web analytics
  

Acara Hiburan di Situ Aksan Tahun 1950-an dalam Iklan Koran

Jumat, 26 Februari 2021 09:29 WIB Netizen T Bachtiar
Netizen, Acara Hiburan di Situ Aksan Tahun 1950-an dalam Iklan Koran, Situ Aksan,Sejarah Situ Aksan,Sin Ming,Iklan Situ Aksan,Sin Ming Hui Bandung

Peta perbandingan luas Situ Aksan tahun 1951 dengan keadaan tahun 2021. (T Bachtiar)

T Bachtiar

Anggota Kelompok Riset Cekungan Bandung.

AYOBANDUNG.COM--Untuk memberikan gambaran seberapa luas Situ Aksan tahun 1950-an, yang mampu menampung ribuan pengunjung dengan beragam acara yang meriah dan menakjubkan pada zamannya, peta yang diterbitkan tahun 1950 ditampilkan pada peta tahun 2021, sehingga pembaca mendapatkan gambaran luas situ dan luas daratannya.

Acara apa saja yang diselenggarakan di Situ Aksan, dalam tulisan kali ini akan memuat beberapa iklan koran yang dimuat pada tahun 1950-an. Dari iklan itu menyiratkan, bahwa manajemen Situ Aksan sudah dijalankan oleh Sin Ming Hui Bandung.

Perkumpulan inilah yang selalu memasang iklan di koran untuk mengabarkan acara-acara yang digelar, terutama pada hari-hari besar, seperti idul fitri, peringatan kemerdekaan RI, dan peh cun. Tidak jarang, hasil penjualan karcis dari acara besar itu seluruhnya disumbangkan untuk kepentingan amal, seperti yang ditulis dalam iklan koran tanggal 5 Juni 1951. 

Inilah iklan panjang yang dipasang dalam Koran Algemeen Indisch dagblad: De Preanger-bode, 05-06-1951.

Sekali Situ Aksan! Tetap Situ Aksan! Perayaan peh cun besar tanggal 8-9-10 Juni 1951, mulai jam 08.30. Sin Ming Hui Bandung menyambut hari ulang tahunnya yang ke-5, dengan perayaan peh cun yang cemerlang! Atraksi lebih hebat dan lebih menarik dari yang sudah-sudah.

Pada hari-hari tersebut kami akan mengadakan rupa-rupa keramaian dan tontonan yang luar biasa, di antaranya: mancing ikan untuk anak-anak, naik kuda (bisa lari), korsel, tangkap bebek, balapan tong di atas air, pencak istri, lais dengan lelucon, akrobat memakai bladmuziek, wajang golek, balapan perahu, gambang kromong, jazz. 

Musik Rayuan Irama, permainan say, mundharmonika band Sin Ming, adu gulat, di bawah pimpinan matador, tontonan keanehan alam, plesiran dengan perahu dan getek naga yang dihias, dll. 

Keramaian yang tak mudah dilupakan. Untuk para penonton, disediakan makanan dan minuman istimewa. Hidangan disajikan oleh Chung Hsioh dan Chung Lien Bar. Mengunjungi peh cun Sin Ming Hui, saudara-saudara akan mendapatkan 100% kepuasan sambil beramal. Bergembiralah sambil beramal. Beramallah dengan tetap bersukaria! 

Pendapatan bersih selama tiga hari akan disumbangkan untuk amal 100%. Harga karcis tanda masuk Rp1,- 

Gerbang Situ Aksan dengan dua papan nama, Sin Min Hui Bandung dan Panglipur Galih Situ Aksan. (Ist)

Iklan panjang ini disusul dengan pemberitaan dalam koran yang sama, dua hari setelah pemasangan iklan pertama (07-06-1951), yang mengabarkan bahwa pada tanggal 8-9-10 Juni 1951 pagi-pagi di Situ Aksan akan diadakan perayaan peh cun, yang diselenggarakan oleh Sim Ming Hui Bandung, sekaligus merayakan hari ulang tahunnya yang kelima.

Selama pesta ini digelar berbagai hiburan dan permainan, seperti pacuan kuda untuk anak-anak, lomba memancing, akrobat untuk dewasa, pertunjukan wayang golek, lomba dayung, dan pertandingan gulat. Kompetisi gulat, yang akan menampilkan Rimbu kampiun Bandung, Dickson dari Jakarta, Milton dari Cimahi, Pelor Muda dari Bandung, Carlo dari Bandung, dan Si Lutung dari Sukabumi.

Keramaian pesta peh cun di Bandung ditampilkan dalam foto dengan keterangan, yang dimuat di koran Algemeen Indisch dagblad: De Preanger-bode tanggal 11-06-1951. Inilah keterangan fotonya, “Kemarin, ribuan warga Tionghoa pergi ke Situ Aksan (The Westerpark), tempat diadakannya perayaan peh cun tahunan. Perahu-perahu yang meriah dengan dekorasi yang indah, melintasi danau, dan selalu menawarkan tontonan yang penuh warna dan meriah”.

