web analytics
  

Warganet Diringkus sebab Berkomentar Soal Bentrokan Cina-India

Selasa, 23 Februari 2021 12:02 WIB
Umum - Internasional, Warganet Diringkus sebab Berkomentar Soal Bentrokan Cina-India, Cina,India,Perbatasan,warganet

Ilustrasi kibor yang digunakan oleh para warganet. (Pixabay/THAM YUAN YUAN )

BEIJING, AYOBANDUNG.COM — Pada 2018, China meloloskan undang-undang yang melarang orang "memfitnah pahlawan dan martir". Dengan undang-undang tersebut, kini seorang penulis blog sedang bersiap menerima hukumannya.

Blogger tersebut ditangkap oleh polisi China, setelah menulis komentar mengenai tentara China yang tewas dalam bentrokan dengan pasukan India di perbatasan Himalaya. Pihak berwenang mengatakan pria berusia 38 tahun itu 'dengan jahat memutar balikan kebenaran'.

Pada Selasa (23/2), BBC International melaporkan pria itu merupakan salah satu dari enam orang yang ditahan pihak berwenang China karena membuat pernyataan tidak tepat mengenai bentrokan tersebut. Peristiwa yang terjadi pada Juni tahun lalu menjadi bentrokan mematikan pertama kedua negara bertetangga setelah 45 tahun.

Bagaimanapun, salah satu kolumnis surat kabar China Daily menulis jika seseorang hanya bisa didakwa bila ia melanggar amandemen undang-undang hukum pidana yang baru mulai berlaku bulan depan itu. Orang yang didakwa dengan undang-undang itu pun dapat dihukum hingga tiga tahun penjara. 

"Bila sepuluh hari ke depan ia dinyatakan bersalah maka ia akan menjadi orang pertama yang divonis atas undang-undang ini," tulis seorang kolumnis di China Daily.

Biro Keamanan Publik Nanjing mengeluarkan pernyataan yang mengatakan laki-laki yang nama depannya Qiu ditangkap pada 19 Februari lalu. Media lokal melaporkan blogger berusia 38 tahun itu memiliki 3,8 juta pengikut di media sosial Weibo.

Akun tersebut tidak dapat diverifikasi karena telah dihapus. Pekan lalu Weibo mengumumkan akun Qiu ditutup selama satu tahun.

"(Pria itu mengaku) melakukan tindakan ilegal untuk menarik perhatian netizen, merusak fakta di Weibo, dan menghina dan memfitnah pahlawan yang mempertahankan perbatasan," kata media sosial tersebut.

Sejak saat itu, ia ditahan karena "memicu perpecahan dan memprovokasi masalah", dakwaan yang kerap diberikan pada kritikus pemerintah. Dakwaan yang sama digunakan untuk menahan beberapa orang yang memberikan komentar atas insiden di perbatasan. Pihak berwenang tidak mengungkapkan apa yang dikatakan orang-orang yang ditahan itu.

Pekan lalu untuk pertama kalinya China mengungkapkan jumlah korban tewas dari pihak mereka dalam bentrokan dengan tentara India di Lembah Galwan, Ladakh. Sebelumnya India mengumumkan 20 tentara mereka tewas dalam bentrokan tersebut.

Media militer China menetapkan pasukan yang gugur sebagai "pahlawan" karena telah mengorbankan "masa muda, darah dan nyawa" mereka untuk perbatasan. Chen Hongjun, Chen Xiangrong, Xiao Siyuan dan Wang Zhouran, pun mendapat penghargaan anumerta.

Selama puluhan tahun China dan India bersengketa di wilayah perbatasan. Akar masalah ketegangan ini adalah perbatasan sepanjang 3.440 kilometer yang disebut Line of Actual Control.

