web analytics
  

Rais 'Aam PBNU Ingatkan 2 Perkara yang Bisa Ancam Organisasi

Minggu, 28 Februari 2021 08:26 WIB Ananda Muhammad Firdaus
Umum - Nasional, Rais 'Aam PBNU Ingatkan 2 Perkara yang Bisa Ancam Organisasi, Nahdlatul Ulama (NU),harlah NU

logo Nahdlatul Ulama. (Wikipedia)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Terdapat dua perkara yang disebut Rais ‘Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Miftachul Akhyar, bisa mengancam eksistensi sebuah organisasi.

Menurut dia, apabila kedua hal ini sudah menjangkiti, maka akan sulit bangkit untuk hidup kembali. Hal yang menakutkan dan berbahaya ini adalah terlena di saat merasa sudah besar dan mundur di saat organisasi lain sedang menata kemajuannya.

“Harlah (menjadi) semacam recharging (menambah daya) untuk memperkuat mentalitas kerohanian kita, merefleksi 98 tahun, apa yang kita alami, pahit getirnya sebuah perjuangan sehingga sebesar ini adalah nikmat yang sangat besar sekali, anugerah dari Allah SWT,” katanya dalam Peringatan Hari Lahir (Harlah) Ke-98 Nahdlatul Ulama di Masjid Istiqlal, Sabtu (27/2) malam, mengutip NU online.

Harlah juga, kata dia, harus menjadi momentum untuk mengingat dan mengambil suri tauladan dan para muassis Nahdlatul Ulama yang telah berjuang sehingga saat ini, para penerus NU tinggal memetik buahnya.

“Semua orang memandang Nahdlatul Ulama. Semua mata diarahkan kepada Jamiyyah Nahdlatul Ulama. Tapi jangan terkecoh. Pandangan dan sorotan itu macam-macam. Ada pandangan yang karena kagum kebesaran dan ajaran NU, sehingga ia ingin ikut dalam rombongan besar NU. (Namun) Ada yang mengawasi hanya ingin mengambil manfaat tiap lima tahun sekali,” ungkapnya.

Sampai dengan umur 98 tahun, lanjutnya, NU telah menghadapi berbagai macam lika-liku perjuangan dan melewati berbagai peristiwa besar. Namun NU tetap tegak, tegar, dan semakin berkembang.

Miftach menjelaskan bahwa NU sebagai ormas terbesar di seluruh dunia ini merupakan Jamiyyah Diniyyah Ijtimaiyyah yang fokus pada aspek keagamaan Ahlussunnah wal Jamaah, amar ma’ruf nahi munkar, dan mabadi khaira ummah yang berpijak pada tasamauh (toleran), tawazun (seimbang), dan tawasuth (moderat).

Kebesaran NU sampai saat ini menurut Miftach harus dijaga dengan sungguh-sungguh. Karena biasanya sebuah kebesaran akan mewujudkan kemapanan dan di saat itu pula lahir kemunduran-kemunduran. Jika lengah dan berbuat kesalahan, bisa jadi mengakibatkan kehancuran berkeping-keping.

“Perjuangan kita tidak pernah henti. Tidak boleh tidur. Justru di saat besar inilah banyak orang yang lupa dan lalai,” jelasnya.

Sumber: www.nu.or.id
Editor: Ananda Muhammad Firdaus

terbaru

Mudik Dilarang, Ini 'Bonus' Pemerintah untuk Masyarakat

Nasional Senin, 19 April 2021 | 21:22 WIB

Pemerintah terus menjaga keseimbangan antara upaya penanganan COVID-19 dan pemulihan ekonomi nasional (PEN), termasuk di...

Umum - Nasional, Mudik Dilarang, Ini 'Bonus' Pemerintah untuk Masyarakat, Presiden Joko Widodo (Jokowi),mudik dilarang,Larangan Mudik,Mudik 2021,kebijakan mudik pemerintah,mudik,THR,pembagian thr,Perlinsos,bantuan subsidi ecomerce

Polri Buru Jozeph Zhang, Koordinasi dengan Kedubes di Jerman

Nasional Senin, 19 April 2021 | 21:08 WIB

Polri telah menyelidiki kasus dugaan penodaan agama oleh Jozeph Paul Zhang, Youtuber yang mengaku nabi ke-26 dengan mene...

