web analytics
  

Korban Ledakan Terowongan KCIC Akan Mengadu ke Ridwan Kamil

Kamis, 25 Februari 2021 06:00 WIB
Bandung Raya - Ngamprah, Korban Ledakan Terowongan KCIC Akan Mengadu ke Ridwan Kamil, korban KCIC,rumah rusak KCIC,ledakan terowongan KCIC,KCIC,Ridwan Kamil

Spanduk penolakan warga Kompleks Tipar Silih Asih, RW 13, Desa Laksanamekar, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat terhadap aktivitas blasting. (Suara.com/Ferry Bangkit Rizki)

PADALARANG, AYOBANDUNG.COM -- Warga Kompleks Tipar Silih Asih, RW 13, Desa Laksanamekar, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) akan mendatangi Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Kamis (24/2/2021).

Mereka akan mengadukan rencana PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) yang akan kembali menggunakan metode peledakan untuk pembuatan terowongan Kereta Cepat Jakarta-Bandung di Gunung Bohong.

Awalnya, pihak KCIC sudah melayangkan surat untuk melakukan sosialisasi seputar peledakan atau blasting di tunnel (terowongan) 11.1 ke arah Jakarta. Sosialisasi akan dilaksanakan di Masjid Jami Al-Fatah Kompleks Tipar Siliasih pada Rabu (24/2/2021).

"Gak jadi, sama kita ditolak. Utusannya kita kasih penolakan," kata Ahmad M Sutisna yang ditunjuk jadi Juru Bicara Warga Kompleks Tipar Silih Asih saat dihubungi.

Ahmad menegaskan, warga tetap menolak adanya blasting selama belum ada solusi untuk mereka. Sebab jika peledakan dilanjutkan, warga khawatir kondisi kerusakan terhadap rumah dan lingkungan semakin parah dan sangat mengancam keselamatan warga.

Apalagi hasil pertemuan pada 13 Januari 2021 dengan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat, pihak KCIC juga menyepakati penghentiang blasting sebelum ada solusi yang dihadirkan, termasuk dari Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

"Hasil pertemuan sebelumnya, warga kami dan KCIC sepakat menunggu keputusan dari gubernur makanya blasting dihentikan. Itu yang ngomong KCIC sendiri, masa mau dilanggar," beber Ahmad.

Rencananya, pada Kamis (25/2/2021) perwakilan warga bakal menghadap Ridwan Kamil. Upaya tersebut ditempuh lantaran harapan mereka agar orang nomor satu di Jawa Barat untuk datang meninjau langsung hingga kini belum dipenuhi.

"Besok rencananya perwakilan warga akan menghadap gubernur. Pukul 10.00 WIB rencananya," tukasnya.

Seperti diketahui, tahun 2019 lalu rumah-rumah warga di Kompleks Tipar Silih Asih mengalami kerusakan berupa retakan pada dinding dan lantai akibat aktivitas peledakan atau blasting pembuatan tunnel 11 untuk trase Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB).

Tercatat ada delapan kali ledakan yang dirasakan langsung oleh warga saat itu, hingga akhirnya dihentikan karena warga menolak ledakan tersebut dilanjutkan. Meski begitu, warga sampai saat ini masih merasakan ketakutan.

Corporate Secretary PT KCIC, Mirza Soraya mengatakan, untuk dampak negatif seperti kerusakan tersebut sejak awal uji coba peledakan untuk membuat terowongan 11 pihaknya sudah menawarkan perbaikan dan kompensasi kepada masyarakat di sekitar.

Kemudian, dirinya mengklaim sudah melakukan sosialisasi kepada masyarakat serta berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat guna memastikan seluruh prosesnya mengacu kepada kaidah dan aturan yang berlaku.

“Untuk warga yang terdampak pada saat pembangunan dan bukan karena sebab lain, tentu saja kami sangat mengedepankan musyawarah dan mufakat untuk menyelesaikan bersama,” tuturnya.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Suara.com.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Fira Nursyabani

terbaru

Hengky Kurniawan Mulai Tarawih Keliling di Bandung Barat

Ngamprah Senin, 19 April 2021 | 06:00 WIB

Rencananya, Safari Ramadan 1442 Hijriah Hengky Kurniawan itu bakal dimulai pada Senin, 19 April 2021. Setiap harinya, He...

