web analytics
  

Pemilik Televisi Pertama di Cimahi Ternyata Warga Tionghoa

Sabtu, 13 Februari 2021 19:57 WIB Redaksi AyoBandung.Com
Bandung Raya - Cimahi, Pemilik Televisi Pertama di Cimahi Ternyata Warga Tionghoa, sejarah tionghoa cimahi,cimahi,sejarah cimahi,imlek cimahi,Imlek,Tionghoa,Berita Cimahi

Komunitas Tionghoa Turut Memeriahkan Pawai HUT ke 10 RI Tahun 1955 di Cimahi [ (Dok Komunitas Heritage Cimahi)

CIMAHI, AYOBANDUNG.COM--Sejarah Tionghoa di Cimahi dimulai dari kepemilikan televisi pertama. Pemilik televisi pertama di Cimahi ternyata adalah seorang warga Tionghoa bernama Kim Kim.

Televisi itu disimpan Kim Kim di toko miliknya di Jalan Gatot Subroto atau Gatsu, yang sering didatangi warga Kalidam dan Gatsu hanya sekedar untuk menonton. Bahkan Toko Kim Kim atau Toko Soerabaria disebut merupakan toko swalayan pertama di Cimahi.

“Bahkan pemilik televisi pertama di Cimahi, sehingga warga Kalidam dan Gatsu sering nonton TV di toko Kim Kim,” kata  Machmud Mubarok, salah seorang pegiat sejarah, Jumat (12/2/2021).

Namun, keberadaan Toko Kim Kim itu mulai menghilang sejak terjadinya kerusuhan rasial di Cimahi yang diperkirakan terjadi tahun 1963-an. Ditambah lagi dengan peristiwa G30SPKI, yang membuat warga China banyak yang tersingkir.

Salah satunya Toko Kim Kim ini, yang sampai sekarang tidak berjualan lagi. “Padahal toko Kim Kim itu dikenal sebagai toko swalayan pertama di Cimahi,” ucap Machmud.

Sejak saat itulah warga Tionghoa lebih banyak menghindar, tidak bergaul dengan orang-orang pribumi.

Namun diperkirakan setelah tahun 1970-an, orang-orang China kembali bergaul lagi dengan orang pribumi, dan sampai saat ini hidup berdampingan saling menjaga toleransi.

“Tahun 1980-an saya banyak punya teman orang China. Bergaul biasa saja, tidak ada yang beda,” ucapnya.

Sejarah Warga Tionghoa di Cimahi

Machmud membeberkan, Asal muasal rakyat Tionghoa di Kota Cimahi diperkirakan sudah ada sebelum Belanda membangun Garnizun tahun 1898.

Bahkan dulunya ada Kampung China atau Chinesse Wijk dalam Bahasa Belanda, yakni di kawasan Pasar Luhur, yang kini disebut Pasar Atas.

Ia mengatakan, kemungkinan umat Tionghoa di Cimahi lebih dulu ketimbang Garnizun yang dibangun Belanda.“Tahun pastinya kedatangan warga Tionghoa ke Cimahi saya belum temukan. Tapi saat Belanda membangun Garnizun, mereka sudah ada,” ungkap Machmud.

Berdasarkan arsip Belanda tahun 1930 yang didapat Machmud, jumlah etnis China kala itu hanya 2,3 persen saja dari total penduduk Cimahi saat itu yang mencapai 59.993 jiwa. Tujuan kebanyakan mereka datiang ke Cimahi adalah untuk berniaga.

“Ya, kebanyakan berdagang. Ada yang sampai menikah dengan orang pribumi, tapi tidak banyak,” ujar Machmud.

Biasanya di setiap daerah yang dihuni oleh Tionghoa memiliki pemimpin, yang oleh Belanda diberi pangkat Kapten atau Letnan sehingga sering disebut Kapten atau Letnan China. Namun di Cimahi, Machmud belum menemukan itu.

Menurutnya, bisa saja komunitas China di Cimahi menghinduk ke Bandung, lantaran di Cimahi memang sejak dulu tidak ada Kelenteng atau Vihara. Sehingga orang China di Cimahi yang ingin ke Vihara harus ke Kota Bandung.

Namun jejak sejarah mencatat, dulunya di Cimahi ada tempat yang dijadikan sarana ibadah untuk umat Tionghoa. Namanya Chung Hwa hung Hwi yang bangunannya kinii menjadi Sekolah Andreas di Jalan Pacinan atau Jalan Babakan.

Kemudian, masih ada jejak peninggalan rakyat Tionghoa lainnya di Cimahi hingga kini. Seperti di Jalan Djulaeha Karmita atau Jalan Pasar Atas. Di sana terdapat bangunan-bangunan bercirikan arsitektur China yang dipadukan dengan barat.