Umum - Nasional, Polri Buru Jozeph Zhang, Koordinasi dengan Kedubes di Jerman, Youtuber Joseph Paul Zhang,Polri Jozeph Zhang,Penistaan Agama Jozeph Zhang,Penodaan Agama Jozeph Zhang

Menag: Jangan Takbiran Keliling, Silakan di Masjid atau Musala

Nasional Senin, 19 April 2021 | 20:36 WIB

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengatakan masyarakat tidak diperkenankan melaksanakan takbir keliling yang biasa dila...

Umum - Nasional, Menag: Jangan Takbiran Keliling, Silakan di Masjid atau Musala, Takbiran Keliling,Menag Yaqut Cholil Qoumas,Takbiran Keliling Dilarang,Dilarang Takbiran Keliling

Jokowi Ingatkan Warga Waspada, Covid-19 Masih Berkeliaran

Nasional Senin, 19 April 2021 | 19:13 WIB

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan untuk tidak lengah terhadap penyebaran pandemi COVID-19 yang masih ada dan...

Umum - Nasional, Jokowi Ingatkan Warga Waspada, Covid-19 Masih Berkeliaran, Presiden Joko Widodo (Jokowi),Waspada Covid-19,Covid-19 Masih Berkeliaran,Jokowi Covid-19

Menaker Luncurkan Posko THR 2021, Ini Tujuannya

Nasional Senin, 19 April 2021 | 17:37 WIB

Menaker Ida Fauziyah resmi meluncurkan Posko Tunjangan Hari Raya (THR) untuk memantau dan menanggulangi pengaduan terkai...

Umum - Nasional, Menaker Luncurkan Posko THR 2021, Ini Tujuannya, Posko THR 2021,Tujuan Posko THR 2021,Menaker Ida Fauziyah,Tunjangan Hari Raya (THR),pelaksanaan pemberian THR 2021,Aturan THR 2021,Posko Pelaksanaan THR,pengaduan pelaksanaan THR 2021

Vaksin Nusantara Tuai Polemik, DPR Wacanakan Pansus Vaksin Impor

Nasional Senin, 19 April 2021 | 17:24 WIB

Vaksin Nusantara buatan Mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menuai polemik. Seperti dikarenakan mengandung ba...

Umum - Nasional, Vaksin Nusantara Tuai Polemik, DPR Wacanakan Pansus Vaksin Impor, vaksin nusantara,Menkes Terawan,dpr ri

Penderita Gangguan Jiwa Dapat Divaksin Covid-19, Ini Syaratnya

Nasional Senin, 19 April 2021 | 17:21 WIB

Tiap penderita gangguan jiwa yang akan menerima vaksin harus tetap memenuhi syarat yang sudah ditentukan.

Umum - Nasional, Penderita Gangguan Jiwa Dapat Divaksin Covid-19, Ini Syaratnya, Penderita Gangguan Jiwa,Vaksin Penderita Gangguan Jiwa,Vaksinasi Penderita Gangguan Jiwa,Syarat Vaksinasi Penderita Gangguan Jiwa,Vaksinasi Covid-19,syarat vaksinasi Covid-19,Orang dengan Gangguan Jiwa,ODGJ

Modus Baru, Waspada Begal Pura-Pura Jadi Debt Collector

Nasional Senin, 19 April 2021 | 16:33 WIB

Aksi begal cukup marak terjadi di beberapa daerah di Indonesia. Biasanya mereka mengancam korban untuk menyerahkan baran...

Umum - Nasional, Modus Baru, Waspada Begal Pura-Pura Jadi Debt Collector, Modus Baru Begal,Ciri Modus Baru Begal,Aksi begal,modus kejahatan,modus kejahatan begal,cara menghindari kejahatan begal
dewanpers