Sungai, danau, dan lapisan salju, yang dapat bergeser kerap mengubah garis perbatasan. Sehingga pasukan kedua negara seringkali saling berhadapan di sejumlah titik yang akhirnya memicu konfrontasi. Tetapi sudah lama India dan China sepakat untuk tidak menggunakan senjata dan bahan peledak di perbatasan[*]

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Aris Abdulsalam

terbaru

Ratusan Warga Etiopia Diduga Telah Dibunuh oleh Tentara Eritrea

Internasional Jumat, 26 Februari 2021 | 14:50 WIB

Pembunuhan yang telah berlangsung pada 28 dan 29 November 2020.

Umum - Internasional, Ratusan Warga Etiopia Diduga Telah Dibunuh oleh Tentara Eritrea, Pembunuhan Massal,Etiopia

Ganja Berpeluang Dilegalkan di Maroko

Internasional Jumat, 26 Februari 2021 | 14:16 WIB

Saat ini, Maroko sebetulnya masih melarang keras produksi dan pemakaian ganja.

Umum - Internasional, Ganja Berpeluang Dilegalkan di Maroko, Ganja,Legal,Maroko,keperluan medis,terapeutik

China Dianggap Telah Lakukan Genosida Muslim Uighur

Internasional Jumat, 26 Februari 2021 | 13:46 WIB

Aktivis dan pakar hak asasi manusia mengatakan setidaknya satu juta Muslim ditahan di kamp-kamp di wilayah barat terpenc...

Umum - Internasional, China Dianggap Telah Lakukan Genosida Muslim Uighur, Muslim Uighur,China

Bukan Tanda Kiamat, Turun Salju di Arab Saudi Hanya Hal Normal

Internasional Jumat, 26 Februari 2021 | 11:45 WIB

Karena wilayah Utara, yang merupakan lokasi Kota Tabuk, sudah terbiasa turun salju.

Umum - Internasional, Bukan Tanda Kiamat, Turun Salju di Arab Saudi Hanya Hal Normal, salju,Arab Saudi

Malaysia Pulangkan Warga Myanmar saat Kudeta Militer, EU dan AS Kecewa

Internasional Jumat, 26 Februari 2021 | 11:25 WIB

Malaysia pada Selasa (23/2/2021) mengirim 1.086 warga Myanmar kembali pulang dengan ke tiga kapal angkatan laut yang dik...

Umum - Internasional, Malaysia Pulangkan Warga Myanmar saat Kudeta Militer, EU dan AS Kecewa, Myanmar,Kudeta Militer,Malayasia,Uni Eropa (UE),Amerika Serikat

Kisah Pilu PSK Jual Bayi untuk Modal Bisnis Miras

Internasional Jumat, 26 Februari 2021 | 10:04 WIB

Seorang PSK di Negara Bagian Ebonyi, Nigeria berniat menjual bayinya yang berusia 4 bulan untuk modal bisnis bir. Karena...

Umum - Internasional, Kisah Pilu PSK Jual Bayi untuk Modal Bisnis Miras, PSK,Bayi dijual,Jual Bayi,Bayi PSK,Kisah PSK,Kisah pilu PSK

Heboh Salju Turun di Tabuk Arab Saudi, Pertanda Kiamat?

Internasional Jumat, 26 Februari 2021 | 09:27 WIB

Jagat media sosial diramaikan dengan salju yang turun di wilayah Tabuk, Arab Saudi belum lama ini. 

Umum - Internasional, Heboh Salju Turun di Tabuk Arab Saudi, Pertanda Kiamat?, Salju arab,hujan salju arab saudi,salju tabuk arab,tanda kiamat salju di arab,salju,Tanda kiamat,kiamat

Waduh! Warganet Indonesia Paling Tidak Punya Adab di Dunia

Internasional Jumat, 26 Februari 2021 | 02:04 WIB

Warganet Indonesia rupanya termasuk dalam golongan yang paling tak punya adab saat bergaul di dunia digital, demikian ha...

Umum - Internasional, Waduh! Warganet Indonesia Paling Tidak Punya Adab di Dunia, Warganet Indonesia,Warganet Tidak Punya Adab di Dunia,Digital Civility Index (DCI)

artikel terkait

dewanpers