web analytics
  

Lakukan Hal Ini Jika Terima Uang Salah Transfer

Minggu, 28 Februari 2021 14:07 WIB Redaksi AyoBandung.Com
Bisnis - Finansial, Lakukan Hal Ini Jika Terima Uang Salah Transfer, salah transfer,uang salah transfer,Kasus BCA,BCA,bank salah transer,salah transfer dipenjara,haruskah kembalikan uang salah transfer

Ilustrasi--Uang (Pixabay)

SURABAYA, AYOBANDUNG.COM--Bagaimnaa jika kita menerima uang slaah transfer dari pihak perbankan?

Kasus orang terjerat perkara hukum gara-gara menggunakan dana salah transfer banyak terjadi di negeri ini. Terbaru kasus di Surabaya, Jawa Timur.

Seorang warga Surabaya kini harus berurusan dengan hukum karena menggunakan dana salah tranfer di rekening BCA sebesar kurang lebih Rp 50 juta.

Ternyata, kasus serupa sering terjadi. Dan tidak menutup kemungkinan akan ada kasus serupa lagi. Lalu bagaimana sih menghindari konsekuensi hukum dan apa yang harus dilakukan jika menerima dana salah transfer?

Ternyata, bagi nasabah yang menerima dana salah transfer tidak dibenarkan menguasai, apalagi menggunakan dana tersebut untuk kepentingan pribadi.

Hal ini disampaikan oleh Praktisi Hukum dari Kantor Konsultan Hukum dan Investasi Soedjono C Atmonegoro Henricus H & Rekan Aristo Yanuarius Seda. Ia menjelaskan, bank dapat mengajukan gugatan kepada nasabah yang tidak kooperatif dalam mengembalikan dana dari kejadian salah transfer.

Apalagi, pihak perbankan telah melakukan pendekatan dan memberikan penjelasan kepada nasabah jika dana yang diterima tersebut bukan merupakan haknya.

Mengacu pada Pasal 85 UU 3/2011, unsur yang mendukung perbankan dapat melakukan gugatan kepada nasabah adalah intensi dan tindakan nasabah yang dengan sengaja ingin menguasai dana dari kejadian salah transfer tersebut.

Dalam pasal tersebut ditegaskan bahwa setiap orang yang dengan sengaja menguasai dan mengakui sebagai miliknya dana hasil transfer yang diketahui atau patut diketahui bukan haknya dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun atau denda paling banyak Rp 5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah).

"Dengan menggunakan dana yang bukan haknya untuk kepentingan pribadi, apalagi sudah ada pemberitahuan resmi dari pihak perbankan bahwa dana tersebut berasal dari kejadian salah transfer, perbuatan tersebut sudah memenuhi unsur delik hukum pada pasal 85 UU 3/2011. Perbankan memiliki hak untuk mempidanakan nasabah tersebut, bahkan dengan pasal lain yang memberatkan, seperti tindak pidana penggelapan," ujarnya.

Dia menjelaskan, belajar dari berbagai kasus yang terjadi, nasabah sebaiknya berhati-hati dalam menggunakan dana yang belum diketahui asal usul sumbernya.

Setiap dana yang masuk ke rekening seharusnya dicek asal usul dan validitasnya, sehingga penggunaan dana nyasar tersebut tidak menimbulkan permasalahan lanjut yang merugikan nasabah sendiri di kemudian hari.

Kejadian salah transfer bank atau dana nyasar kepada nasabah pernah terjadi di luar negeri maupun di dalam negeri.

Nominal dan nasabah penerima salah transfer pun beragam, dari ribuan, puluhan, hingga triliunan. Jumlah nasabah yang menerima ‘dana kejutan’ bahkan mencapai lebih dari tiga ribu nasabah dalam sekali waktu.

Aristo menegaskan, perbankan di dalam negeri sudah mendapat perlindungan hukum untuk dapat mengambil langkah tegas terhadap kejadian salah transfer.

Jalur damai yang dilandasi itikad baik para pihak memang merupakan langkah pertama yang seyogyanya dikedepankan. Namun, jika langkah tersebut tidak dapat menyelesaikan permasalahan, langkah hukum sebagaimana yang diatur dalam undang-undang menjadi palang pintu untuk menentukan penyelesaian yang adil bagi semua pihak.

Editor: Adi Ginanjar Maulana

terbaru

Gegara Pandemi Covid-19, Impor Vaksin Naik 1.315 Persen

Finansial Kamis, 15 April 2021 | 14:13 WIB

BPS menyatakan terdapat kenaikan signifikan impor vaksin sepanjang kuartal I 2021. Kenaikan impor dipicu oleh pandemi vi...

