web analytics
  

Ini Penyebab Pergerakan Tanah di Kampung Cigorowong Tasikmalaya

Jumat, 26 Februari 2021 19:35 WIB Heru Rukanda
Umum - Regional, Ini Penyebab Pergerakan Tanah di Kampung Cigorowong Tasikmalaya, Pergerakan Tanah Kota Tasikmalaya,Pergerakan Tanah Kampung Cigorowong,Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG)

Tim dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) meninjau lokasi pergerakan tanah di Kampung Cigorowong, Kelurahan Setiawargi, Kecamatan Tamansari, Kota Tasikmalaya, Jumat (27/2/2021). (Ayotasik.com/Heru Rukanda)

TASIKMALAYA, AYOBANDUNG.COM -- Tim dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) meninjau lokasi pergerakan tanah di Kampung Cigorowong, Kelurahan Setiawargi, Kecamatan Tamansari, Kota Tasikmalaya, Jumat (27/2/2021).

Kasi kedaruratan dan logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tasikmalaya Erik Yowanda mengatakan, berdasarkan pemantauan awal secara visual  bersama dengan tim dari badan geologi, terdapat aliran air permukaan yang tidak dipelihara dengan baik, sehingga menjadi salah satu faktor penyebab pergerakan tanah.

"Pemantauan awal memang jenis tanahnya harus diteliti juga, karena ada aliran air di bawah tanah yang bergerak. Jadi di bawah itu ada sumber-sumber air yang mungkin menjadi salah satu sumber penyebab pergerakan tanah,"ujar Erik, Jumat (27/2/2021).

Di samping itu, faktor lain yang diduga menjadi penyebab pergerakan tanah adalah kurangnya pemeliharaan lingkungan, seperti tidak ada penanaman pohon untuk meminimalisir potensi bahaya di sekitar lokasi.

"Berdasarkan informasi dari badan geologi, memang ada 2 jenis gerakan tanah yaitu gerakan tanah yang cepat dan lambat. Nah yang di Cigorowong ini masuk ke gerakan tanah yang lambat," ucapnya.

Erik menuturkan, kajian tersebut merupakan salah satu upaya yang dilakukan untuk melihat seberapa besar potensi bahaya yang ada di lingkungan, sehingga dapat ditarik kesimpulan apakah perlu dilakukan pemindahan rumah-rumah warga secara instan yang berpotensi terdampak pergerakan tanah.

"Yang lebih penting lagi adalah sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat untuk mengubah pola pikir, agar di mana pun tinggal apalagi di daerah rawan bencana, supaya dapat menjaga lingkungan tetap lestari dan alam pun menjaga manusia dari bencana yang berpotensi terjadi," tuturnya.

Lebih lanjut Erik menjelaskan, areal pergerakan tanah yang ditinjau dan dilakukan kajian geologi sekira satu kilo meter yang meliputi 2 RT.

"pergerakan tanah hampir setiap minggu terjadi di Kampung Cigorowong. Tadi saja pergerakan tanah sudah bertambah lagi penurunan permukaan tanahnya. Awalnya kan 2 meter kini menjadi 2, 5 meter," ungkapnya.

Ia menambahkan, dampak dari pergerakan tanah tersebut setidaknya ada bebeapa rumah yang mengalami kerusakan. Pada awal kejadian rumah-rumah warga yang terdampak hanya mengalami rusak ringan. Namun, karena membahayakan sehingga rumah yang terdampak dirubuhkan dan penghuninya pindah. 

"Untuk hasil kajian badan geologi belum tahu kapan keluarnya. Nanti saya kabari kalau sudah keluar hasilnya," pungkas Erik.

Editor: Dadi Haryadi

terbaru

Miras Kemasan Cup Merk True Healthy Kembali Beredar di Tasikmalaya

Regional Minggu, 18 April 2021 | 04:45 WIB

petugas mendapati miras jenis ciu yang dikemas dalam beberapa kemasan cup dengan nama true healthy.

