web analytics
  

Mencegah Kebakaran Sejak Dini

Sabtu, 20 Februari 2021 10:54 WIB Netizen Deffy Ruspiyandy
Netizen, Mencegah Kebakaran Sejak  Dini, mencegah kebakaran,dinas kebakaran,cara mencegah kebakaran

Mencegah Kebakaran Sejak Dini (Deffy)

Deffy Ruspiyandy

Penulis Artikel dan Penulis Ide Cerita di SCTV.

AYOBANDUNG.COM--Kondisi rumah-rumah yang padat penduduk dan berdesakan tentu saja dapat menimbulkan efek sosial pada masyarakat itu sendiri. Salah satu hal yang selama ini sering terjadi adalah peristiwa kebakaran yang sering menimbulkan kerugian.

Tak salah jika sebuah peristiwa kebakaran terjadi dan tidak ditanggulangi sejak dini maka akan memunculkan orang miskin baru karena kehilangan hartanya akibat terbakar serta menimbulkan gangguan jiwa atau stres.

 “Jadi untuk hal-hal kecil semestinya tidak selalu petugas damkar untuk mengatasi hal itu namun masyarakat pun sudah seharusnya bisa menanggulanginya secara mandiri ketika api masih kecil,” ungkap Wildan, penyuluh dari Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Kota Bandung dalam kegiatan Sosialisasi Pencegahan Bahaya Kebakaran Oleh Warga yang diselenggarakan di Kantor Kelurahan Ciroyom, Kecamatan Andir,Kota Bandung (17/2) lalu. Kegiatan tersebut diikuti para Ketua RT dan RW se-Kelurahan Ciroyom.

Seperti diketahui, tugas pemadam kebakaran sendiri secara substansi ada tiga. Pertama adalah pencegahan. Langkah-langkah yang dilakukan dalam hal ini adalah melakukan penyuluhan dan edukasi kepada masyarakat tentang bahaya kebakaran dan cara dini mencegah kebakaran yang terjadi. 

Seringkali terjadi kebakaran di rumah penduduk banyak disebabkan korsleting listrik dan juga kompor menjadi besar dan menimbulkan kerugian harta ataupun kehilangan nyawa karena banyak warga yang tidak paham cara menanggulanginya. Oleh sebab itu maka warga sebaiknya mesti diberi pengetahuan terkait soal kebakaran ini. Dengan diberi pengetahuan semacam ini maka warga dapat bertindak mengamankan api Ketika masih kecil.

Kedua, penanggulangan yaitu melakukan pemadaman api dengan cara menurunkan petugas pemadam kebakaran itu sendiri ke lapangan. Tentu saja hal ini tak mudah dilakukan jika kebakaran yang terjadi di Kawasan pemukiman penduduk yang padat. 

Dengan keterbatasan personil yang ada bahkan sulitnya mencapai lokasi apalagi di tengah pemukiman terkadang pemadaman api  tak bisa dilakukan secara optimal apalagi jika suhu api yang membakar itu mencapai 1.000 derajat celcius sebab air yang disemprotkan akan menguap di tengah jalan. Api dengan suhu tinggi seperti itu maka menyebabkan petugas kebakaran akan sulit untuk mendinginkannya.

Ketiga, penyelamatan yaitu dengan melakukan hal-hal yang terkait peristiwa di luar kejadian kebakaran semacam OTT(Operasi Tangkap Tawon), adanya ular berbisa yang memasuki rumah warga,melepaskan cincin yang tak bisa dilepas atau membereskan pepohonan yang tumbang. Hal ini tentu saja jarang diketahui warga sehingga tak berlebihan jika warga sendiri mengetahui hal ini.

Selain itu, banyak warga pula yang tidak mengetahui nomor kontak dari pemadam kebakaran itu sendiri di(022)113 dan bukan nomor itu saja melainkan nomor UPT pun perlu diketahui agar jika terjadi sesuatu maka akan mudah menghubunginya, misal UPT Bandung Barat sesungguhnya ada di samping Kecamatan Andir. 

Hal ini perlu disosialisasikan karena terkadang masyarakat tidak memahami hal ini sehingga menyebabkan lambatnya menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran dan membuat petugas menjadi terlambat datang ke lokasi kebakaran.

Tidak hanya sebatas hal itu, sesungguhnya masyarakat Kota Bandung pun seharusnya memiliki APAR (Alat Pemadam Api Ringan) di rumahnya masing-masing. Sayang, hal ini tidak menjadi perhatian masyarakat padahal barang seperti ini sangat dibutuhkan apabila terjadi kebakaran saat kondisi api masih ringan agar tidak menjadi besar. 

Masyarakat justeru cenderung lebih mengutamakan membeli handphone disbanding APAR ini. APAR ini sendiri bahan untuk memadamkan apinya ada dari foam(busa),halon, karbon (CO2), tepung(powder) dan gas cair. Namun jika membeli alat ini sebaiknya mesti yang direkomendasikan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Kota Bandung serta mesti mengetahui tata cara penggunaan dan pemeliharaannya.

