web analytics
  

Diduga Akibat Proyek Kereta Cepat Bandung-Jakarta, Mata Air di KBB Mengering

Rabu, 24 Februari 2021 15:28 WIB Redaksi AyoBandung.Com
Bandung Raya - Ngamprah, Diduga Akibat Proyek Kereta Cepat Bandung-Jakarta, Mata Air di KBB Mengering, kereta cepat Jakarta-Bandung,kereta cepat bandung-jakarta,mata air kbb mengering,dampak pembangunan kereta cepat,pt kcic

Pekerja menyelesaikan pengerjaan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung, di Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Senin (7/12/2020). (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)

CIKALONGWETAN, AYOBANDUNG.COM--Proyek kereta cepat Bandung-Jakarta oleh PT KCIC berdampak buruk bagi masyarakat di Kabupaten Bandung Barat, salah satunya mengeringnya mata air.

Salah satunya diutarakan Alit Suryana (59). Dia menunjukan lokasi sumber mata air sebagai penghidupan warga Kampung Dangdeur, RT 03/09, Desa Cikalong, Kecamatan Cikalongwetan.

Kekesalan Alit tentunya bukan tanpa alasan. Mata air yang disebut warga Sumumput, yang selama puluhan tahun menjadi sumber penghidupan tiba-tiba tak mengalir normal sejak dua tahun terakhir.

Warga meyakini sumber air yang menghidupi puluhan rumah di kampung tersebut 'dirampas' oleh PT KCIC. Keyakinan mereka berdasar. Sebab sejak adanya proyek pembuatan tunnel atau terowongan untuk trase Kereta Cepat Jakarta-Bandung, mata air tersebut menjadi hilang.

Padahal sebelum adanya mega proyek nasional tersebut, mata air Sumumput tidak pernah mengalami kekeringan meski dilanda kemarau berkepanjangan. Jarak mata air tersebut dengan lokasi proyek pembuatan terowongan hanya sekitar 100 meter.

"Sejak ada pembangunan kereta cepat, air gak ada, kering total. Padahal sebelumnya gak pernah surut meskipun kemarau berbulan-bulan," ungkap Alit, Rabu (24/2/2021).

Musim hujan seperti saat ini yang diharapkan mata airnya bisa muncul lagi, nyatanya malah tak kunjung mengalir. Akhirnya jalan menuju sumber mata air Sumumput pun dibiarkan begitu saja. Jalannya sudah ditebali dengan tumpukan pohon bambu dan dedaunan.

Padahal mata air itu dulunya jadi andalan warga sekitar. Bahkan dari luar wilayah tersebut kerap mengambil air dari sumber tersebut saat musim kemarau. Sejak 'terampasnya' sumber mata air tersebut, posisinya malah terbalik.

Kini warga Kampung Dangdeur 'mengemis' air bersih ke wilayah tetangga. Seperti yang dilakukan keluarga Alit. Ia terpaksa harus meminta air bersih dari tetangganya di beda kampung. Menggunakan selang, Alit harus merogoh koceh Rp 40 ribu per bulan untuk membayar air. Dengan catatan, ia hanya dialiri air satu jam saja.

"Sekarang hujan juga tetep gak ngalir. Dulu mah, masyarakat dari daerah lain juga ambil air, bawa jeligen ke sini. Sekarang kebalik," ujar Alit.

Sebenarnya, kata Alit, pihak berkepentingan dalam proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung sudah membuatkan sumur bor. Namun tiga kali gagal mengeluarkan air, sehingga tidak bisa dimanfaatkan warga.

Menurutnya, tertutupnya mata air Sumumput bukan hanya menghentikan aliran air ke rumah warga. Tetapi juga terhadap sawah milik warga setempat. Meski tak terlalu luas, namun sawah tersebut terpaksa malah jadi kebun lantaran tak teraliri air.

"Awalnya sawah, tapi sekarang kering. Dijadiin kebun," ucap Alit.

Ternyata bukan mata air Sumumput saja yang hilang dengan dugaan akibat aktivitas proyek PT KCIC, tapi ada satu lagi yakni mata air di Kampung Pangkalan, RW 12, Desa Cikalong, Kecamatan Cikalong Wetan, KBB.

Jika di Kampung Dangdeur, RT 03/09 hanya sekitar 32 Kepala Keluarga (KK), maka di RW 12 ada sekitar 104 KK yang tidak teraliri air bersih dari sumbernya sejak adanya proyek tersebut.

"Kalau di Kampung Dangdeur ini hanya satu RT, kalau di Pangkalan satu RW," kata Kepala Dusun IV Desa Cikalong, Agustian Hidayat.

Titik sumber mata air di Kampung Pangkalan menurutnya tepat berada di atas terowongan trase kereta cepat.

"Kemungkinan karena berdekatan, jadi sumber mata airnya tertutup," ucapnya.

