web analytics
  

Pers dan Dunia Pendidikan Masa Pandemi

Jumat, 12 Februari 2021 16:50 WIB Netizen Drajat
Netizen, Pers dan Dunia Pendidikan Masa Pandemi, Pers,Wartawan,Sekolah,Pendidikan,Kritik

Ilustrasi pers. (Pixabay/David Aguirre)

Drajat

Drajat, Wakasek Kurikulum, Guru Matematika SMPN 1 Cangkuang, Kab.bandung.

Hari Pers Nasional diselenggarakan setiap tahun pada tanggal 9 Februari bertepatan dengan Hari Ulang Tahun PWI, ditetapkan dengan Keputusan Presiden RI No. 5 tahun 1985 yang ditandatangani oleh Presiden Soeharto pada tanggal 23 Januari 1985.

Berkenaan dengan hari bersejarah ini, pernahkan Anda sempat menghitung dunia informasi, khususnya media massa dan penerbitan? Tak kurang sebelum reformasi berjalan di negeri tercinta ini, 148 surat kabar, 102 majalah, 89 tabloid, serta 260 penerbitan pers, yang tersebar di bebagai kota besar di Indonesia. Kini ketika kebebasan pers dibuka lebar-lebar, arus informasi tersebut menjamur di mana-mana. Pendek kata hampir setiap kota, daerah, atau intansi, berlomba-lomba membuat penerbitan sendiri.

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi membawa tsunami perubahan, tidak terkecuali dunia pers. Ketika kebebasan pers dibuka, bisa dikatakan menemukan “keajaiban” siapa pun dengan mudah dapat membuat media sendiri.

Namun demikian, disrupsi digital membawa kekagetan. Tidak sedikit media massa dan penerbitan, yang sempat menjamur, lambat laun malah meredup. Bahkan, hanya beberapa yang masih tetap kokoh, dan bisa mengimbangi perkembagan teknologi.

Tentu ini tantangan tersendiri bagi insan pers, tentang bagaimana “menikmati” perubahan ini. Paling tidak, bagaimana memberikan informasi bagi masyarakat, sekaligus menghidupi para insan pers sendiri.

Fungsi Pers

Penulis teringat sekali apa yang disampaikan, Hikmat Kusumaningrat dan Purnama Kusumaningrat, dalam bukunya Teori & Praktik Jurnalistik (Bandung: Rosdakarya), 2016.  Terdapat delapan fungsi pers yang bertanggung jawab.

Fungsi pertama pers yang bertanggung jawab ialah fungsi informatif, yaitu memberikan informasi atau berita kepada khalayak ramai dengan cara yang teratur. Dalam fungsi ini, pers menghimpun berita yang dianggap berguna dan penting bagi orang banyak dan kemudian menuliskannya dalam kata-kata.

Pers mungkin akan memberitakan kejadian-kejadian pada hari itu, memberitakan pertemuan-pertemuan yang diadakan atau memberitakan pengangkatan-pengangkatan pejabat di kantor pemerintah. Pers juga mungkin memperingatkan orang banyak tentang peristiwa-peristiwa yang diduga akan terjadi, seperti perubahan cuaca atau bencana alam. Atau pers pun mungkin memberitakan hal-hal yang langsung berguna, misalnya bagaimana menghitung pajak pribadi berdasarkan tarif pajak baru.

Fungsi kedua pers yang bertanggung jawab ialah fungsi kontrol, yaitu masuk ke balik panggung kejadian untuk menyelidiki pekerjaan pemerintah atau perusahaan. Dalam fungsi ini pers harus memberitakan apa yang berjalan baik dan tidak berjalan baik. Fungsi watchdog atau fungsi kontrol ini harus dilakukan lebih aktif daripada kelompok masyarakat lainnya.

Fungsi ketiga pers yang bertanggung jawab ialah fungsi interpretatif dan direktif, yaitu memberikan interpretasi dan bimbingan. Dalam fungsi ini pers harus menceritakan kepada masyarakat tentang arti suatu kejadian. Ini biasanya dilakukan pers melalui tajuk rencana atau tulisan-tulisan latar belakang. Kadang-kadang juga menganjurkan tindakan yang seharusnya diambil oleh masyarakat, misalnya menulis surat protes terhadap DPR atau memberikan sumbangan bagi korban bencana alam, dan memberikan alasan mengapa harus bertindak.

