web analytics

Rekomendasi 8 Rumah Makan Khas Sunda yang Wajib Dicoba Saat Weekend di Bandung

clockJumat, 26 Februari 2021 10:19 WIB userA. Dadan Muhanda
Gaya Hidup - Kuliner, Rekomendasi 8 Rumah Makan Khas Sunda yang Wajib Dicoba Saat Weekend di Bandung, rumah makan sunda di bandung,rumah makan sunda di bandung rekomendasi,makanan sunda di bandung,restoran sunda di bandung,tempat makan khas sunda,rumah makan khas sunda,makanan khas sunda,sejarah rumah makan ampera,warung bu imas bandung,bancakan bandung,

Karedok dan Sambal Dadakan merupakan salah satu menu favorit orang Sunda (Instagram Warung Bu Imas)

SUMUR BANDUNG, AYOBANDUNG.COM-Bandung memang surganya kuliner. Serbuan makanan-makanan kekinian dan ala-ala Korea dan Jepang di Bandung dalam beberapa tahun terakhir, tak menyurutkan kuliner tuan rumah redup.

Rumah makan sunda di Bandung banyak bertebaran, baik berupa restoran, rumah makan maupun warung. Namun, dari sekian rumah makan khas sunda yang banyak dicari, ada beberapa yang legendaris dan populer.

Berikut 8 rumah makan khas sunda pilihan Ayobandung.com yang wajib dicoba dan didatangi!

1.Sindang Reret

Restoran Sindang Reret ini merupakan salah satu rumah makan khas sunda paling populer. Nama sindang reret artinya sekali nengok ingin mampir. Sindang Reret terkenal karena lokasinya yang strategis di Jalan Surapati No 53, sekitar Gasibu. Lokasinya di jantung pusat pemerintahan Ibu Kota Jawa Barat berdekatan dengan Gedung Sate.

Selain lokasi, salah satu kelebihan Sindang Reret adalah tempatnya yang luas. Biasanya restoran ini digunakan untuk jamuan tamu, acara, gathering kantor, maupun reuni. Selain di Jalan Surapati, Sindang Reret juga hadir di Ciwidey dan Lembang.

Oh iya, menu yang direkomendasikan di Sindang Reret adalah ikan gurame bakar atau gurame goreng dan lotek. Soal harga, sesuai dengan menu makanan dan lokasi.

2. Alam Sunda

Alam Sunda didirikin oleh orang Cianjur justru di Jakarta. Namun kemudian membuka beberapa cabang di sejumlah wilayah di Jawa Barat. Di Bandung, lokasi rumah makan Alam Sunda yang selalu penuh adalah di Jalan Oto Iskandar Dinata (Otista) No 267 . Dari arah Pasar Baru terus ke bawah ke arah Tega Lega. Atau bisa juga mengambil dari arah Jalan Asia Afrika belok kiri sedikit, maka kamu akan langsung menemui tulisan Alam Sunda.

Pada jam makan siang, makan di Alam Sunda selalu antre. Bahkan, sulit mendapatkan tempat duduk.

Menu rekomendasi di Alam Sunda adalah udang goreng, paru goreng di bumbu dengan krispi yang kriuk. Salah satu daya tarik Alam Sunda juga adalah sambal mentah yang pedasnya bukan main alias sambal dower.

Alam Sunda pertama kali dibangun di Jakarta tepatnya di Tanah Abang oleh Vhandy Adam alias Kang Abo. Sukses di Tanah Abang, Vhandy Adam kemudian membuka cabang di beberapa kota, termasuk di Jalan Otista di Bandung. Harganya juga terjangkau, kalau makan berdua dan bawa Rp100.000 masih bisa kok.

3. Bancakan

Rumah Makan Bancakan Abah Barna berada di Jalan Trunojoyo No 62, bersebelahan dengan RM Sambara. Namun, sejak awal 2021, Bancakan juga buka di Jalan Diponegoro tepatnya di sebelah gedung DPRD Jabar. Bancakan berasal dari kata bahasa Sunda yang artinya syukuran atau selamatan.

Khas dari rumah makan bancakan adalah peralatan yangt digunakan menggunakan piring dan gelas dari bahan kaleng yang biasa digunakan warga Sunda zaman dulu. Tempat makanya menggunakan alas tikar, ada juga bangku duduk terbuat dari kursi.

Saat dipuncak kepopuleran, mau makan di RM Bancakan juga antre, sampai ke tempat parkiran.

Rekomendasi menu makanan di Bancakan adalah nasi liwet dan peda bakar. Ada juga ramag jenis pepes mulai dari pepes ayam, pepes tahu, pepes ikan, ayam goreng, ayam bakar, tebang, jantung, paru, cumi, balakutak, udang, banyak sekali macam ikan goreng, semur jengkol, sambal hijau, sambal merah. Kelebihan dari Bancakan juga tersedia minuman tradisional mulai dari es goyobod, es cincau, bandrek, dan kopi.

4. Sambara Authentic Food

Bersebelahan dengan Bancakan ada Restoran Sambara, tepatnya di Jalan Trunojoyo No.64. Jika Bancakan menyajikan suasana tradisional, Sajian Sambara Sunda mengemas makanan khas sunda secara modern ala restoran.