“Di samping Sekolah Andreas, ada satu rumah orang China yang masih orisinil, mempertahankan gaya arstitektur tahun 1900-an dengan pola rumah seperti orang Belanda,” terang pria yang juga Ketua Komunitas Tjimahi Heritage itu.

Editor: Adi Ginanjar Maulana

terbaru

Nasib Buruh Cimahi, Belum Terima THR dan Perusahaan Gulung Tikar

Cimahi Selasa, 13 April 2021 | 16:07 WIB

Sudah jatuh tertimpa tangga. Begitulah nasib 150 buruh PT Kurnia Asta Surya yang terletak di Jalan Cibaligo, Kota Cimahi...

Bandung Raya - Cimahi, Nasib Buruh Cimahi, Belum Terima THR dan Perusahaan Gulung Tikar, 150 buruh PT Kurnia Asta Surya,Belum Terima THR,Perusahaan Gulung Tikar,Tunjangan Hari Raya (THR)

The Ship Kota Mini: Berpetualang di Laut Terdalam dengan Kapal Bajak L...

Cimahi Sabtu, 10 April 2021 | 17:10 WIB

Mengusung tema kapal bajak laut, bangunan wahana ini tak jauh beda dengan kapal asli. Di sana terdapat layar, geladak, t...

Bandung Raya - Cimahi, The Ship Kota Mini: Berpetualang di Laut Terdalam dengan Kapal Bajak Laut, wisata The Ship Kota Min,penampakan kapal bajak laut,The Ship Foodcourt & Bar,tiket wisata The Ship Kota Mini

Jambret di Cimahi Tarik Korban hingga Alami Kecelakaan Serius

Cimahi Kamis, 8 April 2021 | 09:35 WIB

Korban mengalami luka-luka serta ada pergeseran tulang di bagian bahu sebelah kiri

Bandung Raya - Cimahi, Jambret di Cimahi Tarik Korban hingga Alami Kecelakaan Serius, Jambret,Cimahi,Jl. Raya Cibeureum,Polres Cimahi

2 Motor Matic Adu Banteng di Jalan Amir Machmud Cimahi

Cimahi Selasa, 6 April 2021 | 20:05 WIB

Terjadi kecelakaan adu Adu Banteng melibatkan 2 kendaraan roda dua di Jalan Amir Machmud, Kelurahan Padasuka, Kecamatan...

Bandung Raya - Cimahi, 2 Motor Matic Adu Banteng di Jalan Amir Machmud Cimahi, Motor Adu Banteng,Kecelakaan di Cimahi,Kecelakaan Motor

Data Tak Jelas, 909 Penerima Bansos Cimahi Dibekukan

Cimahi Selasa, 6 April 2021 | 17:06 WIB

Data Tak Jelas, 909 Penerima Bansos Cimahi Dibekukan

Bandung Raya - Cimahi, Data Tak Jelas, 909 Penerima Bansos Cimahi Dibekukan, data penerima bansos Cimahi,Bansos Kemensos,penerima bansos Cimahi,Cimahi,Bansos Covid-19

"Masjid Nabawi" di Cimahi Ini Siap Gelar Salat Tarawih

Cimahi Selasa, 6 April 2021 | 15:33 WIB

Masjid Agung Cimahi didekorasi mirip Masjid Nabawi di Madinah dan siap digunakan untuk salat tarawih saat Ramadan.

Bandung Raya - Cimahi, "Masjid Nabawi" di Cimahi Ini Siap Gelar Salat Tarawih, Masjid Nabawi,Masjid Nabawi Cimahi,MAsjid Agung Cimahi,Salat Tarawih,Ramadan,Puasa,Berita Cimahi

1.854 Perempuan di Cimahi Masuk Kategori Rawan Sosial Ekonomi

Cimahi Senin, 5 April 2021 | 18:44 WIB

Data perempuan rawan sosial ekonomi didapat berdasarkan hasil pendataan dan assesment oleh para kader di lapangan.

Bandung Raya - Cimahi, 1.854 Perempuan di Cimahi Masuk Kategori Rawan Sosial Ekonomi , Perempuan rawan sosial ekonomi,Kategori Rawan Sosial Ekonomi,perempuan rawan sosial di Cimahi,permasalahan ekonomi,pelatihan pemberdayaan ekonomi,perempuan kepala keluarga

Pengunjung Membludak Jelang Ramadan, Pasar Atas Cimahi Perketat Prokes

Cimahi Senin, 5 April 2021 | 15:26 WIB

Petugas itu akan membawa toa keliling pasar mengingatkan pengunjung disiplin 3M.

Bandung Raya - Cimahi, Pengunjung Membludak Jelang Ramadan, Pasar Atas Cimahi Perketat Prokes, Pasar Atas Cimahi,protokol kesehatan Pasar Atas Cimahi,Cimahi,Covid-19 Cimahi,vaksinasi pedagang Pasar Atas Cimahi

artikel terkait

dewanpers