Fungsi keempat pers yang bertanggung jawab ialah fungsi menghibur, yaitu para wartawan menuturkan kisah-kisah dunia dengan hidup menarik. Mereka menyajikan humor dan drama serta musik. Mereka menceritakan kisah yang lucu untuk diketahui meskipun kisah itu tidak terlalu penting.

Fungsi kelima pers yang bertanggung jawab ialah fungsi regeneratif, yaitu menceritakan bagaimana sesuatu itu dilakukan pada masa lampau, bagaimana dunia ini dijalankan sekarang, bagaimana sesuatu itu diselesaikan, dan apa yang dianggap oleh dunia itu benar atau salah. Jadi, pers membantu menyampaikan warisan sosial kepada generasi baru agar terjadi proses regenerasi dari angkatan yang sudah tua kepada angkatan yang lebih muda.

Fungsi keenam pers yang bertanggung jawab ialah fungsi pengawalan hak-hak warga negara, yaitu mengawal dan mengamankan hak-hak pribadi. Demikian pula halnya bila ada massa rakyat yang berdemonstrasi, pers harus menjaga baik-baik jangan sampai timbul tirani golongan mayoritas, yang biasanya golongan mayoritas ini menguasai dan menekan golongan minoritas.

Pers yang bekerja berdasarkan teori tanggung jawab harus dapat menjamin hak setiap pribadi untuk didengar dan diberi penerangan yang dibutuhkannya. Dalam beberapa hal, rakyat hendaknya diberi kesempatan untuk menulis dalam media dan melancarkan kritik-kritiknya terhadap segala sesuatu yang berlangsung dalam kehidupan masyarakat, bahkan juga kadang-kadang mengkritik medianya sendiri.

Fungsi ketujuh pers yang bertanggung jawab ialah fungsi ekonomi, yaitu melayani sistem ekonomi melalui iklan. Tanpa radio, televisi, majalah dan surat kabar, maka beratlah untuk dapat mengembangkan perekonomian secara pesat. Dengan menggunakan iklan, penawaran akan berjalan dari tangan ke tangan dan barang hasil produksi pun dapat terjual

Fungsi kedelapan pers yang bertanggung jawab ialah fungsi swadaya, yaitu bahwa pers mempunyai kewajiban untuk memupuk kemampuannya sendiri agar ia dapat membebaskan dirinya dari pengaruh-pengaruh serta tekanan-tekanan dalam bidang keuangan. Bila media seperti radio televisi dan surat kabar berada di bawah tekanan masalah keuangan, maka sama halnya dengan menempatkan diri berada di bawah kehendak siapa saja yang mampu membayarnya sebagai balas jasa. Karena itulah, untuk memelihara kebebasannya yang murni, pers pun berkewajiban untuk memupuk kekuatan pemodalannya sendiri.

Dari uraian fungsi pers di tengah-tengah masyrakat, terselip sebuah pertanyaan, bagaimana fungsi pers bagi dunia pendidikan di masa pandemi? Jelas dari delapan fungsi di atas bisa kita menilisik hasil yang memberikan kesejukan bagi dunia pendidikan. Sebut saja bagaimana memberikan informasi SKB Tiga Menteri tentang Pengunaan Pakaian Seragam. Di sini pers benar-benar mampu menyatukan kebhinekaan, bahwa tidak ada paksaan dalam pemakaian seragam. Demikian juga bagaimana pers memberikan edukasi kepada masyararat tentang pandemi dan vaksinasi.

Di sisi lain bagaimana insan pers sendiri harus berjihad di tengah-tengah serangan Covid-19. Tidak jarang mereka yang terkapar, bahkan harus mengikhlaskan nyawanya melayang.

Terbayang bagaimana jadinya dunia ini tanpa pers? Dengan pasti khususnya dunia pendidikan tidak akan berjalan dengan baik, bahkan sebaliknya masyarakat mengalami kegelapan. Di sinilah diperlukan kerjasama antara pers dan dunia pendidikan itu sendiri.

Namun demikian, sejauh ini yang paling sering dikeluhkan ialah pers yang menakut-nakuti, dengan bekal kartu pers atau wartawan, leluasa datang ke sekolah hanya untuk mengorek masalah, kendati hanya oknum! Sebaliknya tidak jarang insan pers menjadi garda terdepan membela habis-habisan saat sekolah, tenaga pendidikan dan kependidikan, serta peserta didik, dari berbagai ancaman, termasuk Covid-19, misalnya. Sehingga pembelajaran di masa pandemi ini bisa berjalan dengan baik.

