web analytics
  

Warga Batulawang Cianjur Terdampak Pergeseran Tanah Siap Direlokasi, Asalkan...

Minggu, 28 Februari 2021 16:25 WIB Redaksi AyoBandung.Com
Umum - Regional, Warga Batulawang Cianjur Terdampak Pergeseran Tanah Siap Direlokasi, Asalkan..., Warga Batulawang Cianjur,Pergeseran Tanah di Cianjur,Relokasi Warga Terdampak Pergeseran Tanah

Pergeseran di Cianjur. (Ayobandung.com/Muhammad Ikhsan)

CIANJUR, AYOBANDUNG.COM -- Sebanyak 80 kepala keluarga terdampak pergeseran tanah di Kampung Lengis Desa Batulawang Kecamatan Cipanas Kabupaten Cianjur, menyatakan kesiapannya dengan rencana Pemkab Cianjur yang akan merelokasi.

Lokasi relokasi bagi sekitar 150 jiwa ini direncakan di lahan Hak Guna Usaha (HGU) milik PT Maskapai Perkebunan Moelia (MPM) tepatnya di Kampung Cikujang/KUD Desa Batulawang Kecamatan Cipanas.

Haji Muhidin (50) tokoh masyarakat Desa Batulawang, menyatakan, sebenarnya relokasi sudah sejak lama akan dilakukan pemerintah, mengingat sejak 15 tahun lalu kawasan tersebut setiap tahun terjadi pergeseran tanah.

“Sebenarnya masyarakat sangat ingin direlokasi sejak lama, kalau memang Pemkab Cianjur saat ini serius untuk memindahkan warga terdampak pergeseran tanah,” terang Muhidin pada Ayobandung.com, Minggu (28/2/2021).

Hanya saja, ungkap Muhidin, aspirasi warga dari dulu sebelum direlokasi ingin mengetahui kejelasan status tanah, karena lahan tersebut merupakan HGU.

“Masyarakat akan sangat senang direlokasi, namun mereka ingin status tanahnya harus diubah menjadi hak milik agar bisa tenang saat menempati,” tuturnya.

Kalau hanya sekedar direlokasi, tapi status tanah masih HGU, maka yang dikhawatirkan nanti kedepannya ada yang menggugat oleh perusahaan, perorangan maupun kelompok.

Sementara itu, Camat Cipanas Latif Riswan mengatakan Plt Bupati Cianjur Herman Suherman sudah memerintah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk mengurusi relokasi warha terdampak pergeseran tanah di Kampung Lengis Desa Batulawang.

“Sesuai dengan arahan dari Pak Plt Bupati Cianjur, kita sudah mempersiapkam relokasi. Termasuk saat ini sedang berkordinasi dengan PT MPM,” kata Latif pada Ayobandung.com, saat dihubungi melalui telepon, Minggu.

Mengenai keinginan warga harus ada kejelasaan dengan status tanah yang akan dijadikan lahan relokasi, Latif membenarkan adanya permintaan tersebut.

“Memang benar, warga yang akan direlokasi meminta kejelasan status tanah,” tandasnya.

Editor: Dadi Haryadi

terbaru

Ngabuburit Ekstrem di Jembatan Kereta Api Cisomang

Regional Minggu, 18 April 2021 | 18:44 WIB

Kebiasaan ini nyaris membahayakan keselamatan warga, karena tidak ada jarak aman dengan perlintasan rel kereta api aktif...

Umum - Regional, Ngabuburit Ekstrem di Jembatan Kereta Api Cisomang, Ngabuburit Ekstrem,Jembatan Kereta Api Cisomang,Kabupaten Purwakarta,Rel Kereta Api,Perbatasan Kabupaten Bandung Barat,Jembatan Cisomang

Objek Wisata di Kota Tasik Tetap Buka Saat Libur Lebaran

Regional Minggu, 18 April 2021 | 17:47 WIB

Hal ini demi mendukung Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang digencarkan Pemerintah Pusat.