Bandung Raya - Ngamprah, Hengky Kurniawan Mulai Tarawih Keliling di Bandung Barat, Tarling Bandung Barat,Hengky Kurniawan,Tarawih keliling Bandung Barat,Salat Tarawih

Bisnis Tanaman Hias Air, Mudah dan Menjanjikan di Masa Pandemi

Ngamprah Sabtu, 17 April 2021 | 10:06 WIB

Tanaman hias air banyak diminati untuk memperindah kolam maupun akuarium di rumah.

Bandung Raya - Ngamprah, Bisnis Tanaman Hias Air, Mudah dan Menjanjikan di Masa Pandemi, ikan,Tanaman Hias,tanaman hias air

Terperosok Lubang 10 Meter, Nenek Anah Tewas

Ngamprah Jumat, 16 April 2021 | 23:03 WIB

Seorang perempuan paruh baya bernama Anah (60), warga Kampung Cimerang, RT 04 RW 05, Desa Cipatat, Kecamatan Cipatat, Ka...

Bandung Raya - Ngamprah, Terperosok Lubang 10 Meter, Nenek Anah Tewas, Nenek Anah Tewas,Nenek Terperosok Lubang,Nenek di KBB

Hengky Kurniawan Jadi Plt Bupati, PDIP Minta Angka Kemiskinan Diturunk...

Ngamprah Jumat, 16 April 2021 | 19:44 WIB

Hengky Kurniawan Jadi Plt Bupati, PDIP Minta Angka Kemiskinan Diturunkan

Bandung Raya - Ngamprah, Hengky Kurniawan Jadi Plt Bupati, PDIP Minta Angka Kemiskinan Diturunkan, PDIP Jabar,Ketua PDIP Jabar Ono Surono,Wakil Bupati Bandung Barat Hengky Kurniawan,angka kemiskinan Bandung Barat

Jadi Garda Depan Pandemi, Ribuan Nakes KBB Belum Dapat Insentif

Ngamprah Jumat, 16 April 2021 | 16:15 WIB

Ribuan nakes di Kabupaten Bandung Barat (KBB) belum mendapat hak insentif selama 4 bulan, mulai dari Desember 2020 hingg...

Bandung Raya - Ngamprah, Jadi Garda Depan Pandemi, Ribuan Nakes KBB Belum Dapat Insentif, Garda Depan Pandemi,Ribuan Nakes KBB Belum Dapat Insentif,tenaga kesehatan (nakes),Kabupaten Bandung Barat (KBB)

Trayek Angkutan Umum Menuju Kantor Pemkab Bandung Barat Akan Dikaji

Ngamprah Jumat, 16 April 2021 | 13:25 WIB

Keberadaan angkutan umum menuju kompleks perkantoran Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB) sebagai sarana transportas...

Bandung Raya - Ngamprah, Trayek Angkutan Umum Menuju Kantor Pemkab Bandung Barat Akan Dikaji, trayek angkot Bandung Barat,rute angkot Kantor Pemkab Bandung Barat,trayek angkutan umum Bandung Barat,Dishub Bandung Barat,angkot Cimareme-Cilame,angkot Padalarang-Saguling

Miris! Insentif Nakes RSUD Cililin Belum Dibayar 4 Bulan

Ngamprah Kamis, 15 April 2021 | 18:22 WIB

Miris! Insentif Nakes RSUD Cililin Belum Dibayar 4 Bulan

Bandung Raya - Ngamprah, Miris! Insentif Nakes RSUD Cililin Belum Dibayar 4 Bulan, Insentif Tenaga Medis,insentif nakes Bandung Barat,insentif nakes belum dibayar,nakes Bandung Barat,Covid-19 Bandung Barat,RSUD Cililin,nakes RSUD Cililin,insentif nakes RSUD Cililin

Hengky Kurniawan Minta Kepala SKPD Kooperatif dengan KPK

Ngamprah Kamis, 15 April 2021 | 16:55 WIB

Hal itu guna membantu tim penyidik KPK dalam mengusut tuntas kasus korupsi di KBB hingga ke akar-akarnya.

Bandung Raya - Ngamprah, Hengky Kurniawan Minta Kepala SKPD Kooperatif dengan KPK , Wakil Bupati Bandung Barat Hengky Kurniawan,Korupsi Aa Umbara,Korupsi dana bansos Bandung Barat,aa umbara tersangka korupsi,KPK Tetapkan Aa Umbara Tersangka,kpk

artikel terkait

dewanpers