Umum - Regional, Miras Kemasan Cup Merk True Healthy Kembali Beredar di Tasikmalaya, miras kemasan cup Tasikmalaya,Miras True Healthy Tasikmalaya,Miras Tasikmalaya,Penjual miras Tasikmalaya,Razia miras Tasikmalaya,Tasikmalaya,Miras

Jalani Tes Usap, Ridwan Kamil Negatif Covid-19

Regional Minggu, 18 April 2021 | 03:15 WIB

Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil menjalani tes usap dengan metode reaksi berantai polimerase atau PCR usai Atali...

Umum - Regional, Jalani Tes Usap, Ridwan Kamil Negatif Covid-19, Ridwan Kamil negatif Covid-19,Atalia positif Covid-19,Ridwan Kamil,Atalia Praratya,COVID-19

MUI Kota Bekasi Sebut Ibadah di Masjid Masih Aman

Regional Sabtu, 17 April 2021 | 19:39 WIB

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bekasi mengklaim pelaksanaan ibadah di wilayahnya masih aman. Sekretaris MUI Kota Bek...

Umum - Regional, MUI Kota Bekasi Sebut Ibadah di Masjid Masih Aman , ibadah ramadan,Ramadan 2021,aturan salat tarawih di Masjid,MUI Bekasi,Ibadah masjid bekasi

Kepala MTs Ditangkap Saat Pesta Sabu Bersama Kekasih Gelapnya

Regional Sabtu, 17 April 2021 | 19:27 WIB

Miris melihat kelakuan SG (40). Kepala salah satu MTs Negeri di Kecamatan Tanggeung Kabupaten Cianjur, sebagai pendidik...

Umum - Regional, Kepala MTs Ditangkap Saat Pesta Sabu Bersama Kekasih Gelapnya, Kepala Mts Cianjur Pesta Sabu,Kepala sekolah Pesta Sabu,pesta sabu cianjur,kepala Mts pesta sabu dengan kekasih gelap

Sempat Merasa Pening, Istri Ridwan Kamil Positif Covid-19

Regional Sabtu, 17 April 2021 | 18:57 WIB

Istri Gubernur Jabar Ridwan Kamil Atalia Praratya dinyatakan positif Covid 19. Di Iinstagram, Atalia menceritakan kalau...

Umum - Regional, Sempat Merasa Pening, Istri Ridwan Kamil Positif Covid-19, Atalia Praratya,Istri ridwan Kamil positif Covid-19,Atalia positif Covid-19,Istri ridwan kamil

Ngabuburit di Jembatan Cirahong

Regional Sabtu, 17 April 2021 | 14:43 WIB

Jembatan Cirahong yang berada di Desa Margaluyu Kecamatan Manonjaya Kabupaten Tasikmalaya. Jembatan tersebut dibangun pa...

Umum - Regional, Ngabuburit di Jembatan Cirahong, Jembatan Cirahong,ngabuburit jembatan cirahong,ngabuburit tasik,Wisata Tasikmalaya,sejarah jembatan cirahong,wisata jembatan cirahong

Legenda Ki Jumad dan Larangan Menabuh Bedug di Masjid Desa Jatisawit I...

Regional Sabtu, 17 April 2021 | 10:22 WIB

Legenda yang beredar di tengah masyarakat Desa Jatisawit, Kecamatan Jatibarang, meniadakan keberadaan bedug dan kentonga...

Umum - Regional, Legenda Ki Jumad dan Larangan Menabuh Bedug di Masjid Desa Jatisawit Indramayu, desa jatisawit,indramayu

Emak Amisah Hidup Sebatangkara Jalani Puasa Dengan Keprihatinan

Regional Jumat, 16 April 2021 | 20:55 WIB

Tidak sedikit warga yang kesulitan saat bulan suci Ramadan, termasuk Emak Amisah 64 tahun warga Kampung Pamoyanan RT 02/...

Umum - Regional, Emak Amisah Hidup Sebatangkara Jalani Puasa Dengan Keprihatinan, Warga Miskin Cianjur,Emak Amisah,Rutilahu Cianjur
dewanpers