web analytics
  

Perajin Peti Mati di Surabaya Sepi, Sisi Lain Penurunan Angka Covid-19

Jumat, 26 Februari 2021 10:30 WIB Praditya Fauzi Rahman
Umum - Regional, Perajin Peti Mati di Surabaya Sepi, Sisi Lain Penurunan Angka Covid-19, peti mati,COVID-19,Surabaya

Ilustrasi peti mati. (Pixabay/Carolyn Booth)

SUKOLILO, AYOBANDUNG.COM — Penurunan jumlah angka positif Covid-19 di Jatim, terkhusus Surabaya, disambut bahagia oleh masyarakat dan sejumlah pihak. Namun, tidak halnya dengan pengrajin mebel di kota pahlawan ini. Ada perasaan yang campur aduk dialami oleh para pembuat peti mati

Pasalnya, peti mati jenazah Covid-19 pesanan Rumah Sakit Karang Menjangan dan perorangan tampak sepi. Bahkan, gudang penyimpanan peti mati itu sudah jarang terisi dan ada bahan baku yang menumpuk, yang biasanya kerap digunakan sebagai peti mati

Biasanya saat hujan, Sutrisno kelabakan. Benar saja, genangan air memenuhi ubin yang ruangan workshop dan gudang, tempat penyimpanan kayu maupun multiplek tersebut. Namun, tidak untuk saat ini. Sebab, beberapa ruangan itu terlihat lengang dengan bahan baku peti. 

Sutrisno menjelaskan, dalam sebulan terakhir pesanan peti mati jenazah Covid-19 kian menurun. Padahal, beberapa waktu lalu, ketika melakukan sesi wawancara dengan AyoSurabaya.com, ia mengaku kebanjiran order. Setidaknya, 30 hingga 35 peti mati kerap dirancang sesuai orderan pelanggan. Terutama, saat bulan November sampai Januari 2021. 

Untuk dapat merampungkan puluhan orderan itu, Sutrisno menambah pekerja, yakni sekitar 10 orang untuk mengerjakan peti jenazah agar rampung sesuai tenggat waktu yang diberikan. 

Kini, hal tersebut perlahan sirna. Menurutnya, dalam sepekan hanya memperoleh pesanan peti jenazah di kisaran belasan saja. 

"Belakangan ini agak sepi. Kapan hari (pekan kemarin), kirim 12 unit per minggu ke Karang Menjangan (RSUD Dr.Soetomo)," beber pria berusia 45 tahun itu kepada AyoSurabaya.com, Jumat (26/2/2021).

Ketika jumlah orderan anjlok, Sutrisno mengaku hanya mempekerjakan 2 karyawan saja. Atas alasan ini, Sutrisno pun berharap tak ingin menggarap pesanan peti jenazah lagi. 

Mengapa demikian? 

"Sudah menurun banyak (jumlah pesanan peti), kalau bisa ya tidak usah (mengerjakan lagi). Karena, Corona (jumlah kasus positif) udah nggak ada," tutur pemilik UD Nizar Meuble ini. 

Perlu diketahui, Sutrisno kerap menerima orderan peti jenazah beberapa bulan lalu. Menurut Sutrisno, rumah sakit RSUD Dr.Soetomo sering menjadi pelanggan tetapnya dan memesan langsung kepadanya. Saking ramainya orderan peti jenazah, Sutrisno mengaku papan nama bengkel mebel miliknya tersurat 'UD Nizar Meuble' tertutupi. 

Awal mula memperoleh pesanan peti jenazah, Sutrisno tak pikir panjang dan mengamini. Sebab, orderan tersebut juga dianggapnya sebagai langkah sosial untuk membantu sesama. 

Tetapi kini, kemungkinan besar ia lebih baik mulai berganti usaha. Sebab penurunan jumlah angka positif Covid-19 sejatinya ialah hal yang bagus untuk kemaslahatan bersama. [*]

Editor: Aris Abdulsalam

terbaru

Emak Amisah Hidup Sebatangkara Jalani Puasa Dengan Keprihatinan

Regional Jumat, 16 April 2021 | 20:55 WIB

Tidak sedikit warga yang kesulitan saat bulan suci Ramadan, termasuk Emak Amisah 64 tahun warga Kampung Pamoyanan RT 02/...

