web analytics
  

Varian Baru Virus Corona: B.1.125 Terdeteksi di 13 Negara

Sabtu, 20 Februari 2021 21:40 WIB
Umum - Internasional, Varian Baru Virus Corona: B.1.125 Terdeteksi di 13 Negara, Varian Baru Virus Corona,COVID-19,Pandemi Covid-19

Ilustrasi pandemi virus corona. (Pixabay/cromaconceptovisual)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM — Varian virus corona baru, dijuluki B.1.125, mengandung mutasi pada protein lonjakan virus. Hal ini memungkinkan virus corona baru itu untuk mengikat dan memasuki sel manusia. 

Varian tersebut telah terdeteksi di Inggris, Nigeria, dan 11 negara lain, termasuk AS. Hal ini diungkapkan oleh laporan para peneliti di Universitas Edinburgh. 

Para ilmuwan khawatir karena mutasi yang dikenal sebagai E484K ini, vaksin yang ada saat ini mungkin kurang efektif melawan varian baru ini. Mutasi ini juga muncul pada varian virus corona yang sebelumnya telah ditemukan di Afrika Selatan dan Brasil. 

Varian ini juga muncul di beberapa sampel varian Inggris yang dikenal sebagai B.1.1.7. Para peneliti berpikir bahwa mutasi E484K dapat membantu virus menghindari apa yang disebut antibodi penetral, yang mengikat virus dan mencegahnya menginfeksi sel.  

Seorang profesor mikrobiologi seluler di University of Reading, Simon Clarke, mengatakan mutasi E484K membuat varian Afrika Selatan resisten terhadap beberapa vaksin, dan dia khawatir varian baru tersebut mungkin juga agak resisten  

"Kami belum tahu seberapa baik varian (baru) ini akan menyebar, tetapi jika berhasil dapat diasumsikan bahwa kekebalan dari vaksin atau infeksi sebelumnya akan berkurang," kata Clarke.  

Menurut CDC, varian virus corona baru dari Afrika Selatan, Inggris, dan Brasil, tampaknya lebih menular daripada jenis virus corona asli. Tapi itu belum terbukti benar untuk varian baru ini.  

"Saat ini tidak ada bukti bahwa rangkaian mutasi ini menyebabkan penyakit yang lebih parah atau peningkatan penularan," kata direktur medis di Public Health England (PHE), Yvonne Doyle, dalam sebuah pernyataan. 

Pada 17 Februari, 46 kasus varian baru telah dikonfirmasi di Inggris, itu berdasarkan dokumen pemerintah. B.1.125 pertama kali terdeteksi dalam sampel dari orang dengan Covid-19 di Nigeria pada Desember 2020, menurut laporan University of Edinburgh. 

Meskipun PHE mencatat dalam sebuah posting blog bahwa penyelidikan sedang berlangsung untuk mengonfirmasi negara asalnya. Laporan Universitas Edinburgh juga mencatat bahwa pada 17 Februari, varian tersebut telah terdeteksi dalam 12 kasus di Amerika Serikat. (*)

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Aris Abdulsalam

terbaru

Pejabat Cina Bantah Ragukan Keampuhan Vaksin Buatan Sendiri

Internasional Selasa, 13 April 2021 | 13:52 WIB

Untuk pertama kalinya pejabat tinggi Cina mengakui rendahnya keampuhan vaksin corona buatan dalam negeri.

Umum - Internasional, Pejabat Cina Bantah Ragukan Keampuhan Vaksin Buatan Sendiri, vaksin Cina,Efikasi vaksin Covid-19,Gao Fu,sinovac,Sinopharm,CanSino,vaksin Covid-19 Cina kurang ampuh,pejabat Cina vaksin Covid-19,Vaksin Covid-19

Kisah dan Perjalanan Pemuda Ateis Masuk Islam

Internasional Selasa, 13 April 2021 | 13:36 WIB

Pemuda itu mengakui, sebelum berada di Brunei, persepsinya mengenai Islam adalah buruk, terutama terkait teroris ISIS.

