web analytics
  

Ramai Hotel Bandung Dijual, Pengelola Akui Tak Tahu

Selasa, 23 Februari 2021 11:42 WIB
Bandung Raya - Ngamprah, Ramai Hotel Bandung Dijual, Pengelola Akui Tak Tahu, hotel bandung dijual,Hotel Bandung dijual online,Hotel,Hotel Lembang

Puluhan Hotel di Kota Bandung Dijual di Portal Online. (Ayobandung.com/Nur Khansa Ranawati)

LEMBANG, AYOBANDUNG.COM -- Dunia perhotelan di Bandung Raya dihebohkan dengan kemunculan beberapa hotel yang dijual situs jual beli properti. Namun ternyata, beberapa hotel yang masuk di situs jual beli itu mengaku tidak pernah melego hotel mereka.

Seperti Grand Hani Hotel yang terletak di Jalan Raya Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Hotel bintang tiga tersebut dibandrol Rp70 miliar. Kemudian Hotel Tiara Lembang yang dibandrol Rp17 miliar dalam situs jual beli online.

Saat dikonfirmasi, General Manager Grand Hani Hotel, Samsul membantah hotelnya bakal dijual di tengah gempuran Covid-19 ini. Ia pun baru mengetahui hotelnya masuk daftar situs jual beli online.

"Saya malah baru tahu kalau hotel Grand Hani dijual. Saya dengan Pak Hani (owner hotel) malah sedang nge-push untuk memperjuangkan karena kita ada harapan untuk hidup," ujar Samsul saat dihubungi, Selasa (23/2/2021).

Samsul tidak menampik, jika pemilik hotel sempat berencana menjual hotel. Namun rencana itu ada jauh sebelum ada pandemi Covid-19 mewabah. Namun situasi yang serba sulit sekarang ini ia diamanatkan oleh pemilih untuk mempertahankan hotel tersebut.

Samsul mengungkapkan, kondisi Grand Hani Hotel tidak jauh beda dengan hotel yang lain. Jangankan untuk meraup cuan lebih, bisa bertahan saja sudah untung. Malam pergantian 2020-2021 seharusnya menjadi angin segar bagi para pengusaha hotel, namun kenyatannya malah sebaliknya

"Dari jumlah kamar sebanyak 50 kamar, hanya 15 kamar yang terisi," ucap Samsul.

Berbagai upaya sudah dilakukan manajamen Grand Hani Hotel agar usahanya tetap bertahan. Dari mulai banting harga dari Rp900.000 menjadi Rp350.000. Kemudian, manajemen terpaksa harus mengurangi pekerja dan menyederhanakan fasilitas.

Saat ini, hanya tersisa 11 pekerja untuk mengurus hotel bintang tiga dengan kapasitas 50 kamar itu. Samsul terpaksa mengambil langkah ekstrem itu demi bisa bertahan.

"Cost paling besar dari industri hotel adalah listrik dan tenaga manusia. Kita sudah mengurangi fasilitas kamar, tapi enggak ke tutup juga. Maka terpaksa kami mengambil langkah paling ekstrem yakni mengurangi karyawan. Bukan cuma itu, kita juga terpaksa harus berkompromi soal gaji mereka," bebernya.

Sebelumnya, Wakil Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Bandung Barat, Eko Suprianto mengaku belum mendengar informasi adanya hotel di KBB yang bakal dijual gara-gara Covid-19. Namun ia tak menampik bisnis hunian hotel di Bandung Barat 'mengulur kematian'.

Bukan tanpa sebab, menurutnya bisnis pariwisata tersebut saat ini konsennya bukan untuk mencari keuntungan lagi, tapi mencari uang hanya untuk mempertahankan usahanya agar tidak sampai gulung tikar.

"Jadi sekarang itu bukan nyari cuan lagi, tapi bagaimana caranya bertahan. Ya, seperti 'mengulur kematian'," ujar Eko.