Lebih jauh,untuk bisa memadamkan api maka warga pun semestinya mengetahui teori api itu sendiri. Api mau kecil mau besar tetap harus diwaspadai. Bila kita ingin mengenal tentang api ini maka kita pun mesti mengetahui bahan yang bisa menimbulkan api yaitu padat, cair dan gas. 

Sementara jika terjadi kebakaran tentunya harus mengetahui unsur api sendiri yang bisa dijadikan media untuk memadamkannya. Dalam api itu sendiri terkandung unsur  panas, gas dan bahan. Maka di saat memadamkan api maka harus mampu menghilangkan salah satu unsur tersebut agar api bisa segera dipadamkan.

Dalam kesempatan itu, Lurah Ciroyom, Agus Firmansyah menegaskan pihaknya perlu memberikan edukasi tentang bahaya kebakaran dan pencegahannya secara dini karena Ciroyom adalah wilayah yang padat penduduk dan rawan kebakaran sehingga jika dapat dicegah sejak dini maka tak akan terjadi musibah kebakaran. 

Sementara UPT Bandung Barat, Dadang mengatakan musibah kebakaran jangan sampai terjadi di lingkungan kita dan salah satunya adalah warga itu sendiri siaga terhadap potensi kebakaran yang ada di daerahnya masing-masing dan memahami cara menanganinya.

Dengan memahami edukasi tentang bahaya kebakaran dan cara mencegahnya maka tentu saja masyarakat pada saatnya nanti akan bisa menjadi ujung tombak di dalam menanggulangi kebakaran sebelum datang petugas dari Dinas Pemadam Kebakaran.

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini

Editor: Adi Ginanjar Maulana

terbaru

Leuwipanjang, di Mana Leuwinya?

Netizen Jumat, 14 Mei 2021 | 08:43 WIB

Leuwipanjang, di Mana Leuwinya?

Netizen, Leuwipanjang, di Mana Leuwinya?, leuwipanjang,Terminal Leuwipanjang,leuwi,sejarah leuwipanjang,leuwipanjang adalah

Menjaga Tradisi, Merawat Ingatan Lebaran

Netizen Kamis, 13 Mei 2021 | 17:30 WIB

Sejatinya, agama (Islam) dan budaya (tradisi) hadir tidak untuk dipertentangkan (dibenturkan).

Netizen, Menjaga Tradisi, Merawat Ingatan Lebaran, Tradisi,Lebaran,Idulfitri,Sejarah,Islam,budaya

Pamali sebagai Pendidikan Karakter Masyarakat Sunda

Netizen Kamis, 13 Mei 2021 | 17:05 WIB

Pamali atau pemali adalah pantangan atau larangan (berdasarkan adat dan kebiasan).

Netizen, Pamali sebagai Pendidikan Karakter Masyarakat Sunda, Pamali,Pemali,Pendidikan Karakter Masyarakat Sunda,Sunda,Budaya,Tradisi,Takhayul

Menjadi Tangan Kanan Pangeran Suriaatmaja

Netizen Rabu, 12 Mei 2021 | 16:53 WIB

Bataviaasch Handelsblad dan Java-Bode edisi 8 Mei 1883 antara lain memuat kabar pelelangan barang-barang milik Raden Kar...

Netizen, Menjadi Tangan Kanan Pangeran Suriaatmaja, raden kartawinata,belanda,suriaatmaja,kabupaten sumedang

Lebaran yang Indonesia Banget dalam Lagu Pop

Netizen Selasa, 11 Mei 2021 | 12:01 WIB

Salah satu lagu yang lumayan utuh mendeskripsikan perayaan Lebaran adalah lagu karya komponis masyhur negeri ini, Ismail...

Netizen, Lebaran yang Indonesia Banget dalam Lagu Pop, Selamat Hari Lebaran,Ismail Marzuki,Lebaran,Lagu Lebaran,Lagu Selamat Hari Lebaran,Jangan Korupsi

Ramai Konten Family Issues di Tiktok, Wajarkah?

Netizen Senin, 10 Mei 2021 | 16:30 WIB

Hal tersebut dapat terjadi karena ada pergeseran norma atau perilaku masyarakat.

Netizen, Ramai Konten Family Issues di Tiktok, Wajarkah?, Family Issues,Masalah Keluarga,TikTok,pergeseran norma,perilaku masyarakat

Menguatkan Literasi Ramadan

Netizen Senin, 10 Mei 2021 | 16:05 WIB

Di bulan Ramadan pula, kita membaca Al-Qur’an dengan tujuan agar kita kembali menguatkan literasi kita.

Netizen, Menguatkan Literasi Ramadan, Al-Qur'an,Islam,Literasi,Ramadan

Hobi Bagaikan Harta Karun

Netizen Jumat, 7 Mei 2021 | 15:40 WIB

Setiap pekerjaan pasti merasakan suka dan duka. Tetapi, dengan dasar hobi, pekerjaan jadi terasa lebih menyamankan.

Netizen, Hobi Bagaikan Harta Karun, Hobi,Harta Karun,Pekerjaan,Menulis
dewanpers