web analytics
  

Kawasan Kumuh di Jabar Masih 2.000 Hektare

Senin, 1 Maret 2021 14:36 WIB
Umum - Regional, Kawasan Kumuh di Jabar Masih 2.000 Hektare , Kawasan Kumuh,kawasan kumuh jabar,pemprov jabar,Berita Jabar

Ilustrasi--Sejumlah pekerja menyelesaikan pembangunan tahap satu proyek rumah deret di Tamansari, Kota Bandung, Kamis (10/12/2020). Pembangunan tahap satu ini meliputi pondasi dan sebagian struktur bangunan yang ditargetkan selesai Februari 2021. (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Dinas Perumahan dan Pemukiman Jawa Barat mencatat masih ada 2.000 hektare luas kawasan di Jawa Barat (Jabar) yang termasuk kategori kumuh. Menurut Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Jabar Boy Iman Nugraha, kawasan kumuh tersebut berada di perkotaan.

Boy mengatakan, pemerintah saat ini tengah melakukan pendataan ulang guna menerapkan program yang akan dilakukan. "Kawasan kumuh ini ada sekitar 2.000 hektare ini ada di kewenangan provinsi. Sekarang kami sedang menyusun kembali dan menghitung kembali kawasan kumuh yang ada di Jabar berdasarkan keputusan gubernur," ujar Boy kepada wartawan di Kantor Disperkim Jabar, akhir pekan lalu.

Menurut Boy, penataan kawasan kumuh di perkotaan tidak hanya menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi. Namun, pihaknya berbagi peran dengan pemerintah pusat sehingga nanti SGDs kawasan kumuh dapat dituntaskan segera, terutama kawasan kumuh yang ada perkotaan.

"Kita akan menghitung ulang sebelum mentetapkan program dari sekarang hingga lima tahun ke depan harus selesai," katanya.

Sehingga, kata dia, harapannya, pemerintah dapat menuntaskan kawasan kumuh mulai dari sampah, air minum, sanitasi. Sementara kalau jalan lingkungan dan drainase kebanyakan sudah mulai mapan. Untuk anitasi air minum dan persampahan ini harus ada gerakan bersama. "Kalau anggarannya tergantung luasan dan tergantung juga sektor yang ditangani," katanya.

Sementara itu sebelumnya, pada tahun 2020 ini Provinsi Jawa Barat mendapatkan Bantuan Pemerintah untuk Masyarakat (BPM) Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) sebesar Rp 68 miliar yang tersebar di 68 Kelurahan / Desa 19 Kota/kabupaten.

Kegiatan infrastruktur yang terbangun merupakan hasil identifikasi dari Dokumen Rencana Penataan Lingkungan Permukiman (RPLP) yang telah disepakati masyarakat bersama pemerintah kelurahan / desa, khususnya pada kawasan yang terdelineasi dalam Surat Keputusan Walikota / Bupati tentang Kawasan Permukiman Kumuh (SK Kumuh), sehingga Kotaku dapat berkontribusi langsung pada pengurangan luas permukiman kumuh Provinsi Jawa Barat seluas 649,84 Ha (5,98 persen dari target pengurangan kumuh RPJMN 2020 – 2024 seluas : 10.855 Ha).

Menurut Kordinator Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Dadi Gunawan mengatakan, melalui kegiatan padat karya pembangunan infrastruktur permukiman di wilayah permukiman kumuh perkotaan tersebut diharapkan dapat mempercepat pengurangan luas permukiman kumuh. "Selain itu, membuka lapangan pekerjaan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat miskin atau MBR dilokasi permukiman kumuh tersebut," katanya.

Program Kotaku, kata dia, merupakan langkah Strategis dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Direktur Jenderal Cipta Karya guna mengimplemtasikan amanat UU Nomor 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman dalam upaya mewujudkan Kota Layak Huni dan Berkelanjutan.

Adapun Kotaku diarahkan untuk : (1) Menurunnya luas permukiman kumuh; (2) Mewujudkan kolaborasi penanganan Kawasan permukiman kumuh dari berbagai stakeholders; (3) Penataan Kawasan permukiman kumuh melalui penyediaan infrastruktur permukiman yang diprioritaskan pada peningkatan akses air minum dan sanitasi serta merubah wajah kawasan; dan (4). Mendorong pemerintah daerah dalam penerapan regulasi terkait prilaku hidup bersih dan sehat.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Rizma Riyandi

terbaru

Jalani Tes Usap, Ridwan Kamil Negatif Covid-19

Regional Minggu, 18 April 2021 | 03:15 WIB

Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil menjalani tes usap dengan metode reaksi berantai polimerase atau PCR usai Atali...

