web analytics
  

Rahasia Sukses Pembelajaran Jarak Jauh

Senin, 15 Februari 2021 16:43 WIB Netizen Sinta Nurlia
Netizen, Rahasia Sukses Pembelajaran Jarak Jauh, pembelajaran jarak jauh (PJJ),Pademi,COVID-19

Ilustrasi PJJ di SMA Negeri 1 Cibinong, Kabupaten Bogor. (Sinta Nurlia)

Sinta Nurlia

Sinta Nurlia

Pandemi covid-19 atau wabah virus korona masih belum berakhir. Hingga Februari 2021 masih banyak korban berjatuhan akibat virus ini. Aktivitas mulai berubah total. Akibatnya banyak perubahan yang terjadi di lingkungan sekitar.

Jika biasanya beraktivitas dapat dilakukan bersama-sama dan dapat berpergian tanpa batas. Nampaknya kegiatan tersebut pada masa pandemi tidak bisa dilakukan lagi. Dampak Covid-19 terhadap seluruh bidang kegiatan memiliki dampak yang luar biasa. Bahkan sektor pendidikan pun terdampak musibah ini.

Di berbagai negara, termasuk Indonesia, sekolah maupun perguruan tinggi diberhentikan. Contohnya, SMA Negeri 1 Cibinong, Kabupaten Bogor, sudah hampir semester 2 ini kegiatan pembelajaran yang sepenuhnya dilakukan dengan tatap muka. Akibat virus Covid-19 sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ) dengan sistem daring dan luring menjadi satu-satunya pilihan.

Namun, tidak seluruh sekolah melakukan pembelajaran jarak jauh, mengingat masih ada daerah berstatus zona hijau yang bisa melakukan pembelajaran tatap muka. Penutupan sebagian sekolah merupakan upaya yang dilakukan pemerintah untuk menahan penyebaran kasus Covid-19. Perlu persiapan dan manajemen yang matang di setiap sekolah demi terciptanya kegiatan pembelajaran tatap muka. Keduanya sama-sama memiliki dampak positif dan negatif bagi keberlangsungan pembelajaran di sekolah.

Pembelajaran jarak jauh yang banyak dilakukan oleh sekolah sekarang tidak terlepas dari keluhan para guru, peserta didik, dan orang tua. Segala usaha dilakukan guru dan satuan pendidikan lainnya dalam menyelenggarakan pendidikan pembelajaran jauh pada masa pandemi. Namun, muncul masalah baru yakni keluhan dari para pelajar terkait efek PJJ. Gangguan psikologis peserta didik yang seolah kehilangan semangat belajar, motivasi belajar, jenuh karena peralihan kegiatan belajar tatap muka digantikan dengan moda digital membuat peserta didik acuh terhadap kewajibannya.

Keluhan tersebut bersumber dari pola pikir peserta didik yang membandingkan belajar dengan kebiasaan berinteraksi bersama teman-temannya secara langsung, namun sekarang dibatasi. Ketidakpuasan juga sering dikeluhkan oleh peserta didik. Selama pembelajaran jarak jauh peserta didik hanya bisa berinterakasi melalui teknologi. Peserta didik menjadi tidak puas akan hasil yang mereka peroleh selama pembelajaran tersebut.

Fenomena di atas menyadarkan perlunya revolusi pola pikir gaptek menjadi metek, baik untuk guru maupun peserta didik. Pola pikir yang selama ini gagap teknologi harus diubah menjadi pandai teknologi atau melek teknologi. Teknologi menjadi opsi terbaik dalam kelancaran pembelajaran jarak jauh.

Pada kenyataannya, guru wajib lebih keras dalam menanggulangi dampak pendidikan akibat Covid-19. Guru menjadi garda terdepan yang bisa mengajak dan mengajarkan karakter baik kepada peserta didik.