Umum - Internasional, Kisah dan Perjalanan Pemuda Ateis Masuk Islam, Kisah Pemuda Ateis Masuk Islam,Perjalanan Pemuda Ateis Masuk Islam,Pemuda ateis terbuka soal Islam, Mualaf,pengalaman spiritual,tujuan hidup,masuk Islam,orang Jepang yang masuk Islam,Muslim di Jepang

Tulisan Anti-Muslim di Masjid Menuai Kecaman dari Menteri Prancis

Internasional Selasa, 13 April 2021 | 09:40 WIB

Grafiti itu bertuliskan kata-kata hinaan terhadap Islam dan Nabi Muhammad.

Umum - Internasional, Tulisan Anti-Muslim di Masjid Menuai Kecaman dari Menteri Prancis, Tulisan Anti-Muslim,Menteri Prancis,Nabi Muhammad SAW,hinaan terhadap Islam,Menteri Dalam Negeri Prancis Gerald Darmanin,Islam-fobia

India Jadi Negara Kedua Paling Terdampak Covid-19, Siapa yang Pertama?

Internasional Selasa, 13 April 2021 | 09:16 WIB

Pada Senin (12 April 2021) India telah mengonfirmasi rekor kasus baru Covid-19 dengan hampir 169 ribu kasus dalam sehari...

Umum - Internasional, India Jadi Negara Kedua Paling Terdampak Covid-19, Siapa yang Pertama?, Negara Kedua Paling Terdampak Covid-19,negara paling terdampak Covid-19,India,Brasil,Pandemi Covid-19,COVID-19

Cina Bikin Pandemi Covid-19 Jadi Lebih Buruk?

Internasional Senin, 12 April 2021 | 15:35 WIB

Antony Blinken menilai kegagalan Cina bertanggung jawab atas pandemi Covid-19 yang lebih buruk daripada yang seharusnya.

Umum - Internasional, Cina Bikin Pandemi Covid-19 Jadi Lebih Buruk?, Cina,Pandemi Covid-19,Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Antony Blinken,Amerika Serikat,Asal-usul Virus Corona

Tidak Ada Upacara Kenegaraan untuk Pangeran Philip, Ini Alasannya

Internasional Sabtu, 10 April 2021 | 07:42 WIB

Mendiang suami Ratu Inggris Elizabeth, Pangeran Philip, tidak akan dimakamkan dengan upacara kenegaraan karena pembatasa...

Umum - Internasional, Tidak Ada Upacara Kenegaraan untuk Pangeran Philip, Ini Alasannya, Pangeran Philip,Pangeran Philip meninggal,Ratu Inggris Elizabeth,Ratu Elizabeth II,Upacara Kenegaraan,Upacara Pemakaman Pangeran Philip,Kerajaan Inggris

Ini Profil Pangeran Philip, Suami Ratu Elizabeth II Meninggal Dunia

Internasional Sabtu, 10 April 2021 | 06:32 WIB

Kabar duka datang dari Istana Buckingham Inggris, Pangeran Philip yang merupakan suami Ratu Elizabeth II meninggal dunia...

Umum - Internasional, Ini Profil Pangeran Philip, Suami Ratu Elizabeth II Meninggal Dunia, Pangeran Philip meninggal,Profil Pangeran Philip,Biodata Pangeran Philip,Ratu Elizabeth II

Belanda Batasi Penggunaan Vaksin AstraZeneca untuk Lansia

Internasional Sabtu, 10 April 2021 | 05:30 WIB

Pembatasan penggunaan vaksin AstraZeneca dilakukan sejumlah negara dunia, usai ditemukannya efek samping langka pembekua...

Umum - Internasional, Belanda Batasi Penggunaan Vaksin AstraZeneca untuk Lansia, vaksin AstraZeneca,Belanda,Vaksinasi Lansia,Vaksin Covid-19

artikel terkait

dewanpers