Meskipun sajian modern, namun tetap para pelayan dan suasana sangat kental dengan nuansa Sunda. Lokasi dan tempat makan di Sambara juga enak buat foto-foto karena interior dan eksterior bangunan yang yang penuh dengan ukiran dan seni kerajinan khas Jawa Barat. 

Restoran Sambara bertujuan untuk mencoba memperkenalkan seni dan budaya Sunda secara menyeluruh melalui masakan, gaya, etika dan tingkah laku dalam melayani para pelanggan. Beberapa menu yang direkomendasikan adalah: Nasi Panggang, Nasi Anglo, Nasi Tutug oncom,  Nasi Liwet dan dan Nasi Song-song (yaitu nasi dan oncom yang dibungkus dengan daun pisang lalu di mamatkan kedalam bumbu)

Adapun lauk yang bisa menemani diantaranya  Ayam Bakakak, Ayam Sambara, Goreng Oncom, Gurame acar kuning/goreng cobek/goreng, Karedok, Pencok leunca. DI Sambara tersedia banyak paket yang bisa berhemat. Untuk melihat menu paket bisa di kepoin melalui akun sosial medianya sebagai berikut: https://www.instagram.com/sambara_resto/?hl=en

5. Warung Nasi Ibu Imas

Warung Nasi Ibu Imas juga salah satu tempat makan khas Sunda yang butuh perjuangan untuk makan di sini. Lokasinya di wilayah padat, dan pinggi jalan di sekitar Kebon Kelapa. Sulit untuk parkir jika membawa kendaraan roda empat. Namun kesulitan mencari parkir akan terbayarkan jika sudah dapat tempat duduk di Warung Nasi Ibu Imas.

Warung nasi ini merupakan salah satu warung yang legendaris. Sebab, warung ini berdiri sejak tahun 1980-an. Ada 4 lokasi Warung Nasi Ibu Imas yang saling berdekatan. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi pengunjung yang selalu membludak. Lokasi Warung Bu Imas ada di Jalan Balong Gede No. 67, No 94, No 38 dan satu lokasi di Jalan Pungkur No. 81
Bandung.

Kalau mau cek menu dan harga bisa dilihat-lihat di akun instagramnya. Bu Imas terkenal dengan karedok dan sambal dadaknya, selain tentunya berbagai olahan ayam, ikan, dan pepes.

6. Rumah Makan Ampera

Warung Nasi Ampera juga salah satu rumah makan Sunda legendaris di Bandung. Mungkin, ini satu-satunya rumah makan Sunda yang paling banyak membuka cabang, hingga ke luar kota Bandung.

Sejarah Warung Nasi hampir mengiring perkembangan sejarah Bandung terutama di wilayah Kebon Kalapa. Kebon Kalapa dulu merupakan sebuah terminal angkutan umum yang melayani jurusan dalam kota dan perantara ke luar Bandung, terutama Bandung selatan yakni wilayah Banjaran, Ciwidey, Pangalengan dan Majalaya.

Saat itu, Ampera pada awalnya adalah hanyalah sebuah warung nasi sangat sederhana didirikan pada tahun 1963 H. Tatang Sujani S.Sos beserta istri, Hj. St.E. Rochaety. Di awal berdirinya warung Ampera ini, para pelanggannya kebanyakan adalah para sopir angkot dan sopir bis yang mampir untuk makan siang.

Namun, Seiring dengan perjalanan waktu, terminal Kebon Kelapa semakin ramai dan pelanggan Ampera pun semakin banyak. Selain para sopir, pelanggan WN Ampera berkembang dari berbagai kalangan. Karena perkembangan zaman, terminal Kebon Kalapa dipindah ke Leuwi Panjang, kemudian lokasi lama dijadikan ITC Kebon Kalapa.

Warung nasi Ampera juga berpindah tempat ke loaksi lebih besar. Saat ini lokasi paling besar ada di Jalan Soekarno Hatta No 394. Menu dan cita rasa Warung Nasi Ampera tidak berubah dari zaman dulu, mulai dari goreng paru, babat, ayam, jengkol, hingga aneka lalapan dan sambal.

7. RM Asli Laksana

RM Asli Laksana juga salah satu rumah makan Sunda zaman dulu, yang hampir terlewatkan. Lokasinya saat ini ada di Jalan Soekarno Hatta No 395 Bandung. Berdekatan dan bersebrangan dengan Rumah Makan Ampera yang ada di by pass alias Jalan Soekarno Hatta.

Jika anda ingin merasakan menu yang berbeda, bisa datang ke RM Asli Laksana. Rekomendasi menu disini adalah gepuk dan semur jengkol yang nikmat. Yang berbeda juga adalah menu ayam kampung.

8. RM Cikawao

Rumah Makan Cikawao juga salah satu warung nasi Sunda yang jarang diulas. Mungkin karena lokasinya bukan di pusat kota. Namun, tetap saja mudah di akses, sebab lokasinya berdekatan dengan Jalan Asia Afrika, hanya perlu usaha sedikit mencari jalan Cikawao. RM Cikawao tepatnya ada di Jalan Cikawao No. 7 Bandung.