Bisnis - Finansial, Gegara Pandemi Covid-19, Impor Vaksin Naik 1.315 Persen, Badan Pusat Statistik,BPS,kenaikan signifikan impor vaksin,pandemi virus corona,Vaksin Covid-19,impor vaksin,impor vaksin Covid-19,kenaikan impor barang konsumsi

CEK FAKTA: Hoaks Bantuan Dana dari bank bjb Sebesar Rp5,5 Juta

Finansial Kamis, 15 April 2021 | 12:15 WIB

Dalam pesan itu disebutkan, persyaratannya adalah cukup mencantumkan dua Nomor Induk Kependudukan (NIK) untuk satu Kartu...

Bisnis - Finansial, CEK FAKTA: Hoaks Bantuan Dana dari bank bjb Sebesar Rp5,5 Juta, hoaks bantuan bank bjb,bank bjb,Cek Fakta,Ayobandung cek fakta,bantuan Covid-19 bank bjb

Podomoro Park Hadirkan Boarding School Al-Azhar di Jabar

Finansial Kamis, 15 April 2021 | 11:44 WIB

Di bulan suci Ramadhan 2021, Podomoro Park Bandung menghadirkan fenomena baru berupa Islamic Boarding School pertama di...

Bisnis - Finansial, Podomoro Park Hadirkan Boarding School Al-Azhar di Jabar, Podomoro Park,Boarding School Al-Azhar,Boarding School Al-Azhar Jabar,Fasilitas Podomoro Park

bank bjb Dukung Jabar Goes Digital Lewat FEKDI 2021

Finansial Kamis, 15 April 2021 | 11:39 WIB

Sebagai langkah percepatan digitalisasi ekonomi di Jawa Barat, Pemerintah Provinsi Jawa Barat beserta para pemerintah da...

Bisnis - Finansial, bank bjb Dukung Jabar Goes Digital Lewat FEKDI 2021, bank bjb,Goes Digital Lewat FEKDI 2021,Goes Digital,FEKDI 2021

bank bjb Siap Wujudkan Komitmen Sebagai Akselerator Pembangunan Jabar

Finansial Rabu, 14 April 2021 | 19:51 WIB

Pemerintah Provinsi Jawa Barat menggelar Musrenbang (Musyawarah Rencana Pembangunan) RKPD (Rencana Kerja Pemerintah Daer...

Bisnis - Finansial, bank bjb Siap Wujudkan Komitmen Sebagai Akselerator Pembangunan Jabar, bank bjb,RKPD Jabar 2022,Gubernur Jabar Ridwan Kamil,Direktur Utama bank bjb Yuddy Renaldi

Investasi Ilegal Rugikan Masyarakat Sampai Rp114,9 T

Finansial Rabu, 14 April 2021 | 11:13 WIB

Satgas Waspada Investasi (SWI) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kerugian masyarakat akibat investasi ilegal sebesar...

Bisnis - Finansial, Investasi Ilegal Rugikan Masyarakat Sampai Rp114,9 T, investasi ilegal,praktik investasi ilegal,waspada investasi ilegal,kerugian investasi ilegal,Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Harga Emas Antam Bandung Hari Ini Naik Jadi Rp 930.000 per Gram

Finansial Rabu, 14 April 2021 | 09:58 WIB

Harga emas batangan Antam berada di angka Rp930.000 per gram pada Rabu, 14 April 2021 atau naik Rp6.000 dari harga kemar...

Bisnis - Finansial, Harga Emas Antam Bandung Hari Ini Naik Jadi Rp 930.000 per Gram, Harga emas Antam,Harga emas Antam hari ini,Harga emas Antam Bandung,emas antam,Emas,Emas Antam Hari Ini

Sepanjang 2020, OJK Tutup 1.200 Fintech Bodong dan 390 Investasi Ilega...

Finansial Rabu, 14 April 2021 | 09:25 WIB

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menghentikan dan menutup 390 kegiatan investasi ilegal dan 1.200 financial technology...

Bisnis - Finansial, Sepanjang 2020, OJK Tutup 1.200 Fintech Bodong dan 390 Investasi Ilegal , Otoritas Jasa Keuangan (OJK),Fintech Bodong,investasi ilegal,praktik investasi ilegal,Satgas Waspada Investasi (WI),fintech bodong di Indonesia,ciri fintech bodong di Indonesia,waspada investasi ilegal
dewanpers