Banyak hal yang harus diajarkan guru dan beberapa hal juga yang harus dipelajari oleh guru. Perkembangan teknologi menjadi sarana dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan secara tidak langsung mengharuskan guru untuk berlatih memanfaatkan jenis teknologi yang tersedia. Ujung tombak perubahan pendidikan di masa pandemi ini ternyata harus lebih berinovasi agar pemberian materi pembelajaran, diskusi, evaluasi pembelajaran, pembinaan siswa dan lainnya dapat tersampaikan dengan baik, bermakna, dan tidak membosankan.

Salah satu yang bisa diperhatikan guru ketika sedang melaksanakan PJJ yakni menyediakan dan memilih media teknologi serta sumber daya yang tersedia agar dapat digunakan dengan baik. Selain itu, yang perlu diperhatikan adalah bertanggung jawab menentukan teknologi, platform, peralatan, dan sumber daya, yang tersedia untuk keberhasilan belajar-mengajar, khususnya selama Pembelajaran Jarak Jauh.

Platform daring yang dibutuhkan siswa sangat beragam dan memiliki kegunaan serta bentuk yang berbeda-beda, sehingga perlu menyesuikan platform belajar dengan kebutuhan peserta didik berdasar situasi wilayah. Banyaknya media daring yang tersedia, guru perlu menyeleksi media daring belajar tersebut supaya materi dan konten pembelajaran tersampaikan dengan baik. Pembelajaran bermakna pun (meaningfull learning) dapat diperoleh peserta didik dan tidak hanya berfokus pada penuntasan kurikulum saja.

Guru bisa memanfaatkan teknologi dan mengajak peserta didik dengan membangun pemaknaan (pemahaman) dari materi yang disampaikan, serta mempertimbangkan kesesuaian antara karakteristik teknologi dengan karakteristik siswa dan materi pembelajaran yang diampu. Guru perlu memahami teknologi semiotika untuk mempresentasikan sebuah perangkat teknologi yang digunakan dalam membentuk makna.

Istilah semiotika merupakan ilmu atau metode ilmiah untuk melakukan analisis terhadap tanda dan segala hal yang berhubungan dengan tanda. Tanda merupakan bagian yang penting dalam bahasa. Oleh karena itu, dalam proses PJJ agar komunikasi berjalan dengan lancar maka guru perlu memahami semiotika pada perangkat teknologi yang digunakan.

Teknologi semiotika digunakan sebagai sebuah sistem artefak yang dapat memproduksi sebuah makna didalamnya memberikan kesempatan bagi pengguna untuk memilih sumber-sumber semiotika (semiotic resources), mengakses mengombinasikan dan menstruktur sumber-sumber semiotika tersebut dalam rangka mencapai tujuan sosial pembentukan makna (Djonov & van Leeuwen, 2018a, 2018b; van Leeuwen, Djonov, & O’Halloran, 2013).

Istilah artefak merupakan alat teknologi yang mencakup perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software). Beberapa artefak semiotika teknologi yang biasa digunakan dalam pembelajaran jarak jauh antara lain social media (instagram, facebook, twitter, tiktok, youtube), powerpoint, kamera foto, aplikasi editing, zoom, google classroom, edmodo, schoolgy, aplikasi diagram, gambar, table, dan lain sebagainya.

Sekolah SMA Negeri 1 Cibinong, Kab. Bogor memanfaatkan media zoom dalam sistem daring pembelajaran jarak jauh, sedangkan kegiatan luring memanfaatkan powerpoint, modul, google classroom, video, dsb. Pilihan atas sumber-sumber semiotika yang ada diharapkan dapat memanfaatkan fitur-fitur dan fungsi menu yang disediakan dalam aplikasi yang dipakai, seperti desain, layer, tata letak, warna, teks, garis, suara, tulisan, simbol, gambar, ikon, dan bentuk abstrak lainnya. Jika semua artefak fitur pada zoom dimanfaatkan dengan baik maka guru bisa memberikan makna dalam pembelajaran daring melalui komunikasi verbal, mimik wajah, gerak tangan, dan gerak anggota tubuh lainnya, sekaligus membentuk karakter baik pada peserta didik.

