web analytics
  

Tak Punya TPA, Kang Pisman Jadi Jalan Keluar

Kamis, 25 Februari 2021 15:13 WIB Aris Abdulsalam
Bandung Raya - Bandung, Tak Punya TPA, Kang Pisman Jadi Jalan Keluar, Tempat Pembuangan Akhir (TPA),Kota Bandung,Kang Pisman (Kurangi, Pisahkan, Manfaatkan),Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana

Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana, dalam kegiatan diskusi Solusi Pengurangan Sampah Plastik di Kota Bandung. (Kabag Humas Setda Kota Bandung/Sony Teguh Prasatya)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM — Sebagai kota metropolitan, Kota Bandung idealnya memiliki tempat pembuangan sampah akhir sendiri. Namun karena lahan terbatas hal itu sulit terwujud. 

Oleh karenanya, Pemerintah Kota (Pemkot ) Bandung terus mempertajam pengelolaan sampah dari sumbernya melalui program Kurang Pisahkan, dan Manfaatkan sampah (Kang Pisman).

"Sebagai implementasi pengelola sampah, maka lahirlah Kang Pisman. Hasilnya sejauh ini positif. Dari Kang Pisman muncul balad, duta, sampai saat ini ada satgas juga," kata Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana kegiatan diskusi Solusi Pengurangan Sampah Plastik di Kota Bandung via zoom meeting, Kamis 25 Februari 2021. 

Perlu diketahui, penduduk kota Bandung menghasilkan sampah rata rata 1.500 ton per hari. 

Kontribusi terbesar berasal dari sampah makanan dan daun sebesar 44,5 persen dan sampah plastik sekitar 16,7 persen dari botol, gelas, bungkus dan wadah dan kantong. 

Persentase sampah plastik pun menjadi salah satu penyumbang sampah terbanyak. 

Yana mengungkapkan, Kang Pisman telah meningkatkan jumlah Kawasan Bebas Sampah (KBS). Tak kurang dari 143 kawasan bebas sampah. Pemkot Bandung juga mengaktifkan 467 bank sampah. Semua dilakukan bersama para penggiat sampah di lingkungan terkecil. 

"Melalui Kang Pisman, Pasar Kosambi dan Pasar Cihapit menjadi pasar bebas sampah plastik," tutur Yana yang juga sebagai Ketua Satgas Kang Pisman.

Terbaru, imbuh Yana, Kota Bandung telah luncurkan program menabung sampah menjadi emas. Sebanyak 120 keping emas yang masing-masing seberat 0,025 gram sudah dimiliki warga. 

"Di era pandemi Covid-19, menabung sampah jadi emas merupakan terobosan. Hal ini menjadi solusi bagi warga untuk keluar dari himpitan ekonomi akibat pandemi," jelasnya.

"Tantangannya mengubah pola pikir warga [tentang] menjadikan sampah hal yang berguna bernilai ekonomis. Oleh karena itu harus dipilih dan dipilah di level rumah tangga," ujar Yana.

Dalam kesempatannya, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Bandung, Kamalia Purbani menyampaikan, evaluasi implementasi Perwal pengurangan kantong plastik, perlu pengawasan yang lebih.

"Literasi lingkungan masyarakat masih perlu ditingkatkan. Perlu ada edukasi dan sosialisasi yang intensif kepada masyarakat," kata Kamalia.

Sementara itu, Direktur Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Pesisir dan Laut Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia, Dida Migfar Ridha menilai, sampah menjadi bahan baku yang bernilai ekonomis. 

"Kita jadikan pandemi ini sebagai peluang. Maka harus dimanfaatkan sampah ini menjadi nilai yang berharga,"katanya. 

Sedangkan Direktur Eksekutif Center for Southeast Asian Studies (CSEAS), Arisman, mengaku telah melakukan penelitian mulai dari kebijakan, rumah tangga sampai industri. 

Setelah melakukan observasi, ia menilai, manfaat kebijakan pelarangan kantong plastik sampai pelarangan kemasan plastik dapat menghemat biaya. 

"Kebijakan pengurangan penggunaan produk plastik sekali pakai merupakan kebijakan yang paling prioritas. Dibandingkan dengan kebijakan pelarangan penggunaan produk plastik sekali pakai," ujarnya.

Ia menyarankan, mengenai percepatan kebijakan pengurangan kantong plastik tidak ramah lingkungan sebesar 100 persen sebelum tahun 2024.

Rekomendasi yang diberikan, ialah pengurangan Kantong Plastik Tidak Ramah Lingkungan (KPTRL) dapat dikurangi sampai 100% pada tahun 2022. 

"Kebijakan pengurangan kantong plastik tidak ramah lingkungan harus disertai dengan pengawasan dan sanksi yang lebih tegas bagi pelanggarnya," tutur Arisman.

"Pentingnya pemerintah menyosialisasi dan mengedukasi masyarakat terkait bahaya dari timbulan sampah plastik. Sehingga masyarakat turut memiliki kepedulian dalam mengurangi penggunaan bahan plastik," tambahnya. [*]

Editor: Aris Abdulsalam

terbaru

Hadapi Industri Media Pasca Pandemi, HMI Gelar Pelatihan Jurnalistik

Bandung Minggu, 11 April 2021 | 13:46 WIB

Pelatihan yang berlangsung selama 4 minggu ini agar kader HMI mampu menghadapi kondisi industri media yang pada masa pan...

