web analytics
  

Korupsi Dana Desa, Mantan Kades Rajadatu Terancam Penjara Seumur Hidup

Rabu, 24 Februari 2021 15:40 WIB Heru Rukanda
Umum - Regional, Korupsi Dana Desa, Mantan Kades Rajadatu Terancam Penjara Seumur Hidup, korupsi dana desa rajadatu,korupsi Kades Rajadatu Cineam,korupsi tasik,Berita Tasikmalaya Hari Ini

Mantan Kades Rajadatu, Kecamatan Cineam, Kabupaten Tasikmalaya, berinisial YS (tengah) (Ayotasik.com/Heru Rukanda)

TASIK, AYOBANDUNG.COM--Tersangka dugaan korupsi dana desa tahun 2018 dan bantuan APBD Kabupaten Tasikmalaya berinisial YS yang merupakan mantan Kepala Desa (Kades) Rajadatu, Kecamatan Cineam, Kabupaten Tasik, terancam kurungan penjara seumur hidup.

Polisi menjeratnya dengan pasal 2 dan pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

“Ancaman penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 4 tahun dan denda paling sedikit Rp 200 juta, dan paling banyak Rp1 miliar,” ujar Kapolresta Tasik, AKBP Doni Hermawan kepada, Rabu (24/02/21).

Modus yang dilakukan tersangka YS yakni dengan mengambil dana desa tahun yang telah masuk ke rekening desa di salah satu bank bersama bendahara desa. Sebab, dalam proses pencairan dana desa harus ada tanda tangan kepala desa dan bendahara. 

Setelah pencairan dana desa tersebut, tersangka menyuruh bendaharanya pulang, kemudian tersangka menggunakan uangnya untuk kepentingan pribadi.

"Dana desa dan bantuan APBD Kabupaten Tasikmalaya yang diduga dikorupsi sebesar Rp256 juta. Kejadiannya sekira April sampai Desember 2018. Sebagian dana tersebut diserahkan kepada Tim Pelaksana Kegiatan (TPK)," ucapnya.

Doni menjelaskan, dana desa yang diterima desa sebesar Rp794 juta dan bantuan APBD Kabupaten Tasikmalaya sebesar Rp500 juta. Praktik dugaan korupsi tersebut diketahui ketika anggaran sudah digunakan dan tersangka harus menyesuaikan anggaran dengan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ).

"Tersangka ini adalah Kepala Desa Rajadatu periode 2013-2019. Tesangka membuat bon yang kemudian diketahui palsu berdasarkan hasil audit Inspektorat Kabupaten Tasikmalaya. Dalam kasus ini negara mengalami kerugian keuangan negara sebesarRp256 juta," kata dia.

Pihaknya sudah melimpahkan kasus dugaan korupsi tersebut ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Tasikmalaya berikut barang buktinya berupa dokumen-dokumen bukti pencairan, berkas laporan pertanggungjawaban, dan berkas-berkas lainnya.

"Untuk uang tunai yang diduga dikorupsi kades tersebut sudah habis digunakan untuk kepentingan pribadi," tandasnya.

Editor: Adi Ginanjar Maulana

terbaru

Berusia 169 Tahun, Kebun Raya Cibodas Diharapkan Tetap Jadi Favorit Wi...

Regional Minggu, 11 April 2021 | 14:21 WIB

Kebun Raya Cibodas (KRC) Kecamatan Cipanas Kabupatean Cianjur merayakan ulang tahun ke 169 tahun dengan sederhana. Peray...

Umum - Regional, Berusia 169 Tahun, Kebun Raya Cibodas Diharapkan Tetap Jadi Favorit Wisata Alam, Kebun Raya Cibodas,Kebun Raya Cibodas (KRC),Pandemi Covid 19,HUT Kebun Raya Cibodas,wisata alam,Destinasi Wisata Alam

Sepi Peziarah, Omzet Tukang Bunga Tabur Merosot Jelang Ramadan

Regional Minggu, 11 April 2021 | 12:58 WIB

Sepinya peziarah karena banyak orang yang takut beraktivitas ke luar rumah di tengah wabah virus corona.

Umum - Regional, Sepi Peziarah, Omzet Tukang Bunga Tabur Merosot Jelang Ramadan, Omzet Tukang Bunga Tabur,wabah covid-19,tradisi keagamaan,hukum ziarah kubur jelang ramadan,pedagang bunga musiman,peziarah,penjual bunga musiman,Wabah Virus Corona

2 Pohon Tumbang Timpa 3 Mobil dan Satu Motor di Jalan Bantarsari Kota...

Regional Sabtu, 10 April 2021 | 19:35 WIB

2 Pohon Tumbang Timpa 3 Mobil dan Satu Motor di Jalan Bantarsari Kota Tasikmalaya

Umum - Regional, 2 Pohon Tumbang Timpa 3 Mobil dan Satu Motor di Jalan Bantarsari Kota Tasikmalaya, angin kencang Tasikmalaya,hujan lebat tasikmalaya,Pohon Tumbang,Pohon Tumbang Timpa Mobil

Anggota Polisi Polres Purwakarta Sukses Geluti Usaha Ayam Petelur. Om...

Regional Sabtu, 10 April 2021 | 15:02 WIB

Ia mengaku memulai terjun ke dalam usaha ayam petelur sejak 2017 dengan modal awal sebesar Rp15 Juta.

Umum - Regional, Anggota Polisi Polres Purwakarta Sukses Geluti Usaha Ayam Petelur.  Omzetnya 10 juta per Bulan, anggota polisi sukses bisnis ayam petelur,bisnis ayam petelur,Lili Abdulah

Kondisi Terminal Cineam Tasik Memprihatinkan

Regional Sabtu, 10 April 2021 | 14:45 WIB

Padahal, dari terminal ini, berangkat angkutan umum jenis bus jurusan Tasikmalaya-Cineam.

Umum - Regional, Kondisi Terminal Cineam Tasik Memprihatinkan, Terminal Cineam,Terminal cineam tasik memprihatinkan,kondisi terminal cineam,kondisi terminal cineam memprihatinkan

Warga Lansia Purwakarta Mulai Divaksin

Regional Sabtu, 10 April 2021 | 14:27 WIB

Vaksin yang digunakan untuk lansia ialah sinovac dan baru diterima pada 8 April.

Umum - Regional, Warga Lansia Purwakarta Mulai Divaksin, vaksinasi lansia di purwakarta,pemkab purwakarta gelar vaksinasi lansia,Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika

Tim Gabungan Satpol PP Purwakarta Sita Miras di Dalam Kafe

Regional Sabtu, 10 April 2021 | 13:47 WIB

Menjelang bulan suci Ramadan tim gabungan terdiri dari Satpol PP, Polres Purwakarta dan TNI melakukan razia minuman kera...

Umum - Regional, Tim Gabungan Satpol PP Purwakarta Sita Miras di Dalam Kafe, razia miras purwakarta,razia miras jelang ramadan,razia miras di kafe purwakarta

Larang Mudik, Ridwan Kamil Ingatkan Kenaikan Kasus Tahun Lalu

Regional Sabtu, 10 April 2021 | 12:04 WIB

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menegaskan, pihaknya sejalan dengan pemerintah pusat dalam urusan larangan mudik.

Umum - Regional, Larang Mudik, Ridwan Kamil Ingatkan Kenaikan Kasus Tahun Lalu, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil,Larangan Mudik 2021,mudik dilarang,Kenaikan Kasus Covid-19
dewanpers