Pembahasan mengenai teknologi semiotika membuktikan bahwa peran dan fungsi teknologi yang digunakan guru dalam kegiatan pembelajaran daring sangat penting. Guru bukan hanya diharapkan mampu menggunakan teknologi saja, tetapi diharapkan dapat menciptakan kelas menyenangkan dan pembelajaran bermakna. Penggunaan zoom ketika pembelajaran berlangsung bukan hanya menyampaikan materi semata, namun lebih dari itu zoom diharapkan dapat membantu membentuk kedisipilinan peserta didik selama proses pembelajaran daring berlangsung.

Contoh dalam kelas daring melalui zoom, setiap harinya SMA Negeri 1 Cibinong memanfaatkan artefak virtual background. Alasannya ada beberapa sebagian siswa yang tidak mau mengaktifkan kamera karena kamarnya berantakan, dll. Untuk itu, guru bisa mengajak peserta didik mengganti background setiap harinya sesuai dengan tema yang ditentukan. Sehingga tidak ada alasan tidak mau mengaktifkan kamera.  Artefak fitur waiting room pada zoom dapat dimanfaatkan guru untuk membentuk disiplin pada siswa. Selain bermanfaat untuk melihat siapa saja yang mencoba bergabung dan mengindari Zoombombing, artefak waiting room bisa dimanfaatkan untuk menahan siswa-siswi yang telat masuk dan tidak disiplin sesuai dengan jadwal. Sehingga guru memiliki penilaian siapa saja yang lalai dalam pembelajaran untuk dijadikan bahan evaluasi pada wali kelas dan wali murid.

Selanjutnya, artefak fitur ‘setting audio-video’ membentuk karakter siswa agar tetap kondusif dalam pembejaran daring. Istilah asbun atau asal bunyi bisa terkendali dengan memanfaatkan artefak setting mute audio. Siswa diharapkan tetap aktif namun tetap sesuai dengan konteks pembelajaran berlangsung. Selain itu, apabila ada lingkungan peserta didik yang ramai, artefak fitur setting mute audio bisa membantu menjaga agar kelas PJJ tetap kondusif dan peserta didik lain tidak merasa terganggu. Artefak fitur ‘setting video’ juga diharapkan membentuk karakter baik siswa. Peserta didik wajib mengaktifkan kamera ketika zoom bisa menandakan bahwa salah satu kesantunan dalam bertutur adalah wajib menampakkan atau memperlihatkan wajah. Dengan begitu komunikasi dapat terjalin dengan baik. Guru dapat menilai langsung bahasa tubuh yang digunakan siswa dan memberikan penilaian terhadap sikap peserta didik. Terlebih ada beberapa sekolah yang mewajibkan menggunakan seragam ketika PJJ zoom belangsung, sehingga artefak setting video bisa membantu guru dalam mendisipinkan peserta didik terhadap peraturan zoom sekolah.

Penggunaan artefak emoticon pada menu reactions di saat PJJ zoom berlangusng juga membantu mengajarkan pada peserta didik untuk lebih sopan lagi ketika ingin mengutarakan tuturannya. Peserta didik dapat memanfaatkan artefak raise hand ketika ingin memotong atau menanggapi lawan bicaranya. Siswa akan memulai tuturannya, jika sudah diizankan oleh lawan tutur. Cara tersebut membiasakan peserta didik untuk tetap sopan dan santun walaupun pembelajaran melalui daring zoom. Selain itu, guru bisa memberikan penghargaan langsung bagi peserta didik yang aktif dengan memberikan emoticon bintang, love, tepuk tangan, dan lain-lain. Begitu pun sebaliknya, peserta didik diwajibkan memberikan penghargaan atau apresiasi pada teman-temannya yang mau aktif menjawab pertanyaan guru. Hal tersebut membiasakan peserta didik untuk menghargai mitra tuturnya.