Bandung Raya - Bandung, Hadapi Industri Media Pasca Pandemi, HMI Gelar Pelatihan Jurnalistik, Lembaga Pers Mahasiswa Islam (LAPMI),HMI Cabang Jatinangor,Pelatihan Jurnalistik,LAPMI HMI,Industri Media Pasca Pandemi

Asyik dan Murah Meriah, Cerita Malam Minggu di Taman Monju

Bandung Minggu, 11 April 2021 | 11:37 WIB

Pada malam minggu menjelang Ramadan, suasana Kota Bandung diramaikan oleh pengunjung dari luar kota dan dalam kota. Tama...

Bandung Raya - Bandung, Asyik dan Murah Meriah, Cerita Malam Minggu di Taman Monju, Taman Monju,Taman Monju Bandung,proyek revitalisasi Taman Monju,Ramadan,Suasana di Taman Monju,berkunjung ke Taman Monju,destinasi wisata keluarga,berlibur bersama keluarga,suasana Kota Bandung,menikmati suasana Kota Bandung

Menumbuhkan Perempuan Mandiri dan Solehah dari Tim PKK Jawa Barat

Bandung Minggu, 11 April 2021 | 09:00 WIB

Banyak sekali organisasi perempuan di Jawa Barat termasuk salah satunya Muslimat Al Washliyah. organ bagian Al Washliyah...

Bandung Raya - Bandung, Menumbuhkan Perempuan Mandiri dan Solehah dari Tim PKK Jawa Barat, Muslimat Al Washliyah Jawa Barat,pengurus muslimat,organisasi perempuan di Jawa Barat,eksistansi organisasi,kemajuan warga Jawa Barat,pengurus muslimat Al Washliyah

Setahun Pandemi Covid-19, Hoaks Makin Marak

Bandung Minggu, 11 April 2021 | 08:49 WIB

andemi Covid-19 telah melampaui satu tahun, namun hoaks seputar pandemi ini tidak surut, malahan meningkat.

Bandung Raya - Bandung, Setahun Pandemi Covid-19, Hoaks Makin Marak, Pandemi Covid-19,Hoaks,rencana pengendalian pandemi,Berita Bohong,penyebaran hoaks,literasi masyarakat,media massa,Komunikasi Publik

Divaksin saat Berpuasa, MUI-Dinkes: Tetap Sah dan Aman

Bandung Minggu, 11 April 2021 | 08:16 WIB

Dari sudut pandang ilmu keagamaan penyuntikan vaksin tidak membatalkan puasa. Landasan utamanya, vaksin tidak dimasukan...

Bandung Raya - Bandung, Divaksin saat Berpuasa, MUI-Dinkes: Tetap Sah dan Aman, vaksin saat Ramadan,Fatwa Majelis Ulama Indonesia,Hukum Vaksinasi Covid-19 pada Saat Berpuasa,Majelis Ulama Indonesia (MUI),vaksin tidak membatalkan puasa,Hukum Vaksinasi Covid-19 saat Berpuasa

Melestarikan Hutan dan Kampanye Digital dalam Satu Kemasan

Bandung Sabtu, 10 April 2021 | 19:01 WIB

Isu kehutanan dan lahan merupakan isu yang patut diperhitungkan. Namun, isu lingkungan ini tidak sehangat permasalahan s...

Bandung Raya - Bandung, Melestarikan Hutan dan Kampanye Digital dalam Satu Kemasan, kampanye digital,Yayasan Econusa,Workshop Optimalisasi Digital Campaign,Komunitas Hutan Itu Indonesia

Lalu-lintas di Bawah Teras Cihampelas Terpantau Ramai Jelang Ramadan

Bandung Sabtu, 10 April 2021 | 16:42 WIB

Lalu-lintas di Bawah Teras Cihampelas Terpantau Ramai Jelang Ramadan

Bandung Raya - Bandung, Lalu-lintas di Bawah Teras Cihampelas Terpantau Ramai Jelang Ramadan, lalu lintas jalan bawah teras cihampelas,Teras Cihampelas,lalu lintas sekitar cihampelas

Dorong IPP Jabar Demi Pemuda Juara Lahir Batin

Bandung Sabtu, 10 April 2021 | 10:28 WIB

Ketua Generasi Muda FKPPI Jawa Barat Vera Hermawan menilai Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) Provinsi Jawa Barat (Jabar) m...

Bandung Raya - Bandung, Dorong IPP Jabar Demi Pemuda Juara Lahir Batin, Ketua Generasi Muda FKPPI Jawa Barat Vera Hermawan,Bakal Calon Ketua KNPI Jawa Barat Vera Hermawan,Vera Hermawan Pemuda Juara Lahir Batin,Indeks Pembangunan Pemuda (IPP),IPP Provinsi Jawa Barat,Vera Hermawan Pemuda Jabar

artikel terkait

dewanpers