Umum - Regional, Objek Wisata di Kota Tasik Tetap Buka Saat Libur Lebaran, Objek Wisata Kota Tasik,Libur Lebaran,Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN),Pemerintah Pusat,Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Tasikmalaya Muhammad Yusuf,Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya

47 Orang Positif Covid-19 di Lapas Klas IIB Tasikmalaya

Regional Minggu, 18 April 2021 | 17:20 WIB

Dengan bertambahnya warga binaan yang terkonfirmasi positif Covid-19, total kasus di Lapas Klas IIB Tasikmalaya jadi seb...

Umum - Regional, 47 Orang Positif Covid-19 di Lapas Klas IIB Tasikmalaya, Positif Covid-19,Lembaga Pemasyarakatan (Lapas),Lapas Klas IIB Tasikmalaya,Kepala Lapas Klas IIB Tasikmalaya Davy Bartian,Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya Uus Supangat,Warga Binaan,Kota Tasikmalaya

Ibu Pembuang Bayi Terancam 10 Tahun Penjara dan Denda Rp1 Miliar

Regional Minggu, 18 April 2021 | 16:00 WIB

Pelaku pun sempat diminta untuk menggugurkan kandungannya pada usia 5 bulan atau sekitar bulan Desember 2020.

Umum - Regional, Ibu Pembuang Bayi Terancam 10 Tahun Penjara dan Denda Rp1 Miliar, Ibu Pembuang Bayi,10 Tahun Penjara,Denda Rp1 Miliar,bayi laki-laki tanpa kaki,bayi laki-laki tanpa kaki,Mayat Bayi Laki-Laki Tanpa Kaki di Tasik,mayat bayi laki-laki dalam kantong keresek hitam,Mayat Bayi Digigit Anjing

Hasil Autopsi Bayi Laki-Laki Tanpa Kaki, Sempat Hidup Sebentar

Regional Minggu, 18 April 2021 | 14:55 WIB

Sebelum meninggal, bayi laki-laki itu pun sempat mengalami pernapasan dalam paru-paru.

Umum - Regional, Hasil Autopsi Bayi Laki-Laki Tanpa Kaki, Sempat Hidup Sebentar, Hasil Autopsi,Bayi Laki-Laki Tanpa Kaki,Mayat Bayi Digigit Anjing,Kabupaten Tasikmalaya,Kampung Sukahurip,Desa Cikondang,Kecamatan Cineam

Kades di Garut yang Korupsi demi Hidupi Dua Istri Menghilang dari Kedi...

Regional Minggu, 18 April 2021 | 10:45 WIB

Terdakwa diketahui telah mengajukan penangguhan penahanan kepada Pengadilan Negeri Bandung dengan menjadikan istri perta...

Umum - Regional, Kades di Garut yang Korupsi demi Hidupi Dua Istri Menghilang dari Kediamannya, Korupsi Kades Garut,Kades Garut korupsi dipenjara,Kades Garut korupsi kabur,Kades Bayongbong korupsi,Garut,Eri Susanto

Covid-19 Jabar: Tak Ada Zona Merah, Zona Kuning Bertambah

Regional Minggu, 18 April 2021 | 07:45 WIB

Dipantau di situs covid19.go.id/peta-risiko, Minggu, 18 April 2021, terdapat 19 kabupaten/kota yang masuk zona oranye at...

Umum - Regional, Covid-19 Jabar: Tak Ada Zona Merah, Zona Kuning Bertambah, Covid-19 Jabar,Positif Covid-19 Jabar,Kasus Covid-19 Jabar,Covid-19 Jawa Barat,Kasus Covid-19 Jawa Barat,Tambahan Kasus Covid-19 Jawa Barat,zona Covid-19 Jabar,zona covid-19 Jawa Barat

Sejumlah Pasangan Bukan Suami Istri Terjaring Razia di Hotel Tasikmala...

Regional Minggu, 18 April 2021 | 06:30 WIB

Menurutnya, beberapa pasangan yang diamankan merupakan wajah-wajah lama yang sebelumnya memang sempat terjaring razia se...

Umum - Regional, Sejumlah Pasangan Bukan Suami Istri Terjaring Razia di Hotel Tasikmalaya, razia hotel Tasikmalaya,pasangan bukan suami istri,jadwal ramadan 2021,Banjir tasikmalaya
dewanpers