Eko mengungkapkan, okupansi hunian hotel sejak dihantam wabah virus korona sangat terdampak karena ada penurunan konsumen yang cukup drastis. Hal tersebut dibuktikan dengan data yang dimiliki PHRI KBB.

Periode tahun baru 2020, tepatnya bulan Januari occupancy rate hotel di KBB sebesar 59,8%, kemudian di bulan Februari mencapai 55,1% dari 10 hotel di wilayah Parongpong dan Lembang, KBB.

Persentasi okupansi hotel tersebut menurun drastis pada periode yang sama setelah Covid-19 mewabah. Termasuk saat malam pergantian tahun, yakni pada Desember, yang hanya 27,6%.

Angkanya semakin terjun bebas memasuki bulan Januari 2021. Occupancy rate-nya hanya 15,6% dan Februari 2021 hanya 13,4%.

"Dari angka itu kan bisa kelihatan dampaknya, okupansinya sangat jauh sekali," ujar Eko.

Untuk bertahan agar tetap eksis di bisnis pariwisata, ungkap Eko, ada beberapa skema yang dilakukan para pengusaha hotel di Bandung Barat. Dari mulai banting harga. Ia mencontohkan, dari harga normal Rp500.000 diturunkan jadi Rp200.000.

"Jadinya banting harga dan itu yang dikhawatirkan. Bahaya juga sebetulnya, jadinya nanti orang bandrol, gak sehat," katanya.

Ada juga yang melalukan inovasi produk dan mengalihkan bidikan konsimen. Seperti yang awalnya hanya murni hotel, kemudian nuansanya diubah menjadi cafe.

"Yang rame kan cafe, suasana dibuat cafe karena pasarnya yan ada cafe. Otomatis target pasar pindah," ungkapnya.

Kemudian yang pasti adalah mengurangi jumlah karyawan dan jam kerjanya. Seperti yang dilakukan Eko di bisnis penginapan dan wisatanya, dimana ada pengurangan karyawan yang cukup banyak.

"Saya aja 50% habis kontrak gak diperpanjang. Dari 240 karyawan, sekarang tinggal 123 saja. Itupun gak masuk setiap hari, jadi digilir," terangnya.

Eko gak bisa membayangkan jika kondisinya masih seperti ini. Mungkin saja hanya yang punya modal besar yang masih bisa bertahan di bisnis pariwisata ini. Namun, ia masih punya keyakinan kondisi ini akan berangsur membaik.

"Tapi kalau sampai ada hotel yang di jual di sini (KBB) saya belum dengar," ucapnya.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Suara.com.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Fira Nursyabani

terbaru

Ngabuburit di Pasar Takjil Ramadan Permata Bandung Barat

Ngamprah Senin, 19 April 2021 | 16:57 WIB

Bingung cari tempat seru buat ngabuburit? Yuk dateng ke Pasar Takjil Ramadan Permata di Desa Tanimulya Kabupaten Bandung...

Bandung Raya - Ngamprah, Ngabuburit di Pasar Takjil Ramadan Permata Bandung Barat, Ngabuburit di Pasar Takjil,Ngabuburit,Ngabuburit di Bandung,Pasar Takjil,pasar takjil bandung,Pasar Takjil Ramadan,kuliner buka puasa,Kuliner Buka Puasa Bandung,Ngabuburit saat Pandemi

Hengky Bakal Lelang Kendaraan Pejabat KBB, Ini Alasannya

Ngamprah Senin, 19 April 2021 | 16:02 WIB

Hengky Kurniawan berencana melelang sejumlah kendaraan dinas milik eselon IV. Ia merencanakan operasional ASN dengan ken...

