web analytics
  

Komisi IX DPR Tolak Perpres Jokowi yang Ancam Sanksi Warga Penolak Vaksin Covid-19

Senin, 15 Februari 2021 10:28 WIB
Umum - Nasional, Komisi IX DPR Tolak Perpres Jokowi yang Ancam Sanksi Warga Penolak Vaksin Covid-19, Presiden Joko Widodo,Perpres No. 14 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan Vaksinasi,Vaksin Covid-19,Felly Estelita Runtuwene,DPR RI menolak aturan Presiden

Presiden Jokowi. (YouTube/Sekretariat Presiden)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- DPR RI menolak aturan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam Perpres No. 14 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan Vaksinasi yang mengancam rakyat tidak mendapat bantuan sosial jika menolak vaksin Covid-19.

Ketua Komisi IX DPR RI, Felly Estelita Runtuwene mengungkapkan, sanksi penghapusan bansos dan layanan administrasi itu tidak ada di dalam kesepakatan antara DPR dan pemerintah ketika rapat kerja di Senayan.

"Laporan singkat rapat kerja antara Komisi IX DPR dengan Kementerian Kesehatan, BPOM, BPJS Kesehatan, pada poin 1 ayat g secara eksplisit tertulis; 'Tidak mengedepankan ketentuan dan/atau peraturan denda dan/atau pidana untuk menerima vaksin Covid-19'," kata Felly dalam keterangannya, Senin (15/2/2021).

Dia menyebut Perpres ini juga sudah melanggar Peraturan Tata Tertib DPR RI No 1 Tahun 2020 Pasal 61 yang menegaskan bahwa keputusan rapat kerja bersama antara pemerintah dan DPR bersifat mengikat dan wajib dilaksanakan.

"Apa gunanya kita rapat kalau itu tidak ada legitimasinya. Jangan keburu membuat sebuah keputusan dengan semacam sanksi seperti itu. Komisi IX DPR tidak setuju," tegasnya.

Perpres ini juga melanggar anjuran Badan Kesehatan Dunia (WHO) yang lebih mengutamakan sosialisasi vaksin ketimbang mengancam penolak vaksin dengan sanksi.

"Kalau kita ancam, bisa saja malah masyarakat semakin antipati. Ancaman sanksi ini tidak pas. Bagi kami, ini melanggar hak-hak juga. Tidak boleh seperti ini," ujar Felly.

Sebelumnya, Presiden Jokowi meneken Perpres Nomor 14 Tahun 2021 tentang Perubahan Atas Peraturan Presiden Nomor 99 Tahun 2020 tentang Pengadaan Vaksin dan Pelaksanaan Vaksinasi Dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Covid-19 pada 9 Februari 2021.

Dalam Pasal 13 A ayat 4 ditetapkan sejumlah sanksi bagi penolak vaksin. Saksinya antara lain ialah penundaan atau penghentian pemberian jaminan sosial atau bantuan sosial. Kemudian penundaan atau penghentian layanan administrasi dan denda.

Tiga sanksi itu dapat diterapkan oleh kementerian, lembaga, pemerintah daerah, atau badan sesuai dengan kewenangannya.

Sementara Pasal 13B dijelaskan bahwa setiap orang yang telah ditetapkan sebagai sasaran penerima vaksin Covid-19 yang tidak mengikuti vaksinasi Covid-19 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13A Ayat 2 dan menyebabkan terhalangnya pelaksanaan penanggulangan penyebaran Covid-19, selain dikenakan sanksi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13A Ayat 4 dapat dikenakan sanksi sesuai ketentuan undang-undang tentang wabah penyakit menular.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Suara.com.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Dudung Ridwan

terbaru

Pekan Ini, Jokowi Bakal Lantik 2 Menteri Baru

Nasional Rabu, 14 April 2021 | 12:11 WIB

Jokowi akan melantik dua menteri baru yakni Menteri Pendidikan Kebudayaan dan Riset Teknologi dan Menteri Investasi/Kepa...

Umum - Nasional, Pekan Ini, Jokowi Bakal Lantik 2 Menteri Baru, Jokowi Bakal Lantik 2 Menteri Baru,menteri baru jokowi,Menteri Dikbud-Ristek,Menteri Investasi,Presiden Joko Widodo,Jokowi,kewenangan Presiden Jokowi,kementerian baru Jokowi,Indonesia membentuk kementerian baru,peleburan Kementerian,pembentukan Kementeria

Catat! Ini Daftar Wilayah yang Dibolehkan Mudik Lokal

Nasional Rabu, 14 April 2021 | 12:08 WIB

Pemerintah telah resmi melarang mudik pada Lebaran tahun ini, mulai dari 6-17 Mei 2021.