Umum - Regional, Jalani Tes Usap, Ridwan Kamil Negatif Covid-19, Ridwan Kamil negatif Covid-19,Atalia positif Covid-19,Ridwan Kamil,Atalia Praratya,COVID-19

MUI Kota Bekasi Sebut Ibadah di Masjid Masih Aman

Regional Sabtu, 17 April 2021 | 19:39 WIB

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bekasi mengklaim pelaksanaan ibadah di wilayahnya masih aman. Sekretaris MUI Kota Bek...

Umum - Regional, MUI Kota Bekasi Sebut Ibadah di Masjid Masih Aman , ibadah ramadan,Ramadan 2021,aturan salat tarawih di Masjid,MUI Bekasi,Ibadah masjid bekasi

Kepala MTs Ditangkap Saat Pesta Sabu Bersama Kekasih Gelapnya

Regional Sabtu, 17 April 2021 | 19:27 WIB

Miris melihat kelakuan SG (40). Kepala salah satu MTs Negeri di Kecamatan Tanggeung Kabupaten Cianjur, sebagai pendidik...

Umum - Regional, Kepala MTs Ditangkap Saat Pesta Sabu Bersama Kekasih Gelapnya, Kepala Mts Cianjur Pesta Sabu,Kepala sekolah Pesta Sabu,pesta sabu cianjur,kepala Mts pesta sabu dengan kekasih gelap

Sempat Merasa Pening, Istri Ridwan Kamil Positif Covid-19

Regional Sabtu, 17 April 2021 | 18:57 WIB

Istri Gubernur Jabar Ridwan Kamil Atalia Praratya dinyatakan positif Covid 19. Di Iinstagram, Atalia menceritakan kalau...

Umum - Regional, Sempat Merasa Pening, Istri Ridwan Kamil Positif Covid-19, Atalia Praratya,Istri ridwan Kamil positif Covid-19,Atalia positif Covid-19,Istri ridwan kamil

Ngabuburit di Jembatan Cirahong

Regional Sabtu, 17 April 2021 | 14:43 WIB

Jembatan Cirahong yang berada di Desa Margaluyu Kecamatan Manonjaya Kabupaten Tasikmalaya. Jembatan tersebut dibangun pa...

Umum - Regional, Ngabuburit di Jembatan Cirahong, Jembatan Cirahong,ngabuburit jembatan cirahong,ngabuburit tasik,Wisata Tasikmalaya,sejarah jembatan cirahong,wisata jembatan cirahong

Legenda Ki Jumad dan Larangan Menabuh Bedug di Masjid Desa Jatisawit I...

Regional Sabtu, 17 April 2021 | 10:22 WIB

Legenda yang beredar di tengah masyarakat Desa Jatisawit, Kecamatan Jatibarang, meniadakan keberadaan bedug dan kentonga...

Umum - Regional, Legenda Ki Jumad dan Larangan Menabuh Bedug di Masjid Desa Jatisawit Indramayu, desa jatisawit,indramayu

Emak Amisah Hidup Sebatangkara Jalani Puasa Dengan Keprihatinan

Regional Jumat, 16 April 2021 | 20:55 WIB

Tidak sedikit warga yang kesulitan saat bulan suci Ramadan, termasuk Emak Amisah 64 tahun warga Kampung Pamoyanan RT 02/...

Umum - Regional, Emak Amisah Hidup Sebatangkara Jalani Puasa Dengan Keprihatinan, Warga Miskin Cianjur,Emak Amisah,Rutilahu Cianjur

Pejabat Eselon II Malu Malu Daftar Lelang Sekda Cianjur

Regional Jumat, 16 April 2021 | 20:18 WIB

Pendaftaran lelang jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Cianjur resmi diperpanjang selama 14 hari mendatang. Seba...

Umum - Regional, Pejabat Eselon II Malu Malu Daftar Lelang Sekda Cianjur, Lelang Jabatan Sekda Cianjur,Pemkab Cianjur,Pejabat Eselon II Cianjur

artikel terkait

dewanpers