Umum - Regional, Emak Amisah Hidup Sebatangkara Jalani Puasa Dengan Keprihatinan, Warga Miskin Cianjur,Emak Amisah,Rutilahu Cianjur

Pejabat Eselon II Malu Malu Daftar Lelang Sekda Cianjur

Regional Jumat, 16 April 2021 | 20:18 WIB

Pendaftaran lelang jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Cianjur resmi diperpanjang selama 14 hari mendatang. Seba...

Umum - Regional, Pejabat Eselon II Malu Malu Daftar Lelang Sekda Cianjur, Lelang Jabatan Sekda Cianjur,Pemkab Cianjur,Pejabat Eselon II Cianjur

Cianjur Perpanjang Status Darurat Banjir dan Longsor

Regional Jumat, 16 April 2021 | 20:10 WIB

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur memperpanjang status siaga darurat banjir dan longsor, sebe...

Umum - Regional, Cianjur Perpanjang Status Darurat Banjir dan Longsor, Cianjur status darurat longsor,Cianjur status darurat banjir,status darurat bencana Cianjur,bencana Cianjur,Cianjur

Pesantren Al-Munawwar Ad-Dimyathi Tasikmalaya, Berdiri 1927 Mengusung...

Regional Jumat, 16 April 2021 | 19:54 WIB

Pondok Pesantren Al-Munawwar Ad-Dimyathi yang awalnya bernama Pesantren Babakan Kupa karena letaknya di Kampung Babakan...

Umum - Regional, Pesantren Al-Munawwar Ad-Dimyathi Tasikmalaya, Berdiri 1927 Mengusung Sistem Salaf, Pesantren Al-Munawwar Ad-Dimyathi,Pesantren di Tasik,Profil Pesantren

13 Penyandang Difabel di Kabupaten Cirebon Terima SIM D Gratis

Regional Jumat, 16 April 2021 | 19:47 WIB

Sebanyak 13 penyandang difabel di Kabupaten Cirebon beroleh SIM D secara gratis, Jumat, 16 April 2021.

Umum - Regional, 13 Penyandang Difabel di Kabupaten Cirebon Terima SIM D Gratis, Difabel Kabupaten Cirebon,SIM D,Polresta Cirebon

DPRD Jabar Setujui Pemekaran Bogor Timur dan Indramayu Barat

Regional Jumat, 16 April 2021 | 18:58 WIB

Komisi I DPRD Provinsi Jawa Barat telah menyetujui Bogor Timur dan Indramayu Barat sebagai calon daerah persiapan otonom...

Umum - Regional, DPRD Jabar Setujui Pemekaran Bogor Timur dan Indramayu Barat, Daerah Otonomi Baru (DOB) Bogor Timur,DOB Bogor Timur,Bogor Timur,Indramayu Barat,Daerah Otonomi Baru (DOB) Indramayu Barat,Kabupaten Indramayu Barat,DPRD Jawa Barat

Pengakuan Ibu Kandung, Bayinya Dibuang dan Digigit Anjing

Regional Jumat, 16 April 2021 | 18:53 WIB

Air matanya menetes saat ditanya alasan membuang bayi, yang merupakan anak kandungnya itu.

Umum - Regional, Pengakuan Ibu Kandung, Bayinya Dibuang dan Digigit Anjing, Mayat Bayi Digigit Anjing,pembuangan bayi laki-laki di Kampung Sukahurip,Kabupaten Tasikmalaya,Ibu Pembuang Bayi

Hati-Hati, ASN Nekat Mudik Bakal Kena Sanksi

Regional Jumat, 16 April 2021 | 18:40 WIB

Kebijakan pemerintah pusat yang melarang mudik lebaran disambut baik Pemerintah Kota Bogor. 

Umum - Regional, Hati-Hati, ASN Nekat Mudik Bakal Kena Sanksi, Aparatur Sipil Negara (ASN),Pemerintah Kota Bogor,Mudik Lebaran,Larangan Mudik 2021

artikel terkait

dewanpers