web analytics
  

Anak-anak di Sumedang Sakit Gara-gara Debu Proyek Tol Cisumdawu

Kamis, 25 Februari 2021 15:11 WIB Aris Abdulsalam
Umum - Regional, Anak-anak di Sumedang Sakit Gara-gara Debu Proyek Tol Cisumdawu , Tol Cisumdawu,Pembangunan Tol Cisumdawu,Jalan Tol Cisumdawu,pembangunan Jalan Tol Cisumdawu,debu tol cisumdawu,polusi tol cisumdawu,desa margaluyu tanjungsari,Berita Sumedang

Tol Cisumdawu di daerah Tanjungsari Sumedang (Ayobandung.com/Aris Abdulsalam)

SUMEDANG, AYOBANDUNG.COM — Karena jarak antara rumah warga di Desa Margaluyu, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang, dan proyek jalan tol Cisumdawu yang relatif dekat, polusi debu pun menjadi masalah kesehatan yang sulit dihindarkan.

Selama proses liputan yang dilaksanakan sejak 19-22 Februari oleh Ayobandung.com, setidaknya telah diterima laporan dari lima orang warga di Desa Margaluyu yang mengeluhkan hal yang sama.

Mereka pun berharap permasalahan polusi debu ini dapat diatasi secara baik dan efektif oleh pihak terkait.

Salah satu contoh kasusnya dialami oleh NN, yang enggan disebutkan namanya, menuturkan kepada Ayobandung.com bahwa anaknya pernah sampai jatuh sakit diduga akibat polusi debu dari proyek jalan tol Cisumdawu di Desa Margaluyu. Tatkala anak tersebut dibawa ke dokter, ia didiagnosis menderita alergi terhadap debu.

Wanita berusia 30 tahunan itu pun menjabarkan bahwa selain debu, masalah yang cukup mengganggu dari pembangunan jalan tol ialah polusi suara bising yang terkadang berlangsung pada malam hari.

Dalam komplain senada dengan NN, E menceritakan bahwa anak-anaknya juga pernah jatuh sakit akibat debu yang terlalu banyak datang ke rumahnya.

"Ya kebisingan. Malem bising, siang bising. Debu ya apalagi, sampai jatuh sakit dahulu itu. Anak-anak sampai sakit," tutur E yang kini berusia 50 tahunan.

Tol Cisumdawu di daerah Tanjungsari Sumedang (Ayobandung.com/Aris Abdulsalam)

Dipaparkan E, komplain soal polusi debu sebetulnya pernah diutarakan langsung oleh warga Desa Margaluyu ke pihak terkait pada tahun 2019. Pada saat itu, masyarakat meminta ganti rugi untuk siapa pun yang tempat tinggalnya berjarak 40 meter dari jalan tol Cisumdawu.

"Dapat ganti rugi. Yang pertama dikasih masing-masing 40 ribu untuk warga. Yang kedua warga menerima masing-masing 20 ribu," ungkap E.

Adapun soal pembayaran ganti rugi debu, E menyebut bahwa warga tidak menerimanya setiap bulan. Hanya beberapa kali saja.

Tetapi ganti rugi semacam itu tidak diterima oleh seorang pria berinisial N, yang juga bermukim di Desa Margaluyu. Dialami olehnya, sejak awal proyek jalan tol Cisumdawu berjalan, belum sekali pun ia mendapat sejumlah uang sebagai ganti rugi untuk permasalahan polusi debu.

"Katanya kalau di yang lain ada uang [ganti rugi] debu, di sini tidak ada. Kalau berisik ya sudah jelas," kata N.

N pun menambahkan pada saat musim kemarau (ketika tidak turun hujan cukup lama) debu di teras rumahnya bahkan bisa menumpuk cukup tebal hingga sulit dibersihkan.

Permasalahan polusi debu dari proyek tol Cisumdawu memang diakui oleh warga di Margaluyu makin terasa selama hujan tidak turun. Pada Senin (22/2/2021) seorang ketua RT di desa itu juga memaparkan kondisi yang tak jauh berbeda dengan yang dialami oleh N.

"Kalau kemarau itu ya debu, ya bising, oleh alat-alat berat, ya guncangan," ungkap Ketua RT.

Tol Cisumdawu di daerah Tanjungsari Sumerang (Ayobandung.com/Aris Abdulsalam)

Adapun soal ganti rugi gangguan dari jalan tol Cisumdawu, Ketua RT tersebut menejelaskan bahwa memang tidak semua menerimanya.

"Ada ganti rugi untuk sebagian, yang terkena dampak kerugian," sambungnya.

Di sisi lain, meski keluh kesah soal polusi debu menjadi salah satu isu yang berlarut-larut dan belum terselesaikan, ada pula penduduk di Desa Margaluyu yang memaklumi segala gangguan dalam pambangunan jalan tol itu.

"Kalau saya tidak terlalu mempermalasahkan. Kalau di lokasi lain kan [ganti rugi] debu itu berangsur-angsur. Saya juga pernah menerima, sekali," tutur seorang pria berinisial O.