Pada perayaan pesta peh cun tahun 1952, pengelola Situ Aksan memasang iklan di koran Algemeen Indisch dagblad: De Preanger-bode pada tanggal 24-05-1952. Isi iklannya mengabarkan bahwa tahun ini pesta peh cun akan digelar di Situ Aksan. Perayaan mulai besok dan akan berlanjut pada hari Selasa dan Rabu. Tempat acara sudah didekor oleh Sim Ming Hui, Hok Gie Hwee, Chung Hua Yuen, dan Tsing Nien Hsich Hui. Mereka telah melakukan persiapan agar para pengunjung merasa nyaman. Banyak atraksinya: lomba perahu, permainan anak, pertunjukan wayang, dan perlombaan menangkap bebek. Semua pendapatan dari penjualan karcis akan diteruskan ke lembaga sosial.

Di koran Algemeen Indisch dagblad: de Preangerbode tanggal 01-03-1956, dimuat iklan, yang diawali dengan pertanyaan, Ke Bandung? Kunjungi Taman Situ Aksan. Pada minggu 4 Maret 1956, ada orkes keroncong Irama Murni dengan tarian anak-anak yang menawan. Pada hari Minggu 11 Maret 1956, orkes keroncong Keluarga Polisi Seksi III, dengan penyanyi wanita yang terkenal. 

Perayaan peh cun kembali diadakan di Situ Aksan pada tanggal 13, 14, dan 15 Juni 1953, seperti berita yang dimuat dalam Algemeen Indisch dagblad: de Preangerbode, 11-06-1953 dan koran Het nieuwsblad voor Sumatra, 15-06-1953. Perayaan tradisi peh cun ini diselenggarakan di bawah naungan Sim Ming Hui, bertepatan dengan perayaan idul fitri dan peringatan tujuh tahun perhimpunan Sim Ming Hui. Perayaannya memiliki ciri khas, di antara sekian banyak atraksi, baik di air maupun di darat, kami menyebut Bali, Minangkabau, Serimpi, dan tarian lainnya, serta menyelenggarakan pameran. Orkestra Senjum Bandung dan orkes krontjong Tirtonadi, serta pertunjukan barongsai dan adu banteng. Anak-anak bisa bersenang-senang dengan permainan khusus untuk anak sulung.

Pada bulan November 1955, pengelola Situ Aksan memasang iklan di koran Algemeen Indisch dagblad - de Preangerbode, 24-11-1955. Tetap Riang Gembira! Di Taman Situ Aksan, Minggu, tanggal 20 November 1955. Atas permintaan khalayak ramai, hiburan: Tari serimpi anak-anak Sekar Binangkit, pimpinan pa Kandi yang sudah melawat ke RRT. Orkes Keroncong Irama Murni dan adu domba. 

Koran Algemeen Indisch dagblad: De Preanger-bode tanggal 30-11-1955, memuat iklan: Perhatian! Perhatian! Minggu tanggal 4 Desember 1955, pukul 11.30 di Taman Situ Aksan. Bila Njonja-njonja dan Tuan-tuan akan memberikan cadeau (hadiah) kepada anak-anak, silahkan berhubungan dengan Kantor Situ Aksan, mulai pukul 09.00 sampai dengan 13.00 atau pada Winkel Mij. Jl Braga Braga 20.

Dalam iklan yang dipasang di koran Algemeen Indisch dagblad - de Preangerbode tanggal 24-11-1955, di Bandung ada orkes Hawaiian. Dalam iklan itu dituliskan: Ada Apa? Di Mana? Di Situ Aksan. Minggu, tanggal 27 November 1955, Hawaiian Orkes Puspa Teruna, di bawah pimpinan  sdr Welmar dan Tien-Wim-Karel. Bing. Istirahat sambil memancing.

Piknik Ke Bandung? Kunjungi Taman Situ Aksan. Hiburan: Minggu, 15 Januari 1956. Orkes keroncong Suasana pimpinan bapak S Bono dan Tan. Pada hari Minggu 22 Januari 1956, menampilkan orkes krontjong Simpati di bawah arahan bapak Suhardja, dengan penyanyi ternama. Prasmanan buka setiap hari, dan setiap hari Minggu tersedia hidangan spesial mulai jam 8.00 sampai jam 17.00. (Algemeen Indisch dagblad: De Preanger-bode, 12-01-1956)

Iklan yang mengabarkan Situ Aksan masih dibuka untuk pemancingan dan akan ditutup karena akan diadakan perbaikan. Iklan ini dimuat dalam koran Algemeen Indisch dagblad – De Preanger-bode, 13-10-1956. Situ Aksan! Situ Aksan! Taman Situ Aksan 14-10-1956 sampai dengan 21-10-1956 akan dibuka, dan diperkenan mincing. Seperti biasa, mulai 22-10-1956 akan ditutup sementara waktu berhubungan dengan pembetulan.