Ini warung biasa namun menyajikan menu Sunda yang lengkap. Menu yang direkomendasikan adalah babat dan gepuk.

Itu 8 rumah makan dan warung khas Sunda di Bandung yang rekomendasi. Selain 8 lokasi tersebut, masih ada beberapa yang diulas. Bagi kamu yang ingin memberikan masukan atau bagi pegelola rumah makan, kafe, dan restoran yang ingin diulas di portal berita ayobandung.com, silakan kirim via email ke redaksi@ayomedia.com atau melalui akun Instagram https://www.instagram.com/ayobandung_official/?hl=en

Editor: A. Dadan Muhanda

terbaru

Beradaptasi Saat Pandemi, Reynaldi Dwi Putra Sukses Dirikan Dimsum Gow

Kuliner Jumat, 23 Juli 2021 | 22:00 WIB

Dimsum Gow memiliki keunikan tersendiri dibanding dengan dimsum lainnya.

Gaya Hidup - Kuliner, Beradaptasi Saat Pandemi, Reynaldi Dwi Putra Sukses Dirikan Dimsum Gow, Dimsum Gow,Dimsum,UMKM,Kisah Wirausaha,Kuliner,Kudapan,Makanan

Melahap 'Oldevud' Risoles Frozen dengan Berbagai Varian Rasa Unik

Kuliner Jumat, 23 Juli 2021 | 21:55 WIB

erbagai varian rasa yang bisa menemani kalian semua untuk nyemil ketika perut sedang laper.

Gaya Hidup - Kuliner, Melahap 'Oldevud' Risoles Frozen dengan Berbagai Varian Rasa Unik, Risoles,Makanan,Kudapan,Kuliner,Oldevud

Sejarah Moci Jepang di Indonesia, Kudapan Kenyal Khas Sukabumi

Kuliner Jumat, 23 Juli 2021 | 21:30 WIB

Sejarah moci pertama kali masuk di Indonesia bermula ketika Jepang melakukan penjajahan di Indonesia, khususnya di Sukab...

Gaya Hidup - Kuliner, Sejarah Moci Jepang di Indonesia, Kudapan Kenyal Khas Sukabumi, Sejarah,Moci,Jepang,Sukabumi,Kudapan,Makanan,Kuliner

Sate Koyor, Lezatnya Olahan Sate dari Gajih Sapi

Kuliner Kamis, 22 Juli 2021 | 19:40 WIB

Sate koyor terbuat dari lemak sapi atau gajih sapi dan tidak menggunakan daging sama sekali.

Gaya Hidup - Kuliner, Sate Koyor, Lezatnya Olahan Sate dari Gajih Sapi, Sate Koyor,Gajih Sapi,sate,Lemak Sapi,Kuliner,Iduadha,Daging Kurban

Sejarah, Resep, dan Cara Membuat Rabeg, Olahan Daging Kesukaan Sultan...

Kuliner Kamis, 22 Juli 2021 | 18:15 WIB

Jika bosan mengolah daging menjadi gulai atau rendang, Anda bisa mencoba mengolah daging kurban menjadi rabeg.

Gaya Hidup - Kuliner, Sejarah, Resep, dan Cara Membuat Rabeg, Olahan Daging Kesukaan Sultan Banten, Sejarah,Resep,Cara Membuat,Rabeg,Olahan Daging,Banten,rabigh

Ngidam Nasi Biryani dan Tagine? Simak Resep dan Cara Membuatnya

Kuliner Kamis, 22 Juli 2021 | 17:35 WIB

Kali ini, Ayobandung.com merekomendasikan nasi biryani dan tagine untuk menu liburan Iduladha.

Gaya Hidup - Kuliner, Ngidam Nasi Biryani dan Tagine? Simak Resep dan Cara Membuatnya, Nasi Biryani,Tagine,Resep,Cara Membuat,Kuliner,Makanan Khas

Bosan dengan Daging Saat Iduladha? Ini Makanan Pengganti dengan Protei...

Kuliner Rabu, 21 Juli 2021 | 19:45 WIB

Ada beberapa alternatif makanan pengganti daging yang mempunyai kandungan protein tinggi.

Gaya Hidup - Kuliner, Bosan dengan Daging Saat Iduladha? Ini Makanan Pengganti dengan Protein Tinggi, Daging,Iduladha,Makanan Pengganti,Protein Tinggi,Tahu,Tempe,Kacang,Susu,Telur

Resep Bumbu Rahasia Abang Pedagang Nasi Goreng: Wangi dan Enak!

Kuliner Rabu, 21 Juli 2021 | 17:55 WIB

Ternyata nasi goreng abang-abang pinggir jalan ini menggunakan bumbu rahasia.

Gaya Hidup - Kuliner, Resep Bumbu Rahasia Abang Pedagang Nasi Goreng: Wangi dan Enak!, Resep,Bumbu Rahasia,Abang Pedagang,Nasi Goreng,Kuliner,Cara Membuat

artikel terkait

dewanpers
arrow-up