web analytics
  

Kenali 3 Gejala Gangguan Kecemasan demi Kesehatan Mentalmu

Sabtu, 13 Februari 2021 10:02 WIB Administrator
Gaya Hidup - Sehat, Kenali 3 Gejala Gangguan Kecemasan demi Kesehatan Mentalmu, Gejala Gangguan Kecemasan,Kesehatan Mental,Gangguan kecemasan,risiko gangguan kecemasan,jenis gangguan kecemasan,gangguan kecemasan sosial,gangguan kecemasan umum,gangguan panik,Penderita gangguan panik,Serangan Panik

Ilustrasi (Pixabay)

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Semua orang pasti pernah merasa cemas, dan ini merupakan hal yang normal, apalagi jika sedang dirundung masalah. Namun hati-hati jika rasa cemas muncul secara berlebihan atau sering. Bisa jadi itu merupakan tanda gangguan kecemasan.

Cemas atau anxiety adalah perasaan gugup atau gelisah. Biasanya orang akan mengalaminya ketika berhadapan dengan situasi tertentu, misalnya sebelum wawancara kerja, sebelum ujian, saat harus mengambil keputusan penting, atau ketika menunggu hasil pemeriksaan dokter.

Dikutip dari Alodokter.com, rasa cemas merupakan reaksi alami tubuh terhadap stres, yang sebenarnya bermanfaat untuk membuat kita menjadi lebih berhati-hati dan waspada. Namun, rasa cemas bisa menjadi tidak sehat jika muncul secara berlebihan, sulit dikontrol, atau sampai mengganggu aktivitas sehari-hari. Kondisi ini disebut sebagai gangguan kecemasan.

Penyebab Gangguan Kecemasan
Gangguan kecemasan merupakan salah satu gangguan mental yang serius. Kondisi ini dapat disebabkan oleh adanya masalah pada fungsi otak yang mengatur rasa takut dan emosi.

Ada beberapa faktor yang dapat membuat seseorang lebih berisiko terkena gangguan kecemasan, yaitu:

  • Pengalaman negatif yang menyebabkan stres atau trauma psikologis.
  • Keturunan.
  • Gangguan kepribadian.
  • Masalah hidup yang besar, misalnya quarter life crisis.
  • Efek samping obat atau zat tertentu, termasuk kafein dan narkoba.
  • Penyakit tertentu, seperti gangguan irama jantung dan penyakit tiroid.

Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya
Ada beberapa jenis gangguan kecemasan, yaitu gangguan panik, gangguan kecemasan sosial, serta gangguan kecemasan umum atau menyeluruh (GAD). Gejala dan pengobatan gangguan kecemasan pun berbeda-beda, tergantung pada jenisnya.

1. Gangguan panik
Penderita gangguan panik akan mengalami serangan panik atau atau kecemasan berlebihan secara tiba-tiba dan berulang kali, tanpa alasan yang jelas. Frekuensi dan tingkat keparahannya pun bervariasi. Berikut ini adalah beberapa gejala yang dapat muncul saat terjadi gangguan panik:

  • Berkeringat
  • Palpitasi (berdebar-debar)
  • Merasa seperti tersedak atau sesak di dada
  • Nyeri dada
  • Merasa seperti mengalami serangan jantung
  • Ketakutan
  • Gemetar
  • Merasa seperti tidak berdaya

Seseorang dengan kondisi ini merasa seperti akan diserang kapan saja dan di mana saja. Gangguan panik biasanya berlangsung kurang dari 10 menit, namun ada juga yang berlangsung hingga satu jam atau lebih.

Jika mengalami gejala berupa jantung berdebar atau nyeri dada saat serangan panik muncul, Anda disarankan untuk duduk dan memejamkan mata. Kemudian tarik napas dalam-dalam melalui hidung, dan hembuskan melalui mulut. Ulangi beberapa kali hingga merasa lebih tenang.

Jika cara tersebut tidak berhasil, segeralah temui dokter atau psikolog. Pengobatan yang diberikan oleh dokter untuk menangani gangguan panik dapat berupa pemberian obat-obatan pereda cemas dan psikoterapi, seperti terapi perilaku kognitif.