Ada berbagai cara yang dilakukan warga agar tetap bisa menikmati air bersih. Dari mulai menggunakan air sungai, sampai menyambung dari wilayah tetangga. Adapula yang membuat sumur bor.

Pihak desa, kata Agustian, sudah melayangkan surat kepada pihak KCIC namun tak kunjung mendapat balasan.

"Desa sudah melayangkan surat ke Jakarta (KCIC), belum ada respons," ujarnya.

Sumber: Suara.com
Editor: Adi Ginanjar Maulana

terbaru

Demi Tak Kena OTT, Ajay Ngaku Suap Anggota KPK, Jaksa: Aneh!

Ngamprah Senin, 19 April 2021 | 15:01 WIB

Mantan Wali Kota Cimahi Ajay M Priatna bersaksi dirinya telah menyetor sejumlah uang pada seseorang yang mengaku sebagai...

Bandung Raya - Ngamprah, Demi Tak Kena OTT, Ajay Ngaku Suap Anggota KPK, Jaksa: Aneh!, Ajay M Priatna,Suap Ajay M Priatna,KPK Ajay M Priatna,KPK,Tindak Pidana Korupsi (Tipikor),Ajay terjaring OTT

Ridwan Kamil Akan Telusuri Penyebab Insentif Ribuan Nakes KBB Belum Di...

Ngamprah Senin, 19 April 2021 | 14:14 WIB

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil akan segera menelusuri penyebab ribuan tenaga kesehatan (Nakes) di Kabupaten Bandung Ba...

Bandung Raya - Ngamprah, Ridwan Kamil Akan Telusuri Penyebab Insentif Ribuan Nakes KBB Belum Dibayar, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil,Nakes Kabupaten Bandung barat,Insentif Nakes KBB,Insentif Nakes KBB belum dibayar,Naker KBB belum Dibayar,Nakes KBB,Nakes KBB,Ribuan Nakes KBB Belum Dapat Insentif

Penjual Tanaman Hias Rugi Puluhan Juta Akibat Longsor di Parongpong

Ngamprah Senin, 19 April 2021 | 13:28 WIB

Longsor menimpa sejumlah kios tanaman hias di Jalan Sersan Bajuri, RT 02, RW 06, Desa Cihideung, Kecamatan Parongpong, K...

Bandung Raya - Ngamprah, Penjual Tanaman Hias Rugi Puluhan Juta Akibat Longsor di Parongpong, Longsor Parongpong,Kios Tanaman hias kena longsor,longsor kios tanaman hias Parongpong,Longsor Bandung Barat

KPK Periksa 28 Saksi Dugaan Korupsi Aa Umbara, Ini Daftarnya

Ngamprah Senin, 19 April 2021 | 11:11 WIB

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap 28 saksi kasus dugaan korupsi yang melibatkan Bupat...

Bandung Raya - Ngamprah, KPK Periksa 28 Saksi Dugaan Korupsi Aa Umbara, Ini Daftarnya, aa umbara tersangka korupsi,KPK Tetapkan Aa Umbara Tersangka,Aa Umbara Tersangka,Korupsi Aa Umbara,Aa Umbara,kpk

Puasa Sehat dengan Madu Murni Lembang

Ngamprah Senin, 19 April 2021 | 08:48 WIB

Puasa Sehat dengan Madu Murni Lembang

Bandung Raya - Ngamprah, Puasa Sehat dengan Madu Murni Lembang, madu murni Lembang,madu Lembang,Ciri madu asli,Manfaat madu

Hengky Kurniawan Mulai Tarawih Keliling di Bandung Barat

Ngamprah Senin, 19 April 2021 | 06:00 WIB

Rencananya, Safari Ramadan 1442 Hijriah Hengky Kurniawan itu bakal dimulai pada Senin, 19 April 2021. Setiap harinya, He...

Bandung Raya - Ngamprah, Hengky Kurniawan Mulai Tarawih Keliling di Bandung Barat, Tarling Bandung Barat,Hengky Kurniawan,Tarawih keliling Bandung Barat,Salat Tarawih

Bisnis Tanaman Hias Air, Mudah dan Menjanjikan di Masa Pandemi

Ngamprah Sabtu, 17 April 2021 | 10:06 WIB

Tanaman hias air banyak diminati untuk memperindah kolam maupun akuarium di rumah.

Bandung Raya - Ngamprah, Bisnis Tanaman Hias Air, Mudah dan Menjanjikan di Masa Pandemi, ikan,Tanaman Hias,tanaman hias air

Terperosok Lubang 10 Meter, Nenek Anah Tewas

Ngamprah Jumat, 16 April 2021 | 23:03 WIB

Seorang perempuan paruh baya bernama Anah (60), warga Kampung Cimerang, RT 04 RW 05, Desa Cipatat, Kecamatan Cipatat, Ka...

Bandung Raya - Ngamprah, Terperosok Lubang 10 Meter, Nenek Anah Tewas, Nenek Anah Tewas,Nenek Terperosok Lubang,Nenek di KBB

artikel terkait

dewanpers