Baginya, permasalahan tersebut ialah hal yang wajar dalam proyek pembangunan jalan tol Cisumdawu. "Tidak jadi masalah agar cepat selesai [pembangunan jalan tolnya]," pungkasnya.

Sebelumnya, Sofyan Djalil, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN RI, telah menargetkan bahwa pembangunan Tol Cisumdawu akan selesai pada tahun 2020.

Sementara itu, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, menyatakan pembangunan jalan Tol Cisumdawu diproyeksikan akan selesai seluruhnya pada 2021.

Editor: Adi Ginanjar Maulana

terbaru

Pendistribusian Bansos di Bogor Picu Pelanggaran Prokes

Regional Selasa, 20 April 2021 | 13:21 WIB

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Kota Bogor menyambangi lokasi pendistribusian bantuan sosial (Bansos) di Kompleks...

Umum - Regional, Pendistribusian Bansos di Bogor Picu Pelanggaran Prokes, Bansos Bogor,Bansos Bogor Berkerumun,Kerumunan bansos Tanahsareal,Satpol PP Kota Bogor

Ini Satu-satunya Daerah Zona Risiko Rendah Covid-19 di Jabar

Regional Selasa, 20 April 2021 | 11:58 WIB

Pekan ini kembali tidak ada zona merah atau zona risiko tinggi di Jabar.

Umum - Regional, Ini Satu-satunya Daerah Zona Risiko Rendah Covid-19 di Jabar, zona Covid-19 Jabar,zona covid-19 Jawa Barat,Zona Merah Covid-19 Jabar,Covid-19 Jabar,zona merah jabar

77.911 UMKM Kota Bogor Dapat BLT Rp1,2 Juta, Cek Informasinya di Sini

Regional Selasa, 20 April 2021 | 11:15 WIB

Sebanyak 77.911 usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Kota Bogor akan mendapatkan jatah Bantuan Langsung Tunai (BLT)

Umum - Regional, 77.911 UMKM Kota Bogor Dapat BLT Rp1,2 Juta, Cek Informasinya di Sini, BLT UMKM Bogor,BLT Bogor,Bantuan Langsung Tunai (BLT),Berita Bogor

Penampungan Ban Bekas di Bogor Terbakar, Api Bertahan Belasan Jam

Regional Selasa, 20 April 2021 | 10:03 WIB

Sebanyak 24 unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan petugas untuk menjinakkan kobaran api yang membakar penampungan ban...

Umum - Regional, Penampungan Ban Bekas di Bogor Terbakar, Api Bertahan Belasan Jam, kebakaran penampungan ban bekas Bogor,Kebakaran Bogor,penampungan ban bekas Bogor,Bogor

Caption Foto Hengky Kurniawan dan Anies Baswedan Nyaris Mirip, Kok Bis...

Regional Selasa, 20 April 2021 | 09:52 WIB

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bandung Barat Hengky Kurniawan mengunggah aktivitas kedinasannya saat membahas perencanaan...

Umum - Regional, Caption Foto Hengky Kurniawan dan Anies Baswedan Nyaris Mirip, Kok Bisa?, caption foto Hengky Kurniawan dan Anies Baswedan,Hengky Kurniawan,Anies Baswedan,Anies Baswedan Hengky Kurniawan,Instagram Anies Baswedan,Instagram Hengky Kurniawan

Daftar Besaran Zakat Fitrah 2021 untuk Wilayah Jabar

Regional Selasa, 20 April 2021 | 09:30 WIB

Memasuki pertengahan Ramadan 1442 H/2021 M, Baznas Provinsi Jawa Barat resmi menetapkan besaran zakat fitrah di kota/kab...

Umum - Regional, Daftar Besaran Zakat Fitrah 2021 untuk Wilayah Jabar, besaran zakat fitrah Jabar,besaran zakat fitrah 2021,zakat fitrah 2021,Zakat Fitrah

Kang Emil Akan Bikin Desain Masjid Islamic Center Surabaya

Regional Selasa, 20 April 2021 | 09:07 WIB

Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil akan mendesain masjid di berbagai daerah dan negara. Salah satunya masjid di Is...

Umum - Regional, Kang Emil Akan Bikin Desain Masjid Islamic Center Surabaya, Masjid islamic center surabaya,Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil,Ridwan Kamil Desain Masjid Islamic Center Surabaya,Masjid Ridwan Kamil

Tanaman-tanaman Hias Ini Diprediksi Masih Digandrungi di 2021

Regional Selasa, 20 April 2021 | 04:45 WIB

seperti jenis Alocasia endemik Sulawesi, Monstera atau Janda Bolong, hingga jenis Pink Pricess

Umum - Regional, Tanaman-tanaman Hias Ini Diprediksi Masih Digandrungi di 2021, tanaman hias tren 2021,Tanaman Hias,Alocasia,Janda Bolong,Pink Princess,Koya,Anthurium,philodendron,Aglonema,Homalomena

artikel terkait

dewanpers