2. Gangguan kecemasan sosial
Gangguan kecemasan sosial atau fobia sosial merupakan rasa cemas atau takut yang luar biasa terhadap situasi sosial atau interaksi dengan orang lain, baik sebelum, sesudah, maupun selama berada dalam situasi tersebut.

Orang dengan gangguan kecemasan sosial akan merasa takut untuk mengatakan atau melakukan sesuatu di depan orang lain atau di tempat umum, karena menganggap hal tersebut akan mempermalukan mereka.

Beberapa gejala gangguan kecemasan sosial adalah:

  • Takut atau enggan untuk berinteraksi dan menyapa orang lain, terutama orang yang tidak dikenal.
  • Memiliki tingkat kepercayaan diri yang rendah.
  • Menghindari bertatapan mata dengan orang lain.
  • Takut dikritik atau dihakimi orang lain.
  • Malu atau takut untuk bepergian ke luar rumah atau berada di tempat umum.

Gangguan kecemasan sosial berbeda dengan perasaan malu biasa. Orang yang pemalu umumnya masih bisa melakukan interaksi sosial atau berkomunikasi dan menjalani aktivitas sehari-hari, meskipun mungkin akan merasa malu jika harus bertegur sapa atau diajak berkenalan dengan orang lain.

Jika rasa malu atau takut berinteraksi dengan orang lain dirasakan sangat ekstrim, hingga menyebabkan kesulitan dalam menjalani aktivitas sehari-hari dan bersosialisasi, maka kondisi ini perlu mendapatkan pertolongan medis dari psikiater atau psikolog.

Pengobatan gangguan kecemasan sosial bisa berupa konsumsi obat pereda cemas dan antidepresan, serta terapi perilaku kognitif sebagai bagian dari psikoterapi.

3. Gangguan kecemasan umum (generalized anxiety disorder/GAD)
Jenis gangguan kecemasan ini membuat penderitanya merasakan cemas secara berlebihan yang menetap dalam waktu lama, biasanya hingga lebih dari 6 bulan. Penderita GAD akan sangat mengkhawatirkan dan memikirkan banyak hal (overthinking). Hal-hal yang dipikirkan bisa beragam, misalnya keuangan, kesehatan, hipokondria, atau pekerjaan.

Seseorang yang menderita gangguan kecemasan umum biasanya tidak bisa fokus pada suatu hal, sulit berkonsentrasi, dan tidak bisa merasa santai. Pada beberapa kasus, rasa cemas ini bisa begitu berat hingga menimbulkan depresi.

Berikut ini adalah beberapa gejala yang dapat dirasakan oleh penderita gangguan kecemasan umum:

  • Gemetar dan keringat dingin
  • Otot tegang
  • Pusing dan sakit kepala
  • Mudah marah
  • Susah tidur
  • Dada berdebar-debar
  • Sering merasa lelah
  • Sesak napas
  • Merasa sering ingin berkemih
  • Tidak nafsu makan

Pengobatan untuk gangguan kecemasan umum bisa ditempuh dengan dua cara, yakni melalui psikoterapi dan pemberian obat-obatan psikotropika atau obat penenang.

Jika dibiarkan tanpa penanganan yang tepat, gangguan kecemasan dapat berdampak buruk dan mengurangi kualitas hidup penderitanya. Oleh karena itu, jika Anda mengalami rasa cemas yang berlebihan hingga mengganggu aktivitas sehari-hari, sebaiknya segeralah berkonsultasi dengan dokter.

Editor: Eneng Reni Nuraisyah Jamil

terbaru

Bangun Malam karena Sesak Napas, Waspada Gejala Gagal Jantung!

Sehat Senin, 12 April 2021 | 14:38 WIB

Jika kita cukup sering terbangun di malam hari karena sesak napas, maka mungkin saja mengalami gejala gagal jantung.

Gaya Hidup - Sehat, Bangun Malam karena Sesak Napas, Waspada Gejala Gagal Jantung!, gejala gagal jantung,Tanda Gejala Gagal jantung,Ciri Gejala Gagal jantung,Penyebab Bangun Malam karena Sesak Napas,gagal jantung,sesak napas,Istirahat kurang di malam hari

4 Manfaat Air Lemon, Salah Satunya Menurunkan Berat Badan

Sehat Senin, 12 April 2021 | 14:25 WIB

Air lemon sangat baik untuk kesehatan tubuh salah satunya untuk menurunkan berat badan.