Ikan yang dimuat dalam koran Algemeen Indisch dagblad - De Preanger-bode, 07-06-1957 mengabarkan bahwa memancing di Situ Aksan dibuka kembali dengan banyak hadiah. Mancing di Situ Aksan. Pembukaan tanggal 16-6-1957 dengan hadiah-hadiah.

Harga karcis tahun 1951 adalah Rp1,00 (Ist)

Dari iklan yang dimuat dalam kurun waktu tahun 1950-an, diketahui bahwa Situ Aksan dikelola oleh Sin Ming Hui Bandung. Mulai tahun 1950-an inilah acara di Situ Aksan lebih banyak menampilkan acara hiburan. Perayaan hari besar dibuat acara yang meriah, seperti dalam liburan idul fitri, perayaan peh cun, dan hari ulang tahun kemerdekaan RI. Dari iklan pun jadi mengetahui, berapa karcis yang harus dibayar agar dapat masuk ke Situ Aksan tahun 1950-an, yaitu Rp1,00.

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini

Editor: Adi Ginanjar Maulana

terbaru

Menilik Tradisi Tahlilan dari Perspektif Sosiologis

Netizen Selasa, 20 April 2021 | 14:23 WIB

Tahlil berasal dari kata hallala-yuhallilu, yang artinya membaca kalimat "laailaaha illallah".

Netizen, Menilik Tradisi Tahlilan dari Perspektif Sosiologis, Tradisi Tahlilan,Tradisi,Tahlilan,Nahdhatul Ulama

Momen Ramadan Semasa Kecil yang Selalu Dirindukan Generasi Z

Netizen Selasa, 20 April 2021 | 13:12 WIB

Hadir satu kali dalam setiap tahun, kedatangan bulan Ramadan selalu ditunggu oleh umat Muslim.

Netizen, Momen Ramadan Semasa Kecil yang Selalu Dirindukan Generasi Z, Ramadan,Muslim,generasi z

Menikah Bukan Kompetisi Ibadah

Netizen Selasa, 20 April 2021 | 11:42 WIB

Menikah merupakan ibadah terlama yang akan dijalan oleh dua insan. Jadi, persiapkan dengan baik.

Netizen, Menikah Bukan Kompetisi Ibadah, Menikah,Islam,Anjuran Menikah,Menikah menurut empat ulama mazhab,Alasan Utama Menikah,Ibadah

Daftar Terbaru Badan / Lembaga Penerima Zakat yang Diakui Ditjen Pajak

Netizen Senin, 19 April 2021 | 19:02 WIB

Direktorat Jenderal Pajak telah menetapkan Badan/Lembaga sebagai penerima zakat atau sumbangan keagamaan yang sifatnya w...

Netizen, Daftar Terbaru Badan / Lembaga Penerima Zakat yang Diakui Ditjen Pajak, Ditjen Pajak,Lembaga Penerima Zakat,Badan Penerima Zakat,Penitipan Zakat

Menakar Geliat Ekonomi di Bulan Ramadan 2021

Netizen Senin, 19 April 2021 | 11:32 WIB

Pandemi Covid-19 sudah setahun lebih membayang banyangi kehidupan kita

Netizen, Menakar Geliat Ekonomi di Bulan Ramadan 2021, Ekonomi,COVID-19,BPS

Bapak Ideologi Muhammadiyah Itu Menjadikan Puasa sebagai 'Kanopi Diri'

Netizen Minggu, 18 April 2021 | 19:10 WIB

Prof. Dr. K.H. Haedar Nashir, M.Si., Ketua Umum PP. Muhammadiyah, adalah kader otentik Muhammadiyah yang tidak ada irisa...

Netizen, Bapak Ideologi Muhammadiyah Itu Menjadikan Puasa sebagai 'Kanopi Diri', Prof. Dr. K.H. Haedar Nashir, M.Si.,Bapak Ideologi Muhammadiyah,Muhammadiyah

Merenungi Hikmah Puasa Ramadan

Netizen Jumat, 16 April 2021 | 10:35 WIB

Puasa akan melahirkan rasa cinta, kasih sayang, dan kelembutan kepada orang miskin.

Netizen, Merenungi Hikmah Puasa Ramadan, Puasa,Ramadan,Salat Tarawih,Hikmah Puasa,Merenungi Hikmah Puasa,puasa ramadan

Mengubah Peringatan Waspada Menjadi Rencana Tindakan

Netizen Jumat, 16 April 2021 | 09:16 WIB

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada Rabu, 14 April 2021 sudah mengingatkan kepada masyarakat untuk...

Netizen, Mengubah Peringatan Waspada Menjadi Rencana Tindakan, BMKG,Cuaca ekstrem,cekungan bandung,Bencana Alam
dewanpers