Bandung Raya - Ngamprah, Hengky Bakal Lelang Kendaraan Pejabat KBB, Ini Alasannya, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bandung Barat,Hengky Kurniawan,efisiensi anggaran,Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD),Pemkab Bandung Barat,Lelang Kendaraan Milik Pejabat KBB,Lelang Kendaraan Pejabat KBB

Ngaku Dimintai Rp200 Juta, Jaksa Pertanyakan Pengakuan Janggal Ajay

Ngamprah Senin, 19 April 2021 | 15:48 WIB

Jaksa Budi pun mempertanyakan mengapa pihak Ajay tidak melaporkan permintaan itu kepada polisi atau kepada KPK.

Bandung Raya - Ngamprah, Ngaku Dimintai Rp200 Juta, Jaksa Pertanyakan Pengakuan Janggal Ajay, Ajay M Priatna,Eks Walikota Cimahi,Suap Ajay M Priatna,KPK Ajay M Priatna,Operasi Tangkap Tangan (OTT),KPK,OTT Ajay M Priatna,Ajay dijerat OTT

Demi Tak Kena OTT, Ajay Ngaku Suap Anggota KPK, Jaksa: Aneh!

Ngamprah Senin, 19 April 2021 | 15:01 WIB

Mantan Wali Kota Cimahi Ajay M Priatna bersaksi dirinya telah menyetor sejumlah uang pada seseorang yang mengaku sebagai...

Bandung Raya - Ngamprah, Demi Tak Kena OTT, Ajay Ngaku Suap Anggota KPK, Jaksa: Aneh!, Ajay M Priatna,Suap Ajay M Priatna,KPK Ajay M Priatna,KPK,Tindak Pidana Korupsi (Tipikor),Ajay terjaring OTT

Ridwan Kamil Akan Telusuri Penyebab Insentif Ribuan Nakes KBB Belum Di...

Ngamprah Senin, 19 April 2021 | 14:14 WIB

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil akan segera menelusuri penyebab ribuan tenaga kesehatan (Nakes) di Kabupaten Bandung Ba...

Bandung Raya - Ngamprah, Ridwan Kamil Akan Telusuri Penyebab Insentif Ribuan Nakes KBB Belum Dibayar, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil,Nakes Kabupaten Bandung barat,Insentif Nakes KBB,Insentif Nakes KBB belum dibayar,Naker KBB belum Dibayar,Nakes KBB,Nakes KBB,Ribuan Nakes KBB Belum Dapat Insentif

Penjual Tanaman Hias Rugi Puluhan Juta Akibat Longsor di Parongpong

Ngamprah Senin, 19 April 2021 | 13:28 WIB

Longsor menimpa sejumlah kios tanaman hias di Jalan Sersan Bajuri, RT 02, RW 06, Desa Cihideung, Kecamatan Parongpong, K...

Bandung Raya - Ngamprah, Penjual Tanaman Hias Rugi Puluhan Juta Akibat Longsor di Parongpong, Longsor Parongpong,Kios Tanaman hias kena longsor,Longsor Bandung Barat,Tanaman Hias,tanaman hias puluhan juta,tanaman hias parongpong,tanaman hias rusak

KPK Periksa 28 Saksi Dugaan Korupsi Aa Umbara, Ini Daftarnya

Ngamprah Senin, 19 April 2021 | 11:11 WIB

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap 28 saksi kasus dugaan korupsi yang melibatkan Bupat...

Bandung Raya - Ngamprah, KPK Periksa 28 Saksi Dugaan Korupsi Aa Umbara, Ini Daftarnya, aa umbara tersangka korupsi,KPK Tetapkan Aa Umbara Tersangka,Aa Umbara Tersangka,Korupsi Aa Umbara,Aa Umbara,kpk

Puasa Sehat dengan Madu Murni Lembang

Ngamprah Senin, 19 April 2021 | 08:48 WIB

Puasa Sehat dengan Madu Murni Lembang

Bandung Raya - Ngamprah, Puasa Sehat dengan Madu Murni Lembang, madu murni Lembang,madu Lembang,Ciri madu asli,Manfaat madu

artikel terkait

dewanpers