Artefak selanjutnya yang memiliki tanda teknologi semiotika pada zoom yakni fitur chat. Apabila seorang guru memberikan link presensi di kolom chat, kemudian peserta didik mengerti apa yang dimaksud tanpa diberi instruksi berulang-ulang, maka teknologi semiotika yang diberikan memiliki sebuah makna yang dapat tersampaikan dengan baik.

Artefak fitur host dan co-host melatih siswa untuk bertanggung jawab. Guru memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk memimpin jalannya PJJ dan menampilkan layar kepada teman-temannya sesuai dengan konteks pembelajaran. Selain itu, bagi yang bertanggung jawab menampilkan materi pada layar bisa memanfaatkan artefak fitur annotation tools yang dapat digunakan untuk memberikan catatan langsung, sehingga peserta didik terbiasa dengan presentasi yang maksimal. Masih banyak lagi artefak zoom yang bisa dimanfaatkan guru dalam membentuk pembelajaran bermakna. Berdasarkan contoh ringkas di atas memberikan penjelasan bahwa tanda-tanda atau fitur yang ada pada zoom bukan hanya membantu mempresentasikan materi saja tetapi bisa membiasakan peserta didik terampil dalam bersikap dan lainnya.

Selain media daring zoom masih banyak teknologi dan fitur yang bisa dimanfaatkan untuk dalam PJJ. Dalam satu aplikasi memiliki sumber-sumber teknologi semiotika. Ajeng Putri, S. Pd sempat menuturkan, “Youtube dapat dimanfaatkan dalam PJJ. Alasan memilih youtube dijadikan sebagai media pembelajaran karena melalui video yg saya buat di youtube dapat memuat penjelasan proses dan gambar yg menarik dan mempermudah untuk dipahami siswa, dibandingkan hanya jika siswa membaca saja. Di video tersebut saya juga menyertakan pertanyaan-pertanyaan yg harus di jawab oleh siswa dengan tujuan menciptakan pembelajaran yg interaktif meskipun melalui media online, jadi siswa bisa menjawab pertanyaan di kolom komentar dan dapat langsung dikoreksi oleh guru,” ujar salah satu guru SMA Negeri 1 Cibinong-Kabupaten Bogor (10/2/2021).

Ada tiga teknologi semiotika yang dikenal pada youtube, yakni like, comment, and subscribe. Masih banyak yang bisa dimanfaatkan dari youtube, namun ketiga artefak ini memiliki daya magis bagi pengguna masing-masing youtube. Guru dapat memanfaatkan artefak like sebagai tanda kehadiran. Jika peserta didik menyukai video tersebut, maka dianggap telah menonton atau ikut hadir pada PJJ. Selanjutnya, setelah me-like video yang ditonton, peserta didik diwajibkan komentar mengenai apa yang dilihat. Bisa saja kolom komentar dipakai untuk interaksi saling balas menanggapi materi yang tersedia. Komentar peserta didik pada kolom chat menandakan kehadiran pada kelas tersebut.

Selain, memahami setiap simbol artefak yang tersedia, guru bisa menambah pengetahuan pedagogi, konten, dan teknologi melalui pelatihan webinar dengan memperhatikan kesesuaian antara karakteristik teknologi dengan karakteristik siswa serta materi pembelajaran. Sehingga komunikasi selama PJJ tidak hanya bersifat otoriter dalam mengarahkan kegiatan pembelajaran daring. Sekolah SMA Plus PGRI Cibinong, contohnya, menyediakan pelatihan teknologi khusus untuk guru.

Gambar siswa PJJ (Sinta Nurlia )

Dengan memahami semiotika teknologi pada proses PJJ, maka dapat mengembangkan pemahaman antara guru dan siswa. Sebuah makna akan terbentuk dan dapat digunakan secara optimal. Semakin banyak semiotika teknologi yang ada dalam proses pembelajaran daring akan meningkatkan pemahaman antara guru dan siswa. Sehingga, materi pelajaran yang diberikan oleh guru akan mudah dipahami oleh siswa dan tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan baik.

