web analytics
  

Korupsi BPJS Ketenagakerjaan, Kejagung Periksa 6 Saksi

Kamis, 25 Februari 2021 10:44 WIB Redaksi AyoBandung.Com
Umum - Nasional, Korupsi BPJS Ketenagakerjaan, Kejagung Periksa 6 Saksi , korupsi bpjs ketenagakerjaan,BPJS Ketenagakerjaan,korupsi bpjs,Kejagung,Jampidsus

BPJS Ketenagakerjaan. (Ayobandung.com/Tri Junari)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM--Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) memeriksa enam saksi terkait penyidikan dugaan korupsi pengelolaan Badan Pengelola Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS Naker). Enam yang diperiksa tersebut, yakni MKS, HP, II, dan PEA, AD, serta T. 

Kepala Pusat Penerangan dan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung (Kejakgung) Leonard Ebenezer mengatakan, dari para terperiksa tersebut, tiga di antaranya adalah petinggi di BPJS Naker. 

“Pemeriksaan dilakukan terhadap saksi-saksi untuk mencari fakta-fakta hukum, dan mengumpulkan bukti-bukti dalam penyidikan dugaan korupsi pengelolaan keuangan dan dana investasi di BPJS Ketenagakerjaan,” kata Ebenezer, Rabu (24/2/2021). 

Ebenezer mengungkapkan, tiga saksi petinggi BPJS Naker yang diperiksa kali ini, yakni MKS yang menjabat selaku direktur pelayanan di BPJS Naker. Lainnya, HP, saksi yang diperiksa selaku direktur pemasaran pasar uang di BPJS Naker, dan II diperiksa terkait perannya selaku direktur analisa portofolio, BPJS Naker. Tiga terperiksa dari BPJS Naker ini, merupakan pemeriksaan yang dilakukan sudah lebih dari dua kali.

Adapun terperiksa lainnya, yakni para bos dari manajemen investasi dan perusahaan sekuritas. PEA, saksi yang diperiksa selaku direktur umum (dirut) PT BNI Asset Management, dan AD diperiksa dalam kapasitasnya selaku dirut di PT Trimegah Asset Management. Adapun T, diperiksa sebagai saksi selaku direktur PT Bank Mandiri Persero.

Penyidikan dugaan korupsi BPJS Naker, terkait dengan penyimpangan dalam pengelolaan dana asuransi ke dalam investasi saham dan reksa dana.

Direktur Penyidikan Jampidsus Febrie Adriansyah pernah mengatakan, BPJS Naker mengelola dana investasi dari nasabah sekitar Rp 400-an triliun. Namun dalam investasi saham dan reksa dana, sekitar Rp 43 triliun. Adapun yang menjadi fokus penyidikannya, yakni soal investasi saham dan reksa dana yang merugi, sekitar Rp 20 triliun.

Nilai kerugian tersebut, Febrie mengatakan, belum dinyatakan sebagai kerugian negara. Meskipun, kata dia, penyidik meyakini ada dugaan perbuatan pidana dalam keputusan BPJS Naker mengelola, dan melakukan transaksi inevstasi saham, serta reksa dana tersebut. Akan tetapi, sejak penyidikan dilakukan awal Februari 2021, tim penyidikan di Jampidsus, belum menetapkan satu pun tersangka dalam kasus ini.

Jampidsus Ali Mukartono mengatakan, tim penyidikannya masih mendalami perbuatan melawan hukum dari seluruh transaksi investasi saham dan reksa dana yang dilakukan BPJS Naker.

Ali menerangkan, dari penyidikan sementara ini, dipastikan adanya angka kerugian negara dalam pengelolaan investasi yang dilakukan BPJS Naker. Ali mengatakan, angka pasti kerugian negara tersebut, masih menunggu verifikasi dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) selaku pengawas transaksi bursa. 

“Bahwa dalam penyidikan BPJS Ketenagakerjaan ini, kerugian (negara) itu ada. Tetapi, apakah ada perbuatan melawan hukum, atau bukan, itu yang tidak gampang,” terang Ali. Ali menerangkan, temuan angka kerugian negara dalam kasus BPJS Naker, tak serta merta dapat menjadi basis penetapan tersangka.

Menurut dia, dalam penyidikan korupsi, kerugian negara tersebut, harus juga dibarengi dengan perbuatan melawan hukum.

Sebab itu, dikatakan Ali, fokus penyidikan saat ini memastikan adanya perbuatan melawan hukum dalam keputusan transaksi, dan pengelolaan investasi sebelum penyidik melanjutkan ke penetapan tersangka.

“Itu yang sedang kita dalami. Dan belum ada kesimpulan (untuk menetapkan tersangka). Kalau sudah ditemukan (perbuatan melawan hukum), pasti kita minta untuk segera diekspose penetapan tersangka,” kata Ali.

