web analytics
  

28 Bencana Terjadi di Kota Tasikmalaya Sejak Januari

Kamis, 25 Februari 2021 20:22 WIB Heru Rukanda
Umum - Regional, 28 Bencana Terjadi di Kota Tasikmalaya Sejak Januari, BPBD Kota Tasikmalaya,Bencana di Kota Tasikmalaya,Longsor di Kota Tasikmalaya,Pergerakan Tanah di Kota Tasikmalaya

Pohon tumbang menimpa rumah warga akibat angin kencang di Kecamatan Tamansari, Kota Tasikmalaya. (Ayotasik.com/Heru Rukanda)

TASIKMALAYA, AYOBANDUNG.COM -- Cuaca ekstrim yang melanda sejumlah daerah di Jawa Barat (Jabar) tidak terkecuali Kota Tasikmalaya, menyebabkan terjadinya sejumlah kejadian bencana alam.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tasikmalaya mencatat, sejak Januari 2021 hingga pertengahan Februari 2021, setidaknya ada 28 kejadian bencana alam yang terjadi di Kota Tasikmalaya.

"Ada 3 kejadian tanah longsor, satu pergerakan tanah, dan 8 rumah rusak di Januari 2021 akibat cuaca ekstrim," ujar Kepala Seksi (Kasi) Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Tasikmalaya Erik Yowanda, Kamis (25/2/2021).

Ia menuturkan, hujan deras disertai angin kencang pada beberapa minggu terakhir di Februari 2021 juga menyebabkan sejumlah pohon tumbang dan rumah warga rusak.

"Hingga 13 Februari 2021 sebanyak 16 kejadian bencana alam. Rumah rusak akibat angin kencang sebanyak 7 kejadian dan pohon tumbang sebanyak 9 kejadian," ucapnya.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Tasikmalaya Ucu Anwar mengatakan, pihaknya bakal meningkatkan kapasitas Kelurahan Tangguh Bencana (Katana) seiring dengan semakin intensifnya kebencanaan di Kota Tasikmalaya.

Keberadaan Katana nantinya akan memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai kebencanaan, sehingga masyarakat paham dan bisa mengenali bahayanya untuk mengurangi risikonya.

"Prioritas kami adalah bagaimana menciptakan kelembagaan di masyarakat sehingga terbentuk kelurahan tangguh bencana," ujar Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kota Tasikmalaya Ucu Anwar, Senin (22/2/2021).

Menurutnya, Kota Tasikmalaya memiliki 69 kelurahan, sehingga jika terbentuk katana disetiap kelurahan akan mampu memberikan edukasi dan pemahaman soal kebencanaan kepada masyarakat.

"Katana nantinya mengedukasi masyarakat tentang kebencanaan sehingga masyarakat bisa mengenali bahayanya untuk mengurangi risikonya. Sebab bencana alam ini bukan tanggung jawab BPBD, tapi bencana adalah urusan bersama," ucapnya.

Ucu menjelaskan, dalam konsep penanganan bencana pentahelix (lima jalinan) ada 5 unsur yakni pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, dan media massa, kesemuanya memiliki tanggung jawab langsung terhadap kebencanaan yang terjadi. 

"Pentahelix ini akan menjadi solusi, di mana kebencanaan akan ditangani oleh semua komponen sehingga terjadi sinergitas dan kerjasama yang baik demi menghindari kerugian materil maupun jiwa," kata dia.

Untuk mengantisipasi bencana, BPBD akan mengendepankan mitigasi dan kebencanaan kendati bencana alam adalah bencana yang tidak bisa dihindari, tapi harus segera dikenali untuk mengurangi risiko.

"Mari kita menjaga alam dan pasti alam akan menjaga kita," ungkapnya.

Editor: Dadi Haryadi

terbaru

MUI Kota Bekasi Sebut Ibadah di Masjid Masih Aman

Regional Sabtu, 17 April 2021 | 19:39 WIB

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bekasi mengklaim pelaksanaan ibadah di wilayahnya masih aman. Sekretaris MUI Kota Bek...

