Jokowi Bakal Lantik 2 Menteri Baru

Nasional Rabu, 14 April 2021 | 12:11 WIB

Jokowi akan melantik dua menteri baru yakni Menteri Pendidikan Kebudayaan dan Riset Teknologi dan Menteri Investasi/Kepa...

Umum - Nasional, Pekan Ini, Jokowi Bakal Lantik 2 Menteri Baru, Jokowi Bakal Lantik 2 Menteri Baru,menteri baru jokowi,Menteri Dikbud-Ristek,Menteri Investasi,Presiden Joko Widodo,Jokowi,kewenangan Presiden Jokowi,kementerian baru Jokowi,Indonesia membentuk kementerian baru,peleburan Kementerian,pembentukan Kementeria

Catat! Ini Daftar Wilayah yang Dibolehkan Mudik Lokal

Nasional Rabu, 14 April 2021 | 12:08 WIB

Pemerintah telah resmi melarang mudik pada Lebaran tahun ini, mulai dari 6-17 Mei 2021.

Umum - Nasional, Catat! Ini Daftar Wilayah yang Dibolehkan Mudik Lokal, mudik lokal Bandung Raya,mudik lokal,wilayah mudik lokal,aglomerasi,aglomerasi Bandung Raya,mudik dilarang,Larangan Mudik Lebaran 2021,Larangan Mudik 2021

Cina Akui Efektivitas Sinovac Rendah, Indonesia Setop Pengiriman?

Nasional Rabu, 14 April 2021 | 12:02 WIB

Tingkat efektivitas dua suntikkan Sinovac ditemukan serendah 50,4% selama uji coba tahap akhir di Brasil. Uji coba serup...

Umum - Nasional, Cina Akui Efektivitas Sinovac Rendah, Indonesia Setop Pengiriman?, Efektivitas Vaksin Sinovac Rendah,Indonesia Setop Pengiriman Sinovac,Vaksin Covid-19,efektivitas Sinovac rendah,imunisasi vaksin Covid-19,Vaksinasi Covid-19,efektivitas dua suntikkan Sinovac,kemanjuran Sinovac,vaksin produk asing

Bisa Buat Beli Baju Lebaran, BLT BPJS Ketenagakerjaan Segera Cair!

Nasional Rabu, 14 April 2021 | 11:55 WIB

Pekerja formal bergaji di bawah Rp5 juta masih memiliki kesempatan untuk menerima BLT BPJS Ketenagakerjaan Rp1,2 juta. K...

Umum - Nasional, Bisa Buat Beli Baju Lebaran, BLT BPJS Ketenagakerjaan Segera Cair!, BLT BPJS Ketenagakerjaan,blt bpjs ketenagakerjaan 2021,kapan blt bpjs ketenagakerjaan 2021 cair,Jadwal Pencairan BLT BPJS Ketenagakerjaan,blt bpjs,subsidi gaji rp600.000,Subsidi gaji karyawan Rp600 ribu,UPDATE BLT BPJS KETENAGAKERJAAN,Update BLT Hari Ini

Nasib Kedatangan Vaksin Pfizer untuk Indonesia Tidak Jelas

Nasional Rabu, 14 April 2021 | 11:37 WIB

Vaksin Pfizer dinilai sebagai vaksin Covid-19 dengan angka efektivitas yang tinggi.

Umum - Nasional, Nasib Kedatangan Vaksin Pfizer untuk Indonesia Tidak Jelas, Vaksin Pfizer,Vaksin Sinovac,vaksin AstraZeneca,Vaksin Novavax,Vaksin Covid-19

Perpanjangan SIM Bisa Melalui Aplikasi Sinar Mulai Sekarang

Nasional Rabu, 14 April 2021 | 10:55 WIB

Aplikasi tersebut dikembangkan oleh Korlantas Polri untuk pemohon yang akan memperpanjang SIM A dan SIM C.

Umum - Nasional, Perpanjangan SIM Bisa Melalui Aplikasi Sinar Mulai Sekarang, Perpanjangan SIM,Aplikasi Sinar,SIM (Surat Izin Mengemudi),Korlantas Polri,SIM A,SIM C,Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo

Foto Hoaks Eks FPI Bunuh Diri Massal demi Habib Rizieq

Nasional Rabu, 14 April 2021 | 10:33 WIB

Gambar tersebut diklaim sebagai deklarasi mantan anggota Front Pembela Islam (FPI) yang bersumpah akan bunuh diri massal...

Umum - Nasional, Foto Hoaks Eks FPI Bunuh Diri Massal demi Habib Rizieq, Foto Hoaks,Hoaks Eks FPI Bunuh Diri Massal demi Habib Rizieq,FPI Bunuh Diri Massal,Jabar Saber Hoaks Jabar Saber Hoaks

IDI Buka Suara soal Efektivitas Vaksin Buatan China

Nasional Rabu, 14 April 2021 | 10:11 WIB

Jubir PB IDI Iris Rengganis mengatakan, efikasi vaksin COVID-19 tidak bisa dibandingkan karena efikasi tiap negara berbe...

Umum - Nasional, IDI Buka Suara soal Efektivitas Vaksin Buatan China, Efektivitas Vaksin Buatan China,vaksin buatan China,efikasi vaksin buatan China,Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI),WHO,uji klinis vaksin Sinovac,Kelayakan Vaksin Buatan China,Keamanan Vaksin Buatan China,Efikasi vaksin Covid-19,Vaksinasi Covid-19
dewanpers