Gaya Hidup - Sehat, 4 Manfaat Air Lemon, Salah Satunya Menurunkan Berat Badan, Air Lemon,manfaat air lemon,Lemon,menurunkan berat badan,Cara Menurunkan Berat Badan,melancarkan pencernaan

Tes Kepribadian: Pilih Soal dan Temukan Jaket yang Sesuai dengan Kepri...

Sehat Senin, 12 April 2021 | 09:26 WIB

Jaket menjadi kepribadian bagi seseorang yang memakainya. 

Gaya Hidup - Sehat, Tes Kepribadian: Pilih Soal dan Temukan Jaket yang Sesuai dengan Kepribadianmu, tes kepribadian,tes kepribadian jaket,jaket pilihan,jaket,coba tes kepribadian,ikut tes kepribadian,pilihan jaket,jaket bomber,jaket kulit,jaket bulu

5 Minuman Terbaik untuk Atasi Kesulitan Konsentrasi

Sehat Senin, 12 April 2021 | 07:30 WIB

Terkadang sebuah kondisi terjadi di mana seseorang mengalami gejala-gejala yang tak nyaman dan menyulitkan seperti sulit...

Gaya Hidup - Sehat, 5 Minuman Terbaik untuk Atasi Kesulitan Konsentrasi, Kesulitan Konsentrasi,brain fog,sulit berkonsentrasi,masalah sulit berkonsentrasi,Penyebab brain fog,cara Atasi Kesulitan Konsentrasi,penyakit kognitif degeneratif,tanda penyakit kognitif degeneratif

Awas! 5 Kebiasaan Ini Bisa Picu Diabetes

Sehat Senin, 12 April 2021 | 06:44 WIB

Mayoritas kasus diabetes yang terjadi merupakan diabetes tipe 2. Diabetes tipe 2 sangat berkaitan dengan faktor-faktor g...

Gaya Hidup - Sehat, Awas! 5 Kebiasaan Ini Bisa Picu Diabetes, Diabetes,Bahaya Diabetes,Obat Alami Diabetes,Diabetes Tipe 2,Peningkatan kasus diabetes di dunia,Kebiasaan pemicu Diabetes,gaya hidup pemicu diabetes,kebiasaan sehari-hari pemicu diabetes

Buah Terbaik untuk Smoothie dan Cara Mudah Mengolahnya

Sehat Senin, 12 April 2021 | 06:21 WIB

Ada beragam jenis buah yang bisa diolah menjadi sajian smoothie. Bagi penggemar smoothie yang sedang menurunkan berat ba...

Gaya Hidup - Sehat, Buah Terbaik untuk Smoothie dan Cara Mudah Mengolahnya, manfaat Smoothie,cara membuat Smoothie,Smoothie untuk diet,Smoothie sehat,Smoothie untuk sarapan,menu favorit,menu makanan untuk diet,rekomendasi smoothie,resep smoothie untuk diet,Smoothie

Agar Hubungan Seks Tahan Lama, Gunakan Teknik Ini

Sehat Minggu, 11 April 2021 | 21:52 WIB

Agar Hubungan Seks Tahan Lama, Gunakan Teknik Ini

Gaya Hidup - Sehat, Agar Hubungan Seks Tahan Lama, Gunakan Teknik Ini, seks tahan lama,seks,teknik edging,teknik edging seks,cara seks tahan lama,gaya seks,gaya seks tahan lama,seks lama

Sering Bangun Malam Akibat Sesak Napas? Ini Penjelasannya

Sehat Minggu, 11 April 2021 | 21:38 WIB

Sering Bangun Malam Akibat Sesak Napas? Ini Penjelasannya

Gaya Hidup - Sehat, Sering Bangun Malam Akibat Sesak Napas? Ini Penjelasannya, sering bangun malam hari,sesak napas,sesak napas malam hari,bangun malam sesak napas,gagal jantung,gejala gagal jantung,Tanda Gagal Jantung,gagal jantung adalah
dewanpers