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini

Editor: Aris Abdulsalam

terbaru

Menilik Tradisi Tahlilan dari Perspektif Sosiologis

Netizen Selasa, 20 April 2021 | 14:23 WIB

Tahlil berasal dari kata hallala-yuhallilu, yang artinya membaca kalimat "laailaaha illallah".

Netizen, Menilik Tradisi Tahlilan dari Perspektif Sosiologis, Tradisi Tahlilan,Tradisi,Tahlilan,Nahdhatul Ulama

Momen Ramadan Semasa Kecil yang Selalu Dirindukan Generasi Z

Netizen Selasa, 20 April 2021 | 13:12 WIB

Hadir satu kali dalam setiap tahun, kedatangan bulan Ramadan selalu ditunggu oleh umat Muslim.

Netizen, Momen Ramadan Semasa Kecil yang Selalu Dirindukan Generasi Z, Ramadan,Muslim,generasi z

Menikah Bukan Kompetisi Ibadah

Netizen Selasa, 20 April 2021 | 11:42 WIB

Menikah merupakan ibadah terlama yang akan dijalan oleh dua insan. Jadi, persiapkan dengan baik.

Netizen, Menikah Bukan Kompetisi Ibadah, Menikah,Islam,Anjuran Menikah,Menikah menurut empat ulama mazhab,Alasan Utama Menikah,Ibadah

Daftar Terbaru Badan / Lembaga Penerima Zakat yang Diakui Ditjen Pajak

Netizen Senin, 19 April 2021 | 19:02 WIB

Direktorat Jenderal Pajak telah menetapkan Badan/Lembaga sebagai penerima zakat atau sumbangan keagamaan yang sifatnya w...

Netizen, Daftar Terbaru Badan / Lembaga Penerima Zakat yang Diakui Ditjen Pajak, Ditjen Pajak,Lembaga Penerima Zakat,Badan Penerima Zakat,Penitipan Zakat

Menakar Geliat Ekonomi di Bulan Ramadan 2021

Netizen Senin, 19 April 2021 | 11:32 WIB

Pandemi Covid-19 sudah setahun lebih membayang banyangi kehidupan kita

Netizen, Menakar Geliat Ekonomi di Bulan Ramadan 2021, Ekonomi,COVID-19,BPS

Bapak Ideologi Muhammadiyah Itu Menjadikan Puasa sebagai 'Kanopi Diri'

Netizen Minggu, 18 April 2021 | 19:10 WIB

Prof. Dr. K.H. Haedar Nashir, M.Si., Ketua Umum PP. Muhammadiyah, adalah kader otentik Muhammadiyah yang tidak ada irisa...

Netizen, Bapak Ideologi Muhammadiyah Itu Menjadikan Puasa sebagai 'Kanopi Diri', Prof. Dr. K.H. Haedar Nashir, M.Si.,Bapak Ideologi Muhammadiyah,Muhammadiyah

Merenungi Hikmah Puasa Ramadan

Netizen Jumat, 16 April 2021 | 10:35 WIB

Puasa akan melahirkan rasa cinta, kasih sayang, dan kelembutan kepada orang miskin.

Netizen, Merenungi Hikmah Puasa Ramadan, Puasa,Ramadan,Salat Tarawih,Hikmah Puasa,Merenungi Hikmah Puasa,puasa ramadan

Mengubah Peringatan Waspada Menjadi Rencana Tindakan

Netizen Jumat, 16 April 2021 | 09:16 WIB

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada Rabu, 14 April 2021 sudah mengingatkan kepada masyarakat untuk...

Netizen, Mengubah Peringatan Waspada Menjadi Rencana Tindakan, BMKG,Cuaca ekstrem,cekungan bandung,Bencana Alam

artikel terkait

dewanpers