web analytics
  

Ini Fakta-Fakta Terbaru Soal Pandemi Virus Corona

Senin, 1 Maret 2021 01:03 WIB
Gaya Hidup - Sehat, Ini Fakta-Fakta Terbaru Soal Pandemi Virus Corona, Fakta Virus Corona,Fakta Covid-19

Ilustrasi -- Virus Corona. (Pixabay)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Dari hari ke hari, masih banyak hal dan penelitian yang berhubungan dengan pandemi covid-19. Kini, semakin banyak kasus varian covid-19 baru yang ditemukan di berbagai negara.

Berikut ini, adalah fakta-fakta terbaru yang berkaitan dengan pandemi:

500 Ribu Kematian di AS

Amerika Serikat mengalami 500 ribu kematian akibat COVID-19 Amerika Serikat pada Senin (22/2). Amerika melewati tonggak mengejutkan dengan 500 ribu kematian COVID-19, hanya dalam setahun sejak pandemi virus corona menewaskan korban pertamanya di wilayah Santa Clara, Kalifornia.

Sekitar 19 persen dari total kematian akibat virus corona global telah terjadi di Amerika Serikat. Angka ini dianggap terlalu besar mengingat negara itu hanya menyumbang empat persen dari populasi dunia. Negara ini memiliki angka kematian keseluruhan tertinggi.

COVID-19 dari varian Inggris bertahan lebih lama

Alasan varian virus corona lebih menular daripada versi virus sebelumnya mungkin karena virus itu membutuhkan lebih banyak waktu di dalam orang yang terinfeksi. Hal ini memberi lebih banyak waktu untuk menyebarkan virus, menurut sebuah penelitian kecil.

Di antara individu yang terinfeksi varian yang diberi kode B.1.1.7 itu, durasi rata-rata infeksi adalah 13,3 hari, dibandingkan dengan 8,2 hari pada mereka yang terinfeksi oleh versi lama virus corona.

"Penemuan ini masih awal, karena didasarkan pada tujuh kasus B.1.1.7," para peneliti mengingatkan dalam sebuah laporan yang diunggah tanpa tinjauan sejawat di situs Universitas Harvard.

"Namun, jika didukung oleh data tambahan, periode isolasi yang lebih lama dari yang direkomendasikan saat ini 10 hari setelah awal munculnya gejala mungkin diperlukan untuk menghentikan secara efektif infeksi sekunder oleh varian ini," kata mereka.

Perusahaan vaksin akan meningkatkan pengiriman vaksin ke Amerika

Pfizer Inc memperkirakan bisa mengirimkan lebih dari 13 juta dosis vaksin COVID-19 seminggu ke Amerika Serikat pada pertengahan Maret. Jumlah itu merupakan lebih dari dua kali lipat dari pengiriman awal Februari.

Perusahaan-perusahaan farmasi lainnya, termasuk Moderna dan Johnson & Johnson, juga bermaksud untuk meningkatkan pengiriman. Amerika Serikat berada di jalur yang tepat untuk menerima 240 juta dosis pada akhir Maret dan 700 juta dosis pada pertengahan tahun. Jumlah tersebut lebih dari cukup untuk memberi dosis pada seluruh populasi AS.

WHO mendukung dana kompensasi untuk efek samping vaksin yang serius

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyetujui rencana kompensasi tanpa (pembuktian) kesalahan untuk klaim efek samping yang serius pada orang-orang di 92 negara miskin karena vaksin COVID-19 dari skema pembagian COVAX. Persetujuan WHO itu menyelesaikan masalah besar di antara para pemerintah penerima vaksin.Program itu, yang menurut WHO merupakan mekanisme kompensasi cedera vaksin yang pertama dan satu-satunya yang beroperasi pada skala internasional.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Dadi Haryadi

terbaru

Cara Menjaga Kulit Sehat Selama Ramadan

Sehat Sabtu, 17 April 2021 | 14:21 WIB

Siapapun pasti menginginkan kulit sehat. Lalu bagaimana cara menjaga kulit sehat selama Ramadan?

Gaya Hidup - Sehat, Cara Menjaga Kulit Sehat Selama Ramadan, menjaga kulit sehat,Kulit Sehat,cara menjaga kulit sehat ramadan,cara menjaga kulit sehat

Tips Agar Anak Tak Pilih-pilih Makanan

Sehat Sabtu, 17 April 2021 | 13:22 WIB

'Picky Eater' membuat anak bisa kekurangan nutrisi lengkap.

Gaya Hidup - Sehat, Tips Agar Anak Tak Pilih-pilih Makanan, makanan sehat,Anak susah makan,picky eater

Hindari Kopi Saat Sahur, Dokter Tirta Ungkap Risikonya

Sehat Sabtu, 17 April 2021 | 09:08 WIB

Kopi adalah salah satu minuman yang tidak direkomendasikan untuk dikonsumsi saat sahur. 

Gaya Hidup - Sehat, Hindari Kopi Saat Sahur, Dokter Tirta Ungkap Risikonya, Kopi,bahaya kopi,minum kopi saat sahur,Dr Tirta

Penderita Diabetes Tipe II Ingin Berpuasa? Simak Penjelasan Ahli

Sehat Sabtu, 17 April 2021 | 08:48 WIB

Berpuasa dapat menjadi terapi bagi penderita diabetes tipe II, di bawah bimbingan dan pengawasan dokter

Gaya Hidup - Sehat, Penderita Diabetes Tipe II Ingin Berpuasa? Simak Penjelasan Ahli, Diabetes,diabetes puasa,Puasa,Ramadan

Waspada, 5 Makanan Ini Dapat Memicu Migrain

Sehat Sabtu, 17 April 2021 | 08:21 WIB

10 persen orang yang alami migrain dipicu oleh kesalahan pola makan.

Gaya Hidup - Sehat, Waspada, 5 Makanan Ini Dapat Memicu Migrain, mencegah migrain,migrain,makanan penyebab migrain

Konsumsi Alpukat Setiap Hari Berbahayakah?

Sehat Sabtu, 17 April 2021 | 01:34 WIB

Konsumsi Alpukat Setiap Hari Berbahayakah?

Gaya Hidup - Sehat, Konsumsi Alpukat Setiap Hari Berbahayakah? , Alpukat,Manfaat Alpukat,Bahaya Alpukat,Konsumsi Alpukat,Manfaat Alpukat untuk Kesehatan

Warga Cirebon Raya Protes, Tak Masuk Aglomerasi Boleh Mudik Lokal

Sehat Jumat, 16 April 2021 | 22:20 WIB

Warga di Cirebon Raya atau diakrabi pula dengan sebutan Ciayumajakuning (Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan) m...

Gaya Hidup - Sehat, Warga Cirebon Raya Protes, Tak Masuk Aglomerasi Boleh Mudik Lokal, Penyekatan Mudik,Cirebon Raya,mudik lokal,Warga Cirebon Raya,Mudik Cirebon Raya

4 Area Rawan Penularan Covid-19 Selama Ramadan

Sehat Jumat, 16 April 2021 | 22:15 WIB

Masyarakat diingatkan bahwa ada empat area yang kemungkinan menjadi tempat penularan Covid-19 terbanyak selama Ramadan. 

Gaya Hidup - Sehat, 4 Area Rawan Penularan Covid-19 Selama Ramadan, Area Rawan Penularan Covid-19,tempat penularan covid-19,Ngabuburit Ramadan,Tempat Ngabuburit
dewanpers