Editor: Adi Ginanjar Maulana

terbaru

Ini Jozeph Paul Zhang, Penghina Nabi Muhammad dan Islam

Nasional Senin, 19 April 2021 | 03:45 WIB

Nama Jozeph Paul Zhang mendadak menjadi perbincangan hangat di berbagai platform media sosial.

Umum - Nasional, Ini Jozeph Paul Zhang, Penghina Nabi Muhammad dan Islam, Jozeph Paul Zhang,penistaan agama,Menghina Nabi Muhammad,YouTuber hina nabi Muhammad,YouTuber hina Islam

Untuk Kebutuhan Puasa dan Sahur, Bansos Tahap II Cair Rp6,53 Triliun

Nasional Minggu, 18 April 2021 | 15:25 WIB

Kementerian Sosial (Kemensos) mengeklaim telah mentransfer bantuan sosial (Bansos) sejak awal Ramadan.

Umum - Nasional, Untuk Kebutuhan Puasa dan Sahur, Bansos Tahap II Cair Rp6,53 Triliun, Kebutuhan Puasa dan Sahur,Bansos Tahap II,Kementerian Sosial (Kemensos),Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini,Keluarga penerima manfaat (KPM),Program Keluarga Harapan (PKH)

Siklon Tropis Surigae Jadi Taifun, Cuaca Ekstrem Ancam Wilayah Ini

Nasional Minggu, 18 April 2021 | 14:20 WIB

Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengatakan, Siklon Tropis Surigae saat ini meningkat menjadi t...

Umum - Nasional, Siklon Tropis Surigae Jadi Taifun, Cuaca Ekstrem Ancam Wilayah Ini, Cuaca Ekstrem,Siklon Tropis Surigae,Taifun,Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati,hujan lebat disertai kilat petir,banjir,tanah longsor,banjir bandang,pohon tumbang

Hina Nabi Muhammad, Jozeph Paul Zhang Diburu Polri dan Interpol

Nasional Minggu, 18 April 2021 | 13:14 WIB

Polisi sejak awal menduga Jozeph Paul Zhang tidak berada di Indonesia. Polisi berkoordinasi dengan pihak imigrasi yang m...

Umum - Nasional, Hina Nabi Muhammad, Jozeph Paul Zhang Diburu Polri dan Interpol, Jozeph Paul Zhang,Menghina Nabi Muhammad,penistaan agama,Kasus Ujaran Kebencian dan Penistaan Agama

Insentif 4.686 Nakes Cair, Total Rp31,7 Miliar

Nasional Minggu, 18 April 2021 | 12:45 WIB

Jumlah itu sekitar 82% dari total pengajuan insentif yang tertuang dalam surat perintah membayar langsung (SPM-LS) seban...

Umum - Nasional, Insentif 4.686 Nakes Cair, Total Rp31,7 Miliar, Insentif Covid-19,insentif covid-19 nakes,Insentif Nakes,insentif nakes 2021,jumlah insentif nakes 2021,Menkes Budi Gunadi Sadikin

Cara Daftar ke oss.go.id untuk Dapat BLT UMKM 2021

Nasional Minggu, 18 April 2021 | 10:00 WIB

Cara Daftar ke oss.go.id untuk Dapat BLT UMKM 2021

Umum - Nasional, Cara Daftar ke oss.go.id untuk Dapat BLT UMKM 2021, cara login oss.go.id,BLT UMKM Rp1,2 Juta,blt umkm 2021,syarat blt umkm 2021,Bantuan Langsung Tunai (BLT),blt,Update BLT Hari Ini,Syarat BLT UMKM

Jozeph Paul Zhang Hina Nabi Muhammad dan Islam di YouTube

Nasional Minggu, 18 April 2021 | 09:30 WIB

Jozeph Paul Zhang Hina Nabi Muhammad dan Islam di YouTube

Umum - Nasional, Jozeph Paul Zhang Hina Nabi Muhammad dan Islam di YouTube, Jozeph Paul Zhang,penistaan agama,penghinaan Nabi Muhammad,penghinaan Islam,Youtube

Cara Cek BLT UMKM 2021 Lewat eForm BRI

Nasional Minggu, 18 April 2021 | 09:15 WIB

Para pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) dapat mengecek di eform.bri.co.id untuk memastikan sebagai penerima bantua...

Umum - Nasional, Cara Cek BLT UMKM 2021 Lewat eForm BRI, cara cek BLT UMKM,cara cek BLT UMKM di BRI,BLT UMKM BRI,BLT UMKM Rp1,2 Juta,pencairan BPUM,eform.bri.co.id/bpum,BPUM,eform bri

artikel terkait

dewanpers