Barangkali pers dan dunia pendidikan harus secara kontinu bersilaturahmi duduk bersama berkolaborasi. Sehingga tidak ada lagi dusta dia antara kita. Karena kita sama-sama memajukan negeri tercinta,Indonesia. Selamat Hari Pers Nasional.

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini

Editor: Aris Abdulsalam

terbaru

Mural Sebagai Media Pembelajaran Efektif dan Menyenangkan

Netizen Kamis, 15 April 2021 | 18:30 WIB

Mural sekolah memberikan suasana yang “segar” dan membuat suasana di sekolah menjadi tidak monoton.

Netizen, Mural Sebagai Media Pembelajaran Efektif dan Menyenangkan, Mural Sebagai Media Pembelajaran Efektif,Media Pembelajaran Efektif dan Menyenangkan,SDN Mustikajaya VII,Kota Bekasi,Mural,Pendidikan,Sekolah

Harga Gabah dan Beras di Tengah Polemik Impor

Netizen Kamis, 15 April 2021 | 17:50 WIB

Ada faktor lain yang menyebabkan turunnya harga komoditas padi di tahun 2020.

Netizen, Harga Gabah dan Beras di Tengah Polemik Impor, Polemik Impor,Beras,Petani,komoditas padi,Gabah kering panen (GKP),gabah kering giling (GKG),Jawa Barat,Badan Pusat Statistik (BPS)

Menyusun Kamus Belanda-Sunda

Netizen Rabu, 14 April 2021 | 10:05 WIB

Untuk penyusunan kamus Belanda-Sunda dapat dibilang Kartawinata adalah orang Sunda pertama yang berhasil menyusun dan me...

Netizen, Menyusun Kamus Belanda-Sunda, Kamus Belanda-Sunda,Hollandsch-Soendaasch Woordenboek,Raden Kartawinata,P. Blusse

Ruang Kelas Tanpa Batas untuk Vani Antika

Netizen Selasa, 13 April 2021 | 17:30 WIB

Layaknya kanvas bagi pelukis, dalam dunia per-makeup-an pun dikenal istilah muse.

Netizen, Ruang Kelas Tanpa Batas untuk Vani Antika, Makeup,Makeup Artist,MUA

Muktamar XIII Pemuda Persis, Semangat Baru Peradaban

Netizen Selasa, 13 April 2021 | 12:57 WIB

Tidak hanya tentang pergantian kepemimpinan, Muktamar ke-13 ini juga melahirkan berbagai produk perjuangan yang baru.

Netizen, Muktamar XIII Pemuda Persis, Semangat Baru Peradaban, Persis (Persatuan Islam),Muktamar XIII Pemuda Persis,Pimpinan Pusat Pemuda Persatuan Islam,Ibrahim Nasrulhaq al-Fahmi

Merawat Tradisi Munggahan, Meneguhkan Harmoni 'Sunda-Islam'

Netizen Senin, 12 April 2021 | 18:20 WIB

Suatu bangsa yang besar itu tidak akan melupakan tradisi, pun tidak lupa budaya sendirinya.

Netizen, Merawat Tradisi Munggahan, Meneguhkan Harmoni 'Sunda-Islam', Munggahan,Tradisi Munggahan,Munggahan Ramadan,Sunda,Islam

Kalau Cuma Nyampah, Tak Perlu Mendaki Gede-Pangrango

Netizen Senin, 12 April 2021 | 16:05 WIB

Akan jauh lebih baik membiarkan gunung itu dibalut sepi, tanpa kehadiran hiruk pikuk manusia.

Netizen, Kalau Cuma Nyampah, Tak Perlu Mendaki Gede-Pangrango, Taman Nasional Gede-Pangrango,Gunung Gede,Gunung Pangrango,Sampah,Pendaki

Bersyukurlah, Jangan Mudah Mengeluh

Netizen Jumat, 9 April 2021 | 19:05 WIB

Bagaimana caranya agar kita tak mudah mengeluh saat ditimpa cobaan atau ujian hidup?

Netizen, Bersyukurlah, Jangan Mudah Mengeluh, Mengeluh,Masalah Hidup,bersyukur,Renungan

artikel terkait

dewanpers