Umum - Regional, MUI Kota Bekasi Sebut Ibadah di Masjid Masih Aman , ibadah ramadan,Ramadan 2021,aturan salat tarawih di Masjid,MUI Bekasi,Ibadah masjid bekasi

Kepala MTs Ditangkap Saat Pesta Sabu Bersama Kekasih Gelapnya

Regional Sabtu, 17 April 2021 | 19:27 WIB

Miris melihat kelakuan SG (40). Kepala salah satu MTs Negeri di Kecamatan Tanggeung Kabupaten Cianjur, sebagai pendidik...

Umum - Regional, Kepala MTs Ditangkap Saat Pesta Sabu Bersama Kekasih Gelapnya, Kepala Mts Cianjur Pesta Sabu,Kepala sekolah Pesta Sabu,pesta sabu cianjur,kepala Mts pesta sabu dengan kekasih gelap

Sempat Merasa Pening, Istri Ridwan Kamil Positif Covid-19

Regional Sabtu, 17 April 2021 | 18:57 WIB

Istri Gubernur Jabar Ridwan Kamil Atalia Praratya dinyatakan positif Covid 19. Di Iinstagram, Atalia menceritakan kalau...

Umum - Regional, Sempat Merasa Pening, Istri Ridwan Kamil Positif Covid-19, Atalia Praratya,Istri ridwan Kamil positif Covid-19,Atalia positif Covid-19,Istri ridwan kamil

Ngabuburit di Jembatan Cirahong

Regional Sabtu, 17 April 2021 | 14:43 WIB

Jembatan Cirahong yang berada di Desa Margaluyu Kecamatan Manonjaya Kabupaten Tasikmalaya. Jembatan tersebut dibangun pa...

Umum - Regional, Ngabuburit di Jembatan Cirahong, Jembatan Cirahong,ngabuburit jembatan cirahong,ngabuburit tasik,Wisata Tasikmalaya,sejarah jembatan cirahong,wisata jembatan cirahong

Legenda Ki Jumad dan Larangan Menabuh Bedug di Masjid Desa Jatisawit I...

Regional Sabtu, 17 April 2021 | 10:22 WIB

Legenda yang beredar di tengah masyarakat Desa Jatisawit, Kecamatan Jatibarang, meniadakan keberadaan bedug dan kentonga...

Umum - Regional, Legenda Ki Jumad dan Larangan Menabuh Bedug di Masjid Desa Jatisawit Indramayu, desa jatisawit,indramayu

Emak Amisah Hidup Sebatangkara Jalani Puasa Dengan Keprihatinan

Regional Jumat, 16 April 2021 | 20:55 WIB

Tidak sedikit warga yang kesulitan saat bulan suci Ramadan, termasuk Emak Amisah 64 tahun warga Kampung Pamoyanan RT 02/...

Umum - Regional, Emak Amisah Hidup Sebatangkara Jalani Puasa Dengan Keprihatinan, Warga Miskin Cianjur,Emak Amisah,Rutilahu Cianjur

Pejabat Eselon II Malu Malu Daftar Lelang Sekda Cianjur

Regional Jumat, 16 April 2021 | 20:18 WIB

Pendaftaran lelang jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Cianjur resmi diperpanjang selama 14 hari mendatang. Seba...

Umum - Regional, Pejabat Eselon II Malu Malu Daftar Lelang Sekda Cianjur, Lelang Jabatan Sekda Cianjur,Pemkab Cianjur,Pejabat Eselon II Cianjur

Cianjur Perpanjang Status Darurat Banjir dan Longsor

Regional Jumat, 16 April 2021 | 20:10 WIB

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur memperpanjang status siaga darurat banjir dan longsor, sebe...

Umum - Regional, Cianjur Perpanjang Status Darurat Banjir dan Longsor, Cianjur status darurat longsor,Cianjur status darurat banjir,status darurat bencana Cianjur,bencana Cianjur,Cianjur
dewanpers