Umum - Nasional, Catat! Ini Daftar Wilayah yang Dibolehkan Mudik Lokal, mudik lokal Bandung Raya,mudik lokal,wilayah mudik lokal,aglomerasi,aglomerasi Bandung Raya,mudik dilarang,Larangan Mudik Lebaran 2021,Larangan Mudik 2021

Cina Akui Efektivitas Sinovac Rendah, Indonesia Setop Pengiriman?

Nasional Rabu, 14 April 2021 | 12:02 WIB

Tingkat efektivitas dua suntikkan Sinovac ditemukan serendah 50,4% selama uji coba tahap akhir di Brasil. Uji coba serup...

Umum - Nasional, Cina Akui Efektivitas Sinovac Rendah, Indonesia Setop Pengiriman?, Efektivitas Vaksin Sinovac Rendah,Indonesia Setop Pengiriman Sinovac,Vaksin Covid-19,efektivitas Sinovac rendah,imunisasi vaksin Covid-19,Vaksinasi Covid-19,efektivitas dua suntikkan Sinovac,kemanjuran Sinovac,vaksin produk asing

Bisa Buat Beli Baju Lebaran, BLT BPJS Ketenagakerjaan Segera Cair!

Nasional Rabu, 14 April 2021 | 11:55 WIB

Pekerja formal bergaji di bawah Rp5 juta masih memiliki kesempatan untuk menerima BLT BPJS Ketenagakerjaan Rp1,2 juta. K...

Umum - Nasional, Bisa Buat Beli Baju Lebaran, BLT BPJS Ketenagakerjaan Segera Cair!, BLT BPJS Ketenagakerjaan,blt bpjs ketenagakerjaan 2021,kapan blt bpjs ketenagakerjaan 2021 cair,Jadwal Pencairan BLT BPJS Ketenagakerjaan,blt bpjs,subsidi gaji rp600.000,Subsidi gaji karyawan Rp600 ribu,UPDATE BLT BPJS KETENAGAKERJAAN,Update BLT Hari Ini

Nasib Kedatangan Vaksin Pfizer untuk Indonesia Tidak Jelas

Nasional Rabu, 14 April 2021 | 11:37 WIB

Vaksin Pfizer dinilai sebagai vaksin Covid-19 dengan angka efektivitas yang tinggi.

Umum - Nasional, Nasib Kedatangan Vaksin Pfizer untuk Indonesia Tidak Jelas, Vaksin Pfizer,Vaksin Sinovac,vaksin AstraZeneca,Vaksin Novavax,Vaksin Covid-19

Perpanjangan SIM Bisa Melalui Aplikasi Sinar Mulai Sekarang

Nasional Rabu, 14 April 2021 | 10:55 WIB

Aplikasi tersebut dikembangkan oleh Korlantas Polri untuk pemohon yang akan memperpanjang SIM A dan SIM C.

Umum - Nasional, Perpanjangan SIM Bisa Melalui Aplikasi Sinar Mulai Sekarang, Perpanjangan SIM,Aplikasi Sinar,SIM (Surat Izin Mengemudi),Korlantas Polri,SIM A,SIM C,Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo

Foto Hoaks Eks FPI Bunuh Diri Massal demi Habib Rizieq

Nasional Rabu, 14 April 2021 | 10:33 WIB

Gambar tersebut diklaim sebagai deklarasi mantan anggota Front Pembela Islam (FPI) yang bersumpah akan bunuh diri massal...

Umum - Nasional, Foto Hoaks Eks FPI Bunuh Diri Massal demi Habib Rizieq, Foto Hoaks,Hoaks Eks FPI Bunuh Diri Massal demi Habib Rizieq,FPI Bunuh Diri Massal,Jabar Saber Hoaks Jabar Saber Hoaks

IDI Buka Suara soal Efektivitas Vaksin Buatan China

Nasional Rabu, 14 April 2021 | 10:11 WIB

Jubir PB IDI Iris Rengganis mengatakan, efikasi vaksin COVID-19 tidak bisa dibandingkan karena efikasi tiap negara berbe...

Umum - Nasional, IDI Buka Suara soal Efektivitas Vaksin Buatan China, Efektivitas Vaksin Buatan China,vaksin buatan China,efikasi vaksin buatan China,Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI),WHO,uji klinis vaksin Sinovac,Kelayakan Vaksin Buatan China,Keamanan Vaksin Buatan China,Efikasi vaksin Covid-19,Vaksinasi Covid-19

artikel terkait

dewanpers