web analytics
  

Lawan Amerika Serikat, Iran Tak Batasi Pengayaan Uranium-Nuklir

Selasa, 23 Februari 2021 11:43 WIB
Umum - Internasional, Lawan Amerika Serikat, Iran Tak Batasi Pengayaan Uranium-Nuklir, Iran,Amerika Serikat,Nuklir,Uranium

Ayatollah Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran. (Wikimmedia Commons)

TEHERAN, AYOBANDUNG.COM — Melalui pernyataan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, kemungkinan akan memperkaya uranium hingga tingkat berapa pun yang dibutuhkan. Hal ini menegaskan bahwa Iran tidak akan pernah menyerah pada tekanan Amerika Serikat (AS) atas program nuklirnya. 

"Tingkat pengayaan uranium Iran tidak akan dibatasi hingga 20 persen. Kami akan meningkatkannya ke tingkat apa pun yang dibutuhkan negara. Kami dapat meningkatkannya menjadi 60 persen," ujar Khamenei.

Kesepakatan nuklir Iran 2015 (JCPOA), membatasi kemurnian fisik yang dapat digunakan Teheran untuk memurnikan uranium pada tingkat 3,67 persen, jauh di bawah 20 persen dari yang dicapai sebelum kesepakatan dan jauh di bawah 90 persen yang dapat digunakan sebagai senjata nuklir.

Di bawah pemerintahan mantan Presiden Donald Trump, AS mengundurkan diri dari JCPOA pada 2018 dan menjatuhkan sanksi ekonomi terhadap Iran. Sejak saat itu, Teheran meningkatkan aktivitas pengayaan uranium hingga 20 persen untuk menekan AS. 

Pekan lalu, Teheran sedang mempelajari proposal Uni Eropa untuk pertemuan informal antara anggota dalam kesepakatan JCPOA dan AS. Namun hingga saat ini Iran belum menanggapi proposal tersebut. 

“Pihak Amerika dan Eropa dalam kesepakatan itu telah menggunakan bahasa yang tidak adil terhadap Iran. Iran tidak akan menyerah pada tekanan. Sikap kami tidak akan berubah,” kata Khamenei.

Pemerintahan Presiden AS Joe Biden mengatakan, pihaknya siap berbicara dengan Iran sebelum AS kembali bergabung dengan JCPOA. AS menekankan bahwa pihaknya akan kembali bergabung dengan JCPOA jika Iran berhenti meningkatkan pengayaan uranium dan mematuhi kesepakatan. 

Sementara, para pemimpin Iran bersikeras Washington harus mencabut sanksi terlebih dahulu untuk memulihkan kesepakatan JCPOA. Khamenei, dalam sambutannya yang disiarkan televisi, mengulangi penyangkalan atas niat Iran untuk mempersenjatai pengayaan uranium.

"Badut Zionis internasional (Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu) mengatakan mereka tidak akan mengizinkan Iran memproduksi senjata nuklir. Pertama-tama, jika kita memiliki niat seperti itu, bahkan mereka yang lebih kuat darinya tidak akan bisa menghentikan kita," kata Khamenei.

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengatakan, Washington bermaksud untuk mendukung dan memperpanjang JCPOA, yang bertujuan untuk membatasi potensi pengayaan Iran, sebagai imbalan atas pencabutan sebagian besar sanksi. Menurutnya, diplomasi adalah jalan terbaik untuk mencapai tujuan tersebut.

"Amerika Serikat tetap berkomitmen untuk memastikan bahwa Iran tidak pernah memperoleh senjata nuklir. Diplomasi adalah jalan terbaik untuk mencapai tujuan itu,” ungkap Blinken. [*]

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Aris Abdulsalam

terbaru

Trump Kritik Kinerja Biden Sebulan Jadi Presiden AS

Internasional Senin, 1 Maret 2021 | 21:34 WIB

Mantan presiden Amerika Serikat Donald Trump menyerang dan mengkritik penerusnya Joe Biden dalam pidato di Orlando, Ming...

Umum - Internasional, Trump Kritik Kinerja Biden Sebulan Jadi Presiden AS, Donald Trump,Joe Biden,Trump Kritik Biden

Presiden Ghana: Vaksin Tidak Dibuat untuk Memusnahkan Ras Afrika

Internasional Senin, 1 Maret 2021 | 16:45 WIB

Sejauh ini, Ghana telah mencatatkan 84 ribu kasus Covid-19 dengan 607 kematian.

Umum - Internasional, Presiden Ghana: Vaksin Tidak Dibuat untuk Memusnahkan Ras Afrika, Vaksin,COVID-19,Afrika,Ghana

Mengundurkan Diri dari Kerajaan, Pangeran Harry akan Bernasib Tragis s...

Internasional Senin, 1 Maret 2021 | 16:30 WIB

Sejumlah tabloid dikabarkan melakukan tindak rasialisme dan perundungan terhadap Meghan Markle, istri Pangeran Harry, ya...

Umum - Internasional, Mengundurkan Diri dari Kerajaan, Pangeran Harry akan Bernasib Tragis seperti Putri Diana?, Pangeran Harry,Meghan Markle,Duke dan Duchess of Sussex,Kerajaan Inggris,Putri Diana

Rakyat Diminta Makan Buah Nanas oleh Presiden Taiwan, Kenapa?

Internasional Senin, 1 Maret 2021 | 16:15 WIB

Di sisi lain, China akan menghentikan impor nanas dari Taiwan mulai bulan Maret ini.

Umum - Internasional, Rakyat Diminta Makan Buah Nanas oleh Presiden Taiwan, Kenapa?, Nanas,China,Taiwan,buah-buahan

300 Ribu Dosis Vaksin AstraZeneca Tiba di Australia

Internasional Minggu, 28 Februari 2021 | 18:46 WIB

Australia menerima 300 ribu dosis vaksin AstraZeneca pada Minggu (28/2/2021), untuk mempercepat upaya pemerintah dalam m...

Umum - Internasional, 300 Ribu Dosis Vaksin AstraZeneca Tiba di Australia, vaksin AstraZeneca,Vaksin Covid-19 AstraZeneca,Australia,Vaksinasi Covid-19 Australia

Hutan Amazon Brazil Dijual di Facebook, Luasnya 1.000 Lapangan Sepak B...

Internasional Minggu, 28 Februari 2021 | 16:54 WIB

Sebagian dari hutan hujan Amazon Brazil dijual secara ilegal di Facebook. Beberapa plot yang terdaftar melalui layanan i...

Umum - Internasional, Hutan Amazon Brazil Dijual di Facebook, Luasnya 1.000 Lapangan Sepak Bola, Hutan Amazon Dijual di Facebook,Hutan Amazon Brazil

RESMI: Google dan Facebook Wajib Bayar Media untuk Konten Berita, Kapa...

Internasional Jumat, 26 Februari 2021 | 16:55 WIB

Bisakah undang-undang yang telah resmi di Australia ini diberlakukan di Indonesia?

Umum - Internasional, RESMI: Google dan Facebook Wajib Bayar Media untuk Konten Berita, Kapan di Indonesia?, facebook,Google,Media,Konten Berita

Ratusan Warga Etiopia Diduga Telah Dibunuh oleh Tentara Eritrea

Internasional Jumat, 26 Februari 2021 | 14:50 WIB

Pembunuhan yang telah berlangsung pada 28 dan 29 November 2020.

Umum - Internasional, Ratusan Warga Etiopia Diduga Telah Dibunuh oleh Tentara Eritrea, Pembunuhan Massal,Etiopia

artikel terkait

dewanpers